
Demon itu mulai melayang dan terbang di udara. Leon dan Cathy melihat ke atas, Rose melayang, Altea langsung menyatu dengan diri nya dan menjadi pakaian mecha yang menyelimuti tubuh Rose.
“Rose...jangan pakai jurus apa apa....nanti semua hancur....” Teriak Leon.
“Lah jadi gimana ? pukul pukulan gitu ? mana bisa ?” Teriak Rose.
“Ngapain kek, pokok nya jangan hancurkan tempat ini.” Teriak Cathy.
“Ah nyusahin saja....ayo Altea kita pakai itu....” Ujar Rose.
“Baik Rose sama....”
“Hah...itu ?” Tanya Leon dan Cathy bersamaan.
Pakaian mecha Rose mulai terbuka dan semua senapan gatling milik Altea keluar, Rose langsung nyengir,
“Tembaaaaak....” Ujar Rose.
Semua senjata tanpa terkecuali menembak demon yang melayang itu, awalnya demon itu bisa menghindarinya dan melarikan diri tapi karena tembakan Rose semakin banyak akhirnya demon itu terkena dan langsung di berondong oleh perluru dengan bermacam macam sinar.
“Graaaaaah.....” Demon itu berteriak karena seluruh tubuhnya berlubang.
Akhirnya dia jatuh dan tidak bangun lagi, tubuh nya terurai dan menghilang menjadi kristal yang jatuh bersama sepasang zirah sarung tangan berpisau.
“Ah ini senjata Yuuta sama dulu.....” Ujar Haomaru melihat sepasang sarung tangan itu.
Leon langsung mengambil nya dan memakai nya, ternyata sarung tangan itu langsung lekat di tangan nya dan mengikuti bentuk tangan nya seperti kain yang berkilau merah ke hitaman. Dari pergelangan tangan sampai lengan nya keluar tiga buah pisau dan kepalan nya di tutupi dengan besi putih.
“Wow...keren juga nih....” Ujar Leon sambil mengamati tangan nya.
“Iya keren....” Tambah Cathy.
Rose mendarat di dekat keduanya dan mengamati sarung tangan yang di pakai Leon,
“Hmm kok kayaknya pernah liat ya sarung tangan seperti ini...” Ujar Rose.
“Tentu saja, sarung tangan itu rancangan Yuuta sama dari sebuah anime kesukaan nya tentang pahlawan berjubah phoenix.” Ujar Haomaru.
“Pantas....aku mengenali nya.” Balas Rose.
“Sudahlah, ayo lanjut, kita belum sampai ke lantai 70.” Ajak Leon.
Akhirnya mereka berlari melanjutkan untuk turun menuju lantai 70, lantai demi lantai mereka bersihkan dan akhirnya merek sampai di sebuah gerbang besar di lantai 70. Leon langsung membuka gerbang nya dan mereka melihat batu segel sudah hancur.
“Oh tidak, ternyata batu segel di sini juga sudah hancur...” Ujar Haomaru.
“Kamu tahu apa yang terjadi ?” Tanya Leon.
“Aku hanya tahu, aku melawan segerombolan orang dan mereka berhasil membuat ku tidur, lalu ketika terbangun aku sudah di tangan Leon sama.” Jawab Haormaru.
“Hmm berarti para petualang yang menjelajahi dungeon ini.” Gumam Leon.
“Aku rasa mereka bukan petualang, selain kuat, pakaian mereka terlihat asing.” Ujar Haomaru.
“Begitu ya, bisa gambarkan seperti apa ?” Tanya Cathy.
“Dia memakai pakaian bishop atau petinggi religi, dia datang bersama dengan beberapa petualang, aku kalah darinya.” Jawab Haomaru.
“Ok aku sudah tahu dan bisa mengira ngira siapanya.” Balas Cathy.
“Berarti semua sudah bergerak sejak kita masih kecil.” Gumam Leon.
Ketiga nya terdiam, jika benar yang di katakan Haomaru, berarti segel di kekaisaran sudah hancur sejak lama, jauh lebih lama dari kerajaan Astarte. Setelah itu, Haomaru keluar dari sarung nya dan melayang menuntun ke lift yang ada di belakang altar. Ketiga masuk ke dalam dan mereka turun ke bawah. Begitu lift terbuka,
“Hah....” Teriak ketiganya.
