Inggrid

Inggrid
Bab 27 - Resing


__ADS_3

Kabar mengundurkan dirinya Iin sudah mulai menyebar seperti sebuah penyakit yang menular. Banyak yang terkejut dengan kabar berhentinya Iin menjadi sekertaris Arza yang dikenal sebagai Direktur yang paling dingin, diktator dan paling banyak maunya.


Hanya Iin yang merupakan sekertaris Arza yang mampu bertahan dengan sikap Arza yang kelewat gila kerja, sebelum-sebelumnya, sekertaris Arza tidak pernah betah bekerja dengannya. Jangka waktu kerja mereka terbilang singkat, hanya mampu di hitung bulan. Orang yang paling lama bekerja dan betah dengan sikap diktator dan dingin seorang Arza yang pengila kerja hanya Iin seorang, ia mampu bertahan bekerja menjadi sekertaris Arza selama 5 tahun.


Saat ini kabar Resign-nya Iin jelas mengejutkan banyak karyawan perusahaan. Mereka tak menyangka pada akhirnya Iin memilih mengundurkan diri menjadi sekertaris Direktur mereka, padahal gaji seorang sekertaris direktur lumayan tinggi.


Sebagian karyawan dan karyawati berpikir mungkin Iin lelah menjadi sekertaris Arza, tapi pemikiran mereka musnah ketika Arza kini keluar dari lift dan berjalan mengekori Iin di lobi saat jam makan siang. Hal yang tidak biasa tersebut jelas mengejutkan banyak orang, selain itu perkataan Arza membuat semua karyawan dan karyawati yang ada di lobi syok setengah mati.


"Inggrid Ragaskara. Tidak bisakah kau tinggal selama seminggu lagi sebelum pernikahanmu? Abang masih ragu dengan kemampuan Alan" teriak Arza


Sejak tadi Arza mengejar adik sepupunya itu, namun Iin seakan menulikan telinganya dan tidak peduli dengan segala teriakan dan pintanya yang memohon dirinya untuk tetap bekerja selama seminggu sebelum hari pernikahannya. Arza melakukan hal itu karena ia ingin Iin membantu sekertaris barunya kini, mengenai segala pekerjaan yang hanya Iin yang mampu mengimbangi kegilaan Arza dalam bekerja.


Hari ini ia keceplosan menyebut nama panjang adik sepupunya, selama Iin bekerja, tidak ada yang mengetahui nama asli Iin kecuali Ia, Ayahnya, dan Evan yang merupakan pemimpin HRD.


Iin sengaja menyembunyikan nama panjangnya karena ia ingin bekerja dengan nyaman, ia ingin menunjukan kemampuan dan bakatnya dengan usahanya sendiri, bukan karna nama belakang keluarganya yang ada pada namanya.


Semua karyawan hanya tahu nama panjang Iin adalah Inggrid R, mereka sama sekali tak menyangka jika huruf 'R' dibelakang nama Iin adalah kepanjangan dari Ragaskara.


Iin menghentikan langkahnya dan menatap Arza dengan kesal karena telah berhasil menguak di muka umum alasan resignnya dan juga membongkar identitas aslinya. Arza yang di tatap demikian bersikap cuek dan mendekati Iin dan berkata "Nggak usah marah karena alasan berhentimu karena ingin menikah, juga kerena identitas aslimu terbongkar Dedek, lagian malah bagus mereka tahu kabar baik bahwa Dedek bakal nikah dan sudah waktunya juga mereka tahu nama panjangmu yang sebenarnya" kata Arza tenang


"Lagi pula hari ini Dedek udah resmi resign" tambah Arza merangkul pundak Iin dengan sayang.


Iin hanya mampu menghela nafas pasrah, 'sudahlah semuanya sudah terjadi, lagian apa yang abangnya katakan memang benar, hari ini ia akan resmi berhenti di perusahaan keluarganya, dan hari ini adalah hari terakhirnya. Tidak masalah meninggalkan kesan mendalam dan mengejutkan seperti ini' pikir Iin.


Hari ini mungkin hari yang akan sangat melelahkan, gosip berhentinya ia bekerja karena ingin menikah dan juga identitasnya yang terbongkar sungguh akan menguras tenaga ketika para karyawan maupun karyawati menanyainya nanti.


.


.

__ADS_1


.


Siang ini adalah pertemuan terakhir Iin dan Dafa menemui Ayana dan Irfan membahas pernikahan mereka yang telah rampung 90%, seminggu lagi Iin dan Dafa akan melaksanakan pernikahan mereka.


Tak terasa dua bulan berlalu begitu cepat. Iin bersyukur selama ia di sibukan mengenai masalah pernikahan mereka, Dafa selalu senang tiasa menemaninya di tengah kesibukannya menjadi seorang Dokter spesialis anak.


Selama dua bulan terakhir, Iin dan Dafa semakin dekat. Mereka sama-sama nyaman satu sama lain. Walaupun Dafa terbilang pria berwajah dingin, nyatanya ia adalah pria penyayang apalagi jika ia sudah berhadapan dengan anak-anak. Aura kasih sayang seorang ayah tiba-tiba saja muncul pada diri Dafa ketika berhadapan dengan anak-anak. Selain keduanya merasa nyaman satu sama lain, mereka juga memutuskan untuk saling terbuka.


Panggilan mereka juga sudah berubah, dulunya mereka masih memakai saya-kamu, sekarang mereka memakai panggilan aku-kamu.


"Persiapan pernikahan kalian udah rangkum 90%, 10%nya lagi pas hari pernikahan kalian. Semoga resepsi pernikahan kalian sampai selesai nggak ada kendala ya, Aamiin" kata Anaya menjelaskan persiapan pernikahan mereka yang hampir selesai.


