Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 33


__ADS_3

Sementara di bawah, Leon masih bertarung sengit dengan ksatria hitam itu. Tapi dia tersenyum lebar,


“Ini menyenangkan...betul tidak Haomaru.” Ujar Leon.


“Hahaha benar Leon sama...dia datang lagi....” Ujar Haomaru.


Langsung saja Leon menyambut sabetan pedang musuh dengan nodachi nya dan dia mundur ke belakang. Dia memakai semua sihir penguatan nya dan mempertaruhkan segalanya dalam satu jurus,


“Ten Ken : Raito no ichigeki...(Heaven sword : one slash light).”


Pedang nodachi milik nya mengeluarkan cahaya terang dan tubuhnya mengeluarkan aura merah hitam, Leon menyabetkan pedang nya dan gelombang cahaya besar seperti sabit besar dari cahaya melesat menuju ksatria hitam itu. Karena terkejut, ksatria hitam itu berusaha menangkis dengan pedang nya, tapi pedangnya patah dan cahaya menghangtam tubuh nya, membuatnya terpental menghantam tebing. Ksatria hitam itu berusaha berdiri dengan susah payah dengan menopang dirinya menggunakan pedang nya yang sudah patah. Tiba tiba,


“Onii chan awaaaaas....” Teriak Rose dari atas.


Wanita yang melarikan diri dari Rose menerjang Leon dari atas, Leon melompat menghindar kebelakang. Wanita itu langsung menyambar ksatria hitam itu dan kembali terbang menjauh. Seorang pria berpakaian archbishop juga terbang mengikuti wanita itu dari belakang. Tapi yang menjadi perhatian Leon adalah ada robot terbang di atas nya.


“Hei Rose....apa apaan pakaian itu ? kamu mau jadi mecha apa ?” Tanya Leon.


“Heheh ini bukan kerjaan ku onii chan...ini kerjaan si sage otaku itu hehehe. Keren kan....” Ujar Rose sambil berputar putar di udara.


“Huh keren apanya...” Celetuk Cathy yang sudah berada di samping Leon.


Melihat penampilan Cathy, Leon langsung tertegun, sementara itu Cathy juga tertegun melihat penampilan Leon.


“Ok tidak usah di jelaskan....” Ujar Cathy mengangkat tangan nya.


“Tau aja aku mau nanya nee san....” Balas Leon.


“Kuon menjadi baju ini.....” Ujar Cathy.


“Sama, ini juga zirah Haomaru....” Balas Leon.


“Dan yang di atas lagi terbang terbang seenak nya  di atas pasti Altea.” Ujar Cathy sambil melihat Rose yang sedang berterbangan di udara.


“Yap sudah pasti...tapi nee san, kenapa kedua gada mu sekarang jadi dua palu ?” Tambah Leon yang melihat hal yang sama dengan Cathy.


“Oh ini ? palu yang kamu kasih ke aku bergabung dengan kedua gada ku, kenapanya jangan tanya, aku juga tidak tahu.” Ujar Cathy.


“Itu bentuk asli senjata Hinako sama....dia memang memecah mecah senjatanya.” Jawab Kuon.


“Hooo...ok deh, ngerti.” Balas Cathy.


“Roseeeeee.....bawa yang di atas turun kesini.....” Teriak Leon sambil melambaikan tangan.


Rose langsung mengeluarkan naga tulang nya dan menyuruhnya menjemput Ria, Sylvia, Marvel, Mark dan saudara saudaranya. Supaya wujud mereka yang baru tidak kelihatan oleh yang lain kecuali Ria, mereka langsung berubah ke pakaian awal nya, Rose dan Altea turun mendarat di sebelah Leon dan Cathy. Kuon juga sudah keluar dari tubuh Cathy. Tak lama kemudian, naga tulang membawa bis mereka ke dasar jurang, Ria, Sylvia, Marvel dan kelima anak kembar itu berada di dalam bis. Setelah semua turun, Ria langsung menghampiri Leon, Cathy dan Rose, kemudian dia melompat memeluk ketiganya. Ke lima anak kembar itu juga ikut memeluk Leon, Cathy dan Rose karena mereka sangat ketakutan tadi dan sekarang merasa lega. Karena tidak ingin berlama lama di dasar jurang, akhirnya mereka semua naik lagi ke dalam bis dan Leon mengemudikan nya menelusuri dasar jurang dengan kanan dan kiri mereka tebing yang tinggi dan tidak tahu keluarnya dimana.


