Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 13


__ADS_3

Leon, Cathy dan Rose langsung duduk di sofa, ketiganya terdiam. Tiba tiba Altea menghampiri mereka dan menyuguhkan minuman dari bar kepada mereka.


“Kalian mengerti tulisan nya, Yuuta sama, Hinako sama, Fumie sama mengatakan orang yang bisa membaca tulisan ini pasti berasal dari dunia yang sama dengan mereka dan mengerti artinya.”


“Ya, kami mengerti......” Ujar ketiganya bersamaan.


Ketiganya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain. Kemudian ketiganya sama sama menunduk sambil duduk di sofa secara terpisah dan berjauhan, tapi akhirnya Leon buka suara,


“Sebelum aku katakan, aku minta kita bertiga bersikap biasa, benar, julukan ku adalah Shadoukira dan jelas aku mengenal Budouha hime juga Fantomu X, hacker super yang ingin di bunuh banyak pihak.” Ujar Leon.


“Baiklah, aku setuju, code name ku Budouha hime. Aku pernah di beritahu soal Shadoukira dan Fantomu X di organisasi ku.” Tambah Cathy.


“Um....hehe...aku Fantomu X, musuh kalian......salam kenal hehe.” Tambah Rose pucat.


Mereka memang saling waspada terhadap satu sama lain selagi hidup di dunia lama mereka. Asal di perintah oleh atasan, ketiganya bisa menjadi musuh dengan mudah nya dan di kehidupan sekarang mereka menjadi saudara kembar, tentu saja hati ketiganya menjadi kacau dan galau setelah kenyataan ini terungkap. Leon melihat wajah Cathy yang menunduk dan Rose yang ketakutan dan pucat. Leon berdiri dan langsung duduk di tengah keduanya. Tangan nya langsung merangkul Cathy dan Rose.


“Itu julukan di dunia lama kan dan aku sudah pensiun hehe.” Ujar Leon.


Mendengar perkataan Leon yang terdengar santai, Cathy dan Rose menoleh melihat Leon. Tapi yang menjadi masalah di sini, cara membunuh Shadoukira yang terkenal adalah bersahabat dengan target nya dan tiba tiba menusuk dari belakang.


“Benarkah itu, reputasi mu sudah terdengar loh di kalangan dunia bawah, cara membunuh mu seperti ini kan ?” Tanya Cathy yang masih curiga.


Rose diam saja, dia tidak berbicara apa apa dengan tubuh gemetar selagi di rangkul. Leon langsung sadar, benar, cara dia membunuh targetnya kadang memang seperti itu. Dia maju ke depan Cathy dan Rose, dia berbalik dan berjongkok di depan mereka, kemudian dia memegang tangan keduanya bersaman.


“Sekarang kalau aku bunuh kalian buat apa ? tidak ada yang menugasi ku, bos ku ada di dunia sana dan kita ada di sini. Apa kalian lupa kita tertabrak kereta bersama sama dan aku memang pernah mendengar soal kalian, tapi aku tidak pernah di tugasi membunuh kalian. Paham ?” Tanya Leon.


Medengar perkataan Leon, Cathy langsung melihat wajah Leon, salah satu kemampuan Cathy di pekerjaan yang dulu adalah menilai orang itu jujur atau hanya sekedar bicara dengan melihat wajah nya dan saat dia melihat wajah Leon yang tulus, dia langsung berkata,


“Aku paham, aku juga sudah tidak di organisasi, aku juga tidak pernah di tugasi membunuh dan menangkap kalian, hanya saja aku di perkenalkan nama kalian yang mungkin akan menghalangi misi ku oleh organisasi, maafkan aku Leon yang curiga pada mu.” Balas Cathy sambil maju memeluk Leon yang membalas memeluk nya.


