Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 37


__ADS_3

Keesokan harinya, Leon, Cathy dan Rose langsung ke arena. Sesuai dengan rencana, Leon di beri tempat duduk di sebelah ratu Julia gadungan dan menyamar sebagai Gratus, kemudian Cathy dan Rose turun ke arena untuk bertanding. Para penonton bersorak sorak dengan semangat karena baru pernah melihat wanita yang menjadi gladiator.


“Sepertinya mereka senang melihat kita.” Ujar Cathy.


“Aku malas sebenarnya onee chan....terlalu banyak orang.....” Ujar Rose.


“Loh...jangan jangan kamu tidak bisa di keramaian ya.....”


Rose tidak menjawab, dia hanya mengangguk dan terlihat sedikit risih. Akhirnya beberapa gladiator berbadan besar masuk ke dalam arena dari dua sisi, depan dan belakang. Wajah mereka sangat bengis, apalagi melihat dua wanita berada di depan mereka. Tapi Cathy malah berusaha menghibur Rose yang terlihat sangat malas dan risih di keramaian.


“Dengan ini pesta gladiator di mulai.....” Teriak Barakus.


“Uoooooooh......” Para penonton langsung bersorak sorak.


Para gladiator mulai mengelilingi Cathy dan Rose yang berada di tengah, mereka tertawa dan sedikit meremehkan karena keduanya wanita.


“Heheh....mari kita bermain main nee san...” Ujar salah satu gladiator dengan wajah yang mesum.


“Hoi...jangan banyak bicara...cepat maju....” Ujar Cathy.


Akhirnya gladiator yang meledek itu maju dengan santai dan menjulurkan tangan nya kepada Cathy. Dengan satu tangan, Cathy menangkap tangan nya dan langsung melemparnya jauh sampai membentur dinding arena. “Siiing...” Seluruh arena langsung sunyi melihat gladiator berbadan besar itu melayang membentur dinding.


“Selesaikan cepat saja.....” Ujar Rose sambil menancapkan tongkat nya di tanah.


Dia merentangkan tangan dan menutup matanya, seluruh tubuhnya di selimuti sinar biru.


“Water bubbles.”


Bola bola air seperti bola sabun keluar mengelilingi Rose, kemudian melayang perlahan menuju semua gladiator yang mengelilingi mereka. Para gladiator itu saling menoleh dan bingung karena melihat bola air yang berjalan lambat ke wajah mereka. Seorang gladiator memegang bola air di depan nya dan “Pop.” Dia langsung terpental menghantam dinding menyusul gladiator yang tadi. “Pop...pop...pop...” Bola bola air itu meletus dan semua gladiator terpental memenuhi dinding arena. Suasana menjadi semakin sepi,


“Pemenang nya Cathy dan Rose....” Barakus berteriak.


“Uoooooooh......” Para penonton baru bersorak kembali dan mengelu elukan keduanya.


Tiba tiba salah satu senat berdiri, dia langsung menggebrak podium dan berteriak kencang.


“Belum selesai, cepat keluarkan berikut nya....” Teriak nya.


Pintu arena di buka lagi, seorang raksasa yang sangat besar keluar dari gerbang arena, dia berdiri di depan Cathy dan Rose sambil memegang kapak besarnya.


“Hahaha lihatlah, kalau jagoan kalian kalah, sesuai janji, ratu akan menikahi anak ku....” Teriak senat itu.


Tiba tiba saja, “Booom.” Arena bergetar hebat di iringi bunyi kencang, senat itu menoleh, dia melihat Cathy baru saja turun dengan satu palunya dan raksasa itu tumbang.


“Ti..tidak mungkin......” Ujar senat itu sambil duduk.


“Giliran ku....hei bawa masuk jawara ku....” Teriak seorang senat lainnya.


Pintu arena di buka kembali dan beberapa orang menarik beberapa ekor harimau bertaring panjang masuk ke dalam arena, mereka langsung melepasnya dan harimau harimau itu langsung maju menerkan Cathy dan Rose. Cathy mengangkat tangan nya dan muncul pelindung yang menyelimuti keduanya, gigi harimau yang terbentur oleh pelindung itu patah dan membuat harimau mundur kemudian menerkam seluruh orang yang menarik mereka keluar. Setelah itu, satu persatu dari senat mengeluarkan jawara mereka, dari kereta berkuda yang di sebut chariot sampai akhirnya seekor naga besar, semua di kalahkan dengan mudah oleh Cathy dan Rose, sampai akhirnya.


