Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 10


__ADS_3

Begitu sampai ke rumah besar itu, Leon melompat masuk ke dalam pagar yang tinggi dari samping. Dia melihat kereta besar yang membawa para gadis, masuk ke dalam halaman rumah, kereta menuju ke sebuah rumah kecil di samping rumah utama. Leon yang mengintip dari semak semak, berlari menuju rumah kecil tempat kereta membawa para gadis yang di culik. Dengan mengandalkan kelincahan dan pengalaman dari pekerjaan di kehidupan sebelum nya, tanpa di ketahui penjaga, Leon berhasil sampai di depan sebuah jendela kecil yang berada di sisi samping rumah. Leon mengintip ke dalam, ternyata bukan hanya Cathy, Rose, Ria, Mabel dan Sarah saja yang di culik, ada beberapa petualang dan pedagang yang semuanya perempuan.


“Aduuuuh masih lama ga sih ini....bauuuu...” Teriak Rose di kepala nya.


“Sabar, mereka baru membawa masuk beberapa orang selain kalian.” Balas Leon.


“Uh...Rose benar, lama lama aku juga tidak tahan.” Tambah Cathy.


“Aku cek sebentar....”


Leon naik ke atap rumah kecil dengan cara menendang dinding dan melompat ke atas atap. Dengan langkah tak bersuara, dia mendekat ke depan dan tiarap di atap. Leon melihat para penduduk memasukkan Cathy, Rose, Ria, Mabel dan Sarah ke dalam rumah kecil. Leon melubangi atap untuk turun ke dalam setelah para penduduk selesai menaruh para gadis dan menutup pintu nya.


“Aaaarggghhh...aku tidak tahan...bodo ah....” Rose membakar karung nya dan dia melompat keluar.


“Haaah....aku juga, ampun deh, harus mandi lagi habis ini.” Tambah Cathy.


“Ah..kalian tidak bisa sabar....” Ujar Leon yang baru turun.


“Enak aja nyuruh sabar, tau ga karung itu bekas apa......” Balas Cathy.


“Iya nih onii chan....ga enak tahu di dalam karung.” Tambah Rose.


“Ada yang datang, sembunyi.”


Ketiganya langsung bersembunyi di tempat tempat yang bisa bersembunyi. “Cklek...” Pintu di buka, seorang pria paruh baya yang gemuk masuk ke dalam dengan wajah mesum nya. Begitu masuk, pria itu langsung membuka pakaian nya sambil tertawa terkekeh, tapi bukan karena dia ingin menyentuh para gadis itu, melainkan pakaian nya menghalangi sayap nya berkembang. Pria itu adalah demon, sayap kelelawar hitam yang besar keluar yang sebelum nya melipat di dalam pakaiannya. Kulitnya berubah menjadi ungu dan matanya merah, dari sisi kepala nya keluar tanduk. Lidah nya memanjang seperti ular dan matanya menjadi merah. Dia membuka kantung yang berisi seorang wanita yang sepertinya pedagang. Leon, Cathy dan Rose melihat dari tempat persembunyian nya. Pria itu tidak memperkosa gadis itu walau dia menelanjanginya, tapi dia memakan daging gadis itu dan sepertinya lahap sekali.


“Geh, dia bukan pria mesum, dia pria lapar.....dia demon...” Ujar Leon.


“Iya, menjijikkan....” Tambah Cathy.


“Jadi, kita keluar sekarang nih ? Gimana onee chan, onii chan ?” Tanya Rose.


“Yuk lah....kasihan gadis itu, mumpung yang baru di makan sebelah tangan nya.” Ujar Leon.


Ke tiganya langsung melompat turun dari langit langit dan berdiri di depan demon itu, melihat ketiganya turun, demon itu mundur melepaskan gadis itu dan mengelap mulut nya yang belepotan darah. Cathy langsung mengambil karung kosong dan menyelimuti tubuh gadis itu. Demon itu merubah kembali wujudnya menjadi seorang pria gemuk yang masih muda atau muda kembali.


“Siapa kalian, kenapa kalian masuk ke kediaman ku, belum tahu ya siapa aku, aku adalah Lord Dowson....”


