Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 12


__ADS_3

Ria mengamati jasad Lazar, dia mengenali jasad itu, menurutnya Lazar atau yang bernama asli Alfonso Erugia adalah noble dari kota di utara tower yaitu kota Kilidan.


“Ingat tidak, yang aku sempat pergi selama dua minggu, aku mengantar pedagang ke kota Kilidan bersama Oscar dan Mabel, aku bertemu dia di sana, dia memang sombong.” Ujar Ria.


“Begitu ya, kalau Memphis ? apa ada gambaran dia itu siapa ?” Tanya Leon.


“Sama sekali tidak ada gambaran, aku baru pernah dengar.” Jawab Ria.


“Jadi, kita apakan jasad nya ini ?” Tanya Cathy.


“Hmm...sepertinya harus kita bawa, Rose bisa bekukan dia dan masukkan ke tas ?” Tanya Ria.


“Baik nee san....” Jawab Rose.


Rose langsung mengarahkan tongkatnya pada jasad Lazar dan jasad itu langsung terbungkus dengan bongkahan es. Rose memasukkan bongkahan itu ke dalam tasnya.


“Dia berceloteh tentang menghancurkan segel dan membebaskan dewa kejahatan Amadeus. Berarti ramalan itu benar.” Ujar Rex.


“Kita harus segera melaporkan hal ini kepada Jared ossan...” Ujar Paul.


“Benar, kita harus kembali....” Tambah Sarah.


“Kalian lupa ya, tugas kita kan menjaga batu segel, lagi pula ini baru lantai 20, masih 50 lantai lagi kita baru bisa sampai sana.” Tambah Leon.


“Tapi mereka benar, harus ada yang kembali dan melaporkan.” Ujar Ria.


“Kalau begitu begini saja, Ria nee san temani Paul, Sarah dan Rex kembali, bawa saja tas dimensi ku, karena tas dimensi ku kosong, Rose pindahkan saja dua bongkahan es itu ke tas ku.” Usul Cathy.


“Jadi maksudnya kalian bertiga yang di sini ?” Tanya Sarah.


“Ya, kita bertiga sudah lebih dari cukup.” Jawab Leon.


Ria berpikir sejenak, dia sebenarnya ingin lanjut sampai lantai 70, tapi tidak mungkin kalau membiarkan Paul, Sarah, Rex kembali sendiri. Tapi setelah melihat ketiga adiknya, dia berpikir kalau dia ikut mereka mungkin nanti malah mengganggu mereka, akhirnya dia memutuskan.


“Baiklah, aku berama Paul, Sarah dan Rex kembali ke kota. Tapi janji ya, kalian bertiga harus hati hati.” Balas Ria.


“Siap nee san, kayak ga tahu siapa kita saja hehe.” Balas Rose.


Akhirnya Rose memindahan dua bongkahan es itu ke dalam tas Cathy dan memberikan nya kepada Ria. Setelah itu, Ria, Paul, Sarah dan Rex masuk ke lingkaran teleport untuk kembali ke lantai 1 dan keluar dari tower. Leon, Cathy dan Rose melihat tangga naik ke atas.


“Sip ayo kita berangkat, sekarang tidak perlu menahan diri.....” Ujar Leon.


“Iya benar, dari tadi aku menahan diri dengan mengurangi jauh pemakaian tenaga ku.” Tambah Cathy.


“Jadi aku boleh pakai jurus jurus sihir baru ?” Tanya Rose.


“Tidak, nanti kamu malah menghancurkan menara ini.” Jawab Leon dan Cathy bersamaan.


“Yaaaah...kok gitu.” Balas Rose kecewa.


