Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
POSITIF


__ADS_3

Setelah pertemuan terakhirnya dengan Wati,nana memilih membuka usaha toko kue kecil kecilan.....


Nana tidak menerima tawaran teman Wati yang menawarkan untuk bekerja di sebuah club' malam,...Wati tidak ingin terjadi hal hal yg akan membuat sahabat kenapa Napa, karena itu Nana memutuskan untuk membuka usaha toko kue di kontrakan barunya yg bisa untuk tempat tinggal sekaligus tempat ia berjualan...


Seperti biasa, pukul 3 dini hari Nana sudah mulai dengan alat tempurnya ia membuat bermacam macam aneka kue serta kue jajanan tradisional jg....


Hoek....Hoek...Hoek...


Nana buru buru berlari ke arah kamar mandi ketika merasakan perutnya seperti di aduk aduk,..ia merasa tubuhnya sangat lemas,dan pandangannya berkunang kunang,tiba tiba pandangannya gelap,dan ia pun tak sadarkan diri saat sudah keluar dari kamar mandi.....


Wati yg kebetulan menginap di tempat Nana,tiba tiba ia mendapati Nana tergeletak di depan kamar mandi,saat dirinya hendak ke dapur....


"Nana........!!???


Na...bnagun nana...!!!,Wati yg panik langsng berhambur keluar untuk meminta pertolongan ibu kontrakan yg rumahnya terletak berdekatan di samping toko Nana...


tok....tok....tok...


"Bu....Bu Siti.....teriaknya didepan pintu rmh Bu Siti


"krettt"....pintu terbuka dan menampakan suami Bu Siti,yaitu pa Imron

__ADS_1


"Wati,???ada apa kamu pagi pagi begini kemari,tanya pa Imron.


"pa....tolong,tolong Nana pa,dia pingsan pa...aku gak kuat buat ngangkat nya pa,Wati menjelaskan dengan wajah paniknya....


Apaaaa!!!? ko bisa,tanya pa Imron...sudah cepat ayo kita kesana ucap pa Imron berjalan hendak ke kontrakan Nana,namun sebelumnya berteiak pada istrinya agar ikut ke sana....


Saat tiba di tempat Nana,Bu Siti langsng meminta Wati mencarikan minyak angin,namun karena belum sadar jg akhirnya pa Imron kembali kerumahnya ,untuk mengambil kunci mobil untuk membawa Nana ke rmh sakit.


*****Skippp******


Setelah tiba lobby UGD rumah sakit,pa Imron langsng meminta tolong pada suster,setelah meletakan di bangkar dan membawa masuk ke ruangan UGD untuk melakukan pemeriksaan,pa Imron,Bu Siti,serta Wati menunggu di depan ruangan dengan gelisah....Wati melamun dengan pemikiran nya...."apa jangan jangan Nana hamil,secara ia pernah melakukan itu,,??dan lagi kmen Nana bercerita kalau ia belum mendapatkan tamu bulanan nya....""?????aaakkkhhh aku jadi pusing harus bagaimana ini,kasihan Nana,apa aku hubungi sama ya orang tuanya....atau aku beritahu tuan Hasan..... pikirnya binggung dengan melihat keadaan Nana saat ini.


Tidak lama keluar seorang dokter tampan dari ruangan UGD tersebut...."keluarga pasien....ucapnya.


"Dimana suaminya,apa saya bisa bicara dengan suaminya.....dokter tampan yg bernemtag Haris itu bertanya lagi pada Wati.


Deg...


Jantung... pemikiran Wati sudah menjurus ke tebakannya tadi.


"Maaf dokter,teman saya kenapa tanya Wati dengan wajah yg tidak dapat di artikan,dokter yg faham akhirnya meminta Wati untuk ikut ke ruangannya

__ADS_1


"mari Nona,ikut ke ruangan saya,nanti saya jelaskan."ucap dokter harus., melangkah menuju ruangannya,di ikuti Wati di belakangnya.


"Bu,pa Wati ke ruangan dokter dl ya, pamit nya sambil melangkah mengikuti dokter.


Akhirnya pa Imron dan Bu Siti masuk untuk melihat kondisi Nana,setelah meminta ijin dan di perbolehkan oleh dr.haris.


"Nona, menurut pemeriksaan saya tadi,teman anda sedang mengandung,,,dan usia kandungan nya baru menginjak usia 2minggu,Mash sangat rentan,ditambah lagi, kandungan nya sangat lemah, jadi saya sarankan untuk betres selama 1bln.....kalaupun tidak di rmh sakit bisa di rumah,hanya harus bener bener di awasi nona???


Penjelasan dr.haris membuat Nana menghembuskan nafas panjang.....huuuuffffff!!!!!


"baik dokter nanti saya bicarakan dengan keluarganya.jawab Wati."


"Maaf bukan saya lancang,klu boleh tau,?dmn suaminya tanya dokter haris lagi.


"Dia belum menikah dok,....teman saya di tinggalkan kekasihnya setelah merenggut sesuatu yg berharga miliknya,cerita Wati sendu,prihatin akan nasib sahabat nya.


"Maaf saya tidak bermaksud.....sebelum melanjutkan ucapannya,Wati langsung memotong ucapan dokter haris.


"Tidak apa apa dok,nanti saya hubungi keluarga yg tinggal di luar kota,jelas Wati.


"baiklah dok, Terima kasih penjelasan nya,Wati hendak bangkit dan berdiri....namun dokter haris berucap lagi....

__ADS_1


"nona,anda tidak usah sungkan,jika perlu bantuan saya katakan saja,ucap dokter haris.


"baik dok, Terimakasih sebelumnya,klu begitu saya permisi ucapnya kemudian keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruangan UGD sambil menunggu ruangan rawat inap ya untuk 2hari kedepan karena untuk sementara Nana harus di rawat...sambil menunggu keputusan Nana dan keluarga bagaimana baiknya.


__ADS_2