"Aamiin" timpal Iin dan Dafa mengamini doa Anaya.


"Ohiya kita nggak bakal lama disini, lo taukan In. Anak gue masih kecil, nggak bisa ditinggal lama sama Naya" kata Irfan menjelaskan alasan mengapa mereka pamit terburu-buru.


"Yaudah nggak apa-apa kali Fan, btw titip salam sama baby Fanya. Gue gemas sama anak lo berdua" kata Iin


"Aamiin Ya Allah"


Mendengar Dafa yang begitu semangat mengamini doa Anaya, Anaya dan Irfan lantas semakin gencar mengoda Iin hingga kedua pipi Iin terasa panas karena malu.


.


.


.


Matahari mulai condong kebarat, 15 menit lagi jam pulang kerja. Hari ini adalah hari terakhir Iin berkerja, hari yang cukup panjang dan melelahkan untuk seorang Iin ditambah dengan suasana hatinya yang masih belum rela sepenuhnya berhenti berkerja, ditambah rengekan abangnya Arza yang masih meragukan kemampuan sekertaris barunya Alan, sehingga ia terus meminta Iin tetap membimbing Alan tiga hari sebelum hari pernikahannya.

__ADS_1


Sayangnya Iin menolak permintaan Arza, Iin rasa Alan sangat mampu menyeimbangi kesibukan dan kegilaan Arza dalam bekerja. Lagian nampaknya Alan adalah tipe orang yang pantang menyerah dan selalu bekerja keras, Iin tahu itu karena selama sebulan penuh ia telah melihat kemampuan Alan yang mampu bertanggung jawab dengan pekerjaannya sebagai seorang sekertaris.


Lagian tidak ada satu orang pun yang memenuhi syarat sekertaris yang diajukan oleh Arza selain Alan. Sebenarnya ada beberapa, tapi mbak Faya bersikeras meminta Arza mengambil sekertaris seoran laki-laki karena di kehamilan kedua Faya ia begitu sensitif dan sangat pencemburuan dengan kaum wanita yang suka mengoda Arza walaupun pria itu sudah memiliki satu buntut.


Sebelum jam pulang kerja berakhir, CEO perusahaan Abizar Ragaskara meminta karyawan dan karyawati perusahaan keluarganya untuk berkumpul di aula. Ia ingin mengadakan pesta perpisahan untuk Iin yang resmi resign hari ini. Awalnya Iin ingin menolak, namun sangat sulit menentang ketika saudara ayahnya sudah berkehendak, alhasil disinilah Iin sekarang berada, di tengah - tengah karyawan dan karyawati yang mulai berkumpul memenuhi aula.


Suara obrolan para karyawan dan karyawati perusahaan membuat suasana aula begitu ramai, Iin merasa berada di pasar dengan keributan yang terjadi di sekitarnya. Hingga suara obrolan mereka tiba-tiba lenyap, ketika Direktur dan CEO perusahaan memasuki aula dan menaiki podium.


"Tes.. tes.." kata Arza mengecek macrofom apakah sudah menyala dan berfungsi dengan baik.


"Assalamualaikum, dan selamat sore menjelang malam untuk para karyawan dan karyawati Ragaskara Crop. Sebelumnya saya selaku Direktur meminta maaf karena menyita waktu kalian sebentar.." kata Arza memulai sambutannya.


"Hari ini salah satu karyawati terbaik perusahaan kita yang kalian kenal sebagai Inggrid R, atau yang saya kenal dan sekeluarga sebagai Inggrid Ragaskara, hari ini telah resmi mengundurkan diri setelah mengabdikan dirinya bekerja di bawa perintah saya selama 5 tahun terakhir" jeda Arza


"Mungkin kalian sangat terkejut dengan nama asli Inggrid, atau yang biasa kalian panggil Iin, bu Iin atau mbak Iin. Sebenarnya Iin melakukan hal itu agar kami para pemimpin dan petinggi perusahaan tidak melakukan sikap dan perilaku membeda-bedakan. Selama ini Iin bekerja dengan sangat profesional, ia selalu bersikap sopan dan formal di perusahaan walaupun kami yang merupakan pemimpinnya adalah keluarganya sendiri -- Arza menjeda -- Kemampuan dan prestasi yang Iin tunjukan selama ini merupakan hasil kerja kerasnya sendiri, kami tidak pernah membantu Iin walaupun kami sangat ingin membantunya. Sejak Iin masuk ke perusahaan Ragaskara Crop, ia meminta untuk di perlakukan sama dengan para karyawan dan karyawati lainnya. Hari ini saya pribadi sangat sulit mengikhlaskan Iin berhenti bekerja. Saya sedih juga merasa senang secara bersamaan. Saya sedih karena tidak ada lagi Iin yang akan mengomeli saya, dan saya senang alasan Iin berhenti bekerja karna ingin fokus mengurus suami dan rumah tangganya kelak" Jelas Arza panjang lebar


"Karena hari ini adalah hari terakhir Iin bekerja hari ini, saya selaku Direktur sekaligus sepupu Iin akan mengajak semua karyawan dan karyawati makan malam di restoran depan perusahaan dan tentu saja semua makanan yang kalian pesan, bayarannya akan di tanggung oleh bapak CEO kita, Abizar Ragaskara" kata Arza mengakhiri sambutan namun berhasil membuat Ayahnya sendiri tersedak ludah dengan perkataan mengejutkan putranya.


"Sesekali Ayah harus bersedekah dengan menerakti semua pegawai perusahaan" kata Arza jumawa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


7 September 2019


__ADS_2