Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
KEINGINAN YASNAH'


__ADS_3

Setelah pertemuan pertama,Hasan kerap datang berkunjung ataupun sekedar bertemu di sekolah Keisya ataupun janji temu dan meminta ijin mengajaknya pergi bermain....


Hasan menepati dan membuktikan kata kata dan janjinya yg hanya ingin dekat dan bermain dengan Keisya tanpa merebutnya....


Hubungan antara Hasan,Abra dan Nana pun tampak lebih dekat seperti keluarga,Hasan sudah merelakan Nana untuk berbahagia bersama Abra.


Siang ini seperti biasa Abra dan Nana akan mengantarkan Keisya bertemu Hasan,di sebuah restoran....Namun tiba tiba saja saat Abra baru sampai rumah,ia menemukan sang istri yg sedang berbaring lemah di atas ranjang kasurnya....


"Sayang....kamu kenapa???? paniknya menghampiri Nana di ranjangnya.


"Nana membuka matanya...." Mas...ucapnya lemah,kamu sudah datang,,?


Iya sayang,kamu kenapa yanck,knp gak ngabarin mas hmmm membelai lembut rambut Nana.


"Aku gak apa apa ko mas,tadi cuma mual sama pusing aja nyium bau masakan daging yg di masak bibi,terangnya....

__ADS_1


kening Abra berkerut,bukannya kamu paling suka sama masakan yg berbau daging yanck.


"Entahlah mas,aku mual banget nyium baunya....


" Mas....???bangkit menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.....Apa boleh aku minta sesuatu sama kamu,tanyanya ragu ragu,Nana takut Abra menganggap nya berlebihan....


"Apa sayang,selama aku sanggup pasti aku berikan,ucapnya membelai pipi Nana.


"Eemmmmm, anu...emm mas, bisa kan mas mencarikan tempat tinggal untuk Tania,ucapnya takut takut...namun ia lega sudah bisa mengatakannya.


Kening Abra berkerut,memangnya kenapa sayang,apa kamu merasa tidak nyaman,tanya Abra.


Sayang.... kamu gak berlebihan ko,mas juga sadar dengan sikap Tania, semakin hari semakin kelewatan namun mas pikir itu hanya karena dia memang manja,karena selalu di manjakan mami dan papi nya dan dulu aku begitu memanjakan jg.


Tapi mas sadar,dia sudah dewasa dan mas minta maaf kalau selama ini sudah nyakitin perasaan mu karena mas tidak peka sayang,pinta Abra mengenggam tangan Nana.

__ADS_1


Nana tersenyum dan langsung memeluk suaminya....makasih mas ucapnya meneteskan air mata....Abra yg merasakan bajunya basah melonggarkan pelukannya di tangkupnya wajah cantik istrinya....


"Heyyy sayang,kenapa kamu nangis hemm,...namun nana hanya mengeleng kan kepalanya....Nana teringat perdebatannya beberapa waktu yg lalu dengan Tania...


🌸 Flash back on 🌸


Tania yg cemburu dan tidak terima dengan apa yg ia dengar malam itu,memutuskan melabrak Nana dipagi hari,..sesaat Abra sudah berangkat ke kantornya.


Malam itu Tania yg hendak meminta tolong pada Abra ,menghampiri kamarnya namun tanpa di duga,ia justru mendengar suara suara aneh dari dalam kamar yg membuatnya sangat kesal karena mendengar Abra yg sedang melontarkan suara seksinya akibat aktivitas panasnya dengan sang istri yg hebat memuaskannya....


Tania yang awalnya ingin meminta Abra menemani nya keluar, dengan alasan membeli sesuatu di minimarket dekat tempat tinggalnya ,mengurungkan niatnya karena di buat kesal karena rancuan dan desahan Nana.....


Pagi hari,saat Abra sudah berangkat lebih dulu,ia langsng menghampiri Nana dan langsung menarik jilbabnya tiba tiba" heh denger ya,dasar pelakor...murahan,Loe udah berani ngambil ka Abra gue,dan gak akan gue biarin lu bahagia karena udah ngambil yg jadi milik gue....gue bakal bikin perhitungan sama lu dan bakal gue rebut lagi ka Abra dari lu.... camkan itu... kemudian mendorong Nana dan meninggalkan nya.


"Nana hanya bisa menangis tanpa melawan,bukan dia gak berani tapi karena suaminya sudah menganggap nya sebagai adik dan Nana gak mau Abra berpikir kalau Nana cemburu berlebihan karena perempuan itu sangat pintar berakting dan mengarang cerita.

__ADS_1


🌸 Flash back off 🌸


"Ya sudah nanti mas bicara ya sama Tania...jelas Abra......yaudah mas ajak Keisya pergi makan dulu ya sama Hasan...kalau kamu kurang sehat istirahat aja...biar mas yg temani Keisya,ucapnya mengecup sekilas bibir istrinya kemudian menyelimuti tubuh Nana dan mengecup kembali keningnya,sebelum akhirnya keluar dari kamar nya.menemui putrinya dan mengajak untuk bertemu sang papanya bersama intan tentunya.


__ADS_2