“Sekarang giliran juara bertahan. Masuk lah....” Teriak kepala senat.


Seorang pria berbadan besar, membawa pedang yang sangat besar dan memakai baju zirah masuk ke arena. Setelah di beri aba aba mulai, dia maju dan menyerang keduanya. Cathy memasang pelindung nya, tapi ayunan pedang pria itu berhasil menghancurkan pelindung nya.


“Hmm...hebat....” Ujar Cathy sambil melompat ke belakang menghidari sabetan pedang.


“Yang ini untuk ku onee chan...”


Begitu mendarat, Rose langsung melompat dan melayang di udara, dia langsung merapal sihirnya,


“Freeze...”


Tubuh pria yang maju itu langsung membeku dan di selimuti oleh bongkahan es besar. Tapi bongkahan es itu bergetar karena dia mencoba melepaskan diri. Rose langsung mengeluarkan lagi sihirnya.


“Lightning spark.”


Sebuah pilar listrik turun dari langit dan menghujam bongkahan es di bawah, pria itu langsung tersetrum dan pingsan dengan tubuh masih di dalam bongkahan es. Rose langsung mendarat di sebelah Cathy dan langsung tos dengan Cathy.


“Pemenang nya adalah Cathy dan Rose, dua jawara dari lord Gratus Derotidus dan pertunangan nya dengan ratu Julia di resmikan sekarang sebagai kepala senat berikutnya.” Teriak Barakus.

__ADS_1


“Tidak....aku tidak terima, aku masih belum kalah.....” Ketua senat langsung melompat ke dalam arena.


Langit tiba tiba menjadi gelap dan awan hitam berputar di langit di atas arena. Tubuh ketua senat langsung berubah menjadi besar, warna kulitnya berubah menjadi ungu, kepalanya menjadi kepala kambing dengan tanduk besar, dua buah sayap kelelawar besar keluar dari punggung nya dan separuh badan bagian bawah nya menjadi kaki kambing, tangan nya yang besar mengeluarkan cakar dari punggung tangan nya.


“Graaaaah....demi lord Memphis......” Teriak nya.


“Hah sudah kuduga, dia juga anak buah Memphis.....”


Leon langsung melompat masuk ke dalam arena dan mencabut Haomaru dari punggung nya. Dia mendarat di depan Cathy dan Rose langsung berhadapan dengan demon di depan nya,


“Kalian mengganggu ku.....benar benar mengganggu ku....sedikit lagi Oreano akan jatuh dan Julia asli akan ada di genggaman ku....kurang ajar kalian...graaaaah.”


Demon itu langsung maju menyerang Leon dengan cakar yang keluar dari punggung tangan nya. Leon menahan nya dan melontarkan nya ke belakang, kemduian dia mengejarnya dan langsung menyabetkan pedang nya ke arah sayap nya, sayap demon itu langsung putus dan dia tidak bisa melayang lagi, Leon langsung mendarat dan memasukkan pedang nya ke pinggang.


“Ten ken : Iai slash.”


Dengan kecepatan tinggi, Leon melewati demon yang berada di depan nya, dia memasukkan kembali pedang nya ke pinggang nya.


“Ku..kurang...ajar.....” Teriak demon itu.


Tapi ketika dia berbalik pinggang nya bergeser dan tubuh bagian atasnya jatuh ke tanah sedangkan kaki nya masih berdiri. Leon berbalik dan mendekati bagian atas tubuh demon yang jatuh.


“Hei, katakan dimana Memphis.....” Ujar Leon sambil jongkok di depan nya.


“Huh...aku tidak akan mengatakan apa........”


Belum selesai demon itu berbicara, sebuah panah menancap di kening nya dan membunuh nya.


“Leon diatas....” Teriak Cathy sambil menunjuk ke atas arena.


