
Mereka melanjutkan perjalanan menggunakan bis yang berada di luar hutan. Sepanjang perjalanan, Leon, Cathy dan Rose diam saja, mereka tidak bicara apa apa, mereka juga tidak saling bicara di kepala mereka. Ria menyadari nya, kemudian dia berjalan ke depan dan duduk di sebelah Cathy yang duduk di belakang Leon dan Rose.
“Ada apa, kenapa kalian diam saja ?” Tanya Ria.
Leon, Cathy dan Rose tidak menjawab, mereka menoleh melihat Ria dan menoleh lagi melihat ke depan, tiba tiba Leon berbicara,
“Nee san, kamu kenal papa kita bertiga kan ?” Tanya Leon.
“Um...aku tahu, tapi aku tidak kenal baik mereka....” Jawab Ria.
“Kamu sudah dengar cerita Kuon mengenai batu segel yang hancur kan nee san ?” Tanya Cathy.
“Iya sudah.....ah...aku mengerti....mereka bukan orang tua kalian, seperti yang ku bilang, aku menyaksikan sendiri ketika orang tua kalian di hukum oleh kakak ku. Kalian jangan sampai terpengaruh.” Balas Ria.
“Bukan itu nee san maksud kita, kekuatan mereka seberapa besar, kami sudah lihat kekuatan nya waktu di medan perang dan di Skytower.” Balas Rose.
“Jujur saja ya, Roland dan Irisdina di juluki pahlawan di kerajaan Ingresia dan berjasa waktu perang dengan Oreano dulu. Mereka bisa memukul pasukan hanya dengan berdua saja. Kekuatan mereka memang di luar batas normal, Roland di kenal sebagai keturunan langsung hero Yuuta dan Irisdina masih misterius asal nya. Selain mereka ada satu orang lagi, yang di sebut pahlawan di kerajaan Ingresia. Dia adalah archbishop Clark yang juga di hukum bersama Roland dan Irisdina karena membela mereka.”
Leon, Cathy dan Rose terdiam medengar nya, ternyata papa mereka adalah keturunan dari hero Yuuta dan berarti separuh jepang walau sudah beberapa keturunan. Sedangkan mama mereka tidak di ketahui asalnya dan misterius. Ketiganya hanya pernah mendengar cerita papa dan mama mereka dari Albert dan Karena sewaktu mereka masih kecil. Mereka sama sekali tidak mengerti apa apa soal orang tuanya, tapi karena sekarang kedua orang tuanya menjadi musuh mereka secara tidak langsung, ketiganya mulai tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai orang tua mereka. Selagi mereka berpikir, tiba tiba langit menjadi sangat terang, ketiganya melihat keluar dan mereka melihat bola api seperti matahari jatuh di atas mereka.
“Nee san....” Teriak Leon kepada Cathy.
Cathy langsung mengangkat tangan nya dan muncul pelindung yang melindungi bis mereka. Bola api itu jatuh menghantam pelindung yang melapisi bis mereka, walau bola api itu tertahan pelindung tapi benturannya cukup mengguncang bis mereka yang sedang berjalan melewati tebing di atas pegunungan.
“Rose ambil alih setir....nee san pinjam sniper mu....” Ujar Leon.
Rose langsung mengambil alih setir dan Cathy mengambil sniper dari tas dimensinya, Leon membuka pintunya dan dia bergelayutan keluar naik ke atap. Dengan menggunakan teropong sniper milik Cathy, dia melihat seorang wanita yang wajah nya di tutupi topeng melayang tinggi di udara, sepertinya wanita itu yang melemparkan bola api barusan. Leon membidik nya dan menembakkan peluru kepada wanita di udara itu dari kejauhan, tapi pelurunya mengenai pelindungnya dan wanita itu tidak terluka sama sekali.
“Onii chaaan....” Teriak Rose.
Leon melihat ke depan, ternyata di depan bis mereka sudah berdiri seorang ksatria berbadan besar dengan baju zirah berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh nya dan wajah nya tertutup helm bertanduk nya. Ksatria hitam itu menghunus pedang besar nya.
