Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 27


__ADS_3

Tanpa menunda lagi, Oscar langsung menerjang maju menyerang Leon di depan nya. Leon menaruh nodachi di punggung nya dan dia memasang kuda kuda nya. Tinju nya beradu dengan cakar Oscar. Benturan menimbulkan bunyi keras dan Oscar terpental ke belakang.


“Wah ternyata tidak perlu pedang menghadapi demon seperti mu....”


“Hahaha bagus....memang hebat adik Ria.....” Balas Oscar yang mengangkat kapak besar di samping nya.


Leon kembali mengambil nodachi nya, keduanya langsung maju bersamaan. Leon menyabetkan pedang nya dan Oscar menyabetkan kapak nya, benturan nya mengeluarkan kilatan cahaya, keduanya saling menyerang dan menangkis.


“Ah Leon main main.....” Ujar Cathy.


“Aduh...onii chan.....ngomong ngomong Ria nee san yang lagi bertempur lawan serigala putih itu siapa ?” Tanya Rose.


“Oh dia Marvel.......yah Marvel.....ojisama dari kerajaan Astarte...” Ujar Ria sambil menutup wajah merah nya.


“Kenapa nee san ? ada yang ingin nee san katakan ?” Tanya Cathy yang memang bisa mengamati wajah orang lain.


“Nanti saja ku beritahu, cepat bantu dia dan Altea di sana..Sylvia di sini saja bersama ku.” Ria menunjuk ke belakang.


“Iya nee san.” Balas Sylvia.


Cathy langsung berlari menghadang cakar serigala putih yang mengejar Marvel dengan gadanya. Tapi serigala itu terus mengejar Marvel, akhirnya Cathy memberikan pelindung kepada Marvel yang langsung memanah manusia serigala putih yang terus menerus menyerang pelindung nya.


“Arrrgh....mengganggu saja.....” Serigala putih itu berbalik dan menyerang Cathy.


Ketika cakar nya sudah dekat dengan wajah Cathy, dia menghentakkan kaki nya dan lingkaran sihir keluar dari tanah.


“Holy spike.”


Sebuah duri besar dari cahaya putih terang keluar dari lingkaran sihir dan langsung menghujam perut serigala putih sampai menembus punggung nya.


“Ti..tidak mungkin......” Ujar serigala putih itu sebelum jatuh ke tanah dan mati.


“Ah...tidak ada tantangan nya....Leon kebanyakan main main....” Ujar Cathy sambil menoleh dan melihat Leon masih menyerang dan menangkis dengan santai serangan Oscar.


Sementara itu, Altea terbang mundur menghindari serangan serigala merah. Ketika dia melihat Rose sedang mengangkat tangan nya dan muncul lingkaran sihir di kaki nya, Altea langsung melayang ke belakang Rose.


“Entangled...” Teriak Rose.


Akar akar besar keluar dari dalam tanah dan langsung menangkap tubuh serigala merah yang mengejar Altea.


“Apa ini........” Teriak serigala merah ini.


Ketika dia melihat ke depan, Altea sudah di depan nya dan langsung memenggal kepalanya sampai terpental. Rose menghampiri Altea,


“Kamu tidak apa apa kan Altea ?” Tanya Rose.


“Tidak masalah....” Jawab Altea.


Rose menoleh dan melihat Leon masih bertarung di samping nya. Rose mengajak Altea menghampiri Ria dan Sylvia.


“Onii chan....mau sampai kapan main main nya...” Teriak Rose.


“Ah kalian sudah ya....baiklah....” Balas Leon.

__ADS_1


Langkah Leon langsung terhenti, ketika Oscar menyerang, dia memutar tubuh nya, kemudian menebas dengan nodachi nya.


“Heavy swing...”


Nodachi langsung membelah tubuh Oscar di bagian pinggang dan bagian atas tubuhnya terpental sampai ke kaki Ria dan Sylvia yang sedang menunggu. Tubuh Oscar yang tinggal separuh bagian atas saja, berubah kembali menjadi manusia.


“Hahaha....sejak awal aku memang bukan tandingan nya......Ria...maafkan aku....aku terpaksa melakukan nya, adik ku di jadikan sandera....tapi...kamu harus tahu siapa musuh yang sebenarnya.......dia adalah Lexi.....argggh.”