Leon menoleh dan melihat wanita berjubah itu lagi sedang berdiri di sebelah salah satu bendera yang berkibar di atas colloseum. Rose langsung terbang mengejarnya, tapi wanita itu menghilang.


“Grrr lagi lagi tidak mendapat keterangan....harus nya wanita itu kita bunuh ya waktu di Skytower, aku benar benar menyesal membiarkan nya hidup.” Ujar Leon sambil memukul tanah.


“Sudahlah, negeri ini akhirnya kembali ke asal nya, berarti semua nya adalah ulah demon ini yang menyamar menjadi kepala senat.” Ujar Cathy.


“Menghilang nya cepat sekali sih.....onii chan benar, aku juga jadi menyesal membiarkan dia hidup waktu itu.” Tambah Rose.


****


Setelah itu, di istana, reformasi besar besaran terjadi, para anggota senat yang berafiliasi dengan kepala senat di keluarkan dan di ganti dengan orang orang yang baru yang di tunjuk oleh Barakus dan Marcus. Leon, Cathy dan Rose di jadikan pahlawan yang membebaskan kekaisaran dari tangan demon. Mereka diam dulu di ibukota selama beberapa hari untuk membantu menghabisi sisa sisa pasukan demon yang masih bersembunyi di ibukota. Rapat senat pertama setelah reformasi pun di mulai, hasil nya adalah menghapus perbudakan, kriminal yang di vonis hukum mati bertarung sampai mati di arena sebagai gladiator, sekolah untuk gladiator di buka untuk yang ingin berkarir di arena, menarik mundur pasukan dari perbatasan Oreano dan mengirimkan utusan ke sana untuk gencatan senjata dan masih banyak keputusan lainnya. Sementara itu di sebuah penginapan mewah di ibukota,


“Akhirnya selesai.....kita bisa pergi ke kerajaan Xifonus sekarang.” Ujar Leon.


“Iya benar, Julia sudah bisa pulang dengan damai dan menjadi ratu di kekaisaran ini.” Tambah Cathy.


“Huuuaaaam....aku ngantuk....tapi tetap aku akan jitak Julia kalau ketemu...zzzz.” Ujar Rose sebelum terlelap.


“Loh dia tidur...nee san...oi  nee san.” Ujar Leon yang melihat Rose tidur di sebelah nya.


Leon menoleh dan melihat Cathy juga sudah tidur terlelap di sebelah nya, dia melihat wajah Cathy dan Rose kemudian tersenyum,


“Selamat tidur nee san, Rose....” Leon mengecup kedua kening saudaranya dan kemudian tidur.


****


Keesokan paginya, ketiganya kembali menghadap ratu dan para senat di ruang singgasana. Mereka mengatakan kalau mereka ingin pergi menuju kerajaan Xifonus. Mendengar perkataan ketiganya,


“Maaf Leon kun, Cathy kun, Rose kun.....saat ini kalian tidak bisa melewati perbatasan ke kerajaan Xifonus, setelah kalian membunuh demon itu di arena, kami mendapat laporan kalau jembatan penghubung di perbatasan hancur di terpa angin ****** beliung yang tiba tiba muncul.” Ujar Barakus.


“Duh ada ada saja, berapa lama perbaikan nya ?” Tanya Cathy.


“Mungkin bisa sekitar 6 bulan...” Jawab Marcus.


Ketiga nya mulai berpikir dan berdiskusi di kepala mereka, kemudian mereka menoleh lagi melihat Barakus dan Marcus.


“Apa ada jalan lain ?” Tanya Leon.


“Bisa melalui kerajaan Hillbove tapi untuk ke sana kalian harus memutar melalui kerajaan Marina sebab di saat yang sama dengan ****** beliung itu muncul, terjadi longsor yang menutup perbatasan negeri kita dengan Hillbove.” Jawab Marcus.

__ADS_1


“Berarti kita harus ke Marina ?” Tanya Rose.


“Sepertinya begitu kalau mau cepat sampai ke kerajaan Xifonus.” Jawab Marcus.


Ketiganya langsung saling menoleh dan kembali berdiskusi lagi di kepala mereka,


“Aneh, sepetinya ada yang sengaja membuat kita memutar...” Ujar Leon.


