
Seminggu setelah insiden di akademi, Oscar dan Mabel datang ke rumah dan bertemu dengan Ria. Setelah di jelaskan oleh Ria keadaan nya, keduanya bersedia untuk membantu. Ria juga akan ikut bersama mereka untuk menyelidiki guild petualang dan kembali menjadi petualang di temani oleh Altea yang memang di tugasi oleh Leon, Cathy dan Rose untuk menjaga Ria, alasan Ria ikut karena di minta oleh Oscar untuk sekalian mendaftar. Setelah Leon, Cathy dan Rose pergi ke akademi, Ria, Oscar, Mabel dan Altea pergi ke guild petualang untuk mendaftarkan diri kembali dengan menggunakan kartu milik mereka, kecuali Altea yang karena golem, dia di daftarkan menjadi familiar milik Ria. Ketika mereka sedang menunggu petugas yang sedang mendaftarkan mereka di counter,
“Hmm di sini sedikit berbeda atmosfernya.” Ujar Oscar.
“Benar, aku juga merasakan nya sejak masuk tadi.” Tambah Ria.
“Ria sama, ada beberapa orang yang melihat kita, mau ku bereskan ?” Tanya Altea dengan wajah tanpa ekspresi.
“Wah jangan...mereka hanya bingung melihat kita biarkan saja....” Jawab Ria.
Di dalam guild banyak sekali petualang berwajah bengis yang hanya duduk tidak bekerja sambil minum minum di pagi hari, mereka melihat Ria dan lainnya dengan pandangan yang kurang enak di lihat. Ria mengajak Altea, Oscar dan Mabel untuk duduk di meja, sebab di counter mereka menjadi pusat perhatian. Baru saja ingin beranjak dari counter, petugas memanggil mereka dan mengatakan guild master ingin menemui mereka.
“Hmm langsung di ajak naik ketemu guild master.” Gumam Ria.
“Kita lihat saja apa mau nya...” Balas Oscar.
Mereka naik ke atas mengikuti petugas counter yang menuju ruangan guild master di lantai dua. Petugas counter masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di ujung lorong. Ria dan lainnya menunggu di luar, tak lama kemudian, petuga counter keluar membuka pintu dan meminta semuanya masuk ke dalam. Di dalam sudah menunggu seorang pria paruh baya dari ras manusia yang berwajah bengis.
“Namaku baron Brody Kleinas. Aku adalah guild master di ibukota. Selamat datang di guild ibukota, viscount Valeria Heinz sama.” Sapanya dengan sombong dan tersenyum sinis.
“Terima kasih baron Brody atas sambutan nya, langsung saja, ada apa memanggil kita ke sini ?” Tanya Ria langsung.
“Ah, sebelum nya aku ucapkan terima kasih kepada Oscar.” Balas Brody.
“Hah...maksudnya apa ?” Tanya Ria.
“Oscar bisa jelaskan ?” Tambah Mabel.
“Ah hahaha...sama sama guild master Brody....” Ujar Oscar.
Tiba tiba Oscar langsung mengikat Altea di samping nya dengan rantai dan menggunakan sihir listrik nya untuk menyetrum Altea sampai Altea menjadi kaku.
“Apa yang kamu lakukan Oscar.....” Teriak Ria sambil mencabut pedangnya.
Dari dalam ruangan keluar banyak sekali petualang dan prajurit mengepung Ria dan Mabel.
“Sekali lagi aku ucapkan selamat datang Valeria Gretude Ingresia ojo tenka dan Marvelius Weisteros Astarte oji sama.” Sapa Brody sambil berjalan mendekati keduanya dengan senyuman licik.
Ria langsung menoleh kepada Mabel, sebab setahu Ria kerajaan Astarte adalah kerajaan elf, tapi mabel berwujud manusia. Tiba tiba Oscar menarik kalung yang di pakai Mabel dari belakang dan memutuskan nya. Wujud Mabel langsung berubah, telinganya menjadi panjang dan rambutnya yang sebelum nya berwarna hitam menjadi pirang seperti emas, tapi tubuh nya membesar dan menyobek pakaian nya karena dia berubah menjadi laki laki. Ria ternganga melihat nya,
“Haaaah...kamu laki laki ? berarti....berarti...waktu mandi di sungai waktu kita sama sama waaaaaaa....” Teriak Ria dengan wajah merah dan memeluk tubuh nya sendiri.