***


Sementara itu di sebuah kota kecil yang berada di tepi hutan, kota tempat Ria dan lainnya di tahan sementara, seorang elf berpakaian noble sedang memandangi pengunungan yang longsor di depan nya. Dia berbalik dan duduk di air mancur yang berada di alun alun kota sambil terus melihat gunung di depan nya. Seorang elf noble yang lain mendatanginya dan berdiri di sebelah nya,


“Ulah mereka yang kemarin kesini ?” Tanya nya pada noble yang duduk itu.


“Sepertinya, aku tidak yakin, tadi aku sempat melihat pertarungan di udara....pakaian salah satu nya seperti....Sage dalam legenda....” Jawab pria yang duduk di air mancur itu.


“Berarti kalau mereka sudah muncul, kita harus bersiap....” Balas pria yang berdiri itu.


“Benar, sebentar lagi dunia akan tenggelam dalam kegelapan.....” Balas pria yang duduk di air mancur.


Kedua pria itu terus memandang gunung yang berada di depan mereka sedang runtuh setelah pertarungan Leon, Cathy dan Rose barusan.


***


Setelah berjalan cukup lama menelusuri dasar jurang akhirnya mereka sampai di ujung dasar jurang yang merupakan hutan belantara tanpa ada jalan masuk ke dalam nya. Semuanya turun dari bis dan Rose menyimpan kembali bis nya. Leon dan Marvel membuka jalan dengan menebangi pepohonan dan menebas semak belukar supaya mereka bisa melewati hutan. Altea dan Kuon juga membantu menerobos semak semak,


“Hei, gimana kalau pakai sihirku saja ?” Tanya Rose.


“Jangaaaan....” Teriak Leon, Cathy dan Ria.


“Uh...kenapa memang nya...payah...” Balas Rose bersungut sungut.

__ADS_1


“Kalau pakai sihirmu, nanti hutan nya punah....sekarang kita sekalian cari makanan.” Ujar Marvel.


“Iya iya....mengerti...payah....” Balas Rose lagi.


“Hehehe onee chan terlalu kuat....” Ujar Mark.


Setelah bersusah payah menerobos hutan yang masih murni dan belum terjamah oleh manusia, mereka sampai di sebuah jalan setapak yang langsung mengarah kepada perbatasan kekaisaran Lenox karena ada papan petunjuk nya. Leon, Cathy, Rose, Ria dan lainnya merasa lega dan berjalan menelusuri jalan dengan berjalan kaki, karena bis tidak akan bisa melewati jalan setapak itu. Selagi mereka berjalan, tiba tiba di depan mereka melompat seekor kijang dengan tubuh yang besar, berbulu biru dan tanduk seperti dahan pohon. Rusa itu melihat ke arah mereka dan dia diam saja tidak bergerak.


“Marvel san, rusa itu bisa di makan ?” Tanya Leon.


“Jangan, rusa itu adalah spirit penunggu hutan ini, biarkan saja, nanti dia lewat.”


Marvel benar, rusa itu langsung melompat kembali ke semak semak. Marvel langsung bercerita kalau suku elf itu bekerja sama dengan spirit seperti rusa biru yang mereka lihat barusan dan spirit itu jenis nya banyak di golongkan berdasarkan elemen mereka. Jadi di suku elf ada dua job khusus yang tidak di miliki suku lain dan di kategorikan job kuning, yaitu spirit archer, job yang menggunakan busur dan panah sebagai senjatanya, mereka tidak bisa sihir dan  mengandalkan kerja sama dengan spirit supaya bisa menggunakan sihir. Satu lagi adalah spirit dancer, berbeda dengan archer yang menggunakan busur, dancer menggunakan cakram untuk menyerang jarak menengah dan dekat seperti menari, mereka juga tidak bisa sihir dan mengandalkan kerja sama dengan spirit untuk sihirnya.