Belum selesai Oscar berbicara, Sylvia langsung menusuk punggung nya dengan pedang nya. Ketika Sylvia berbalik, nodachi Leon sudah di lehernya, Sylvia membuang pedang nya dan mengangkat tangan nya.


“Sekarang katakan, apa tujuan mu mengikuti kami ?” Tanya Leon.


“Sejak kamu tahu identitas kita di mobil tadi, aku sudah curiga dan pertanyaan ku sekarang, kamu apakan Fran ?” Tanya Cathy.


“Kaget ya....kita sudah tahu duluan Sylvia ojo......” Tambah Rose.


“Ada apa ini sebenarnya ?” Tanya Ria bingung.


Leon, Cathy dan Rose mulai bercerita kepada Ria sementara Sylvia di amankan oleh Altea dan di awasi oleh nya.


***


Cerita kembali ke pagi hari ketika Leon, Cathy, Rose berada di dalam mobil bersama Sylvia. Setelah selesai berbincang dengan Silvia mengenai Ria, ketiganya berdiskusi di kepala mereka mengenai Sylvia yang tahu identitas mereka dan apa yang menimpa Ria.


“Leon, Rose, Sylvia berbohong, dia tidak ke pasar......getaran suaranya ada keraguan dan matanya tidak fokus, aku malah khawatir terjadi sesuatu kepada teman teman kita di akademi.” Ujar Cathy.


“Hmm aku memang ragu ketika dia bertanya soal Ria nee san dan Altea. Jujur saja, awalnya aku tidak kepikiran Ria nee san dalam bahaya, tapi begitu dia bertanya aku malah jadi berpikir, kita langsung membahasnya kan kalau nee san tidak biasanya seperti ini. Tapi aku tidak tahu dia bohong soal Fran.” Tambah Leon.


“Aku maklum, kamu menyetir, tapi aku yang di depan memperhatikan gerak gerik nya dan sama seperti kamu, dia bertanya soal nee san pasti ada maksudnya.” Balas Cathy.


“Gimana ?” Tanya Leon dan Cathy.


“Kita hubungi Altea, dia itu golem canggih ciptaan sage yang otak nya miring itu dulu, lalu aku menemukan smartphone di menara waktu itu, karena rusak aku belum memberitahu kalian dan menyimpan nya saja, tapi sekarang aku tahu kalau smartphone itu tidak rusak, smartphone itu terhubung khusus kepada Altea.” Jawab Rose.


“Hmm....tapi bagaimana cara kita pakainya, Sylvia mengawasi kita ?” Tanya Leon.


“Gampang onii chan, pakir sebentar bilang aku dan onee chan mau pipis jadi berhenti di tepi hutan, kemudian kamu alihkan perhatian nya, kamu kan tunangan nya hohoho, walau aku tidak rela, tapi karena tidak ada jalan lain apa boleh buat.” Jawab Rose.


“Ya..yang benar saja kamu Rose.....aku tidak bisa....” Ujar Leon yang memang punya masalah dengan wanita selain Cathy, Rose dan Ria.


“Leon, kali ini aku setuju sama Rose, tahan sebentar ya....sekarang kamu ke pinggir dulu....tenang aja kita ga jauh jauh kok.” Ujar Cathy.


“Ti..tidak mau...aku tidak bisa.....” Balas Leon mulai gemetar.


“Hey Leon, dengar aku, kamu anggap saja dia, Rose atau aku....atau Ria nee san....” Ujar Cathy.


Leon terdiam sedangkan Cathy dan Rose terus meyakinkan dia supaya sedikit berani dalam situasi ini. Akhirnya Leon bicara.


“Ya sudah....tapi cepat kembali ya....bener loh nee san, Rose.....” Ujar Leon.


“Iya iya...kita juga ga tega ninggalin kamu lama lama...” Balas Cathy.


“Tenang onii chan...siapa tahu kamu malah sembuh...tapi jangan deh, kalau sembuh malah repot nanti....” Tambah Rose.