“Aduh Ria, sekarang hal itu tidak penting kan....” Balas Marvel.
“Aaaaah....aku tidak bisa menikah...kamu sudah lihat semuanya huuuu.” Teriak Ria sambil menutup wajah nya.
“Iya iya maaf......aku terpaksa menyamar jadi manusia perempuan....untuk menghindari pengejaran. Maafkan aku.” Ujar Marvel untuk menenangkan Ria.
Oscar mendekati keduanya, tentu saja Ria langsung menyerang Oscar, tapi Oscar merubah tangannya menjadi cakar hitam besar dan menangkap pedang Ria.
__ADS_1
“Maaf Ria, Mabel, jangan sakit hati pada ku ya....aku hanya mencari penghasilan hahaha.” Ujar Oscar.
“Awas kamu Oscar....jangan harap aku akan memaafkan mu...” Ujar Ria.
“Tunggu saja, suatu hari nanti, aku pasti akan membunuh mu.” Tambah Marvel.
Para prajurit dan petualang langsung meringkus Ria dan Marvel, mereka mengambil kedua senjata mereka.
“Bawa mereka.....ayo Oscar...kita bicarakan soal hadiah mu.” Ujar Brody sambil menepuk punggung Oscar.
“Nah itu yang kutunggu guildmaster.” Balas Oscar.
“Oscaaaaaar......” Teriak Ria dan Marvel yang sedang di bawa bersamaan.
Beberapa prajurit juga membawa Altea yang sudah kaku dan di ikat oleh rantai bersama dengan Ria dan Marvel. Mereka masih belum tahu akan di bawa dan di paksa mengikuti para prajurit.
***
Sementara itu di akademi, Leon, Cathy dan Rose masih belum mengetahui apa yang menimpa Ria dan Altea. Mereka sedang bertemu dengan Vince di ruang student council bersama enam anggota lain nya. Sylvia juga hadir di sana, karena dia adalah salah satu anggota student council.
“Leon sama, kemarin kepala sekolah mendapat kunjungan pribadi dari count Aaron Karlsten mengenai kematian anak nya Elrond yang merupakan siswa di akademi ini dan adik iparnya Wendell. Dia minta pertanggung jawaban akademi atas kematian keduanya nya minggu lalu. Sebab dia punya saksi yang melihat siswa akademi kita yang membunuh nya.”
“Hooo begitu ya, bukan kah kita hanya membela diri di sini ?” Balas Leon.
“Iya benar, dia yang menyerang kita dan bahkan berani menculik ku, justru sebenarnya Leon sama, Cathy sama, Rose sama berjasa, aku akan melapor kepada papa ku, aku tidak bisa terima dia seenak nya seperti ini, waktu mereka datang ke singgasana juga dia bersuara paling kencang menolak keputusan papa.” Tambah Sylvia yang geram.
“Sabar Sylvia ojo tenka....kepala akademi sudah mengacuhkan nya dan akan memberitahu raja perihal ini. Count Karlsten sepertinya tidak terima dan dia pergi dalam keadaan marah kemarin. Untuk itulah aku memanggil Leon sama, Cathy sama dan Rose sama untuk memperingati kalian, kemungkinan dia akan berbuat sesuatu yang tidak kita inginkan.”
Vince dan Sylvia langsung menceritakan kalau count Aaron Karlsten adalah seorang noble yang di hormati oleh para penduduk di kawasan kumuh karena dia yang membangun kawasan itu. Padahal isi kawasan kumuh itu kebanyakan kriminal, bandit, penipu, pembunuh, penyeludup budak dan monster langka. Dia juga yang termasuk di curigai berhubungan dengan kerajaan Ingresia dan di tambah kesaksian dari Sylvia tentang demon yang menculik nya dan ternyata adalah anak dari count Karlsten, sekarang dia juga di curigai ada hubungan nya dengan sekte.
“Hmm benar juga, kemarin sebelum si babi itu mati di panah, dia ingin mengatakan sesuatu...Mem.....gitu.” ujar Rose.
