Inggrid

Inggrid
Bab 9 - Calon Istri Idaman


__ADS_3

Mata Dafa sulit terpejam karna memikirkan dirumahnya saat ini ada orang lain yang berbagi ruang dan dimensi dengannya. Jika dulu Dafa akan memilih sendirian, maka untuk malam ini nampaknya ada pengecualian.


Biasanya Dafa tak mengizinkan siapapun selain keluarga dan kerabatnya menginap dirumah yang sudah Dafa anggap sebagai tempat privasinya. Namun mendengar permintaan Om Rega membuat Dafa melanggar peraturan yang ia ciptakan. Iin adalah orang pertama yang menginap dirumahnya, bahkan Dirga ataupun teman-teman dekatnya tak pernah ia beri izin selain hanya sekedar berkunjung dan bermain.


Namun mengapa ia berlaku berbeda dengan Iin?


Mungkinkah karna Iin adalah perempuan yang nampak begitu lemah dan harus ia jaga, atau karna amanat dan kepercayaan dari Om Rega yang menitip putrinya yang membuat Dafa merasa bertanggung jawab, atau karna hatinya mulai tergerak dengan sikap Iin yang lebih memilih menunggunya hingga larut malam dan membuat hatinya merasa menghangat?


Dafa tidak tahu alasan mana yang membuatnya melanggar peraturannya sendiri, ia merasa seolah - olah malam ini ia keluar dari zona nyamannya. Ada perasaan yang sangat asing yang ia rasakan ketika ia sadar bahwa saat ini ada orang lain dirumahnya selain keluarganya.


Sejak dulu Dafa adalah sosok pria yang tertutup, ia sulit berbaur dengan banyak orang sehingga membuatnya hanya memiliki beberapa teman. Teman - teman Dafa bahkan hanya mampu di hitung jari, sebab teman-teman Dafa merupakan orang-orang tertentu karena Dafa merupakan pria yang sangat pemilih semenjak di khianati oleh orang yang ia anggap sebagai teman dekatnya.


Teman dekatnya dulu merebut kekasihnya, padahal saat itu Dafa hampir menikah. Dafa ditinggal saat hari pernikahannya, kekasihnya pergi meninggalkannya dan lebih memilih bersama teman dekatnya. Hal inilah yang membuat Dafa menjadi sangat pemilih dalam masalah pertemanan, selain itu ia juga semakin selektif dalam menilai wanita yang akan ia ajak kejenjang yang serius.


Dikhianati oleh teman dekatnya dan ditinggal dihari pernikahannya membuat Dafa trauma, karena hal inilah yang juga membuat orang tua Dafa khawatir mengenai masa depannya. Dafa masih terlalu takut keluar dari rasa takut akibat trauma yang ia alami. Kejadian itu sangat sulit untuk Dafa lupakan. Perbuatan mereka sangat sulit Dafa lupakan dan pada akhirnya Dafa melampiaskan kemarahannya yang selama ini ia pendam dan berusaha melupakannya dengan cara terus bekerja dan menyendiri.


Sikap dan perilaku Dafa yang sangat mengkhawatirkan ini membuat kedua orang tuanya sepakat menjodohkan Dafa dengan putri sahabat seperjuangan Papaya.

__ADS_1


Dafa masih ingat yang Mamanya katakan, "Dafa tahu nggak, pilihan terbaik untuk seorang anak adalah pilihan orang tuanya. Alasannya tentu saja karena orang tua tidak akan memilihkan orang yang salah untuk masa depan anaknya, banyak pertimbangan yang mereka lakukan. Dan setelah melakukan banyak pertimbangan dan memang sejak dulu kami sudah berniat menjodohkan kalian, Mama dan Papa rasa Inggrid Ragaskara adalah orang yang tepat menemanimu menghabiskan masa tuamu kelak"


Saat Dafa bertanya mengapa Mamanya begitu yakin dengan putri sahabat Papanya, Mamanya menjawab -- "Feeling seorang ibu tidak boleh diragukan" -- Walaupun Mama dan Papanya terus meyakinkan, Dafa jelas masih ragu memberi jawaban. Ia bingung antra menerima atau menolak perjodohan ini. Sebab Dafa takut Iin meninggalkannya sama seperti yang wanita itu lakukan.


.


.


.


Pagi ini seorang gadis dengan rambut sebahu nampak berkutat dengan beberapa bahan makanan mentah yang akan ia olah menjadi sarapan. Gadis cantik berambut sebahu itu adalah Iin. Pagi -pagi sekali ia sudah terbangun karena menjalankan kewajibannya, rasa ngantuknya telah hilang setelah melaksanakan sholat subuh. Dan karena kebiasaan dirumahnya, Iin membersihkan rumah Dafa seraya menunggu matahari terbit.


Setelah membersihkan, disinilah saat ini Iin berada, ia sedang berada di dapur rumah Dafa yang di dominasi dengan warna abu-abu terang. Saat ini Iin tengah memotong-motong wartel menjadi dadu, setelah itu ia mulai memotong-motong cabe rawit, bawang bombay, dan menghaluskan bawang putih. Setelah semua bahan telah terpotong sesuai selera Iin, Iin hanya perlu menunggu nasi hingga matang. Pagi ini ia akan membuat sarapan sederhana, yaitu Omelet nasi goreng.


Saat nasi yang Iin tunggu mulai masak, Iin pun mulai membuat omelet nasi goreng. Setelah omeletnya jadi, ia pun membuat dua buah telur dadar sebelum membungkus nasi goreng buatannya. Saat masakannya telah selesai, ia menaruhnya dalam piring dan menghiasnya dengan beberapa hiasan seperti tomat dan cabe.


Tanpa Iin sadari, semua yang ia lakukan tengah di amati oleh Dafa. Mulai dari saat Iin sholat subuh, membersihkan, hingga saat Dafa memperhatikan Iin tengah memasak dari ruang keluarga yang langsung berhubung dengan ruang makan dan dapur. Dafa jelas merasa tidak percaya dan juga merasa kagum secara bersamaan karena Iin ternyata pandai memasak. Dafa kira karena pekerjaan Iin sebagai seorang sekertaris membuatnya amat sangat sibuk, sehingga untuk belajar memasak atau pandai bersih-bersih dan lainnya sama sekali tidak ia ketahui. Sayang pikiran Dafa mengenai Iin salah besar saat melihat keterampilan memasak Iin yang nampak begitu telaten.

__ADS_1


Jujur saja Dafa tidak munafik menginginkan seorang istri yang cantik, namun jika ia tak pandai memasak, cantik saja tak akan membuat mereka kenyang. Tapi melihat Iin saat ini, Dafa mulai mempertimbangkan masalah perjodohan mereka.


Iin adalah gadis yang cantik, rajin beribadah, pandai bersih-bersih, apalagi memasak. Banyak pria menginginkan memiliki istri seperti Iin, tak terkecuali Dafa. Karena bagi mereka, gadis seperti Iin itu adalah sepesies wanita langka. Menurut anak jaman Now, Iin sudah masuk dalam kategori calon istri idaman semua kaum Adam.


.


.


.


.


.


TBC


26 Agustus 2019

__ADS_1


__ADS_2