Akhirnya ketiganya langsung naik ke lantai 21 yang di isi oleh monster fire lizard dan corossive spider. Dengan mudah mereka mengatasi nya, hampir semuanya sekali sentuh saja beres oleh ketiganya. Kadang mereka menyerang bersamaan dan sebagain kabur. Ketika sampai lantai 25, mereka bertemu dengan boss salamander, monster berbentuk kadal raksasa berwarna merah dan menyemburkan api. Tidak pakai lama, monster itu terkapar dan menghilang meninggalkan kristal sihirnya. Ketiganya terus berlari naik ke atas menuju lantai 70, mereka melewati dengan cepat boss dan mengambil kristal juga drop item nya. Singkat cerita, mereka akhirnya tiba di pintu gerbang boss lantai 60. Ketika membuka gerbang, boss di dalam sudah menunggu, boss itu adalah monster berbentuk manusia dengan kepala banteng dan kaki banteng yang sangat besar, tubuh nya tiga kali lebih besar dari Leon, nafas nya memburu dari hidung nya yang memakai anting bundar, tanduk nya terlihat tajam dan berlapis, dia membawa sebuah kapak besar dengan tubuh di selimuti armor tebal.


“Uoooooooong.” Monster itu meraung kencang menggetarkan seluruh ruangan.


Leon, Cathy dan Rose berdiri di depan nya sambil melihat ke atas, sedangkan monster itu melihat ke bawah.


“Sepertinya yang ini kita harus melawan nya bertiga.” Ujar Leon sambil bersiap siap.


“Ya, aku berikan bleesing ku pada mu.” Cathy mengangkat tangan nya dan tubuh Leon langsung di selimuti cahya kuning.


“Ok onii chan, serang, aku dan onee chan bertahan di sini.” Ujar Rose.


“Baik...”


Leon langsung melompat menghunus pedangnya, sementara monster itu mengayunkan kapak besar nya. Leon menangkis kapak itu, tapi tubuhnya terbawa ayunan kapak itu karena dia di udara dan sedikit lengah. Leon jatuh tapi dia menjejakkan kaki nya ke tanah dan kapak itu menghantam nya dari atas. Debu asap dan getaran menyebar keseluruh ruangan.


“Leooon (Cathy)....onii chan (Rose).....” Teriak Cathy dan Rose bersamaan.


“Uooooh......” Leon menghentakkan tenaganya dan kapak besar itu terpental dari pedang nya.


Leon langsung maju menyabetkan pedang nya dan berhasil melukai kaki monster besar itu, dia menyelinap ke belakang monster itu dan melompat,


“Fire nodachi : 1000 slash.”


Dengan menempelkan jari ke pangkal mata pedang dan menarik nya ke ujung mata pedang, seluruh pedang itu menjadi berwarna merah terbakar dan sangat panas, kemudian dengan kecepatan luar biasa, Leon menyabetkan pedang nya kesegala arah sampai sabetan nya tidak terlihat lagi. Yang terlihat hanyalah bayangan sabetan berwarna nyala api merah dan menghantam punggung monster itu.

__ADS_1


“Graaaaaaaah....” Monster itu berteriak kesakitan dan tubuhnya limbung jatuh ke depan.


Di bawah Cathy langsung mengangkat kedua gadanya dan muncullah lingkaran sihir berwarna kuning terang di atas gada nya.


“Spike barrier.”


Pelindung setengah lingkaran berduri tajam menutupi dirinya dan Rose di sebelah nya. Tubuh monster yang jatuh itu menghantam pelindung dan tertusuk oleh duri duri tajam di pelindung. Membuat monster berteriak kesakitan.


“Rose sekarang....serang jantung nya.” Teriak Cathy.


“Baik.”


Rose mengangkat tongkat nya dan seluruh tongkatnya di selimuti cahaya warna warni.


“Elemental blast.”


Sinar berwarna warni yang bergulung seperti pelangi keluar dari lingkaran sihir di depan tongkatnya, langsung menembus dada monster besar itu. Leon yang masih di udara memantukan sinar itu menggunakan pedang nya dan menembus tubuh monster itu lagi, kemudian sinar itu memantul kembali ke Leon setelah mengenai pelindung Cathy.


“Triangle elemental blaster.”  Teriak ketiganya.