“Aku juga merasa begitu....tapi aku sih sebenarnya tidak masalah...” Balas Cathy.


“Ngomong ngomong...Marina itu kerajaan pantai kan ? katanya banyak resort ya di sana....aku sih setuju setuju aja hehehe.” Ujar Rose.


“Kalau kita terbang naik naga tulang mu saja gimana ? langsung ke Xifonus.” Tanya Leon.


“Bisa sih, tapi menyebrang laut kan.....aku tidak yakin.” Ujar Rose.


“Resiko sih memang.....kalau ke Hillbove pakai naga tulang ?” Tanya Cathy.


“Paling bisa melewati longsor nya saja, daerah Hillbove kan pegunungan ya....sulit onee chan....jarak nya itu loh, naga tulang tidak bisa terbang jauh, sejauh ini hanya dekat dekat saja kan di dalam negeri.” Ujar Rose.


“Jadi tidak ada pilihan lagi nih......” Balas Leon.


“Yah...apa boleh buat.....” Balas Cathy.


“Horeeee....pantai......” Balas Rose.


“Nah kan niat sebenarnya ketahuan....” Ujar Leon dan Cathy bersamaan.


“Hehehehe......” Balas Rose.


Akhinya mereka memutuskan untuk memutar melalui kerajaan Marina dan keraan Hillbove, Marcus menyarankan mereka mampir dulu di kota Potima, kota di dekat perbatasan dengan kerajaan Marina. Dia juga memberikan sebuah surat untuk guild master di guild petualang yang ada di kota Potima kepada Leon. Ketika Leon, Cathy dan Rose berbalik dan bersiap pergi,


“Tungguuuuuuu.....”


Ratu Julia gadungan aka Cassandra langsung lari menghampiri ketiganya, dia melompat dan langsung memeluk Leon.


“Suami ku, kapan kamu kembali ke sini lagi ?” Tanya nya.


“A...apa.....su..su...suami....siapa ?” Tanya Leon yang mulai gemetar.


“Sebentaaaaaaar........kemarin itu kan pura pura.....” Cathy langsung memisahkan Cassandra dari Leon.


“Iya iya iya....kemarin pura pura...minggir.....” Rose juga membantu Cathy memisahlan Cassandra.


“Hehehe aku tahu kok, tapi aku benar benar mau jadi istrinya loh..seius, aku akan menunggu mu ya Leon sama.” Jawab Cassandra.


“Kita pergi....bleee.” Cathy dan Rose langsung menarik Leon pergi keluar dari singgasana.


“Dadah....mampir lagi ya......” Teriak Cassandra sambil melambaikan tangan nya dengan wajah ceria.


Barakus dan Marcus yang melihat nya menggelengkan kepala mereka tapi mereka tersenyum lebar. Leon, Cathy dan Rose keluar dari ibukota dan mengeluarkan mobil, kemudian mereka berangkat menuju kota Potima. Di perjalanan,


“Onii chan...kenapa diam saja.....” Ujar Rose yang menoleh ke belakang.


“Tidak apa apa.....” Balas Leon.


“Jangan di pikirkan, dia hanya bercanda......” Balas Cathy yang sedang menyetir.


“Semoga di kerajaan Marina tidak ada lagi yang seperti di sini......” Ujar Leon.


Rose dan Cathy saling melihat satu sama lain, karena mereka tahu yang namanya pantai pasti lebih parah daripada di sini. Tapi akhirnya mereka diam saja dan tidak mengatakan apa apa kepada Leon. Beberapa jam kemudian, mereka akhirnya sampai di gerbang kota Potima,


“Selamat datang di kota Potima.....kota hiburan dan perjudian....” Sapa seorang penjaga setelah memeriksa ketiganya.


“Maaf penjaga san, disini ada keluarga yang mengelola ?” Tanya Leon.


“Oh ada, keluarga baron Schulz, tenang saja mereka baik kalau kita tidak macam macam.”


“Hehehe hahahaha.....kota yakuza.....aku benar benar benci kekaisaran ini....” Teriak Leon dengan kencang.

__ADS_1


Cathy dan Rose tidak bisa berkata apa apa, mereka hanya tertawa terbahak bahak melihat Leon.


__ADS_2