
Sebelum melangsungkan hari pernikahan, ada prosesi penting yang nggak boleh terlewatkan, yakni lamaran. Hanya saja baik setelah acara makan malam itu, Iin ataupun Dafa tidak pernah menyangka jika acara lamaran akan di laksanakan secepat ini.
Hanya dalam waktu satu minggu dari acara makan malam di kediaman Aditama hari itu, hari ini Dafa dan keluarga besar Aditama akan mendatangi kediaman Rega Ragaskara untuk melamar putri bungsunya secara resmi.
Moment sepecial ini jelas di luar perkiraan Iin dan juga Dafa. Walaupun demikian, moment special ini juga yang paling di tunggu-tunggu oleh dua belah pihak. Meskipun baik Iin atau pun Dafa sadar, acara lamaran ini ada karena perjodohan kedua orang tuanya, tetap saja mereka merasa berdebar.
Saat ini rombongan keluarga besar Aditama memasuki kawasan perumahan tempat tinggal keluarga Rega Ragaskara. Rombongan keluarga Aditama tidak terlalu banyak, mereka datang hanya sekitar 5 mobil. Sebab rombongan keluarga besar Aditama lebih di dominasi oleh keluarga dari pihak Kinanti.
Raidan Jaksa Aditama, merupakan anak yatim piatu. kedua orang tua Papa Dafa sudah meninggal dunia, mendiang kedua orang tua Raidan merupakan pasangan yang di kucilkan oleh keluarga besarnya sebab pernikahan keduanya tidak mendapat restu dari dua bela pihak keluarga. Walaupun demikian mendiang kedua orang tua Raidan tetap nekat menikah, walaupun mereka berdua harus dibuang dan dibenci oleh keluarganya. Hal itulah menjadi alasan rombongan keluarga besar Aditama yang datang lebih di dominasi oleh keluarga Ahmadi dari pihak Kinanti.
Dafa dan rombongan keluarganya telah tiba di rumah Rega Bagaskara, kedatangan mereka langsung disambut dengan hangat keluarga besar Iin yang lebih didominasi dari keluarga Fahri sendiri.
Saat ini keluarga Dafa dan rombongannya tengah di sambut hangat oleh Abizar Ragaskara yang merupakan kakak sulung Rega Bagaskara, Om Abi mempersilahkan tamu yang datang untuk masuk ke dalam rumah di mana acara akan dilangsungkan.
Mereka pun masuk kedalam rumah minimalis modern berlantai dua yang merupakan rumah Rega Ragaskara, ini adalah kali pertama Dafa menginjakan kakinya di pekarangan rumah tempat Iin di besarkan, dan ini juga pertama kalinya ia memasuki rumah tempat dimana Iin menghabiskan banyak waktunya mengukir kenangan bersama keluarganya.
Saat ini rombongan dari keluarga Dafa mulai duduk di atas karpet bulu tebal yang terbentang di ruang tamu dan ruang keluarga, sebentar lagi prosesi lamaran akan dibuka oleh pembawa acara atau MC.
__ADS_1
MC kali ini diambil alih oleh Arza sepupu Iin yang sudah seperti anak kandung Rega mengingat sejak kecil Arza di jaga dan dirawat oleh Rega dan mendiang istrinya saat Ayahnya sibuk bekerja.
Arza menyebutkan susunan acara lamaran secara singkat serta bercerita sedikit mengenai kedua calon mempelai. Kemudian, Arza mulai menanyakan maksud kedatangan keluarga Dafa ke rumah keluarga Iin.
Raidan mengusap lengan Dafa seraya memberi kekuatan dan dukungan untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka yakni untuk melamar Iin. Dafa ingin mengutarakan lamarannya sendiri, agar Iin melihat ia betul-betul serius dengan pernikahan mereka.
Dafa menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum ia hembuskan secara perlahan. Hal itu ia lakukan untuk menghilangkan rasa gugup yang kini menyerangnya. Setelah merasa dirinya sedikit tenang, Dafa pun mulai mengutarakan niat baiknya.
"Bismillahirahmani rahim, saya Radafian Jasaka Aditama datang bersama keluarga dengan tujuan ingin melamar putri om Rega agaskara, yakni Inggrid Ragaskara" kata Dafa mengutarakan tujuan kedatangannya bersama rombongan keluarganya.
Dafa awalnya sempat tertengun saat untuk pertama kalinya ia mengangkat kepalanya menatap Iin yang begitu cantik sejak menginjakan kakinya dirumah keluarga Iin. Beberapa sepupu dan keluarga Dafa mulai bersiul dan mengoda Dafa yang ketahuan terkesima dengan kecantikan Iin.
"Bang Dafa kedip bang, kedip" teriak Dipta
"Ilernya jatuh tuh bang" teriak Alaska
Dafa menoleh kebelakang dengan tatapan kesal kepada Dipta dan adik sepupunya Alaska yang seumuran dengan Iin. Ia kesal karena Dipta dan Alaska berhasil membuat semua orang lantas tertawa kecil dengan perilaku Dafa.
__ADS_1
Rasa gugup menunggu jawaban dari Iin sudah cukup membuat Dafa berkeringat dingin, tapi sekarang karena kebodohannya kedapatan menatap Iin tanpa berkedip oleh keluarganya membuatnya merasa amat malu dan kesal dengan keluarganya.
Iin terkekeh sejenak, sebelum ia menjawab "Bismillahirahmani rahim, Iin menerima lamaran mas Dafa" jawab Iin mantap
.
.
.
.
.
TBC
9 September 2019
__ADS_1