__ADS_1


Leon memarkir sebentar mobil nya di tepi hutan. Sylvia yang melihat Leon berhenti menjadi bingung dan bertambah bingung ketika melihat Rose dan Cathy turun dari mobil.


“Leon sama, mereka mau kemana ?” Tanya Sylvia.


“Mereka mau....pipis.” Jawab Leon.


“Ah....eh berarti kita hanya berdua ya....aku pindah depan ya....” Ujar Sylvia.


Tanpa menunda lagi, dia melompat ke kursi depan dan langsung merangkul lengan Leon yang mau tidak mau merelakan tangan nya. Cathy dan Rose tahu kalau Sylvia akan mencari kesempatan kalau mereka tidak ada dan ini yang di manfaatkan mereka. Leon memalingkan wajah nya tidak berani melihat Sylvia karena wajahnya berubah menjadi merah.


“Neeee saaaaaan.....Roooooseeeeee......cepaaaaat.....” Teriak Leon di kepalanya.


Sementara di dalam hutan, Rose mengambil sebuah smartphone dari tas dimensi nya, ternyata smartphone itu benar benar sama dengan yang ada di dunia mereka sebelum nya. Rose mencoba menekan nekan nya dan muncul lah peta seperti gps yang memberitahukan posisi Altea.


“Eh...lihat onee chan....Altea ada di dalam hutan dan dia berjalan perlahan.” Ujar Rose sambil memperlihatkan smartphone nya.


“Hmm benar juga.....bisa tidak kita bicara dengan nya ?” Tanya Cathy.


“Aku coba sebentar...ga ada tutorial nya sih.....” Jawab Rose.


“Cepaaaat.....jangan lama lama.....dia semakin mendekat nih.......” Teriak Leon di kepala mereka.


“Aaaah onii chan jangan bawel, sabar sebentar....” Balas Rose di kepalanya.


Rose menekan lambang telepon dan dia meletakkan smartphone nya di telinga. “Hallo ?” Ternyata Altea mengangkatnya. Rose langsung menyalakan speaker supaya Cathy juga mendengarnya. Altea menceritakan keadaan nya kalau dia dan Ria di tangkap dari beberapa hari lalu di guild dan sekarang sedang di bawa ke kota Helion. Dia juga mengatakan siapa pengkhianat nya dan siapa yang menangkap nya. Setelah itu, Altea mengajari Rose cara memakai smartphone itu, rupanya smartphone itu bisa di gunakan untuk mencari lokasi orang lain tapi tidak bisa menghubungi nya. Rose mencoba mencari Ria dan ternyata titik nya muncul di sebelah Altea. Rose dan Cathy yakin kalau Altea bercerita yang sebenarnya, kemudian karena penasaran, Cathy mencoba mencari Fran, titik nya berada di dalam istana, setelah itu, satu persatu teman nya di cari menggunakan smartphone yang berfungsi seperti gps itu. Ternyata semua teman nya berada di tempat yang sama dengan Fran dan tidak bergerak, paling bergerak di dalam sebuah ruangan itu saja, mereka tidak keluar atau mungkin tidak bisa keluar. Setelah memastikan semua itu, Cathy dan Rose langsung berlari kembali ke mobil.


“Waaaaaa minggir....” Cathy berpura pura berteriak kaget melihat Sylvia ketika membuka pintu depan.


“Aaaaaaa....apa yang kamu lakukan Sylvia sama.....” Teriak Rose yang juga berpura pura kaget.


“Hehehe maaf.....sering sering ya kalian pergi hehehe.” Balas Sylvia sambil pindah ke belakang.


Setelah menarik nafas lega, Leon melanjutkan perjalanan nya. Sepanjang jalan Cathy dan Rose menceritakan apa yang di katakan Altea dan juga mengenai keadaan Fran bersama teman teman nya yang tidak bergerak di istana. Lalu ketika sudah sore menjelang malam hari, Altea mengirimkan pesan kalau dia sedang menembus hutan. Leon, Cathy dan Rose langsung curiga, mereka turun dari mobil dan mengajak Sylvia turun. Rose memanggil naga tulang nya, kemudian mereka semua naik ke punggung dan naga melesat terbang menuju titik di mana Altea berada.