“Wah berarti seperti Sarah ya.....” Ujar Cathy.


“Iya benar, Sarah job nya spirit dancer.....awal nya aku bingung, sebab hanya dia sendiri yang senjatanya aneh hehe.” Tambah Rose.


“Apa kabarnya ya mereka, rasanya seperti sudah lama tidak bertemu mereka ?” Tanya Leon sambil tersenyum.


“Memang, aku juga penasaran, semoga mereka baik baik saja.” Tambah Cathy.


“Iya kangen juga ya.....” Tambah Rose.


“Sarah ?” Tanya Marvel.


“Ah teman mereka waktu di akademi kota Lindwurm, kamu ingat kan ? yang pakai cakram itu waktu di Skytower.” Jawab Ria.


“Oh dia....iya aku ingat, tapi lupa namanya hahaha.” Balas Marvel.


“Dia sekelompok dengan kami waktu itu.” Tambah Leon.


Akhirnya mereka terus berbincang bincang sambil menelusuri jalan, Marvel terus menceritakan mengenai suku elf dan sejarah nya. Leon, Cathy dan Rose masih memikirkan teman teman nya, karena selain mendengar kabar kalau teman teman mereka di tangkap, belum ada kabar lagi mengenai teman teman mereka yang berada di ibukota.


***


“Achoo......” Sarah tiba tiba bersin.


“God blees you....” Ujar Laurie di sebelah nya.


“Kamu flu Sarah ?” Tanya Fran yang juga di sebelah nya.


“Tidak tahu....sepertinya tidak....” Ujar Sarah sambil memegang kening nya.


“Leon san, Cathy san, Rose san kapan kembali ya ?” Tanya Laurie.


“Sepertinya akan lama....” Celetuk Freddy yang duduk di depan mereka.


“Benar, keadaan makin gawat kan sekarang....” Tambah Paul di sebelah Freddy.


“Semoga mereka baik baik saja....maafkan aku.....” Tambah Fran.


“Bukan salah mu Fran....” Balas Freddy.


“Tenang saja Sylvia ojo tenka bersama mereka....” Tambah Paul.


Ke lima nya kemudian terdiam dan di dalam hati mereka, mereka berharap supaya Leon, Cathy dan Rose kembali bersama dengan mereka lagi. Mereka tahu apa yang terjadi sebenarnya dan mereka berniat membantu Leon, Cathy dan Rose kalau sudah tiba pada waktu nya.


***


“Achoo....” Leon, Cathy, Rose bersin bersamaan.


“Hahaha dasar kembar, bersin saja bareng...” Ledek Marvel.


“Sepertinya ada yang membicarakan kita nih hehe..” Ujar Rose.


“Mungkin....” Balas Cathy.


“Ayolah, kita harus mencari tempat bermalam.....” Ajak Leon.

__ADS_1


Akhirnya setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di sebuah sungai. Langsung saja Leon mendirikan tenda untuk mereka bermalam yang di ambil dari tas dimensi nya. Rose dan Cathy membuat api, kemudian Ria memasak makan malam di bantu oleh Sylvia dan ke lima anak kembar itu. Sedangkan Marvel pergi berburu dan melarang yang lain ikut, sebab tidak sembarang binatang boleh di buru di hutan kerajaan Astarte. Tapi Marvel pergi tidak lama, dia cepat kembali membawa hasil buruan nya, sepertinya memang dia sudah berpengalaman sekali dalam berburu. Setelah memasak makan malam, mereka makan sambil memutari api unggun. Mark, Mike, Marle, Monica dan Meryl duduk di sebelah Altea dan Kuon. Tiba tiba Altea dan Kuon berdiri menghadap ke hutan dan mereka bersiaga. Ke lima anak kembar itu tentu saja menjadi takut. Tapi yang keluar dari semak semak itu adalah rusa biru yang mereka lihat tadi, karena Marvel mencegah Altea dan Kuon untuk bergerak, keduanya diam saja. Rusa biru yang terang itu berjalan perlahan mendekati ke lima anak kecil yang sedang berpelukan karena ketakutan. Ke lima anak itu ingin lari, tapi Leon, Cathy dan Rose berdiri di belakang mereka dan mengatakan kepada mereka kalau jangan takut.


