
Akhirnya, setelah beberapa jam mereka berjalan, mereka tiba di gerbang menara. Dua orang penjaga menghentikan langkah mereka,
“Maaf, tapi menara ini tertutup untuk umum, kecuali ada surat dan pass dari guild.” Tegur seorang penjaga di depan mereka.
Langsung saja Ria menunjukkan surat dan pass nya, kemudian memberikan pada penjaga untuk di periksa. Setelah memeriksa surat nya,
“Silahkan masuk, semoga berhasil.” Ujar penjaga sambil tersenyum dan mengembalikan surat bersama pass nya.
“Terima kasih, ayo semua masuk...” Ajak Ria.
Semuanya langsung melangkah masuk menuju pintu masuk menara. Leon, Cathy dan Rose melihat ada sebuah altar di depan menara dengan lingkaran sihir di tengah tengah nya.
“Itu apa nee san ?” Tanya Rose.
“Itu namanya lingkaran teleportasi, kita bisa kembali setiap lima lantai. Setelah mengalahkan boss.” Jawab Ria.
“Wah kalau begitu ketika sudah sampai lantai lima bisa kembali ke bawah, tapi habis itu mengulang lagi ya nee san ?” Tanya Cathy.
“Tidak, setiap kali kita menggunakan teleportasi, kita bisa kembali ke lantai yang sama saat kita melakukan teleportasi.” Jawab Ria.
“Hmm berarti hari ini langsung sepuluh ya, kemudian kita bermalam besok sepuluh lagi....yah seminggu selesai lah.” Ujar Leon.
“Umm...Leon kun, ku rasa tidak akan semudah itu deh.” Balas Rex.
“Iya benar Leon kun, kita pelan pelan saja.” Tambah Paul.
“Tapi musuh kan sudah menyerang, masa kita lama lama di sini ?” Tanya Leon.
“Haah aku beritahu ya, lantai 1 sampai 20 masuk kategori pemula, 21 sampai 40 kategori menengah, 41 sampai 60 kategori sulit dan 61 sampai 70 kategori dewa. Jadi kalau sampai 20 masih mudah, tapi makin ke atas makin sulit, lagipula sebenarnya menara ini ada 100 tingkat, hanya saja batu segel di letakkan di lantai 70, yang bisa sampai ke lantai 100 hanya para pahlawan dulu.” Ria menjelaskan.
“Ooooo begitu....” Balas Leon, Cathy dan Rose dengan mata berbinar.
“Kenapa....kalian kok terlihat senang ya...” Ujar Sarah yang melihat ketiganya.
Tanpa menunda lagi, semuanya langsung masuk ke dalam, seperti yang di jelaskan Ria, lantai 1 hanya ada musuh mudah seperti slime dan cocktus (sejenis kaktus yang menempel di dinding, bisa menyerang dengan menembakkan duri dan berwarna coklat), goblin mengisi lantai 2 dan 3, sedangkan lantai 4 di huni oleh para serigala berbagai jenis. Tentu saja semua musuh itu hanya di injak oleh ketiganya dan mereka langsung menuju lantai 5, yaitu ruangan boss pertama. Setiap musuh yang mereka bunuh menjadi kristal sihir dan mayat nya menghilang. Ketika sampai di lantai 5, mereka menemukan gerbang besar. Leon membuka gerbang nya dan semuanya masuk ke dalam. Di dalam ada tiga ekor goblin yang lebih besar dari mereka, satu menggunakan sihir, satu menggunakan perisai dan pedang dan satunya memakai jubah raja.
“Goblin king dan dua goblin general.” Ujar Ria.
“Ok...” Ujar ketiganya.
Leon langsung maju menyerang goblin yang memakai jubah di belakang dan membawa pedang, Cathy langsung menyerang goblin yang memakai perisai dan pedang, sedangkan Rose berhadapan dengan goblin yang menggunakan sihir. Leon mencabut nodachi nya dan menusukkan nya kepada goblin berjubah, goblin itu menangkis nya dengan pedang milik nya, tapi pedang nya terpental dan tusukan Leon langsung menembus dadanya, goblin itu mati dan menghilang meninggalkan kristal dan sebuah tiara.
“Loh gampang....” Ujar Leon sambil memungut kristal dan tiara nya.
Sementara Cathy mencabut dua gadanya dan langsung memukulkan satu gadanya ke goblin berperisai yang menangkis nya dengan perisai. Langsung saja perisainya hancur sehingga tangan nya terbuka, belum sempat goblin itu bergerak, Cathy melancarkan serangan ke kepalanya, goblin menangkis nya dengan pedang, tapi pedang nya hancur dan gada menghantam kepalanya sampai masuk ke dalam badannya. Goblin menghilang meninggalkan kristal dan ikat pinggang.