Rose masih diam saja, wajah nya sangat ketakutan dan semakin pucat. Tubuh nya gemetaran, memang di antara ketiganya yang selalu menjadi target sasaran di kehidupan terdahulu adalah Rose aka Fantomu X, dia selalu lari berpindah pindah tempat dan menghilang karena takut di bunuh. Dan sekarang dua kakak kembarnya nya adalah pembunuh yang dia anggap mengincar dirinya. Hatinya hancur tak karuan ketika mengetahui kenyataan ini. Tapi, Leon dan Cathy saling melihat satu sama lain, mereka menyadari penderitaan Rose, mereka langsung duduk di sebelah kanan dan kiri Rose.


“Hehehe adik ku ini memang selalu bikin masalah, tidak di kehidupan lama dan kehidupan sekarang. Tapi aku sayang sekali pada nya.” Ujar Leon sambil tersenyum dan menempelkan pundak nya pada Rose.


“Heheh benar, kamu memang hebat dan pintar, dunia lama kita saja bisa kamu acak acak dan selalu licin tidak pernah tertangkap, tapi semua itu dulu, sekarang aku sayang sekali sama adik ku yang satu ini.” Tambah Cathy yang juga menempelkan pundak nya pada Rose.


“Onee chan....onii chan....kalian tidak mau membunuh aku kan ?” Tanya Rose takut dan gemetar.


Leon dan Cathy langsung tertawa kencang dan terbahak bahak, keduanya langsung memeluk Rose yang berada di tengah sampai Rose terlihat sesak.


“Mana mungkin aku membunuh adik ku yang lucu ini.” Ujar Leon dan Cathy bersamaan.


Melihat kedua kakak nya memeluk dirinya, Rose tak kuasa lagi menahan air matanya, dia menangis meraung raung dan memeluk kedua kakak nya. Leon dan Cathy tersenyum dan menitikkan air mata, mereka meyakinkan Rose kalau mereka semua sekarang berada di dunia lain dan di lahirkan kembali sebagai saudara kembar, ingatan masa lalu mereka hanyalah kenangan dan sudah seharusnya di lupakan. Rose mengangguk sambil tersenyum lebar dan memeluk kedua kakak nya. Setelah itu, Leon berdiri dan meregangkan tangannya lurus ke depan.


“Baiklah, sekarang mari kita perkenalkan siapa itu Shadoukira kepada dunia ini demi kehidupan tenang dan santai tanpa kerja.” Ujar nya.


“Setuju, sudah saatnya dunia ini tahu Budoha hime hadir di sini, tapi janji ya ini pekerjaan terakhir. Aku cape.” Tambah Cathy.


“Hehehe....Fantomu X juga bergabung memperkenalkan diri kepada dunia ini dan siap berkerja demi kehidupan tenang bersama onee chan dan onii chan. Oh sama Ria nee san juga hehe.” Tambah Rose yang sudah kembali normal.


Leon langsung merangkul Cathy dan Rose, ketiganya memandang pemandangan kota tokyo di malam hari.


“Ngomong ngomong, kita bisa keluar kesana ga ya ?” Tanya ketiga nya bersamaan.


“Tidak bisa, gambar itu hanyalah ilusi yang di ciptakan Fumie sama.” Jawab Altea.


“Yaaaah.....” Balas ketiganya lesu.


Setelah itu, ketiganya menceritakan siapa nama nama yang di tulis di papan itu kepada Altea. Tiba tiba saja Altea berlutut, rupanya dia di beritahu oleh Fumie sebelum pergi kalau tiga orang yang memiliki kemampuan untuk membaca nama nama ini akan datang dan nama nama yang tertulis adalah nama nama orang yang akan datang membacanya, tapi karena dia tidak bisa membacanya, dia juga tidak mengerti tulisan nya, dia menanyakan kepada Leon, Cathy dan Rose apa bisa membacanya dan kalau bisa apa artinya, setelah ketiganya tahu pemandangan di depan mereka dan menyebutkan kata jepang. Makanya setelah Leon, Cathy dan Rose memberitahu diri nya siapa mereka di kehidupan masa lalu nya, dia berlutut, karena penantian nya selama 2000 tahun sudah berakhir, walau baginya baru kemarin karena dia tidur.


