Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
MENCOBA BERTAHAN


__ADS_3

Abra yg sudah tiba dirumah dan mengetahui bahwa istriny pergi pulanh ke kampung halaman nya,tanpa pikir panjang langsng menyusul ya.


Saat tiba di sana ternyata suasana rumah begitu ramai dan ada bendera kuning yg terpasang di pagar rumah.


Abra bertanya dalam hati,siapa yg meninggal,tanyanya lm hati,sampai ia sampai di depan pintu rumah dan melihat sang istri yg tengah membawa surat Yasin di dekat jenazah sang ayah yg kebetulan memang tengah nunggu untuk prosesi pemakaman.


"Assalamualaikum,?ucap salam Abra yg membuat orang yg berada di dalam menengok dan menjawab salam tak terkecuali yasna yg terkejut melihat sosok suami yg berada di hadapannya.


Abra menghampiri sang mertua,dan meraih tangannya untuk di salim, meskipun ibu yasna tampak sedikit terkejut,kemudian beralih pada sang istri yg sudah menatapnya dengan mata sembab.


Abra yg melihat kondisi sang istri langsung memeluk nya memberikan kekuatan sambil membisikan ,"Maaf....Maafin mas sayang" ucapnya lirih masih memeluk nya erat.


Nana hanya terisak di pelukan sang suami dan membalas memeluk erat pelukan suaminya.


Akhirnya prosesi pemakaman di langsungkan,kini semua tengah berada di tanah pemakaman untuk mengantarkan jenazah sang ayah,Abra berada di posisi depan dan Nana mengiringin di belakang jenazah karena memang area pemakan yg dekat hingga hanya dengan jalan kaki.


Setelah selesai prosesi pemakaman semua kembali ke rumah,Abra langsng mendampingi Nana menuju kamarnya yg tampak di ranjang Refan yg tengah bermain di temanin sepupu nana.


"Hallo boy,sedang main apa hemmm,"??? Abra menghampiri sang putra dan meraih dan mengendongnya serta menciumin perut ya hingga baby itu tergelak.


"Mbak Dwi keluar dulu ya,"pamit sepupu Nan,yg di balas senyuman dan anggukan.


Kini di dalam kamar itu hany ada yasna,Abra dan sang putra.

__ADS_1


"Mas aku mau bersih bersih dulu ya dari makan soal ya."!.


Abra mengangguk dan terus memandangi tubuh Nana sampai menghilang di balik pintu kamar mandi


Setelah 30 menit,bargantian Abra yg membersihkan diri,Nana menyiapkan pakaian untuk suami ya yang memang ada beberapa di lemari nya yg di siapkan memang jika mereka menginap.


"Sayang,"?Abra mendekati Nana yg tengah berbaring dengan sang putra yg tengah meminum ASI-nya.Abra ikut berbaring di belakang tubuh Nana dan memeluknya.


"Sayang,maafin mas,"?tadi mas bener bener tidak bisa mengontrol sikap Aira yg meminta di temani,mas pikir hanya sebentar dan akan langsng kembali ke tempat tadi"!


"Mas jg gak tau kalau bapak sakit,"ucapnya yg masih memeluk Nana dari belakang.


"Mas,aku gak mau membahas masalah itu dulu,aku masih sedih dengan kepergian bapak,'"!


*******


Di apartemen Aira cukup gelisah karena sudah datang hari gilirannya tapi Abra tidak muncul juga,ia pun mencoba menghubungi Abra,namun ponselnya hanya tersambung tanpa ada yg mengangkatnya,sampai akhirnya memutuskan mengirim pesan saja.


Aira:"Assalamualaikum mas,kamu dimana,??? knp gak pulang".


masih belum ada balasan dari Abra.


Aira mencobanya lagi.

__ADS_1


Sementara Abra tengah mengemudikan mobil,Meraka hanya menginap sampai tiga hari karena Nana tidak bisa meninggalkan Keyla terlalu lama juga.


Nana yang melihat ponsel Abra bergetar hnya melirik sang suami tanpa ada niat menjawabnya.


"Mas,ponselnya bunyi,siapa tau ada yg penting"!


"Tolong,angkat sayang,"?pinta Abra.


๐Ÿ“ฑ"Assalamualaikum"?


๐Ÿ“ฑ"Wa.. waalaikum salam"??? ucap Aira terbata


๐Ÿ“ฑ"Ada apa Ra,ayahnya Refan sedang menytir jadi aku disuruh menjawab telpnya"!jelas Nana.


๐Ÿ“ฑ"ehhh...owhh iya mba gak apa apa,Aira cuma mau nanyain mas Abra baik baik atau sedang posisi dmn karena td di hubungi tidak di angkat,Aira cuma khawatir aj mba".


Belum sempat Nana. menjawab,ponselnya sudah di diraih Abra yg sebelumnya menghentikan mobilnya terlebih dahulu di pinggir jalan.


๐Ÿ“ฑ"Ra,maaf,mas seminggu ini belum bisa ke tempat kamu karena mas sedang di kota M,karena bapak mertua ku baru saja meninggal dunia,mas harap kamu mengerti."!


Mas tutup dulu ya, assalamualaikum"!.


belum sempat Aira mebalas,ponsel sudah di matiikan Abra.

__ADS_1


Aira merasakan sesak di dadanya dengan sikap Abra yg seperti itu,haruskan aku BERTAHAN,batinnya.


__ADS_2