“Hmm....aneh.......” Gumam Marvel.


Rusa biru itu menunduk di depan ke lima anak kecil itu dan menjulurkan tanduk nya yang seperti dahan pohon itu. Dari tanduk nya keluar lima buah berwarna merah seperti apel kecil.


“Brrrrr....” Rusa itu bersuara seakaan akan berkata “ambillah.” Kepada kelima anak itu. Marvel langsung jongkok di belakang ke lima anak itu setelah permisi kepada Leon, Cathy dan Rose,


“Ambil saja, tidak apa apa...aku jamin.” Ujar Marvel.


Mark, Mike, Marle, Monica dan Meryl mengambil buah itu masing masing sebuah dan rusa itu seperti memberi kode untuk memakan nya. Ke lima nya menoleh kepada Marvel yang mengangguk kan kepalanya. Ke lima nya langsung memakan buah itu dan tubuh mereka mengeluarkan cahaya biru terang seperti rusa biru di depan mereka.


“Kita kenapa onii chan....” Tanya Mark kepada Marvel dengan wajah bingung dan ketakutan.


“Ini tandanya kalian berlima melakukan kontrak dengan spirit ini. Kalian bisa memakai kekuatan nya yang berelemen air dan angin.” Ujar Marvel.


Ke lima anak kecil itu saling menoleh dan melihat satu sama lain. Mereka melihat tangan mereka bersamaan dan dari tangan mereka keluar tanda sihir air dan angin. Ke lima nya langsung menoleh melihat Leon, Cathy dan Rose.


“Kita bisa bantu onii chan dan onee chan tachi....” Ujar ke lima nya dengan wajah ceria.


Leon, Cathy dan Rose langsung jongkok di depan kelimanya dan mengelus kepala mereka.


“Maaf sebentar.....” Marvel jongkok dan menyibakkan rambut Marle yang kebetulan ada di sebelah nya.


Marvel melihat telinga Marle yang tidak panjang tapi juga tidak seperti manusia sebab telinganya lancip ke atas. Kemudian dia memeriksa kelima nya dan semuanya sama.


“Haha benar juga, kalian bukan manusia rupanya, kalian half elf. Pantas spirit ini tertarik pada kalian.” Ujar Marvel.


“Half elf ?” Tanya ke limanya bingung.


“Salah satu orang tua kalian pasti elf...” Jawab Marvel.


Ke lima nya menunduk sedih, setelah di tanya kembali oleh Marvel, barulah mereka bercerita, kalau mereka hanya tinggal bersama ibu mereka, kemudian karena ibu mereka meninggal karena sakit dan terlalu lelah bekerja, mereka terlantar dan sama sekali tidak tahu dimana ayah mereka. Tapi ibu mereka meninggalkan petunjuk kalau ayah mereka tinggal sendirian di dalam hutan yang berada di bagian barat benua.


“Tunggu dulu....kalian bilang ayah kalian tinggal di hutan bagian barat benua sendirian ? kalau begitu siapa nama ibu kalian, apakah Marlene von Xifonus ?” Tanya Marvel.


“Nama mama memang Marlene, makanya nama kita semua di awali huruf M, tapi mama bukan noble....” Jawab Mark.


“Aha...hahahahaha...ini luar biasa......” Marvel tertawa kencang.