“Haomaru....” Teriak Leon.
Nodachi besar yang berada di dalam bis langsung melesat ke tangan nya. Leon langsung melompat dan menyerang ksatria itu dengan ayunan pedang nya. Ksatria itu menangkis serangan Leon dengan pedang besar nya dan benturan keduanya menghancurkan pijakan ksatria itu dan menyebabkan tebing di samping mereka runtuh berantakan. Rose langsung mengerem supaya bis tidak ikut terperosok ke dalam jurang. Leon jatuh bersamaan dengan ksatria hitam itu terperosok ke dalam jurang dengan pedang yang masih menempel.
“Oniii chaaaan....” Teriak Rose.
“Leeeoooon...” Teriak Cathy.
“Di atas.....” Teriak Ria.
Rose dan Cathy langsung menoleh ke atas. Cathy yang masih mengangkat tangannya langsung melompat ke atas bis dan mengambil sniper nya di atap. Dia langsung membidik wanita di udara yang sudah siap menembakkan bola api keduanya. Rose juga menyusul nya ke atas atap.
“Onee chan...serahkan dia pada ku, tolong bantu onii chan.....” Teriak Rose sambil mengangkat tongkat dan membuat bola api yang sama besarnya.
__ADS_1
“Baik....hati hati Rose.....” Cathy mengalungkan snipernya dan melompat turun ke jurang.
“Hehehe sekarang aku bisa pakai semua kekuatan ku.....hiyaaaaaa...fireball.” Teriak Rose.
Bola api yang sangat besar melesat menuju wanita yang masih melayang di udara. Tidak mau kalah wanita itu juga melepaskan bola api yang sama besarnya dengan milik Rose. Bola api itu beradu di angkasa dan mengeluarkan bunyi menggelegar dan cahaya yang menyilaukan. Rose langsung melayang menghampiri wanita itu.
Sementara di dalam jurang, Leon masih bertarung dengan ksatria hitam itu di udara dalam keadaan jatuh ke dalam jurang. Leon terus menyabetkan nodachi nya dan di tangkis oleh ksatria hitam itu. Ksatria hitam itu juga balas menyerang dan Leon susah payah menangkis nya karena dalam posisi tidak menguntungkan.
“Leon sama, ikuti apa yang akan ku katakan pada mu.”
Leon langsung mengangkat pedang nya sesuai dengan arahan Haomaru, nodachi itu mulai di selimuti aura merah kehitaman seperti darah.
“Blood enchantment.” Teriak Leon.
Aura pedang itu mulai menyelimuti tubuh Leon dan menjadi baju zirah berwarna merah kehitaman menutupi seluruh tubuh Leon, tanduk melengkung muncul di pelindung pundak, siku, lutut nya dan muncul bulu bulu berwarna hitam di bawah pelindung nya. Wajah nya tertutup helm yang ada sepasang sayap di kepalanya. Ayunan pedang Leon kini seimbang dengan ksatria hitam itu walau dalam posisi dia di bawah. Tiba tiba terlintas di benak Leon, jurus jurus yang di kuasai oleh Haomaru dan Yuuta dulu. Leon memejam kan matanya dan dia menendang tebing supaya naik sedikit dan berada di posisi terbalik dengan lawan nya. Dia memasukkan nodachi besarnya ke pinggang dan kaki nya mendarat di pecahan tebing yang jatuh bersama nya.
“Iai slash.”
Tubuh Leon berubah menjadi cahaya merah hitam dan langsung melewati musuh nya yang berada di bawah, dia terus melaju sampai mendarat di dasar jurang. Posisi pedang nya masih sama seperti sebelum nya yaitu di pinggang. Tubuh ksatria hitam itu jatuh ke dasar jurang dalam keadaan baju zirah terkoyak karena sabetan pedang. Tapi ksatria hitam itu berdiri kembali dan “Krek...Krek.” Dia membunyikan lehernya. Kemudian memasang kembali kuda kuda nya. Leon terkejut melihat tubuh di balik baju zirah yang terkoyak itu, tidak ada tubuh, hanya terlihat tulang rusuk dan tulang belakang.