“Leon sama, Cathy sama, Rose sama, sekarang kalian adalah majikan baru ku, perintahkan saja padaku apa yang harus aku lakukan.” Ujar Altea sambil berlutut.

__ADS_1


“Eh...kamu jadi teman kami saja....aku tidak butuh pelayan.” Ujar Leon.


“Aku sudah terbiasa melayani diri ku sendiri sejak kecil, jadi tidak perlu pelayan.” Tambah Cathy.


“Jangan sampai terulang.....kita sanggup sendiri. Iya onee chan, onii chan.” Ujar Rose.


Mereka tidak mau ada yang menggantikan Albert dan Karen di hati mereka, jadi mereka menolak tawaran dari Altea. Tapi mereka menganggap Altea sebagai teman mereka dan memintanya bangkit berdiri. Baru saja Altea berdiri, tiba tiba seluruh ruangan menjadi merah dan suara alarm berbunyi,


“Ada yang masuk ke lantai 70...” Ujar Altea yang langsung lari ke lift.


Ketiganya mengikuti Altea untuk turun ke bawah. Begitu sampai di bawah, mereka melihat beberapa orang masuk ke dalam ruangan. Altea meminta Leon, Cathy dan Rose bersembunyi di balik altar. Altea maju menghadapinya dan terdengar suara,


“Intruder alert, defensive mode activated, attack mode activated, commencing attack.” Ujar Altea dengan suara robot nya.


Leon, Cathy dan Rose yang penasaran akhirnya keluar dari balik altar, mereka melihat Altea sudah siap menyerang dengan roket sudah keluar dari punggung dan kaki nya. Tapi ketika mereka melihat musuh yang di hadapi oleh Altea,


“Altea....stooooop....” Teriak ketiganya bersamaan sambil berlari ke depan.


Ternyata musuh di depan Altea adalah Ria, Oscar, Mabel, Sarah, Paul dan Rex yang sudah kembali. Altea langsung kembali seperti semula dan berdiri layak nya seorang maid di depan altar.


“Leoon....Caathy...Roooseee....” Teriak Ria sambil menyarungkan kembali pedang nya dan berlari menghampiri ketiganya.


Tentu saja ketiganya juga berlari menghampiri Ria yang berlari menuju mereka. Ke empatnya langsung berpelukan.


“Kalian tidak keluar keluar selama 2 bulan lebih, aku pikir aku kehilangan kalian...” Ujar Ria sambil memeluk ketiganya.


“Hah...2 bulan lebih ?” Tanya ketiganya kaget.


Oscar dan Mabel maju ke depan menghampiri ke empatnya yang masih berpelukan di ikuti Sarah, Paul dan Rex.


“Kalian ada di dalam menara ini sudah 2 bulan lebih, kami di tugasi oleh guild untuk mengecek keadaan kalian di sini.” Ujar Oscar.


“Masa sih, rasanya kami baru naik ke sini....” Ujar Leon.


“Oh begitu...” Ujar Leon, Cathy dan Rose bersamaan.


Setelah itu, mereka memperkenalkan Altea kepada semuanya dan membisiki Altea kalau identitas mereka yang sebenarnya tolong di rahasiakan. Altea mengerti dan ruang di lantai 100 juga akan di rahasiakan oleh nya. Kemudian Oscar menceritakan keadaan perang, pasukan dari kerajaaan Ingresia sudah sampai di depan gerbang dan perang sedang berlangsung. Leon, Cathy dan Rose menoleh kepada Ria yang masih memeluk mereka, karena mereka tahu identitas Ria yang sebenarnya.


“Tenang saja, aku tidak apa apa....” Ujar Ria berbisik kepada ketiganya.


