
Sudah 3bulan pernikahan Aira dan Abra,sejak sah menikah Abra belum juga menyentuh dan memberikan nafkah batin ya untuk Aira.
Begitu pula dengan yasna,Abra belum menyentuh istri pertamanya itu dia berusaha bersikap adil,karena selama ini Abra masih canggung dan merasa bersalah pada yasna hingga ia malu untuk mengawali untuk menyentuh Nana,karena itu ia pun bersikap demikian pada Aira walaupun dia harus menahan hasrat nya.
Meskipun. memiliki dua istri ternyata ia tetap menderita tidak bisa menyalurkan hasrat nya.
Keyla sudah lama sembuh dan saat itu Abra sedikit kecewa karena Nana tidak mengabarinya.
Saat ini,Abra tengah berada di kediaman yasna,ya ia memberikan tiga hari bersama Nana ,tiga hari bersama Aira,untuk Nana ia mengambil wkatu Senin,selasa,Minggu,sedangkan dengan Aira Rabu,Kamis Sabtu dan untuk Jumat Abra memilih tidur di kantornya,cukup adil memang.
weekend ini Abra menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.
"Massss,???bangun,"!
"sudah adzan,Nana membangunkan".dan berisaha melepaskan pelukan Abra.
Semalam,Abra datang tengah malam.Kini memang hubungan nya dengan Nana sudah sedikit dekat tidak canggung lagi.Abra ingat kemarin saat menginap tidur di kantor ia mengingat kepingan serpihan semua ingatannya.dan ia belum mengatakan pada Nana,karena sudah sangat lelah dan mengantuk hingga akhirnya tidur dengan memeluk sang istri.
hhhhmmmm"Ucapnya masih belum membuka matanya.
"Massss,aku mau sholat subuh dulu,nanti keburu habis,"!! ucap Nana yg masih berusaha melepaskan pelukan tangan Abra yg malah semakin mengeratkan pelukannya diperut nana.
"Kiss dulu???,rengeknya sambil mbuka matanya,Nana membalikkan tubuhnya menghadap Abra dengan kening mengkerut,"mass,kamu aneh gini sie apa....ucapnya mengantung.
__ADS_1
Abra menangkup wajah nana,kemudian mendekatkan wajahnya setelahnya
Cup
Cup
Cup
Abra mengecup pipi kiri,kanan dan terakhir bibirnya.Mmmpphhh ,"Mas,ishh kan belum gosok gigi,Tegus yasna.
"Sayang,maafin aku,karena aku telah mengecewakan kamu,"Abra menunduk sedih.
Disaat ia sudah mengingat semuanya,semuanya terlambat.
"Sayang,???? apa boleh aku meminta hakku,jujur aku malu mengatakannya padamu"Abra berkata pelan.
"Nana menengadahkan wajahnya,kemudian menghembuskannya kasar.
"Apa mas sudah memberikan kewajiban mas padanya,tanya yasna"!!.
Abra menggeleng kan kepalanya
"Belum,"?
__ADS_1
"Aku juga tidak tau kenapa,sekarang perasaanku padanya hanya sebatas rasa sayang seperti pada seorang adik,beda seperti yg aku rasakan padamu"?jelasnya.
"Masss,ayo sholat dulu nnati kita lanjutkan lagi bicara ya,"!,nana bangkit dan berjalan terlebih dahulu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.
Ia menyiapkan sarung dan mengelar sajadah untuk suami dan dirinya.ditengoknya sang putra yg masih terlelap.
Ceklak,pintu kamar mandi terbuka,menampakan tubuh Abra yg hanya memakai handuk yg dililitkan di pinggang nya.Sejenak Nana terpana,menelan Salivanya,melihat pada tubuh suaminya,tidak di pungkiri ia jg seorang wanita dewasa yg butuh belain suaminya.
"Sayang,apa kamu menginginkan kan nya hmmm",goda Abra didepan wajah yg istri yg sudah merah merona.
"Sudah cepat mas pakai baju ya,keburu habis shubuh nya nanti."!Nana buru buru memalingkan dan mengalihkan pembicaraan dengan suaminya.
Mereka melakukan sholat subuh berjamaah,setelah selesai,Nana mencium tangan sang suami,dan Abra memberikan kecupan di kening nana.
"Sayang,boleh kah"pinta Abra memelas.
Nana hanya mengangguk dan tertunduk dengan senyum di bibirnya,ia merasa malu seakan seperti penganti batu lagi rasanya.
Abra melepaskan mukena yg di kenakan Nana,kemudian ia melepaskan baju Koko jg sarungnya dan hanya memakai celana boxernya saja.
Abra menuntun Nana untuk duduk di sisi tempat tidurnya.kemudian mencium kening,turun ke kedua mata bergantian,turun ke hidung,pipi kiri dan pipi kanan dan terakhir turun ke bibir,engecupnya perlahan dan sedikit ********** dan berubah menjadi ci***n yg lebih menuntut dan selanjutnya terjadinya pertempuran yg sudah sekian lama mereka pendam selama setahun lebih ini,saling menyalurkan hasrat cinta keduanya dan, berakhir dengan penyatuan setelah beberapa ronde Meraka lakukan,bergelut akhirnya dengan berbagi peluh dan saliva,akhirnya Abra menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Nana yg polos.
"Makasih sayang,Abra mencium kening Nana dan memeluk ya kemudian memejamkan kembali matanya.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