Belum selesai pria itu bicara, tinju Leon sudah mendarat di wajah nya dan membuat nya terpental menghantam barang barang di belakang nya.


“Kelamaan perkenalan nya.....” Ujar Leon.


Pria gemuk itu bangkit berdiri dan membuat Leon, Cathy, Rose kaget, karena biasanya siapapun yang menerima pukulan Leon pasti terkapar lama walau tidak mati. Tapi yang keluar di wajah ketiganya bukan rasa takut dan gentar, melainkan senyum yang lebar.


“Akhirnyaa.....akhirnya ada yang tidak sekali pukul tepar....” Ujar Leon.


“Hahaha asiiik....bisa main main sepuasnya.” Tambah Cathy.


“Aku dong...giliran ku.....” Teriak Rose sambil menujukkan jari nya.


Pria gemuk itu terduduk lagi karena sepertinya masih pusing, dia berusaha berdiri sekali lagi dan menggelengkan kepalanya dengan kencang untuk menghilangkan pusing nya.


“Kurang ajar kalian...berani sekali kalian....awas rasakan ini....”


Pria gemuk itu berubah kembali menjadi demon dan langsung melompat maju menyerang ketiganya dengan cakar nya yang terlihat sangat tajam.


“Akuuuu.....” Rose maju ke depan.


Dia mengangkat tongkat nya dan dari permata di ujungnya keluar sinar berwarna biru terang.


“Freeze.” Teria Rose.

__ADS_1


Sinar biru menerpa tubuh demon itu dan langsung membekukan nya kecuali kepalanya. Tubuh nya yang sedang dalam posisi menerjang jatuh ke tanah dan terkurung di dalam es yang tebal.


“Hei...apa....bebaskan aku...” Teriak kepalanya yang masih di luar.


“Silahkan, siapa yang mau....” Ujar Rose kepada Leon dan Cathy.


Tiba tiba Ria melompat di depan ke tiganya, sebelum ketiganya bertindak lebih jauh lagi.


“Jangan di bunuh, tangkap saja, kepalanya bisa tolong di bekukan Rose biar ga bawel.” Ujar Ria.


“Ok nee san.....” Rose kembali mengangkat tongkat nya dan membekukan kepalanya dengan mulut menganga.


“Eh...nee san kok tidak tidur ?” Tanya Leon.


“Kalian pikir hanya kalian yang tidak tertipu hah...aku dan Mabel sadar, yang tertipu hanya Sarah. Lihat....” Ria menunjuk ke belakang ketiganya.


Leon, Cathy dan Rose menoleh, di belakang Mabel sedang memangku Sarah yang masih tidur. Kemudian Ria memeriksa gadis yang tangan nya di makan oleh demon, dia menggelengkan kepala dan menutup wajah gadis itu dengan karung. Setelah itu, Rose memasukkan demon yang membeku itu ke tas dimensi nya dan semuanya keluar dari rumah besar itu. Di depan, para penduduk yang membawa mereka masih menunggu bayaran dari Dowson. Ketika melihat Leon, Cathy dan Rose berjalan ke arah mereka, semuanya ketakutan. Seorang penduduk yang sudah agak tua maju ke depan dan langsung bersujud menyembah di depan ketiganya.


“Maafkan kami, semua hasil panen kami di ambil oleh Lord Dowson, kami terpaksa menuruti keinginan nya, karena kalau tidak kami tidak di beri makan.” Ujar nya.


“Makhluk seperti ini kalian turuti ?” Tanya Rose sambil mengeluarkan bongkahan es besar berisi demon Dowson.


Para penduduk langsung terkesiap melihat wujud Dowson yang asli, para penduduk di belakang penduduk tua itu langsung berdiri dan berlari, beberapa ada yang terbang ke langit berubah menjadi demon. Rose langsung membekukan mereka semua. Wujud asli seluruh penduduk mulai terlihat,


“Ke..kenapa kalian bisa tahu ?” Tanya penduduk tua itu.


“Wajar saja, anak anak kecil yang kutemui di depan gerbang minta makan pada ku, tapi bukan makanan sebab aku menawarkan makanan. Mereka mau memakan ku.” Balas Rose.