“Memphis......” Balas Leon.
“Aku baru pernah mendengar nama itu, bisa ceritakan ?” Tanya Vince.
Leon, Cathy dan Rose menceritakan kejadian yang mereka alami di Skytower dan pertama kali nya mereka mendengar nama Memphis keluar dari mulut seorang demon yang ketika kembali ke wujud aslinya adalah seorang noble. Selain itu, ketiganya juga menceritakan ketika Sylvia baru pindah ke Lindwurm, dia langsung di serang oleh siswa akademi yang bisa berubah menjadi demon, kemudian di ketahui kalau ke enam anggota student council ternyata bisa berubah menjadi demon juga dan mereka membunuh 40 orang siswa akademi. Menurut Rose dan Cathy, Wendell hampir menyebutkan nama itu sebelum di bungkam.
“Hmm....begitu ya....” Balas Vince sambil berpikir.
“Terus terang saja, seperti di kota Lindwurm, ada kemungkinan mereka juga bersarang di akademi ini, buktinya adalah para petualang bandit itu bisa masuk ke sini dan menyamar menjadi siswa.” Ujar Leon.
“Jadi menurut kalian ada pengkhianat di akademi ini ?” Tanya seorang anggota student council.
“Bukan pengkhianat, melainkan mereka bermarkas di akademi ini.” Balas Leon yang menjawab nya.
“Masuk akal, seperti yang kita semua tahu, akademi ini di lapisi oleh pelindung, hanya murid dan staff yang memiliki lambang saja yang bisa masuk ke sini, mereka bisa masuk dan mendapatkan seragam akademi berarti ada orang dalam yang memang membantu mereka.”
“Di tambah serangan panah di kelas kita yang mengarah ke Sylvia sama, sudah jelas mereka ada di akademi ini. Tidak ada yang bisa masuk ke sini kan, berarti yang memanah tidak mungkin orang luar.” Tambah Cathy.
__ADS_1
“Huuuh...padahal penjagaan akademi ini ketat loh...kok bisa ya...” Ujar seorang siswi anggota student council.
“Sepertinya kita harus melakukan sweeping di dalam akademi.” Tambah seorang siswa lain lagi anggota student council.
“Jangan, kita tidak boleh bertindak sembarangan, bisa membahayakan semuanya.” Bantah seorang anggota student council lagi.
Akhinya mereka berdebat sendiri untuk menentukan langkah apa yang akan mereka ambil untuk mengantisipasi hal ini. Selagi para anggota student council berdebat, terdengar suara berisik dan ramai dari arah gerbang yang memang terlihat dari ruangan student council. Karena penasaran, Leon, Cathy dan Rose berjalan menuju jendela untuk melihat keluar, ternyata di depan gerbang, ramai orang orang berpakaian lusuh seperti sedang mengepung gerbang, seorang pria paruh baya yang terlihat keren karena memakai pakaian bagus seperti bangsawan, terlihat sedang berdebat dengan penjaga yang tidak mengijinkan nya masuk. Tidak ada yang bisa masuk, karena mereka tidak bisa melewati pelindung yang di pasang.
“Onii chan...lihat sebelah sana.....” Tunjuk Rose ke arah dinding pembatas yang ada di samping.
Leon dan Cathy menoleh, mereka melihat beberapa orang berseragam melompati dinding dan masuk ke area akademi, di dalam mereka membuka seragam nya kemudian melemparkan nya keluar melalui dinding pembatas. Tak lama kemudian ada beberapa orang berseragam lagi masuk ke dalam melalui dinding pembatas kemudian melemparkan seragam nya lagi ke luar, mereka melakukan nya beberapa kali sampai akhirnya ada sekitar 15 orang bertampang lusuh dan berpakaian jelek berada di dalam area akademi. Leon langsung memberitahu Vince dan Sylvia supaya melihat sendiri apa yang mereka lihat.
“Gawat, cepat kumpulkan teman teman yang bisa bertarung dan hadang mereka dari pintu samping gedung...” Teriak Vince kepada seluruh anggotanya.