__ADS_1
Mereka melihat pemandian (onsen) air panas yang lebar dan terlihat nyaman di depan mereka di kelilingi pemandangan di luar ruangan yang indah. Di sebelah kolam pemandian ada sebuah papan yang bertuliskan dengan huruf jepang dan menjelaskan manfaat onsen bagi kesehatan. Di bagian bawah papan itu di tulis,
“Silahkan mandi, tentunya kalian kangen kan mandi di onsen seperti di hokkaido hehe, basuhlah diri kalian yang lelah dan santailah sebentar...aku tinggalkan tempat ini untuk kalian, selamat menikmati. Salam sayang hero Haido Yuuta.”
Leon, Cathy dan Rose saling melihat satu sama lain, ketiganya tersenyum dan mereka langsung membuka pakaian mereka untuk mandi. Cathy mengeluarkan Kuon dan Rose juga menyuruh Altea ikut berendam.
“Aaaah....ini luar biasa....” Gumam Leon.
“Kayak jii jii saja kamu.....” Sindir Cathy.
“Hehehe kapan lagi bisa seperti ini....” Tambah Rose.
“Tapi di bawah tanah ada sumber air panas ya...aneh.” Ujar Leon.
“Oh bukan, silahkan di lihat...” Haomaru mematikan layar nya dan nampaklah suasana di luar dungeon.
Ternyata mereka ada di atas aliran lava yang sangat panas, ketiganya takjub melihat lava yang mengalir di bawah mereka membentuk lingkaran dengan mereka berada di tengah tengah atas nya. Haomaru mengembalikan pemandangan nya seperti malam di penginapan onsen yang berada di daerah hokkaido.
“Pemandangan ini.....dia sama saja dengan saint Hinako dan sage Fumie.” Ujar Leon.
“Iya, dia juga kangen dengan rumah nya dan mendambakan pulang....” Tambah Cathy.
“Aku tidak bisa berkata apa apa lagi....tapi aku besyukur, kita seperti tidak pergi dari rumah.” Tambah Rose.
“Haha...kamu benar Rose, adik ku yang lucu....” Tambah Leon sambil merangkul Cathy dan Rose.
Ketiganya berendam sambil melihat bulan dan bintang di langit hokkaido yang indah dan tenang. Waktu mereka masih tinggal di sana, mereka sama sekali tidak pernah menikmati hal hal seperti ini, itulah makanya mereka bersyukur dan berterima kasih kepada yang memberi mereka kesempatan langka seperti ini, ketiganya tetap berpelukan satu sama lain walau mereka tidak berbicara dan terdiam.
***
Setelah mereka selesai, ketiganya kembali keluar dari reruntuhan dungeon dan terbang kembali ke atas tebing menggunakan naga tulang dengan di antar para gadis kelinci dan pria pria tampan yang melambaikan tangan mereka. Ketiganya kembali terbang menuju ibukota untuk bertemu dengan ratu kekaisaran Lenox.
“Ingat ya Leon, kamu jangan maju, biar aku dan Rose yang maju, kamu menyamar saja.” Ujar Cathy di kepalanya.
“Jangan sampai mengamuk ya onii chan....bener loh...bahaya soalnya.” Tambah Rose.
“Iya aku ngerti...aku serahkan semua kepada kalian ya....” Balas Leon.
“Sip....” Jawab Cathy dan Rose.
Setelah terbang tidak terlalu lama, mereka sudah sampai di langit ibukota. Ketika mereka melihat ke bawah, ternyata ibukota kekaisaran Lenox sangat besar dan rapi, bentuk kotanya seperti jaman romawi kuno dengan sebuah arena besar seperti colloseoum di tengah tengah kota. Mereka berhenti di sudut kota yang sepi dan turun. Leon langsung menyamar menjadi Gratus Derotidus, kemudian ketiganya langsung berjalan menuju istana untuk bertemu dengan kaisar wanita yang masih muda. Setelah sampai di dalam, mereka langsung minta di antar ke ruang singgasana. Para pelayan langsung mengantar mereka, ternyata untuk menemui ratu di istana, mereka harus berhadapan dengan senat. Singgasana di istana itu adalah sebuah ruang melingkar seperti colloseoum dan para senat dari suku oni duduk di kursi kursi yang memutari ruangan, sedangkan ratu duduk di podium singgana di tengah.
