
Setelah Abra memberikan penjelasan tentang foto dan video itu pada Nana,serta mengklarifikasi tentang foto foto dan langsng memblokir pemberitaan...Abra merasa lega karena pada akhirnya hari ini adalah hari yg paling membahagiakan baginya jg Nana karena setelah penantiannya, mereka akan di satukan dalam satu ikatan suci........
SAH
SAH
SAH
"Alhamdulillah ucap riuh semua orang yg menyaksikan ijab qobul Abra......"
Bunda dan umi Abra menjemput Nana untuk di ajaknya menemui sang suami yg baru saja mengucapkan ijab qobul nya....
Nana di apit kedua wanita paruh baya,saat tiba di luar pintu Abra menoleh dan terpana akan aura kecantikan Nana yg skrng sudah sah menjadi istrinya....
Nana duduk di samping Abra,kemudian Abra memasangkan cincin di jari Nana,kemudian Nana mencium punggung tangan sang suami dan berganti Abra mengecup kening Nana sangat lama sambil memanjatkan doa di kepala Nana.
Akhirnya acara resepsi berlangsung,banyak rekan bisnis Abra yg jg datang memenuhi undangan Abra....begitu jg dengan perusahaan Mahardika yg baru menjadi rekan bisnisnya, Hasan dan orang kepercayaan nya yg tidak lain adalah Doni...
"Nana....gumamnya pada saat Hasan dan Doni naik pelaminan untuk memberikan ucapannya pada Abra rekan bisnisnya.....
__ADS_1
Nana terkejut saat Hasan ada di hadapannya,namun buru buru ia bersikap seakan mereka tidak saling mengenal.....
Hasan menatap nanar pada Nana kekasih yg selama ini ia cari cari keberadaan, walaupun dengan penampilan yg baru dengan hijabnya,Hasan masih tetap mengenali wajahnya.
Apakah dia nanaku,knp wajahnya sangat mirip sekali,tp kecelakaan pesawat waktu itu,batinnya berperang.....
aku harus menyelidiki istri dari tuan Abra ,apakah ia orang yg berbeda dengan Nana atau memang dia nanaku....batinnya.
Karena banyaknya undangan yg sedang mengantri,Hasan terpaksa harus buru buru bergantian untuk bersalaman dengan pengantin...
"Selamat tuan Abra!,atas pernikahan anda ucap Hasan pada Abra saat mereka bersalaman.
kemudian matanya beralih pada mempelai wanita,namun saat Hasan mengulurkan tangan,Nana mengatupkan kedua tangan nya di dada seraya tersenyum tanpa mengeluarkan kata.
Hasan yg sudah merasa sesak di dadanya segera menyudahi dan langsng turun menjauhi pelaminan itu.
Dari tempat berdiri,ia masih terus memfokuskan pandangan matanya pada sosok Nana yg berdiri di pelaminan....
"Sayang,kenapa kamu pergi ninggalin aku na....knp kamu berbuat ini padaku .... apakah ini kamu sayang, apakah kamu masih hidup.tp kecelakaan itu menunjukan data korban dan namamu ada di sana....gumamnya frustasi....
__ADS_1
"Bro....Doni menyentuh pundak Hasan, sebaiknya kita kembali ke hotel saja....kamu perlu istirahat bro.
Hasan menatap Doni,....." Don menurut Loe,siapa pengantin wanita istri Abra itu,apakah ia orang yg berbeda...tanya Hasan".
Sebaiknya nanti kita selidiki kalau kau ingin menyakinkannya Doni mengajak Hasan pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan rekan bisnisnya.kembali ke hotel untuk beristirahat.
Rencana awal yg akan pulang keesokan harinya,di batalkan karena untuk menyelidiki seseorang yg wajah dan sosok yg mirip dengan kekasih hatinya.
Sedangkan di kamar pengantin,Nana nampak gugup, walaupun ini BKN yg pertama kali namun ia binggung apakah Abra akan meminta haknya dlm kondisi ia yg saat ini sedang mengandung.....
Karena pusing memikirkan itu,ia memilih membersihkan wajahnya sambil menunggu Abra keluar.
krekkkk
Suara pintu terbuka,dek sayang mandilah setelah itu istirahat,Abra menghampiri Nana yg duduk di kursi riasnya,dengan hanya melilitkan handuk di pinggang nya.
Ahkkkkk. kaget Nana,melihat sosok Abra di belakangnya yg hanya memakai handuk dipinggang nya.....
Ka Abra,kejut Nana memegang dadanya.....Abra membawa Nana untuk berdiri dan memeluknya dari belakang.....terasa hembusan nafas Abra di pipinya....
__ADS_1
"Hei...kenapa kamu gugup,Kaka gak akan meminta hak Kaka sekarang sayang,sampe anak kita lahir,tp jika mas khilaf adek bantu ya hahaha,Abra tergelak.
ka Abra,Nana mau bersih bersih dulu , melepaskan pelukannya dan segera menuju kamar mandi,Abra memandang tubuh istrinya sampai menghilang di balik pintu kemudian ia segera mengambil pakaian tidur agar segera istirahat.