“Ah...mengecewakan, katanya boss.” Ujar Cathy sambil memungut kristal dan ikat pinggang nya.
Rose menembaakan fireball kepada goblin yang memasang pelindung dengan sihir, di perjalanan, fireball yang di tembakkan Rose berubah menjadi tombak dan langsung menembus pelindung kemudian melaju menembus tubuh goblin. Tanpa bisa berbuat apa apa, tubuh goblin itu sudah berlubang dan terbakar lalu menghilang meninggalkan kristal dan sebuah cincin.
“Nee san, apa tidak ada yang lebih menantang ?” Tanya Rose pada Ria sambil mengambil kristal nya dan cincin.
Ria yang melihatnya terlihat santai saja sambil melipat tangan di dada dan tersenyum, tapi Sarah, Paul dan Rex yang melihatnya menjadi takjub dan menganga tanpa bisa bicara apa apa, sebab mereka tahu ketiga goblin itu adalah musuh yang lumayan kuat bagi pemula.
“Nanti di lantai 30 saja.....mungkin lebih menantang di sana.” Teriak Ria menjawab pertanyaan Rose.
“Anoo...Ria nee san....mereka sudah biasa seperti itu ?” Tanya Paul.
“Oh, sudah biasa, umur 3 tahun saja sudah mengalahkan orc general, walau keroyokan sih hahaha.” Jawab Ria sambil tertawa.
“Heee orc general umur 3 tahun, makan apa sih mereka ?” Tanya Rex.
“Sama kok seperti orang biasa, saat itu mereka keroyokan karena masih cebol hahaha.” Jawab Ria dengan santai dan tertawa.
__ADS_1
“Nee san sepertinya sudah tidak kaget lagi ya.....” Tambah Sarah bingung.
“Ah aku sudah bosan kaget...jadi pasrah saja, mereka memang tidak normal.” Ujar Ria.
“Kamu juga tidak normal Ria nee san.” Pikir Paul, Sarah dan Rex sambil melihat Ria yang santai saja.
Akhirnya mereka tidak kembali ke bawah dan melewati lingkaran sihir teleportasi untuk terus naik ke atas. Di lantai 6 sampai 10, kebanyakan musuh nya adalah red goblin, high wolf, kobold warrior dan giant roach. Leon, Cathy dan Rose di suruh istirahat oleh Ria. Gantian dengan Paul, Sarah dan Rex juga Ria sendiri yang ikut maju. Ke empatnya dengan mudah mengalahkan musuh musuh mereka. Ketika sampai lantai 10, mereka langsung membuka gerbang dan masuk ke dalam. Di dalam sudah menunggu boss kedua yaitu silver werewolf. Seekor serigala raksasa yang berdiri dan bertubuh seperti manusia.
“Sekarang giliran ku ya....enchant lightning.”
Ria langsung maju dan melompat, dia menghunus pedang nya dan mata pedang nya mengeluarkan petir petir seperti aliran listrik berwarna biru, werewolf menyerang dengan kedua cakarnya dengan kecepatan luar biasa, Ria yang berada di udara memutar tubuhnya sehingga cakar werewolf meleset, Ria menyabetkan pedang nya berkali kali ke tubuh werewolf dan terakhir menusukkan pedang nya ke leher werewolf itu.
“Spark thrust.” Teriak Ria.
Aliran listrik yang ada di pedang masuk ke dalam leher yang tertembus dan seluruh tubuh werewolf di aliri aliran listrik yang berwarna biru. Werewolf mengerang kemudian tubuh nya meledak menyisakan kepalanya saja yang berada di atas pedang. Ria melemparkan kepalanya yang menghilang dan berbalik, dia berjalan kembali menuju yang lain. Leon, Cathy dan Rose bertepuk tangan, sementara Sarah, Paul dan Rex ternganga melihatnya.
“Tuh kan nee san juga tidak normal.” Pikir mereka dalam hati.
Leon maju ke depan dan mengambil kristal sihir dan sebuah pisau berwarna emas. Karena senjata Paul adalah pisau belati, Leon memberikan pisau itu padanya.
“Eh...benar nih boleh buat aku ?” Tanya Paul sambil menerima pisau belati emas nya.
“Ambil saja, toh tidak ada yang memakai pisau di sini selain kamu kan.” Balas Leon.
“Terima kasih....aku jadi terharu....” Ujar Paul yang tidak bisa bicara banyak karena senang.
Rose juga memberikan cincin nya untuk Sarah karena bisa menambah daya serang ketika dia mengecek fungsi nya. Sarah dengan senang hati menerimanya. Cathy juga memberikan ikat pinggang nya pada Ria karena berfungsi untuk menambah pertahanan. Terakhir Leon memberikan tiara nya pada Rex karena meningkatkan kapasitas sihir, awal nya Rex menolak dan meminta Leon memberikan nya pada Rose, tapi Leon memaksa dan bilang kalau Rose tidak perlu pakai tiara yang seperti ini, sebab dia malah membuat tiara seperti ini.