“Kalian takut kan melihat ku, wajar saja, karena sihir holy ku....tapi melihat yang lain seperti melihat daging panggang berjalan haha. Hanya saja kalau perempuan jatah nya lord kalian.” Tambah Cathy.


“Benar kan yang di bilang dua saudari ku ini, kalian berniat menahan kami di desa dan di beri makan yang banyak supaya menjadi gemuk dan enak di santap. Jadi jangan pura pura jadi korban yang tertindas ya.” Tambah Leon.


Penduduk tua itu tidak bisa bicara lagi, dia langsung berubah dan berusaha menyerang Leon, Cathy dan Rose. Cathy mencabut gada nya dan langsung menghantam kepalanya sampai terputar 180 derajat dan sekarang dia menghadap belakang dengan tubuh tetap menghadap depan.


“I...iya...tapi bagaimana kalian bisa tahu ?” Tanya Ria.


“Insting....” Jawab ketiganya bersamaan.


“Kalau begitu kita harus kembali ke penginapan, Oscar dan lainnya di sana.” Teriak Mabel.


“Tidak perlu khawatir, sebelum masuk karung aku sudah pasang pelindung.” Balas Cathy.


“Ngomong ngomong soal karung, mandi yu....bau semua nih...” Ujar Rose sambil menyimpan bongkahan es berisi Dowson ke tas dimensi nya.


Akhirnya mereka masuk ke dalam mansion besar milik Dowson dan mandi di dalam. Selagi membuka buka lemari pakaian di kamar Dowson, Cathy dan Rose menemukan banyak sekali pakaian wanita berukuran besar di dalam lemari.


“Onee chan....jangan jangan hobi dia....” Ujar Rose.


“Ternyata ada juga ya orang seperti dia di dunia ini, kupikir mahkluk unik seperti itu hanya ada di dunia kita haha.” Balas Cathy.


“Dasar maniak....” Tambah Rose sambil mendekap tubuh nya.


Setelah itu, mereka memasukkan kembali para gadis yang di bawa ke dalam kereta termasuk Sarah untuk membawanya pulang ke desa.


***


Ke enam nya kembali ke desa saat fajar, ternyata benar, seluruh desa itu berisi demon, mereka tidak keluar di siang hari. Setelah menjemput Oscar, Paul dan Rex yang sudah terbangun, supaya tidak ada lagi korban yang jatuh ke perangkap mereka, Rose kembali mengangkat tongkat nya.


“Meteor fall.”


Sebuah bola batu raksasa keluar dari balik langit dan langsung jatuh meninpa desa itu. Ledakan besar terjadi, lokasi yang tadi nya ada desa, sekarang menjadi sebuah kawah yang besar. Di dalam kawah ada reruntuhan kuno yang merupakan asal muasal para demon itu dan sudah hancur. Oscar dan Mabel kembali ke kota membawa para gadis yang di tangkap, sementara Ria, Leon, Cathy, Rose dan ketiga teman nya melanjutkan perjalanan mereka menuju Skytower.

__ADS_1


“Nee san yang mendampingi kita sendirian tidak masalah dengan guild ?” Tanya Leon.


“Ini keadaan darurat, guild pasti mengerti, tidak mungkin kalian yang mengantar para gadis itu pulang ke kota.” Jawab Ria.


“Haaah.....sebenarnya kita tidak perlu di antar nee san...” Ujar Rose.


“Jangan begitu, aku mengantar kalian karena mau kok, bukan karena tugas guild, kapan lagi kita bisa berpetualang bersama.” Balas Ria.


“Haha benar juga nee san, kita berpetualang bersama.” Balas Cathy.


“Anoo sebenarnya menara itu apa sih ?” Tanya Sarah.


Ria menjelaskan kalau menara itu adalah dungeon yang naik ke atas, total lantai nya ada 70 lantai dan setiap lima lantai ada monster unik yang di sebut boss. Para petualang kota Lindwurm paling tinggi hanya bisa sampai ke lantai 30 dan tidak bisa mengalahkan boss nya, sedangkan Ria bisa sampai ke lantai 40 sendirian tapi tidak bisa mengalahkan boss nya. Wajah Leon, Cathy dan Rose langsung berubah, jiwa otaku mereka muncul, mereka langsung semangat dan bergairah.