***


“Jadi Sylvia sama, bisa ceritakan semuanya ?” Tanya Leon yang mengacungkan pedangnya kepada Sylvia.


“Maafkan aku, tujuan aku ikut sebenarnya ingin memberitahu kalian, tapi aku bingung mau memberitahu nya bagaimana....” Jawab Sylvia.


Akhirnya Sylvia menceritakan semuanya, menurut Sylvia, memang Ria di tangkap atas perintah ayahnya untuk di jadikan alat negosiasi supaya kerajaan Ingresia tidak menyerang mereka lagi. Sylvia mendengar secara diam diam perdana menteri yang bernama Gregor memberi usulan seperti itu kepada raja sehari sebelum semua terjadi dan dia juga memberitahu raja mengenai identitas Ria yang Sylvia sendiri tidak tahu perdana menteri Gregor mendapat info dari siapa, awalnya Sylvia berpikir kalau raja tidak mungkin setuju dengan cara menculik Ria untuk di jadikan alat bernegoisasi dengan kerajaan Ingresia. Keesokan nya setelah memutuskan Leon, Cathy dan Rose di kirim ke Helion, Sylvia bertanya kepada ayah nya mengenai hal ini, tapi jawaban ayah nya bukan jawaban yang dia inginkan, ayah nya bilang kalau dia sudah menangkap Ria dan alasan mengirim ketiganya ke Helion juga supaya di tangkap dengan jaminan Ria yang sudah ada di sana, kalau ada Ria di sana, ketiganya tidak melawan.


Sebelum nya raja memutuskan mengirim ketiganya, Cathy benar mengenai Fran dan teman teman mereka, semuanya di tangkap oleh raja dengan tuduhan memberontak setelah kejadian di akademi, padahal mereka tidak berbuat apa apa. Perdana menteri menginterogasi mereka satu persatu, sampai kepada giliran Fran, dia di paksa mengatakan siapa sebenarnya Leon, Cathy dan Rose. Awalnya Fran menolak, tapi karena ada ancaman kalau dia tidak mengatakan nya maka ayahnya di bunuh, dia terpaksa mengatakan nya. Ayahnya juga berkata kalau pasukan Ingresia itu tidak menyerang kota Helion, melainkan mau menjemput Ria dan ketiganya untuk kembali ke kerajaan nya sesuai dengan perjanjian yang sudah di sepakati. Alasan Sylvia ikut dengan Leon, Cathy dan Rose, karena dia mau memberitahu semua kepada Leon, Cathy dan Rose, tapi ketika dia tidak melihat Ria dan Altea tidak ada di mobil, berarti yang di katakan ayahnya benar dan dia jadi takut untuk mengatakan yang sebenarnya.


Mendengar cerita Silvia, semua terdiam. Kemudian Cathy mengatakan kalau ceritanya barusan jujur dan tidak bohong. Leon menarik pedang nodachi yang sudah di leher Sylvia, dia menyimpan nya kembali di tas dimensinya. Akhir nya Ria menjulurkan tangan nya kepada Sylvia sambil tersenyum.


“Berdirilah....” Ujar Ria.


Sylvia langsung menyembah meminta maaf dan dia juga minta jangan membenci ayahnya, karena kerajaan dalam keadaan terdesak, Sylvia menangis tesedu sedu dan mengatakan dia tidak mungkin pulang ke istana. Karena di bujuk oleh Leon, Cathy dan Rose supaya berdiri, akhirnya Sylvia berdiri kembali. Masalah dengan Sylvia sudah selesai,


“Ok sekarang kita sudah mendengar cerita Sylvia sama, jadi sekarang sudah jelas masalah nya, tapi sebelum kita menentukan langkah selanjutnya......” Ujar Leon.


Leon mengangkat nodachi nya dan mengacungkan nya di depan Marvel yang berdiri di sebelah Ria. Karena kaget Marvel langsung mengangkat tangannya sambil tersenyum pasrah.

__ADS_1


“Siapa kamu ?” Tanya Leon dengan tatapan garang.


"Ah.......hahahaha...." Jawab Marvel yang mengangkat tangan nya dengan wajah yang pucat karena mata pedang Leon ada persis di depan hidung nya.


__ADS_2