Tubuh monster besar itu terpotong potong dan tertembus membuatnya mati seketika dan hancur menyerpih, menyisakan kristal sihir, sepotong tanduk dan sebuah pedang pendek dari emas. Leon turun ke bawah dan mengambil kristal, tanduk kemudian pedang pendek nya.


“Wah pedang pendek ini boleh buat ku ?” Tanya Leon.


“Ambil saja, aku tidak pakai.” Jawab Cathy.


“Yap, aku juga tidak perlu.” Tambah Rose.


“Sip makasih nee san....Rose.” Ujar Leon sambil menyematkan pedang pendek nya di pinggangnya.


Mereka langsung naik ke atas menuju lantai 61, begitu sampai, mereka menemukan manusia manusia batu berwarna abu abu dan hitam yang sedikit lebih besar dari mereka. Tentu saja untuk mereka monster itu tidak ada artinya dan dengan cepat mereka menuju lantai 70.


“Ok, berarti batu segel itu ada di dalam sini ya.” Ujar Leon sambil melihat gerbang besar di depan nya.


“Ya, ayo masuk...” Ujar Cathy.


“Wah kira kira boss nya seperti apa ya....” Ujar Rose dengan ceria.


“Sekarang kita akan tahu.....”


“Sepertinya itu ya batu segel nya ?” Tanya Leon yang memang belum pernah melihatnya.


“Sepertinya begitu, tidak ada apa apa lagi di sini selain batu itu.” Ujar Cathy.


“Lalu dimana boss nya ?” Tanya Rose.


“Entahlah, tapi aku merasakan ada sesuatu yang lain.” Jawab Leon.


“Sama aku juga...” Tambah Cathy.


“Eh...ada yang keluar dari balik altar...” Tunjuk Rose.


Seorang wanita keluar dari balik altar, dia tampak seperti wanita biasa yang mengenakan pakaian maid. Tapi jika di perhatikan, di tangan dan kaki nya terlihat sambungan seperti manequin, wajahnya juga kaku seperti robot walau cantik dengan rambut merah nya yang bergelombang.


“Selamat datang di lantai 70 Skytower. Nama ku 41-734 atau Fumie sama biasa memanggil ku Altea. Aku adalah golem penjaga menara ini, Siapa kalian ?” Tanya Altea.


“Eh Fumie sama ? maksudmu sage yang ada di dalam legenda ?” Tanya Rose.


“Legenda ? Fumie sama baru pergi kemarin bersama Yuuta sama dan Hinako sama..setelah itu aku tertidur dan terbangun karena kalian datang, aku pikir mereka kembali. Siapa kalian, kenapa kalian kesini, mana Fumie sama ?” Tanya Altea.


“Eh....berarti...kamu tidur selama 2000 tahun lebih ?” Tanya Cathy.


“Tidak tahu....dimana Fumie sama, Yuuta sama, Hinako sama...siapa kalian, kenapa kalian memiliki hawa yang sama dengan mereka...” Ujar Altea sambil bersiap siap.


Kedua tangan nya berubah menjadi pedang dan dia memasang kuda kuda nya. Matanya menyala merah dan siap menyerang.


“Intruder alert, self defense mode activated, attack mode activated. Prepare to attack.” Gumam Altea seperti robot.


“Sepertinya dia tidak bisa di ajak bicara lagi.” Ujar Leon bersiap dan mencabut pedang nodachi nya.


“Bersiaplah...sepertinya dia kuat.” Tambah Cathy


“Dia robot...oh tidak, perasaan ku jadi meluap luap kesenangan hehe. Aku ingin membedah nya.” Tambah Rose.


Tiba tiba saja, kaki dan punggung Altea terbuka, roket pendorong keluar dari punggung dan kaki nya, dia melompat ke depan dan terbang menuju Leon menggunakan roket nya. Altea menghunus tangan nya yang menjadi pedang kepada Leon yang langsung menangkisnya, gelombang benturan keluar dan serangan Altea bisa membuat Leon mundur selangkah. Leon menghentakkan pedang nya dan menyabet ke arah Altea yang mundur melayang dengan roket nya. Adu pedang dengan kecepatan tinggi terjadi antara Leon dan Altea.