“Nee san.....kita janji habis ini kita ber empat hidup tenang.” Ujar ketiganya bersamaan.


“Aku menantikan nya.....janji ya.” Balas Ria berbisik.


Setelah itu, Oscar dan Mabel pergi menuju kembali ke lantai 60 untuk berteleportasi turun ke bawah, sedangkan Ria bersama Sarah, Paul dan Rex diam di lantai 70 untuk menjaga batu segel yang berputar di atas altar. Leon, Cathy dan Rose berdiskusi,


“Onee chan, onii chan, tadi di atas aku melihat ada meriam besar yang di taruh begitu saja di ujung ruangan, kira kira bisa di pakai ga ya ?” Tanya Rose.


“Kalau ga bisa di pakai kamu mau apa dan kalau bisa di pakai kamu mau apa ?” Tanya Cathy balik.


“Nah kan mulai aneh aneh....” Tambah Leon.


“Hehehe kali aja aku bisa bikin meriam yang menembak dari lantai 100 ke perbatasan.” Balas Rose.


Leon dan Cathy berpikir, menurut mereka ide Rose bagus juga, akhirnya ketiganya memutuskan kembali ke atas dan bicara dengan Altea. Langsung saja Altea membukakan lift dan dia membuat ilusi dari matanya yang memperlihatkan ketiga nya berdiri bersender di dinding. Sampai di atas, Leon, Cathy dan Rose melihat ada sebuah meriam besar yang bentuk nya seperti meriam tank di dunia lama mereka. Rose mencoba melihat nya, ternyata meriam itu adalah buatan Fumie untuk melindungi menara. Sementara Rose mempelajari nya, Leon berjalan jalan di pinggir jendela, dia merasakan ada hembusan angin di beberapa jendela, dia terus berjalan dan berjalan sampai akhirnya dia menemukan batu berwarna di sisi ujung ruangan, dia menekan nya dan gambar nya berubah, bukan lagi menampilkan tokyo dalam kondisi malam, melainkan keadaan sebenarnya di luar menara sedangkan angin yang dia rasakan berasal dari jendela yang terbuka. Cathy mencari arah lokasi perbatasan di peta yang ada di meja di dalam ruangan itu.


“Onee chan, onii chan, meriam ini bisa di pakai langsung tanpa harus di perbaiki, aku hanya menyetel daya tembak dan jarak tembakan nya, seharusnya bisa mencapai perbatasan kalau di tembakkan ke atas.” Ujar Rose.


“Baiklah, ayo kita pindahkan, nee san tolong tunjukkan arah nya ya...” Ujar Leon.


“Sip, ayo ikut aku, bawa meriam nya.” Balas Cathy.

__ADS_1


Leon mengangkat meriam yang besar itu dengan kedua tangannya, Rose mengambil meja dan beberapa kursi pendek juga bantal untuk membuat pijakan meriam itu. Dia meletakkan semuanya di depan jendela, Leon meletakkan meriam nya di atas tumpukan barang itu dan mengarahkan nya sesuai arah yang di tujukkan Cathy.


“Tembaaaaak....” Teriak ketiganya.


Rose menarik tali nya dan “Dup...dup...dup....” Tiga peluru bagai komet melesat ke langit, “Siiiiiiiuuu...” Peluru peluru itu mulai menukik turun, tiga anak kembar itu melihat dari kejauhan dan “Dummm...” Suara ledakan nya tidak terlalu besar, tapi menimbulkan gempa sampai terasa ke menara dan bentuk ledakan nya sangat mereka kenal, yaitu ledakan berbentuk jamur yang sangat besar walau di lihat dari kejauhan.


“Heeeee....” Ujar ketiganya sambil bengong dengan mulut ternganga.


Ketiganya terpana dan merasa menyesal menembakkan nya, karena yang mereka tembak kan mirip sekali dengan senjata pemusnah masal di dunia mereka.


