Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
MENGIKHLASKAN


__ADS_3

"Sebelumnya aku ingin minta maaf karena selama ini tidak sengaja menelantarkan kalian,setelah kejadian itu aku mengalami koma setelah di tolong seorang pria paruh baya,??...hufffff, sebelum aku kemari Abah meminta sesuatu padaku untuk menikahi cucu beliau yg pernah mengalami pelecehan sehingga membuatnya trauma dan pernah hendak mengakhiri hidupnya"!.


"Sampai saat Abah menemukanku dan menolong,dan saat itu lah cucu beliau merawat ku".


Yasna nampak terdiam,ia sudah mengerti kemana arah pembicaraan suaminya.


"Aku pernah berkata bahwa kemungkinan aku sudah memilik keluarga dan Abah tidak keberatan jika cucunya di jadikan istri ke dua," ucap Abra lirih namun Mash bisa di dengar yasna.


"aku hanya ingin jujur pada istri ku,karena aku tau tidak ada seorang istri yg rela membagi suaminya.


"Aku benar benar tidak tau harus bagaimana,yg aku khawatikan hanya Aira yg kemungkinan bisa berbuat nekad kembali."Abra menunduk lemah.


Yasna merasakan sesak di dadanya,ia tidak bisa melarang ataupun mengizinkan,saat ini yg ia pikirkan hanya ke dua anaknya.


"Apa mas mencintai gadis itu"Tanya Nana sambil menggenggam tangan suaminya.


"Aku tidak yakin dengan perasaan ku saat ini,selama ini aku hanya merasa nyaman dengannya,dan......abra mengantungkan ucapannya,mungkin karena dia selalu berada di sampingku dan telah merawatku?,jika di tanya apa aku menyukainya,sudah pasti aku menyukainya,dia gadis baik,sopan,perhatian,....Abra menjeda lagi ucapannya.


"Maaf,karena aku pernah khilaf dan sudah menciumnya"ucapnya lirih."


"Aku ingin istirahat dulu mas,nanti kita lanjutkan lagi"!,

__ADS_1


Yasna melepaskan genggaman tangannya kemudian merangkak naik ke kasurnya dan menutup seluruh tubuhnya.


Abra melirik ke arah sang istri,kemudian berjalan keluar kamar mencari ruang kerjanya.


Abra memandangi bingkai foto pernikahan nya,sungguh ia harus cepat mengambil keputusan dan ia bertekad menyelesaikan Maslah dengan Aira secepatnya.


Weekend nanti ia harus terbang ke kota itu,Argggghhh "!!!! Abra frustasi disisi lain saat ini ia jg merasakan perasaan pada Aira namun di satu sisi ia memiliki keluarga dan masih belum yakin dengan perasaan nya saat ini pada yasna.


Akhirnya karena lelah Abra tertidur di kursi kerjanya,mengarungi mimpi.


Di dalam mimpi itu ia melihat seorang wanita yg tampak memberikan tangan seorang wanita yg ia gandeng dan memberikannya pada Abra,tapi ia tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya.


Sedetik kemudian tubuhnya seakan tergunjang,


"ayahh bangun,sudah ciang panggil key "!


Ternyata Keyla membangunkannya,


"emmmmhh,pagi putri ayah yg cantik",sapa Abra dengan suara serak bangun tidur.


"Ayah,kenapa ayah tidur di sini???"

__ADS_1


"owhh semalam ayah kerja,eh malam ketiduran di sini".jelasnya.


"Ayooo ayah mandi sudah siang,kata bunda ayah mau pergi ke kantor tidak"tanya key sambil mengandeng sang ayah yg Bangkit dari kursinya dan mengikutinya keluar dari ruang kerja.


Di meja makan tampak yasna yg tengah menyiapkan sarapan dan Refan yg di dudukan di kursi khusus bayi yg sedang meminum susu.


Dihampirinya putranya yg tengah meminum susu setelah Keyla melepaskan genggaman nya.di raih dan di gendongnya Refan,"Hai boy,kamu sudah bangun hemmmm,emm ko masih bau sie"Abra mengusel ngusel pipi gembul putranya.


"Hibihihihi,ayah adik Refan kan belum mandi,jadi masih bau "Keyla terkikik melihat ayahnya mengusel usel sang adik.


"Mas,mandi dulu sana?,aku sudah siapkan bajunya,!.kamu ke kantor kan hari ini,!tanya Nana datar.


"Iya,aku mandi dulu"ucapnya sambil mengembalikan Refan ke kursi bayi dan melangkah menuju kamarnya.


Setelah selesai bersiap menyiapkan sarapan yasna memandikan putranya karena Keyla sudah lebih dulu bersiap di bantu baby sisternya.


Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan ucapan Abra,mungkin jika bukan karena hilang ingatan Nana akan langsng menolak,tp ia jg ingin Abra semakin menanggung sakitnya karena belum bisa mengingat ya dan Abra yg sudah menyentuh gadis itu.


Akhirnya yasna akan berusaha mengikhlaskan suaminya,jikalau keputusan nya memilih akan menikahi gadis itu ia siap dan akan mengikhlaskan untuk di madu,sampai ia benar benar tidak sanggup dan akan menyerah nantinya.


Ia sudah putuskan akan berbicara nanti dengan suaminya soal keputusannya itu,karena ia merasa Abra yg saat ini hanya mencintai gadis itu.

__ADS_1


Terdengar olehnya suara keributan di bawah....


"


__ADS_2