__ADS_1


“Leoooon...” Teriak Cathy.


“Mundur nee san....aku tidak apa apa, dia kuat.” Teriak Leon.


“Aku tidak bisa menembak nya, dia cepat sekali....” Teriak Rose.


“Jangan berbuat apa apa Rose.....” Teriak Leon.


Leon terus mengadu pedang dengan Altea yang terus merangsek maju tanpa bisa di ajak bicara lagi, tapi Leon masih sedikit lebih kuat dari nya dan dia bisa menekan Altea mundur. Akhirnya mereka terpisah dan menjaga jarak.


“Commencing : Knight golem.”


Altea merentangkan tangan nya, dari ujung kedua pedang nya muncul portal hitam, “Cklink...Cklink..” dari dalam portal itu keluar dua ksatria berbaju zirah lengkap dengan tubuh separuh kuda dan membawa tombak panjang. Kedua ksatria berbadan kuda itu tampak seperti robot.


“Kita tidak bisa melawan nya dengan senjata biasa.....” Ujar Leon.


“Ya, keluarkan senjata asli kita.” Tambah Cathy.


“Ok ok....jangan salahkan aku ya kalau kenapa napa...” Tambah Rose.


Leon mengeluarkan senjata asli nya dari tas dimensi nya, begitu juga Cathy dan Rose karena senjata asli milik Cathy di titipkan kepada Rose, yaitu dua gada emas dan perak.


“Pedang itu.....milik Yuuta sama, kedua gada itu milik Hinako sama dan buku grimoire itu milik Fumie sama....kenapa semua senjata mereka bisa ada pada kalian ? Siapa kalian sebenarnya ?” Tanya Altea.


“Akan kami jelaskan, tapi bersediakah kamu mendengarkan penjelasan kami tanpa bertarung ?” Tanya Leon.


“Baiklah.... self defense mode deactivated, attack mode deactivated.” Ujar Altea seperti robot.


Kedua ksatria bertubuh kuda itu masuk kembali ke dalam portal. Altea menjentikkan jarinya dan keluarlah sebuah meja lengkap dengan kursinya di tengah tengah ruangan. Kemudian Altea sendiri menyuguhkan teh kepada ketiganya yang sudah duduk. Setelah menuangkan teh untuk mereka, Altea berdiri di depan mereka bertiga. Ketiganya langsung menceritakan soal legendan yang mereka baca di buku bertulisan jepang dan ramalan nya, mereka juga bercerita tentang apa yang terjadi sekarang dan mengenai sekte yang berusaha membangkitkan dewa kejahatan Amadeus dengan menghancurkan batu segel. Altea mendengarkan nya dengan seksama dengan wajah tanpa ekspresi.


“Affirmative, jadi aku tidur selama 2000 tahun lebih dan mereka sudah tidak ada lagi. Aku perkenalkan diri ku sekali lagi, aku adalah golem yang di ciptakan oleh Fumie sama untuk menjaga menara ini dan batu segel di dalam nya. Ada 5 batu segel yang di taruh di setiap kerajaan di benua ini.” Ujar Altea.


“Hmm begitu ya, berarti sasaran sekte mereka adalah batu segel kerajaan ini.”


“Kalau Memphis kamu kenal Altea ?” Tanya Cathy.


“Tidak aku tidak kenal, tapi sekte yang kalian sebutkan tadi, aku mengenal nya. Mereka adalah musuh Yuuta sama, Hinako sama dan Fumie sama, namanya sekte Black templar. Tapi setahu ku, setelah Yuuta sama, Hinako sama dan Fumie sama berhasil menyegel dewa mereka, mereka sudah tidak ada lagi.”


“Hmmm berarti sekte itu ada lebih dari 2000 tahun lalu, yang sekarang sama dengan yang dulu atau tidak kita tidak tahu.” Gumam Cathy.