“Gratus Derotidus datang menghadap....” Teriak seorang petugas istana.
Para senat yang memutari ruangan langsung berkasak kusuk, tapi yang menyita perhatian Leon, Cathy dan Rose adalah ratu dari suku oni yang duduk di tengah bernama Julia. Ketiganya langsung berdiskusi di kepala mereka.
“Um...onee chan, onii chan....ratu Julia itu teman kita bukan ya waktu di akademi ?” Tanya Rose.
“Iya, tapi kok diam saja ya melihat kita, masa dia lupa sama kita.” Jawab Cathy.
“Tidak lain, dia bukan Julia yang kita kenal, tapi mirip, sepertinya dia kagemusha (pengganti) dari Julia yang asli.” Ujar Leon.
“Hmmm......berarti boneka ?” Tanya Cathy.
“Seperti nya begitu....” Jawab Leon.
“Ada apa Gratus Derotidus datang ke sini ? seperti yang kamu lihat, ratu sedang sibuk.” Ujar seorang pria paruh baya dari suku oni yang berdiri di sebelah ratu.
“Leon bilang gini.....” Ujar Cathy mengarahkan di kepala ketiganya.
“Aku datang membawa persembahan bagi ratu, maju kalian....mereka petarung yang handal untuk di arena.” Ujar Leon yang menyamar dan sedikit mendorong Cathy juga Rose di depan nya.
“Oh begitu, ratu dengan senang hati menerima persembahan mu, mereka akan bertanding besok....silahkan datang ke arena besok.” Ujar pria paruh baya itu.
Ketiganya langsung melihat ratu yang diam saja tidak bergerak dan semua di wakilkan oleh pria paruh baya yang ada di sebelah nya. Akhirnya mereka keluar dari ruang singgasana. Tapi ketika di luar, seorang berpakaian seperti senat romawi kuno menyusul mereka.
__ADS_1
“Kalian....bisa kita bicara ?” Tanya orang itu.
“Apa yang mau di bicarakan....” Jawab Leon.
Pria itu langsung mendekat kepada Leon dan berbisik di telinga nya, sebelum bicara dia menoleh ke kanan dan kiri dulu,
“Kamu bukan Gratus Derotidus kan, percayalah, aku tidak ada maksud buruk.” Ujar pria itu.
“Ossan siapa ?” Tanya Leon.
“Marcus Aurellius Lenox. Aku adalah paman dari ratu Julia. Aku butuh bantuan kalian di pertarungan besok.” Ujar Marcus.
“Baik, dimana kita bicara....” Balas Leon.
“Ikut aku.....”
Kemudian mereka keluar dari istana dan Marcus membawa ketiganya ke kediaman nya. Begitu sampai, Marcus langsung mengajak mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang sedikit tertutup dan meminta mereka duduk di sofa.
“Bagaimana ossan bisa tahu aku bukan yang asli ?” Tanya Leon.
“Karena Gratus yang asli begitu datang pasti langsung merayu Julia keponakan ku. Tapi kamu diam saja dan terlihat lebih sopan dari yang asli.” Jawab Marcus.
“Hmm benar juga, kita tidak tahu sifat asli orang itu.” Ujar Cathy.
“Nah loh, yang lain tahu tidak ya ?” Tanya Rose.
“Tenang, tidak akan ada yang menyadari nya, aku memperhatikan nya karena menyangkut masa depan keponakan ku.” Jawab Marcus.
“Lalu apa yang ossan mau dari kami ?” Tanya Leon.
