Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
KEPUTUSAN


__ADS_3

Dua hari sudah Nana berada di rumah sakit,ia sudah memikirkan matang matang apa yg akan ia lakukan selanjutnya.....


Flash back on


Setelah mendapatkan kamar,Nana di pindahkan ke ruangan kelas 2 melati....karena kelas 3 penuh...


"Wati menghampiri Nana yg masih menutup matanya,sedang pa Imron dan Bu Siti,sudah kembali kerumahnya dan sore harinya baru akan datang lagi.


Nana mengercapkan mata, dilihatnya langit langit dinding putih yang sudah bisa ia tebak,jika saat ini ia berada di rumah sakit,matanya menangkap sosok Wati yang duduk di sampingnya bangkarnya...."Wati....ucapnya lemah "


"Nana kamu sudah sadar, Alhamdulillah syukurlah ku sadar na,aku bener bener khawatir tau gak,"????


gimana perasaan sekarang,apa masih sakit,atau pusing,......????? cecer Wati dengan banyak pertanyaan.


"gak wat,aku dah baikan,cm lemes aj....tadi pagi pagi perutku seperti di aduk aduk dan kepala ku pusing berputar gitu."jelasnya.


Syukurlah kalau kamu dah enakan.....


"Eemmmm na,ucap Wati hati hati dan sedikit ragu???"tadi kata dokter haris,kamu hamil"?


Duarrrrrr


jantung Nana seakan berdetup kencang mana Kala apa yg ia khawatir kan terjadi.....Nana menatap Wati dengan mata berkaca kaca antara sedih,kecewa,bahagia Krn ia akan memiliki seorang anak.....


"Na????" kamu harus memberitahukan keluarga mu,dan juga.....ucapnya tergantung karena binggung ...."


"Gak wat,Nana memotong ucapan Wati,"aku gak bakal kasi tahu ayah dari anak ini,sambil mengelus perutnya yg masih rata ...keluarga ku pun aku gak bakal kasih tau,mereka pasti kecewa sama aku,,,hiks...hiks...hiks....Nana menangis dengan kedua tangannya menutup wajahnya.

__ADS_1


"Lalu apa yg akan kamu lakukan selanjutnya dengan kondisi kamu sekarang....


Flash back off


Akhirnya Nana sudah mengambil Keputusan akan membesarkan buah cintanya sendiri,dan pindah dari kota ini...


Siang itu Wati datang untuk menjemput Nana yg akan pulang kembali ke kos-kosan nya setelah 2hari di rawat di rumah sakit,


"Na...apa semua barangnya sudah kamu masukan ke dalam tas"?...tanya Wati.


"Sudah aunty Wati,ucap Nana menggoda Wati dengan gaya bahasa anak kecil dan tersenyum pada Wati.


"Kamu itu yah,aku kagum pada mua na,kamu hebat,kamu wanita kuat ambil meraih kedua tangan nana.''


"tentu saja aku wanita kuat, karena aku memiliki sahabat yang hebat dan sangat baik seperti mu....Nana memeluk Wati.


"Pasti wat,kamu orang yg selalu ada disaat aku sendiri,di saat aku sedih ucapnya sambil menghapus air mata Wati, walaupun Nana sedang terluka namun ia tidak menampakkan pada sahabat nya,ia berusaha kuat di depan sahabatnya.


"lagian kamu kenapa gak ttp tinggal di sini aja sie na,kamu bisa cari kontrakan baru....????


Ya,Nana terpaksa pindah karena ia tidak mau membuat Bu Siti,pa Imron dan Wati malu karena kondisi Nana,ia memutuskan pindah ke luar kota,dan akan menetap di sebuah desa yang pastinya tidak akan ada yg mengetahui keberadaan nya....


"Sudahlah wat,ini keputusan ku,lagian kamu nanti bisa berkunjung ke sana,memang kamu gak mau melihat ponakan kamu nanti,ucap Nana sambil tersenyum manis.


Setelah mengurus administrasi dan mengambil obat yg di resepkan dokter haris,Nana dan Wati tiba di kontrakan nya ...rencananya Nana akan meninggalkan kota ini besok lusa.....


Hari ini ia membereskan semua barangnya yg akan ia bawa....sebelum besok pagi ia akan membeli tiket travel jurusan kota P.

__ADS_1


walaupun baru keluar rumah sakit,Nana bersikeras membereskan barang barangnya, karena Wati harus pergi kerja jd Nana mengerjakannya sendiri....


Setelah selesai ia pun segera membersihkan diri dan kemudian istirahat.


Di kediaman keluarga Mahardika,Hasan merasa kacau dan gelisah karena sudah beberapa hari ini,orang suruhannya belum jg menemukan keberadaan Nana.l


Dering ponsel membuyarkan lamunannya...


"hallo!!,ada apa....kalau kau hanya ingin memberitahuakan belum menemukan gadis itu lebih baik tidak perlu menelpon!!!!!! bentaknya.


""Maaf tuan,kami membuat anda kecewa kmrn,jawab orang suruhannya hati hati takut akan amukan bosnya....ini saya sudah menemukan dimana gadis itu tinggal dan apa yg terjadi dengan gadis itu tuan.


"baiklah temui aku di kafe x,aku akan segera kesana,Hasan langsng mematikan sambungan TLP tanpa menunggu balasan dr orang suruhannya,dan segera keluar kamar untuk pergi ke kafe x.


"Jadi dimana gadis itu tinggal,tanya Hasan pada suruhannya saat sudah tiba di kafe x.


"ini tuan laporannya"salah satu orang suruhannya menyerahkan sebuah amplop coklat di atas meja."


Hasan menatap buka satu satu laporan dan ada foto seorang gadis yg terbaring di rumah sakit,"apa yg terjadi padanya,kenapa ia berada dirumah sakit,dan ini apa dia akan meninggalkan kota ini."Hasan Mash dengan pemikiran nya sendiri sampe lamunannya buyar saat orang suruhannya menjelaskan info yg membuat ia sangat terkejut.


"Apa kalian yakin,gadis ini sedang hamil, tanyanya pada suruhannya......" benar tuan kami menanyakan langsng pada dokter yg merawatnya, nama nya dokter haris,dan untuk info ia akan pergi dari kota ini saya dapatkan dari salah satu tetangganya yg saya srh mencari tau apa yg terjadi tuan.


Hasan tidak menjawab,ia merasa binggung,satu sisii ia ingin bertanggung jawab namun pasti mamanya akan menghancurkan Nana,disisi lain ia tidak mau terjadi pada gadisnya,pada cintanya....


Tak lama Hasan bangkit,kemuidannia menyerahkan amplop berisi uang....terima ini kabarin aku terus dan lakukan pemantauan Kemana gadis ini pergi.


"Baik tuan, kami bakan terus memantaunya....terima kasih ucap kedua orang suruhannya...sebelum Hasan pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2