
Sejam yang lalu Dafa meminta Iin menunggu diruangannya. Saat makan malam bersama, Dafa mendapat telpon dari rumah sakit karena akan di adakan rapat penting dan semua dokter wajib untuk hadir.
Sudah satu jam setelah kepergian Dafa, selama itu pula Iin hanya duduk berdiam diri di atas sofa panjang berwarna coklat yang ada di ruangan Dafa. Tv 24inci yang ada di hadapan Iin terus saja menayangkan salah satu sinetron tanah air yang sama sekali tidak membuat Iin tertarik.
Iin yang merasa bosan mematikan Tv yang masih menyala, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang sambil memaikan ponselnya. Iin baru ingat bahwa ia baru saja mendownload Running Man episode 464, baru saja para member Running Man mengunjungi ibukota dalam rangka Fan metting bersama para Runners. Sayangnya pada malam kemerdekaan dimana para member Running Man memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74 tahun itu Iin sedang sangat kesal, ia kesal dengan Agus yang tak kunjung membalas ucapan yang ia berikan dan marah pada Ayahnya yang tidak mengizinkannya ikut nonton Fan Metting Running Man secara live padahal ia sudah membeli tiket.
Perut Iin berasa sakit dan kebas karena kebanyakan tertawa, rasa bosan yang tadi melandanya kini hilang di gantikan gelak tawa akibat kelucuan dan kekocakan para member Running Man.
Satu jam berlalu begitu cepat, episode 464 Running Man yang telah ia download pun telah habis beberapa menit yang lalu. Iin melirik jam yang berada di belakang kursi kerja Dafa, tepat pukul 11 lewat 15 menit. Selama 2 jam 15 menit kepergian Dafa untuk menghadiri rapat, dan selama itu pula Iin menunggu dengan setia hingga ia mulai dilanda rasa ngantuk. Niat awalnya hanya ingin memejamkan matanya sebentar, tapi ternyata Iin kebablasan tidur dan mulai berbaur dengan alam mimpinya.
.
.
__ADS_1
.
Dafa baru saja kembali keruangan kerjanya tepat pukul 12 malam. Ia baru saja menghadiri rapat penting yang di selenggarakan secara dadakan selama 3 jam. Dua jam menghadiri rapat, pembahasan baru saja memasuki pokok inti masalah. Dan selama dua jam itu Dafa mulai merasa cemas dan khawatir telah membuat Iin menunggu sangat lama.
Awalnya Dafa berpikir rapat hanya akan berlangsung selama dua jam, sayang perkiraannya salah besar dan alhasil ia harus terjebak selama 3 jam di ruangan rapat bersama rekan-rekan kerjanya yang nampak sangat mengantuk.
Saat Dafa telah memasuki ruanganya, orang yang pertama kali ia cari adalah Iin. Saat menemukan Iin tertidur di atas sofa dengan nyenyaknya, saat itu juga rasa lega dan rasa bersalah menyerang Dafa. Dafa merasa lega karna Iin masih setia menunggunya. Beberapa teman ataupun teman dekat perempuannya dulu yang ia pinta menunggu apabila ia harus menghadiri rapat atau mengantikan rekannya operasi, kadang kala marah dan kesal apabila harus menunggu dirinya sangat lama. Alhasil mereka pergi meninggalkan Dafa dengan alasan Dafa terlalu lama atau mereka merasa terlalu bosan. Tapi Iin, gadis yang baru di kenalnya beberapa jam yang lalu rela menunggunya bahkan sampai ia tertidur di atas sofa dan itu membuat sudut hati Dafa merasa hangat.
Saat Dafa tengah termenung, ia tidak sadar jika Iin tengah bangun. Iin menatap Dafa yang nampak melamun, sesekali ia menguap dan mulai mendudukan dirinya. Dafa yang mulai menyadari ada pergerakan dari Iin yang berada di sofa lantas mendongak menatap Iin. Ia mengamati wajah bangun tidur Iin yang entah mengapa nampak begitu cantik dan menggemaskan di mata Dafa
"Rapatnya udah selesai?" Tanya Iin dengan suara khas orang bangun tidur.
Dafa tidak menjawab pertanyaan yang baru saja Iin lontarkan, ia malah bergumam dengan spontan memuji wajah cantik alami Iin "Cantik!"
__ADS_1
.
.
.
.
.
TBC
22 Agustus 2019
__ADS_1