Tiba tiba dia berlutuh dan bersujud di depan kelima anak itu. Marvel menundukkan kepala nya di hadapan kelima anak kembar itu. Leon, Cathy, Rose, Ria dan Sylvia yang melihat nya menjadi heran.


“Um....Marvel, bisa jelaskan kepada kami ?” Tanya Ria.


“Mereka adalah anak dari Marlene von Xifonus, ratu yang hilang dari kerajaan Xifonus 200 tahun lalu dan ayah mereka adalah druid yang ada di kerajaan Xifonus, bernama Dorian the wise. Seorang druid dari suku elf yang sudah hidup selama 1500 tahun dan sepertinya sekarang pun masih hidup.”


“Apa....?” Teriak Leon, Cathy, Rose, Ria dan Sylvia bersamaan.


“200 tahun lalu ? bagaimana bisa ?” Tanya Leon.


Marvel kemudian bercerita, kalau kerajaan Xifonus adalah asal kerajaan Astarte, 1500 tahun lalu. Sebuah ramalan berusia 500 tahun di suku elf kuno yang berbunyi dewa kejahatan Amadeus akan bangkit dan kerajaan Xifonus akan menjadi satu satunya kerajaan yang tidak terlibat perang besar dan menjadi mercusuar untuk dunia. Tanda dewa kejahatan akan bangkit adalah munculnya kembali tiga orang pahlawan yang mengurung dewa kejahatan, tapi kali ini mereka akan membunuh dewa kejahatan dengan meminpin kerajaan Xifonus melawan dunia yang bersekutu dengan dewa kejahatan dan dunia akan damai untuk selama lamanya, untuk menggenapi ramalan,  raja memecah kerajaan menjadi dua kerajaan yaitu kerajaan Xifonus sendiri yang di huni manusia dan Astarte yang di huni oleh para elf untuk membawa batu segel dan di simpan di kerajaan mereka, dengan alasan masa hidup elf jauh lebih panjang dari manusia.


200 tahun yang lalu, sebuah insiden terjadi di kerajaan sihir Xifonus. Yaitu terbukanya sebuah gerbang dimensi yang terjadi akibat penelitian sihir, insiden itu menelan separuh ibukota Xifonus termasuk ratu yang saat itu sedang dalam kondisi hamil. Raja yang seharus nya berada di ibukota sedang pergi mengunjungi kerajaan Astarte untuk urusan diplomatis. Setelah mengetahui istrinya tertelan insiden itu, raja mewariskan kerajaan pada adik nya dan dia mengurung diri di hutan.


“Ngomong ngomong umur kalian berapa ?” Tanya Marvel.


“Kami 8 tahun...” Jawab ke lima nya kompak.


“Berarti Marlene sama terlempar ke jaman ini mungkin sekitar 8 tahun lalu. Lalu wanita yang kemarin melemparkan bola api besar itu, yang melawan Rose, kemungkinan juga nyasar ke sini dari insiden 200 tahun lalu di kerajaan Xifonus, sebab saat ini jarang ada yang bisa menggunakan kekuatan sihir sebesar itu, bahkan di kerajaan Xifonus sendiri.” Gumam Marvel.


“Hmm....asal usul Irisdina Heindrich memang masih di pertanyakan sampai sekarang. Bisa jadi dia juga dari sana.” Tambah Ria.


“Tungguuuu....” Teriak Leon, Cathy dan Rose.


Semuanya langsung menoleh dan melihat Leon, Cathy dan Rose yang terlihat banyak sekali pertanyaan kalau melihat wajah mereka.


“Ramalan tadi, kerajaan Xifonus, kejadian 200 tahun lalu, pahlawan yang kembali, dewa kejahatan bangkit dan sebagainya, kalau kita kesana sekarang berarti kerja dong ?” Ujar ketiganya serempak.


“Itu pertanyaan kalian ?” Teriak Ria, Marvel dan Sylvia.

__ADS_1


__ADS_2