“Dia...undead ?” Tanya Leon.
“Leeeeooooooon....” Terdengar suara dari atas mereka.
Cathy turun dari atas menuju dasar jurang. Tapi tiba tiba sebuah sinar putih panjang mengarah kepada Cathy.
Cathy langsung membuat pelindung untuk melapisi dirinya. Tapi dia terpental terkena sinar itu.
“Nee san.....” Teriak Leon yang berniat menangkap Cathy
Tapi ksatria itu sudah menyerang nya dan Leon menangkis serangan nya. Pedang nya dan pedang besar ksatria itu saling beradu dan mereka saling berpandangan.
***
Cathy terjatuh di dasar jurang dan dia melihat siapa penyerang nya, ternyata penyerang nya seorang pria yang memakai topi tinggi seperti pendeta dengan wajah tertutup topeng dengan jubah kebesaran nya.
“Oh mungkin dia yang di ceritakan nee san....” Ujar Cathy.
Pria itu mendarat halus dan berdiri di depan nya. Cathy mengambil palu nya dari tas dimensinya. Tiba tiba Kuon keluar dari bayangan Cathy dan berdiri didepan nya.
“Cathy sama, tolong keluarkan dua gada mu....” Ujar Kuon.
Cathy langsung mengeluarkan dua buah gada nya dari tas dimensinya dan langsung saja palu besarnya masuk ke dalam dua buah gadanya. Dari ujung dua gadanya keluar cahaya putih yang menyelimuti tubuh Cathy. Kuon berbalik dan dia masuk ke dalam cahaya yang menyelimuti tubuh Cathy. Dari dalam cahaya keluar armor yang melapisi tubuh Cathy, armor menutupi dada, perut, lengan, paha, tulang kering dan boots besi, kemudian bagian yang tidak tertutup armor di lapisi oleh kain putih, di pinggang nya keluar ikat pinggang yang menyatu dengan rok panjang berwarna putih, jubah putih keluar di punggung nya dengan lambang salib besar berwarna merah tergambar di jubah dan di kepalanya memakai tiara. Dengan gada di tangan kanan dan kiri, Cathy maju menyerang pria itu yang juga siap menerima serangan nya. Cathy langsung mengarahkan serangan ke kepalanya dan pria itu menangkis nya membuat semua di sekitarnya berterbangan dan hancur akibat benturan nya. Adu pukulan terjadi dan berlangsung seru, sampai akhirnya keduanya mundur menjaga jarak. Di benak Cathy terlintas semua jurus jurus yang di miliki Kuon dan Hinako dulu. Cathy langsung berdiri tengah dan menyilangkan gadanya di dada. Cathy memejamkan matanya,
“Heaven wave.”
__ADS_1
Tubuh Cathy mengeluarkan cahaya putih kuning yang sangat terang dan gelombang cahaya nya menyebar seperti ombak ke segala penjuru menghantam pria di depan nya. Archbishop di depan nya berusaha menangkis gelombang cahaya yang datang terus bertubi tubi dan mengalir tanpa henti. Akhirnya gelombang itu berhasil mengoyak jubahnya dan armor dada nya. Cathy membuka mata dan sama seperti Leon, dia juga melihat yang ada di balik jubah itu bukan manusian melainkan tulang.
“Undead.....” Gumam Cathy.
“Blaaar.” Terdengar ledakan di kejauhan yang berada di atas. Cathy menoleh ke atas dan melihat dua cahaya sedang bertarung di udara seperti dua buah komet yang berwarna warni yang saling beradu.
“Rose....Leon....” Gumam Cathy.
Ketika dia mau beranjak, tiba tiba sebuah pilar cahaya putih berada di depan nya. Cathy melihat pria di depan nya mengangkat tangan nya dan mengeluarkan pilar cahaya ke arah nya, Cathy meneruskan gelombang cahaya dari tubuhnya dan menekan pilar itu supaya tidak maju.
“Leon...Rose...semoga kalian tidak apa apa....” Ujar Cathy.
