Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
JEBAKAN UNTUK ABRA


__ADS_3

Disebuah restoran xxx seorang wanita bersama asisten nya sedang menunggu seseorang klien bisnisnya... Matanya menangkap sosok tampan yang sudah tidak asing lagi,ya dia adalah Wina yg menunggu rekan bisnisnya yg tidak lain adalah Abra dan Farhan sang asisten.


"Maaf membuat anda menunggu lama nyonya,sapa farhan sambil sedikit membungkuk kan badannya,sedang Abra hanya diam dan langsng menarik kursinya untuk duduk di hadapan rekan bisnisnya.


"Baiklah, bagaimana jika kita pesan makan siang dulu,setelah itu baru kita bahas kerjasama kita,ucap Wina tersenyum dengan gaya menggodanya.


'Kami rasa kita bisa langsung membahas kerja sama kita, karena jam makan siang jg mau lama...tegas Abra.


"Ah baiklah tuan Abra, sepertinya anda sungguh terburu buru sekali...masih dengan gayanya Wina terus berusaha mengoda Abra.


Mereka akhirnya membahas kerja sama yg saling menguntungkan kedua belah pihak....saat akan menyerahkan kan berkas berkas yg harus saling di TTD asisten Wina terlihat seperti panik....


"Nyonya...maaf sepertinya berkas yg harus di berikan untuk perusahaan AG group tidak terbawa


,ucapnya dengan tampang panik dan takut,seolah olah hal itu tidak di sengaja....padahal itu rencana dari bosnya yg menyuruhnya agak menyimpan berkas itu di mobil sebelum mereka masuk restoran.


3


"Angel!!! kamu ini bagaimana sie,kenapa bisa ceroboh seperti ini, kamu tau berkas itu untuk rekan bisnis kita knp sampai tertinggal...!!!!"ia berpura pura marah pada angel sang sekertaris.


"Sudahlah tidak apa apa,anda bisa mengantarkannya nanti ke kantor dan berikan pada Farhan kaki tanganku, Abra hendak berdiri namun Wina menyuruhnya kembali duduk,


Duduklah sebentar,sambil sekertaris ku mengambilnya bagaimana jika ngopi dl,tidak akan lama karena kantorku tidak jauh dari sini....Oh iya apa anda bisa mengantar sekertaris ku sebentar,mohon Wina pada Farhan. ...

__ADS_1


"Abra menganggukan kepala tanda mengijinkan....


"Baiklah ayo,nona saya antar,ucap Farhan bangkit dari duduk berjalan menuju keluar.


Setelah kepergian Farhan dan asisten nya,kini tinggal Wina dan Abra di tempat itu.


"Abra....??? Wina memulai percakapan nya...


Aku tau,aku salah dan sudah membuatmu terluka dan kecewa,tp apakah sudah tidak ada lagi kesempatan ke dua untukku,ucapnya sendu


Suamiku, mas Bryan meninggal 1bln lalu karena penyakit yg di deritanya....sejujurnya aku tidak mencintainya,aku sungguh mencintai mu Abra,aku dulu terpaksa menerima menikah dengannya karena orang tua ku yang memiliki hutang Budi pada mas Bryan,...apalagi karena ia single perent orang tuaku merasa tidak tega melihatnya yg terpuruk karena kematian istrinya ....aku terpaksa menuruti kemauan orang tuaku untuk membalas hutang Budi kami,ucap Wina sambil menitikkan air mata dan tangannya menggenggam tangan Abra.... mencoba mendapatkan simpatik Abra.


"Baiklah...aku akan memaafkan mu,namun aku tetap tidak bisa kita untuk melanjutkan hubungan kita,1 Minggu lagi aku akan menikah,dan lagi di hatiku sudah terisi nama seseorang yg sebentar lagi akan aku nikahi....


"Jadi sebaiknya kita lupakan saja,aku dengan kehidupan ku dan kamu tata lah kehidupan barumu.... kamu pasti bisa mendapatkan pria yg baik jg nantinya.....


Wina menatap nanar wajah Abra,pria yg Mash sangat ia cintai.....aku gak akan pernah melepaskan mu Abra,kamu hanya milikku dan selamanya hnaya milikku tidak akan ada yg boleh memilikimu ucapnya dalam hati...


"Baiklah,setidaknya aku lega kamu sudah memaafkan ku Abra,Wina mencoba memberikan senyuman tulusny,agar rencananya berjalan lancar.


"Silahkan tuan , nyonya pesanannya....jika tidak ada lagi yg di butuhkan saya permisi ucap pegawai yg memberikan coffe gan jus untuk Wina dan Abra....


Wina meraih gelas jus dan meminumnya begitu jg dengan Abra.....namun belum sempat meminum Abra pamit untuk ke toilet.

__ADS_1


Win aku ke toilet sebentar.... pamit Abra pada Wina.


Kesempatan ini tidak di sia siakan Wina....ia memasukkan sebuah bubuk ke dlm gelas coffe Abra.


Saat melihat jam sudah menunjukkan jam makan siang Abra pun menelepon Farhan,ketika keluar dari toilet itu.


Abra πŸ“±


"Farhan segera pesan tempat untuk pertemuan kita dengan MH Group setelah ini,kamu langsng meluncur ke restoran itu saja, karena arahnya sepertinya berlawanan nanti biar aku pesan taksi,perintahnya...


Farhan πŸ“±


"Baik bos....ucap Farhan diseberang sana.


Setelah memastikan tidak ada LG pembicaraan,abra menutup telpnya dan segera kembali ke meja dimana Wina Mash duduk disana.


Abra meminum coffe yg tadi tidak jadi di minumnya karena harus ke toilet.


"Apa kamu akan ke restoran S .. bagaimana jika aku mengantar mu,sekalian aku kembali ke kantorku,Wina menawarkan tumpangan pada Abra...


Tidak perlu merepotkan,aku naik taksi saja...ucapnya sambil merasakan kepalanya yg tiba tiba pusing ,Abra segera bangkit dan pamit pada Wina ,ia harus segera keluar restoran itu.


Sudut bibir Wina tertarik karena rencananya berjalan lancar........

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hai pembaca setiaku mohon jangan lupa untuk tinggal kan jejak kalian dan like dan komentar sehingga bisa membantu karyaku agar lebih baik lagiπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2