“Begitu ya.......baiklah aku terima, terima kasih Leon kun.” Balas Rex yang langsung memakai tiaranya.
“Sama sama, nanti kita bagi bagi saja barang barang yang kita dapat dari sini.” Tambah Leon yang dulunya penggemar game rpg online.
Karena sudah sore, mereka memutuskan untuk kembali dulu sementara dan beristirahat di bawah. Tapi sebelum mereka masuk ke lingkaran sihir,
“Toloooong.....” Teriak tiga orang yang lari dari lantai atas.
“A...ada demon di atas.....” Ujar seorang petualang yang lari.
“Teman kita masih di sana....” Tambah seorang lagi.
“Dia ada di lantai 20......dari lantai 11 sampai 20 kosong....tidak ada monster....langsung melawan demon itu.” Tambah seorang perempuan yang seperti nya juga petualang.
Tanpa menunda lagi semuanya langsung berlari naik ke atas, karena tidak ada musuh mereka dengan cepat sampai lantai 15, tapi boss di sana sudah tidak ada dan jalan naik sudah terbuka. Langsung saja Leon, Cathy, Rose, Ria dan tiga lainnya berlari naik menuju lantai 20. Begitu sampai, mereka melihat lantai sudah terbuka sedikit, mereka masuk ke dalam dan melihat seorang demon berwujud seperti iblis dari neraka dengan dua tanduk panjang di kepalanya, kulitnya merah dan sayap nya terbakar oleh api. Dia sedang melawan boss lantai bernama arachne. Laba laba raksasa yang memiliki setengah tubuh wanita di atas nya. Leon, Cathy dan Rose melihat pertarungan keduanya berat sebelah,
“Hahahaha...tidak ada apa apanya....” Ujar demon itu.
Setiap serangan arachne bisa di hindari dengan mudah oleh demon yang tetap melipat tangan di dada sambil bermain main dengan nya. Senyum lebar terlihat di wajah demon yang mengerikan itu.
“Sudah, permainan berakhir.”
Demon itu mengeluarkan tebasan tangan nya dan langsung membelah dua arachne yang kemudian menghilang meninggalkan kristal sihir. Karena merasa ada Leon, Cathy, Rose dan lainnya di belakang nya, demon itu menoleh dan berbalik menghadapi merek sambil terbang melayang dan tangan di lipat di dada nya.
“Hmmm.....” Gumam demon itu.
Tiba tiba saja dia langsung maju menyerang Leon dari atas dengan menggunakan pedang nya yang di sematkan di pinggang nya. Demon itu menghunus, menusukkan pedang nya kepada Leon yang menangkis nya dengan nodachi milik nya. “Blaaar.” Suara menggelegar muncur seraya kedua pedang berbenturan dan gelombang benturan nya mementalkan Paul, Sarah dan Rex jauh ke belakang. Ria menancapkan pedang nya di tanah untuk menahan nya, sedangkan Leon, Cathy, Rose diam saja.
“Wow...kamu kuat juga ya...” Ujar Leon.
“Hehehe harusnya aku yang bicara seperti itu...Aku Lazar, salah satu dari panglima pasukan sekte penyembah dewa kejahatan Amadeus.” Balas demon itu sambil memperkenalkan dirinya.
“Tidak tanya...” Celetuk Cathy.
Lazar menoleh dan langsung menyerang Cathy yang dengan santai menangkis nya dengan sebuah gadanya. Kembali hal serupa terjadi setelah gada berbenturan dengan pedang hitam Lazar. Cathy menghentakkan gadanya dan Lazar mundur kebelakang. Kemudian dia menoleh dan melihat Rose yang di anggap nya lebih lemah dari keduanya. Tanpa menunda lagi, Lazar terbang dengan kecepatan tinggi menusuk ke arah Rose.
__ADS_1
“Wind shield.”
Sebuah perisai dari angin berwarna hijau yang berputar di depan Rose menahan tusukan pedang Lazar dan sama seperti sebelum nya, suara menggelegar dan gelombang benturan menerpa semuanya. Lazar melompat kebelekakang berniat untuk lari naik ke atas. Tapi Leon dengan kecepatan tinggi sudah berada di depan pintu.
“Mau kemana ? main dulu sama kita...” Ujar Leon.
“Siapa kalian, kenapa bisa menahan serangan ku ?” Tanya Lazar yang berhenti di depan Leon.
“Aku Leon. Yang pakai gada nee san ku, Cathy dan yang membawa tongkat adik ku Rose....kita bertiga siswa akademi..” Teriak Leon memperkenalkan diri bangga.
“Haaaaah.....kenapa bawa bawa akademi.” Teriak Sarah, Paul dan Rex.