***
Sementara itu di udara, Rose masih mengadu sihirnya dengan wanita yang melayang di udara. Rose menembakkan semua sihir elemen nya dan wanita itu juga menangkis nya dengan menembakkan sihir yang sama dengan Rose, ledakan demi ledakan terjadi. Tiba tiba,
“Rose sama.......” Altea datang melayang di udara dengan roket nya.
“Kenapa kamu ke sini Altea....di bawah gimana ?” Tanya Rose.
“Ria sama, Marvel sama dan Sylvia sama mampu mengatasi prajurit yang mengepung. Aku datang membantu mu....”
Altea langsung berubah menjadi tas punggung dan langsung menempel ke punggung Rose.
“Rose sama cepat masukkan grimoire mu ke dalam ku.” Ujar Altea.
Rose yang tidak punya pilihan langsung memasukkan grimoire yang dia ambil dari tas dimensinya kedalam tas punggung Altea. Tiba tiba sinar keemasan keluar dari tas punggung di belakang Rose. Tubuh Rose tertutup armor mecha di bagian dada, perut, lengan, kaki dan helm, pinggangnya keluar sabuk mecha yang memiliki rok pendek dari besi, bagian yang tidak di tutupi armor di lapisi oleh cariran hitam membentuk pakaian seperti spandek. Dari punggung keluar sayap mecha yang mengeluarkan roket berapi biru. Wajahnya tertutup googles melintang di wajah nya.
“Whoooah...apa ini...” Teriak Rose.
“Ini pakaian yang di ciptakan Fumie sama sesuai seleranya.....” Ujar Altea.
“Haha ternyata dia otaku gila, sama seperti ku....baiklah....” Ujar Rose senang.
Seluruh jurus Altea dan Fumi melintas di benak Rose. Wanita di depan nya sudah mengangkat tongkatnya dan membuat dua buah bola api besar. Rose tersenyum dan merentangkan tangan nya.
“Divine Elemental Blaster.”
Dua sayap di belakang nya berubah menjadi bazooka mecha besar, dari armor lengan dan pahanya nya juga keluar senapan besar, rok mecha nya juga keluar dua buah senapan di kanan dan kiri nya. Seluruh senapan itu menembakkan sinar berwarna merah, biru, hijau, kuning, putih dan hitam yang bergulung gulung menuju wanita di depan nya. Wanita itu melemparkan dua bola api yang jauh lebih besar dari sebelum nya. Tapi sinar bergulung beraneka warna yang di tembakkan Rose menghancurkan kedua bola api besar itu dan terus menuju wanita itu. Dengan susah payah wanita itu mengelak, tapi topeng nya tersambar oleh sinar Rose dan hancur. Rose yang melihat wajah wanita itu langsung terkejut, karena wajah wanita itu adalah tengkorak.
Wanita itu langsung menutupi wajah nya dengan tangan nya dan dia langsung berbalik melarikan diri dari pertarungan sambil menembakkan petir kepada Rose yang dengan mudah menangkis nya.
“Wanita itu....mama....undead ?” Tanya Rose dalam hati.
“Rose sama kita harus menolong Leon sama dan Cathy sama...” Ujar Altea yang berbicara di googles yang di pakai Rose.
__ADS_1
Rose melihat ke bawah, dia melihat dua buah cahaya merah dan hitam sedang berbenturan di dalam hutan di barengi kilatan cahaya terang dari benturan nya dan sebuah pilar cahaya putih sedang di dorong oleh gelombang sinar yang cakupan nya sangat luas sampai hampir memenuhi seluruh hutan. Rose menoleh dan melihat bis di bawah nya, dia melihat Ria, Marvel dan Sylvia sudah selesai membunuhi para ksatria yang mengejarnya, mereka melambaikan tangan kepada Rose yang melayang di udara. Dia juga melihat dengan menggunakan googles nya, melihat ke dalam bis dan lima anak itu selamat walau mereka meringkuk dan saling berpelukan karena ketakutan.
“Baiklah, onii chan...onee chan....aku datang...” Rose langsung terbang melesat menuju pertarungan di bawah.