“Um...itu nuklir kan ?” Tanya Leon.


“Yup...itu nukir...seperti di hiroshima dan nagasaki waktu perang dunia kedua...” Jawab Cathy.


“Bukan salah ku loh ya...sage gila itu yang buat...bukan aku, jangan salahkan aku ya...” Teriak Rose panik.


“Kita harus lihat kesana....” Ujar Leon.


“Tapi gimana caranya, jauh....” Balas Cathy.


“Ah...aku ada ide....tapi jangan marahi aku....” Ujar Rose.


“Apa ide nya ?” Tanya Leon dan Cathy bersamaan.


Rose langsung menaikkan tongkatnya dan meminta Leon juga Rose menyingkirkan barang barang di sekitarnya. Tubuh Rose langsung di selimuti aura hitam.


“Animate death.”


Naga besar dari tulang yang pernah dia panggil sebelum nya keluar dari lingkaran sihir di lantai. Naga itu mendarat dan mengepakkan sayap nya. Leon dan Cathy tidak marah, mereka malah membuka semua jendelanya. Rose melayang naik ke leher naga tulang itu,


“Ayo onee chan...onii chan....berangkat.”


Leon membantu Cathy naik dan dia sendiri melompat ke atas di tarik oleh Cathy dan Rose yang sudah duduk.


“Krieeeaaaaak....” Naga meraung dan membuka sayap nya yang sobek sobek.


Dia langsung melesat terbang dengan tiga anak kembar itu duduk di punggung nya. Mereka menuju perbatasan dan terbang tinggi di atas, dari atas mereka melihat ke bawah, ternyata peluru yang mereka tembakkan, satu jatuh persis di depan gerbang perbatasan yang menjadi kawah besar, dua lainnya jatuh persis di sebelah sebelah nya sehingga ada tiga kawah besar di balik dinding perbatasan, pasukan musuh mundur, sebagian terkena ledakan itu dan sisanya lari ke belakang. Pasukan pertahanan perbatasan panik dan bingung, walau mereka bersorak sorak.


“Ahahahaha....” Ketiganya hanya bisa tertawa pasrah melihat semua di bawah.


“Yuk pulang....” Ajak Leon.


“Yuk....” Jawab Cathy dan Rose.


Akhirnya ketiganya kembali terbang ke menara dan masuk kembali ke lantai 100 melalui jendela, kemudian naga di simpan kembali oleh Rose, sementara Leon dan Cathy membereskan ruangan juga menutup kembali semua jendela. Lalu ketiganya melihat meriam yang tergeletak di depan mereka dengan laras masih mengeluarkan asap.


“Kayak nya senjata ini kita musnahkan saja....” Ujar Cathy.


“Setuju nee san....kalau jatuh ke tangan yang salah bisa gawat.” Tambah Leon.


“Tapi sebelum di musnahkan aku pelajari cara kerjanya hehe...aku mau buat pistol.” Ujar Rose.


Leon dan Cathy menoleh melihat Rose dan keduanya berpikir, kemudian keduanya mendekati Rose dan berbisik.


“Buatkan aku shotgun ya....” Ujar Leon.


“Aku pesan sniper rifle....” Tambah Cathy.


“Heeeee........” Rose bengong mendengarnya.


Rose mulai mempelajari meriam, dia membongkar meriam itu sampai komponen terkecil dan mencatat nya, setelah selesai, meriam yang sudah di bongkar itu di masukkan ke dalam tas dimensi nya untuk di pelajari lebih lanjut. Ketiganya turun kembali ke bawah. Ria langsung mendekati mereka yang sudah berganti menjadi asli dan bukan ilusi lagi.

__ADS_1


“Kalian dengar suara kencang ?” Tanya Ria.


“Ah tidak....” Jawab ketiganya sambil memalingkan wajah mereka.


__ADS_2