“Benar, kita tidak bisa memastikan nya sekarang, Altea saja bilang kalau setelah dewa kejahatan di segel, sekte itu sudah tidak ada lagi.” Tambah Leon.


“Tapi kurasa segel itu akan aman selama ada Altea kan, kita tidak perlu menjaganya.” Tambah Rose.


“Yah kalau hanya menghadapi demon demon seperti tadi, Altea memang cukup. Tapi kita tidak tahu, sebaiknya kita tetap di sini dulu sementara.” Ujar Leon.


“Ne ne Altea....bisa ceritakan soal Fumie sama kepada ku hehe ?” Tanya Rose sambil mendekati Altea.


“Silahkan naik ke atas, di atas ada kamar mereka yang biasa mereka gunakan untuk beristirahat.” Ujar Altea sambil berjalan ke balik Altar.


Leon, Cathy dan Rose mengikuti Altea, kemudian Altea menekan dinding dan dinding di sebelahnya terbuka. Leon, Cathy dan Rose kaget, karena di balik dinding itu tidak ada tangga, melainkan sebuah ruangan kecil seperti lift.


“Silahkan....”


Altea meminta ketiganya masuk ke dalam, di panel sebelah kanan lift, hanya  ada satu tombol naik ke atas dengan angka 100 di tengah nya dan satu tombol turun ke bawah di panel sebelah kanan nya. Altea masuk dan menekan panel di sebelah kiri, lift bergerak naik ke atas. Leon dan Cathy sedikit berdebar debar, sedangkan Rose melompat lompat kegirangan. Lift berhenti dan pintu langsung terbuka, Altea mempersilahkan ketiganya keluar.


“Haaaaah....ini tidak salah ?” Teriak ketiganya ketika melihat pemandangan di balik pintu.


Ternyata ruangan itu adalah ruangan yang sama dengan lantai observasi lengkap dengan teropong teropong koin nya dengan pemandangan seluruh kota tokyo di luar jendela. Di tengah tengah ruangan itu ada sofa yang terlihat nyaman dan sebuah tempat tidur di kanan nya. Di sebelah kiri ada bar yang menyediakan macam macam minuman dan makanan kecil.


“Ini jepang ?” Tanya ketiganya.


“Benar, ini adalah dunia asal dari Yuuta sama, Hinako sama dan Fumie sama yang mereka ciptakan sesuai ingatan mereka ketika mereka berumur 35 tahun di dunia ini.” Jawab Altea.


Ketiganya langsung terdiam, berarti Hero Yuuta, Saint Hinako dan Sage Fumi tidak bisa pulang ke dunia nya setelah di panggil dan menghabiskan waktu mereka di dunia ini dengan perasaan kangen dengan dunia nya. Lalu mereka menyadari, kalau pemandangan di depan mereka itu adalah pemandangan yang juga mereka lihat sebelum meninggal, berarti ketiga pahlawan itu di panggil di tahun yang sama dengan mereka meninggal.


“Sepertinya kalian mengenal dunia ini, siapa kalian sebenarnya ?” Tanya Altea lagi.


Akhirnya ketiganya menceritakan kepada Altea kalau mereka juga berasal dari dunia yang sama dengan ketiga pahlawan itu. Altea mengerti dan dia menekan sebuah tombol di dinding. Di sebelah dinding itu muncul sebuah papan tulis yang berisikan tulisan dalam bahasa jepang. Hanya ada tiga tulisan yang di berikan dewi kepada ketiga pahlawan dan mereka menuliskan nya, isinya adalah Shadoukira, Budoha Hime dan Fantomu X.


“Eh....” Ketiga nya kaget ketika membacanya.


“Kalian tahu artinya ?” Tanya Altea.


“Kenapa nama itu ada di sini.....” Pikir Leon, Cathy dan Rose dalam hati dengan wajah pucat.

__ADS_1


Ketiganya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain sambil menatap tajam.


__ADS_2