Kemudian Marcus mulai bercerita kalau ratu yang duduk di singgasana itu bukanlah ratu yang asli, melainkan Cassandra, anak dari perdana menteri yang berdiri di samping nya tadi dan bernama Barakus. Ratu Julia yang asli di ungsikan dan menyamar di kerajaan Oreano, alasan nya karena banyak anggota senat yang mau menggulingkan ratu. Untuk itulah Marcus dan Barakus bekerja sama untuk mengelabui para senat karena kebetulan anak dari Barakus mirip dengan Julia. Marcus minta tolong kalau Leon berpura pura menikahi Cassandra yang menyamar menjadi Julia dan mengubah tatanan semua yang ada di kekaisaran sebagai kepala senat, setelah gladiator pilihan Leon menang besok,
“Aku menolak, dengan keras aku menolak, beberapa kali di perlukan pun aku katakan aku menolak.” Ujar Leon sambil berdiri.
“Bukan menikah yang sebenarnya, yang penting Leon kun bisa menjadi kepala senat saja dan jalan tercepatnya adalah menikahi ratu. Seperti yang kalian tahu, kekaisaran ini di pimpin oleh keputusan para senat dengan ratu sebagai kepala negaranya.” Balas Marcus.
“Berarti benar, Julia teman kita adalah ratu hahaha aku tidak menyangka.” Ujar Rose.
“Oh kalian sudah kenal dengan Julia ?” Tanya Marcus.
Akhirnya mereka bercerita mengenai kehidupan di akademi dan bagaimana mereka berteman dengan Julia kepada Marcus. “Ah berarti benar, Julia pernah bercerita di dalam suratnya kalau di kelasnya kedatangan tiga anak kembar yang sangat kuat dan hebat, rupanya kalian lah orang nya. Bagus kalau begitu, aku bisa mengatur Leon kun menikah dengan Julia yang asli.”
Kemudian Marcus juga bercerita kalau alasan kekaisaran menyerang kerajaan Oreano bukan hanya semata mata karena perluasan wilayah, melainkan mengincar ratu Julia yang menyusup ke kerajaan itu. Jadi mereka membuat alasan untuk menyerang kerajaan Oreano dan mengerahkan pasukan kekaisaran. Tiba tiba seorang pelayan membuka pintu dan pria yang berdiri di sebelah ratu di dalam ruang singgasana masuk ke dalam. Marcus langsung menjelaskan semuanya kepada Barakus,
“Hahaha bagus Marcus, aku sudah dengar sekilas di luar, semua lancar kalau seperti ini.” Ujar Barakus.
“Hahaha betul Barakus, semua jadi jauh lebih baik dari yang kita rencanakan. Tinggal besok penentuan nya, sudah siap semua kan ?” Tanya Marcus.
“Semua sudah siap, begitu besok menang melawan gladiator dari senat dan juara bertahan, kita akan langsung umumkan pernikahan Leon kun dan Julia sama, kemudian mengangkat Leon kun jadi kepala senat dan memecat semua senat korup itu. Semua sudah lancar.” Jawab Barakus.
“Benar, berarti semua sudah lancar, menurut Julia mereka bertiga sangat kuat.” Tambah Marcus.
“Apanya yang lancar ?” Teriak Leon, Cathy dan Rose geram karena tidak di libatkan dalam pembicaraan.
“Aku tidak mau menikah kan ku bilang....” Tambah Leon.
“Pura pura Leon kun, tapi kalau beneran juga aku rasa Julia tidak keberatan, silahkan baca suratnya.” Marcus mengambil surat dari balik jubahn ya dan memberikan nya pada Leon.
Leon, Cathy dan Rose langsung membacanya, ternyata surat itu adalah curahan hati dari Julia untuk paman nya dan nama Leon memang di sebutkan di surat itu sebagai kandidat yang di pilih oleh Julia sendiri. Ketiganya langsung bicara di kepala mereka,
“Grrr awas kamu Julia, ketemu aku, pasti ku jitak kamu....” Ujar Cathy.
“Ternyata diam diam.....tapi dia dari hari pertama kita masuk akademi saja sudah mendekati onii chan kan.....ternyata dia serius toh hmm hmmm......aku ikut jitak dia onee chan...” Tambah Rose.
“Uh...tau begini tadi tidak usah menyamar.....jadi bagaimana dong ini....” Ujar Leon lemas dan menunduk sambil memegang kepala dengan kedua tangan nya.
__ADS_1