Insafnya Sang Pendosa

Insafnya Sang Pendosa
MENYETUJUI


__ADS_3

Setelah kepergian Abra ,Nana menghampiri ke dua mertuanya.Sebetulnya ia tidak ingin melibatkan kedua mertuanya dengan masalah rumah tangganya,namun mau bagaimanapun Nana ingin meminta saran dari kedua mertuanya,ia sendiri tidak menceritakan pada kedua orang tuanya karena tidak ingin membuat keluarganya sedih.


"Abah,umi ??, sebetulnya ada yang ingin Nana katakan sekaligus meminta saran pada Abah serta umi".ucap Nana sambil tertunduk sedih.


"Ada apa nak,katakan saja pada kami, jika bisa membuat hatimu tenang"?ucap Abah yg mengambil alih Refan dari tangan sang istri,kemudian umi Zahra menghampiri Nana dan merangkulnya.


"Abah,umi...semalam mas Abra sudah menceritakan semua yg telah terjadi saat kecelakaan serta sesudah kecelakaan waktu itu,sampai saat koma hingga seseorang yg telah menyelamatkan dan merawatnya."! Nana menarik nafasnya dan menghembuskannya sementara Abi Asegaf dan umi masih menunggu kelanjutan ucapan Nana.


""Seseorang itu memiliki cucu perempuan dan gadis itu yg telah merawat mas Abra selama ini,dan kakeknya meminta mas Abra untuk menikahinya karena gadis itu pernah mengalami trauma pada laki laki sampai akhirnya bisa sembuh semenjak dekat dengan mas Abra,"!!


"Nana tanya pada mas Abra,apa mencintai gadis itu,??,namun hanya menjawab beliau nyaman dan sayang karena mungkin selama ini gadis itu yg dekat dengannya,hingga mas Abra sempat memastikan mencium gadis itu,"ucap Nana sedih dengan mata yg sudah berkaca kaca.


"Nana semalam sudah berfikir umi,untuk memberikan ijin dan menyetujui jika memang beliau ingin menikahinya...hiks hiks hiks hiks"!.


Akhirnya pecah jg tangisannya di pelukan sang ibu mertua....Nana sudah berusaha tegar,namun tetap saja tidak akan seorang idtrpun yg rela di madu namun dengan kondisi Abra yg seperti ini,ia sebetulnya ingin berjuang membantu Abra agar mengingat kembali ingatannya,tapi masalahnya Abra sudah menyentuh dan berjanji pada gadis itu.


Umi Zahra memeluk menantunya,memberikan kekuatan...

__ADS_1


"Hhhhmmmmm,memang dalam agama kita memiliki istri lebih dari satu itu di perbolehkan,asalkan bisa adil,namun kita hanya manusia biasa yg pastinya akan sulit untuk bisa adil wlpn mungkin ada beberapa pasangan yg bisa menjalankan poligami dengan tukun,karena itu tergantung dari keikhlasan dari masing masing pasangannya apakah bisa ikhlas membagi suaminya."โ€ฆ


"Sayang,umi hanya bisa mendukung mu,dan semoga kamu bisa ikhlas karena mau bagaimana pun ini mungkin sudah takdir yg di tetapkan padamu,insya Allah jika kamu ikhlas jaminan yg Allah berikan sungguh indah nak.".


"Nanti Abah dan umi akan bicarakan ini dengan abra,sekarang istirahat lah dulu biar Refan umi yg jaga ya kebetulan umi sama Abah akan seminggu di sini,sekalian Haris katanya akan terjun membantu Farhan karena kami pikir belum ada kabar Abra."


"Terima kasih umi,Abah Nana mau memberikan asi dulu pada refan,tadi pagi baru minum susu formula saja."


Yasna mengambil alih Refan,dan membawanya ke kamar untuk disusui terlebih dahulu.


********


drett drett drett


ponsel Abra bergetar,dilihatnya nama pemanggil di layar itu,yg ternyata Aira..


๐Ÿ“ฑ"Hallo, assalamualaikum",iya ada apa Ra ???

__ADS_1


"____"


๐Ÿ“ฑ"Alhamdulillah,kakak baik baik saja, kamu sendiri bagaimana"!


"___"


๐Ÿ“ฑ"Seperti aku akan lama Ra, karena perusahaan disini benar benar membutuhkan aku dan aku harus memikirkan nasib semua karyawan disini."!


"__"


๐Ÿ“ฑ"Soal pernikahan nanti kita bahas lagi ya,karena kakak belum meminta ijin pada istri juga keluarga kakak,kebetulan tadi pagi umi sama Abah berkunjung ke rumah".


๐Ÿ“ฑ"ya,kamu jaga diri baik baik,lkakak usahakan akan mengenalkan kamu pada Abah umi jg istri kakak."


"___"


๐Ÿ“ฑ"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"!.

__ADS_1


Abra menangkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya,mau bagaimana lagi,ia sudah terlanjur berjanji juga pada Aira,"Aaaarrrgggghhh ,kenapa aku harus melakukan itu, waktu itu.gumamnya.


__ADS_2