Sementara Ria tersenyum mendengarnya walau dia tetap waspada karena Lazar bukan lah musuh biasa.
“Hahahaha anak akademi rupanya...minggir, aku akan membiarkan kalian hidup.” Ujar Lazar.
“Memang kamu mau kemana ?” Tanya Cathy.
“Ah...aku di tugasi menghancurkan batu segel.....(sadar) bukan urusan kalian.” Jawab Lazar.
“Hehe sayang kamu sudah mengatakan nya...terima kasih info nya.” Ledek Rose.
Karena kesal di ledek, Lazar langsung menyerang Leon di depan nya menggunakan pedang hitam nya. Dia menyabetkan pedang nya dengan membabi buta, tapi Leon melipat tangan di dada dan menghindari nya dengan santai sambil tersenyum lebar. Tahu serangan nya tidak berhasil, Lazar terbang tinggi ke atas dan menembakkan banyak bola api kepada Leon. Cathy mengangkat tangan nya dan menciptakan pelindung untuk menangkisnya. Leon langsung melompat dan membalas serangan bola api itu dengan jurus nya.
“Thrust barrage.” Teriaknya.
Tusukan pedang nodachi yang besar itu menghujani Lazar yang masih di udara, tusukan itu menghancurkan bola api yang di tembakkan Lazar. Akibatnya, kedua sayap berapi Lazar hancur dan dia jatuh menghantam tanah. Leon mendekatinya dan jongkok di sebelah Lazar yang masih terlungkup di tanah.
“Hei...ada tiga pertanyaan nih, pertama apa itu sekte pemyembah Amadeus, kedua siapa yang menyuruh mu menghancurkan batu segel dan ketiga apa tujuan sekte itu. Jawab ya, maka kamu akan mati tanpa merasakan sakit.”
“Huh...kamu pikir aku akan mengkhianati Memphis sama, pemimpin kita......(sadar) ah pokok nya aku tidak mau mengatakan nya.” Ujar Lazar.
“Oh pemimpin kalian bernama Memphis, berarti dia kan yang memerintahkan batu segel di hancurkan ?” Tanya Leon lagi sambil tersenyum.
“Aku tidak akan bicara, sampai kapan pun aku tidak akan bicara.....demi kebangkitan dewa kita.....” Jawab Lazar.
“Haa berarti tujuan kamu membuka segel dewa kejahatan Amadeus....” Celetuk Cathy di belakang Leon.
“Aaaaaah......maafkan aku Memphis sama......” Teriak Lazar histeris.
Rose mendekati Lazar dan jongkok di sebelah Leon yang jongkok di samping Lazar.
“Ne..ne....kamu bisa berubah jadi manusia atau sejenisnya.” Tanya Rose polos dan terlihat mengagumi nya.
“Tentu saja, aku di berikan kekuatan oleh Memphis sama untuk menjadi seperti ini....lihatlah wujud asliku....”
Lazar berubah menjadi seorang dragonoid yang sepertinya seorang noble, kemudian dia baru menyadari kalau dia membuat kesalahan fatal karena melihat Leon, Cathy dan Rose tersenyum lebar di depan samping nya. Lazar langsung menangis melihat ketiganya tersenyum.
“Tolong bunuh aku......kalian sudah memperdaya aku.” Ujar Lazar pasrah.
“Hah...kami hanya bertanya, kamu yang menjawab semuanya sendiri.” Sindir Cathy.
Tentu saja ketiganya jago mempermainkan emosi orang, karena pekerjaan mereka dulu di kehidupan lama.
“Nama asli mu siapa ?” Tanya Cathy.
“Alfonso Erugia......aaaaaaaah....jangan tanya aku lagi.” Teriak Lazar frustasi.
“Nah sekarang nama asli Memphis siapa ?” Tanya Leon.
“Namanya....Jreeeb.”
Belum selesai Lazar menjawab, sebuah panah menembus kepalanya dan membuatnya mati seketika, Leon, Cathy dan Rose berdiri kemudian menoleh ke arah panah datang, ternyata ada seorang wanita yang memiliki sayap besar, kepala bertanduk, mulut bertaring, kaki nya seperti kaki burung berwarna hitam dan memiliki ekor dengan panah di ujung nya. Wanita itu memakai kerudung sehingga hanya terlihat matanya saja yang merah menyala.
__ADS_1
“Hei....” Teriak Leon.
Wanita itu langsung terbang dengan kecepatan tinggi, lari keluar dari ruangan menuju kembali ke bawah. Terlihat Ria, Sarah, Paul dan Rex mengejarnya. Tapi karena terbang nya terlalu cepat, mereka tidak bisa mengikuti nya dan menghampiri Leon, Cathy dan Rose yang berdiri mengelilingi jasad Lazar.