Semua langsung berlari keluar kecuali Sylvia, Leon, Cathy dan Rose. Mereka kembali melihat ke jendela dan bangsawan yang berdebat itu terlihat seperti sengaja. Sylvia memperhatikan bangsawan itu dari kejauhan dan ternyata dia mengenalinya, menurut Sylvia bangsawan itu adalah count Aaron Karlsten.
“Seperti yang kubilang tadi, dia adalah pahlawan kaum bandit di kawasan kumuh, wajar sekali dia mengerahkan pasukan bandit itu kesini.” Ujar Sylvia.
“Ini ada yang salah, membuat aksi protes di gerbang, menyusup dengan sengaja ke dalam dan terang terangan, sepertinya mereka sedang mengalihkan kita dari sesuatu....” Ujar Cathy.
“Aku juga merasa begitu, Sylvia sama, jangan jauh jauh dari ku....” Tambah Leon.
“Aaaah Leooon samaaaa....” Sylvia langsung merangkul lengan Leon dan tesenyum sangat lebar.
“Eh....maksudku bukan begini...” Balas Leon yang wajah nya mulai merah padam dan ketakutan.
“Heeeeei.....jangan bercanda ojo tenka....lepaaaaaas.” Teriak Rose sambil menarik Sylvia.
“Hei, kenapa kalian tidak keluar ?” Tanya seorang pria yang berdiri di depan ruang student council.
Leon, Cathy dan Rose menoleh, begitu melihat siapa yang datang, mereka langsung maju ke depan Sylvia dan mengawal nya. Yang datang adalah sensei wali kelas mereka Jules sensei. Leon, Cathy dan Rose melihat sebuah crossbow yang di pegang sensei di tangan nya.
“Hohooo jadi yang menembakkan panah waku itu dirimu ya sensei ?” Tanya Rose.
“Ah maaf aku lupa menyimpan nya....” Jules langsung mengarahkan crosbownya kepada ketiganya dan menembak kan beberapa panah.
Cathy mengangkat tangan nya dan keluarlah pelindung setengah lingkaran yang menangkis semua crossbow itu. Leon langsung melompat keluar dari pelindung dan menerkam Jules. Tapi Jules menghilang, ketika mendarat, Leon langsung berbalik dan melihat pelindung masih menyala dan Sylvia aman di dalam nya. Leon berlari keluar ruangan dan melihat sekeliling, tidak ada tanda tanda Jules sensei sama sekali, dia menghilang begitu saja seperti menguap di udara.
“Kyaaaaaaaah....” Terdengar teriakan dari ujung lorong.
Leon menoleh dan melihat seorang sensei perempuan sedang jatuh terduduk dan ruang kepala akademi terbuka, Leon langsung berlari mendekati sensei itu,
“Ada apa sensei ?” Tanya Leon.
Sensei itu tidak menjawab, dia hanya menunjuk ke dalam ruangan sambil terduduk dan wajah yang terlihat sangat pucat. Leon berdiri dan melihat ke dalam ruang kepala akademi. Leon langsung kaget karena melihat kepala akademi sudah meninggal dalam keadaan terduduk di kursi nya dengan dada dan kepala tertancap panah. Ketika Leon mau masuk ke dalam ruangan, sensei itu mencegahnya dan dia akan memanggil penjaga. Tapi dari luar terdengar keriuhan, Leon masuk ke ruang staff bersama sensei dan melihat keluar jendela, gerbang sudah tertembus dan pelindung hilang, kerumunan orang yang sebelum nya tidak bisa masuk, sekarang berlarian masuk dan membunuh para penjaga dengan brutal. Sepertinya Jules yang membunuh kepala akademi dan membuka selubung akademi. Leon berdiri dan bermaksud kembali ke ruang student council, dia pamit kepada sensei,
“Sensei....aku pergi...” Ujar Leon.
“Mau.....kemana ? jangan tinggalkan aku sendirian.” Tanya sensei perempuan itu sambil membetulkan kacamatanya dengan tangan dan kaki yang gemetar.
__ADS_1
“Ahh ayo ikut sensei, ke ruang student council.....” Balas Leon.
Akhirnya Leon yang menarik lengan sensei supaya ikut dengan nya, kembali ke ruang student council dan mengunci pintu nya. Kemudian Leon dan sensei menghampiri Cathy, Rose dan Sylvia yang sedang melihat keluar jendela.