“Tenang nee san, batu segelnya ada di lantai 70 kan, kita akan kesana kok melewati semuanya.” Ujar Leon.


“Hehe benar nee san...apa juga kita lawan...” Tambah Rose.


“Mudah mudahan bos nya tidak sekali pukul ya.....” Tambah Cathy.


“Kalian terlalu meremehkan, aku tahu kalian kuat, tapi jangan meremehkan musuh, bagi petualang itu paling pantang. Mengerti kan ?” Tanya Ria.


“Mengerti nee san..” Jawab ketiganya.


Paul, Sarah dan Rex hanya tersenyum saja mendengar percakapan ke empat nya. Mereka tidak bisa berkata apa apa dan tidak tahu juga harus berkata apa sebab bagi mereka, sudah bisa masuk dan melewati lantai satu saja sudah bangga. Setelah seharian berjalan, sebab Sarah, Paul dan Rex menolak naik mobil, mereka sudah bisa melihat menara dari kejauhan, tapi karena sudah sore menjelang malam, mereka medirikan kemah dan berkemah di tepi hutan. Ria dan Sarah mengurus makan malam mereka, sedangkan yang lainnya mendirikan tenda untuk tidur.


Setelah makanan siap, ke tujuhnya duduk memutari api unggun dan makan makanan mereka.


“Rex kun, ajari aku gimana caranya membangkitkan tengkorak dan mayat hidup, boleh tunjukkan sebentar, aku penasaran.” Ujar Rose yang tiba tiba duduk di sebelah Rex


Melihat Rose duduk di sebelah, Rex menjadi takut karena Leon dan Cathy memelototi dirinya. Tapi Rose mengatakan tidak apa apa dan akhirnya Rex menuruti nya. Dia berdiri dan pergi ke belakang tenda bersama Rose, kemudian Rex mengangkat tangan nya dan mulai bergumam.


“Kegelapan yang mecekam, penuh dengan hawa kematian, ijinkan aku menggunakan mu, wahai makhluk kegelapan yang berada di dalam tanah, bangkitlah, jawab panggilan ku.....Animate death.”


Tubuh Rex di selimuti aura hitam, muncul lingkaran sihir di tanah persis di depan nya, sebuah kerangka orc muncul dari dalam tanah, membawa kapak. Kerangka itu berdiri tegak dan tidak bergerak.


“Serang....” Rex menunjuk sebuah pohon.


Tengkorak itu berjalan menuju pohon itu dan mulai memukuli pohon sampai Rex memerintahkan nya untuk berhenti dan kembali masuk ke dalam tanah.


“Waaah keren...sebentar aku coba....”


Rose mengangkat tangan nya dan tubuhnya langsung di selimuti aura hitam, kemudian ,


“Animate death.” Teriak nya sambil membayangkan sesuatu.


Semua yang di perkemahan kaget, karena yang keluar dari tanah bukanlah tengkorak biasa, melainkan tengkorak naga yang sangat besar dan menggetarkan tanah ketika keluar dari lingkaran sihir.


“Kereeeeeeeen.....coba terbang.....” Teriak Rose.


Naga itu mengepakkan sayap nya yang sudah sobek sobek melayang di atas tanah dan kemudian mendarat, sebab kepala Rose di getok oleh Leon dan Cathy. Naga itu turun dan masuk kembali ke tanah, karena Rose jongkok sambil memegang kepalanya yang sakit dengan kedua tangan nya.


“Hei...onii chan...onee chan...lama lama aku bego nih di getok mulu.” Teriak Rose.


“Biarin, sekalian aja jadi bego, lagian kamu ga pernah menahan kekuatan mu.” Balas Leon.


“Benar, gimana sih, ini bukan pertama kali loh Rose. Lihat semua pada bingung.” Tambah Cathy.


Rose melihat Rex pingsan terlentang dengan mulut berbusa di belakang nya. Paul dan Sarah panik bersembunyi di belakang Ria yang sedang bertolak pinggang.


“Eh hahaha....maaf.” Ujar Rose.

__ADS_1


“Yare yare....” Ujar Leon sambil menggelengkan kepalanya.


Keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi setelah berkemas. Leon, Cathy dan Rose berjalan mantap menuju menara dengan wajah yang ceria.


__ADS_2