
Akhirnya satu Minggu itu tiba,di mana Abra akan menikahi Aira.Ya Abra hanya akan menikahi secara siri dan tidak ada pesta hanya pihak keluarga dan penguhulu serta saksi saja.
Sementara Aira kini tinggal di sebuah apartemen yg tidak jauh dari kantor Abra.
Nana tidak menghadiri acara tersebut,hanya ada umi,Abah,dan orang tua serta kakek dan nenek Aira.
Umi sanagt sedih melihat hal tsb,terutama merasa bersalah pada yasna,tapi umi tidak bisa melakukan apa apa.
Akhirnya dalam satu tarikan nafas Abra mengucapkan ijab qobul.
SAH
SAH
Terdengar suara saksi dan keluarga yg menyaksikan acara pernikahan tersebut.
Tiba tiba Abra merasakan sekelebat serpihan dari kepingan ingatan saat ia mengucapkan ijab qobul tsb tapi dengan suasana yg berbeda,
"Aaaarrrgggghhh",!!!teriak Abra memegang kepalanya yg terasa berdenyut sakit,Aira dengan sigap memegang lengan abraa yg kini sudah menjadi suaminya.
"Kakkk,kakak tidak apa apa"?tanya Aira seraya memberikan air minum untuk Abra,semua keluarga tampak panik melihat kondisi Abra.
Sebaiknya kalian segera pulang ,Aira ajak abraa pulang untuk istirahat,ucap umi yg melihat putranya pucat dan masih memegang kepalanya.
Perlahan Abra mulai tenang,dan segera meninggalkan kantor KUA untuk kembali ke apartemen nya.Sementara keluarga Aira pergi menuju hotel tempat mereka menginap,sedangkan umi dan Abah kembali kekediaman yasna.
__ADS_1
Aira dan Abra tiba di apartemen setelah menempuh perjalanan 30 menit.Aira membantu memapah Abra menuju unit apartemen nya yg seminggu ini ditempatinya.
Setelah pintu terbuka,Aira membantu membaringkan Abra di tempat tidurnya.
"Ka,kakak istirahat saja dulu ya,Aira buatkan teh hangat dulu".Abra hanya mengangguk.
Pikiran Abra berputar putar mengingat serpihan potongan potongan ingatannya di mana ia menikahi Nana dan mereka terlihat sangat bahagia,Abra merasa bersalah pada Nana,namun ia jg tidak bisa memungkiri bjanjinya terlebih Abah dan Aira sudah menolongnya.
"Hhhuuuuffff",maafkan aku sayang,sudah menyakiti dan menduakan mu,aku janji akan bersikap adil padamu "gumamnya pelan.
"Kak,diminum dulu teh nya,??Aira menghampiri Abra dengan membawa nampan berisi teh hangat
"Makasih ya Ra".
"Ra,maaf kalau aku nanti belum bisa memberikan kewajibanku padamu,aku jadi sedikit aneh saja,?aku sedikit mengingat tentang istriku Ra,tapi semua sudah jadi kewajiban aku karena aku sudah janji padamu",! tapi aku akan berusaha tetap adil pada kalian berdua."tegasnya lagi.
"Ya,tentu saja". jawabnya
Sementara di kamar dengan dinding berwarna serba putih,seorang gadis kecil tengah berbarin dengan perban yg menempel di keningnya tengah terlelap, sementara di kursi sebelah ranjangnya seorang wanita tengah memandang dengan linangan air mata tanpa mengeluarkan suaranya.
Berulang kali ia menengadah kanwajahnya menahan sesak di dadanya,menangisi nasibnya jg sedih melihat kondisi Keyla yg terluka karena terjatuh ketika di sekolah ya tadi saat engah bermain lari larian dengan temannya.
Krekkk suara pintu terbuka,tampak sosok Hasan juga Nisa yg masuk melangkah menghampiri ya.
"Mbakkkk"Nisa memeluk yasna,memberikan kekuatan dan jg sedih melihat kondisi putri sambungnya yg tengah terbaring karena luka robek di keningnya.
__ADS_1
"Nisa,kenapa kemari,kasihan baby di tinggal,Nana menegur Nisa setelah lepaskan pelukannya.
"Bang,kalian dapat kabar dari mana kalau Keyla dirumah sakit"!.Ya yasna kini memanggil Hasan Abang,ia kini menganggap Hasan seperti kakaknya.
"Tadi,pihak sekolah jg mengabatiku,saat ponselmu sulit di hubungi"jadi aku langsng ke sekolah ,tapi ternyata kamu sudah membawa Keyla kerumah sakit,"!.
"Lalu,dimana Refan,kamu tinggal Refan di rumah"!.selidik Hasan.
"Iya bang,tadi aku minta tolong Sherly untuk kerumah takut Refan rewel saat di perjalanan tadi."
"Abra,sudah kamu kabari na"?.
"Belum bang,aku gak enak takutnya nanti menganggu,"!
"Kamu yang sabar ya,aku gak nyangka kalau Abra akan melakukan pernikahan ke dua kalinya."
"insya Allah aku akan ikhlas bang,jika memang ini sudah takdir dan jalan hidupku,".
"Mbakkk,hiks hiks hiks,mbak yg kuat ya,kami akan selalu di sampingmu " Nisa kembali memeluk disertai Isak tangisnya.
"Heiii, kenapa malah kamu yg menangis sie nis,lucu deh kamu itu"ledek Nana.
"Aku kan juga sedih mbak,ucapnya sesegukan, awas saja kalau sampai mas Hasan berbuat seperti itu aku akan kabur pergi bersama putraku"ucapnya kesal.
"Lohhh loh ko jadi malah aku yg di bawa bawa,ini kan Abra yg berbuat bukan aku,lagian aku gak bakal lakuin itu sama kamu sayang,karena aku snagat mencintai kamu hemmm "memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
Ishh "kalian ini mau mesra mesraan sana pulang ke rumah jangan diaini"!rajuk Nana mengerucutkan bibirnya.
"Hahahahahahaa"!! tawa kedua suami istri tersebut.