Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 28


__ADS_3

Ria langsung berdiri di depan Marvel. Leon terpaksa menurunkan nodachi nya karena Ria ada di ujung pedang nya.


“Leon, dia bukan penjahat....haaah...aku katakan saja...kalian sebenarnya sudah kenal dia.” Ujar Ria.


“Hah...” Ujar Leon, Cathy dan Rose.


“Dia ini wujud asli dari Mabel......namanya Marvelius Weisteros Astarte, putra mahkota kerajaan elf Astarte.” Ujar Ria sambil menghela nafas.


“Bohong, Mabel perempuan...” Teriak Leon, Cathy dan Rose.


“Kalau oji sama aku percaya, tapi kalau dia adalah Mabel aku tidak percaya.” Tambah Cathy.


“Bisa buktikan ?” Tanya Leon.


“Tentu saja bisa, Ria langsung memeluk kalian bertiga kan waktu baru datang ke lantai 70 Skytower, sebelum nya kita berhadapan dulu dengan Altea.” Ujar Marvel.


Leon, Cathy dan Rose langsung terdiam, karena kejadian di lantai 70 Skytower, hanya Ria, Mabel, Oscar, Sarah, Paul dan Rex yang tahu dan jelas dia bukan teman teman mereka, Oscar tergeltak di tanah tak bernyawa, berarti hanya satu orang selain diri mereka bertiga, Ria dan Altea.


“Ok kita percaya.....” Balas ketiganya bersamaan.


“Hehe Ria adik adik mu lucu ya....” Balas Marvel.


“Ya begitulah mereka haha.” Balas Ria.


Akhirnya, Rose mengeluarkan mobil nya lagi, kemudian mereka semua naik dan meneruskan perjalanan menuju kota pertambangan Helion. Di perjalanan,


“Jadi sekarang bagaimana ?” Tanya Leon.


Semuanya terdiam tidak ada yang berbicara karena situasi yang rumit. Terutama Sylvia yang sejak berangkat sama sekali tidak bicara sepatah kata pun.


“Gimana kalau ke kerajaan Astarte ?” Tanya Rose.


“Maaf tapi itu tidak mungkin, sebab aku buron di sana dan saat ini aku tidak bisa menyamar.” Jawab Marvel.


“Oh itu perkara mudah, mau jadi Mabel lagi kan ?” Tanya Rose.


“Aku rasa tidak semudah itu, hanya sihir elf yang di masukkan ke dalam artifak yang bisa merubah gender seseorang.” Balas Marvel.


Rose tidak percaya, dia memberikan Marvel sebuah gelang nya dan minta Marvel mencobanya. Marvel memang berubah penampilan nya tapi gender nya tetap laki laki. Akhirnya semua berpikir lagi, Sylvia mengangkat tangan nya,


“Ada satu tempat aman.....kerajaan sihir Xifonus di paling barat benua ini, tapi untuk ke sana kita harus melewati kekaisaran Lenox dan aku tidak mungkin masuk ke sana.” Ujar Sylvia.


“Memang tidak ada jalan lain ?” Tanya Cathy.


“Ada sih, memutar melewati kerajaan Hillbove di utara, kerajaan paling netral dari enam kerajaan pemegang batu segel, tapi jarak tempuh nya jauh dan rutenya sedikit berbahaya.” Jawab Sylvia.


“Wah aku suka nih yang bahaya bahaya....” Balas Leon.


“Aku mengerti apa yang di maksud Sylvia sama, berbahaya nya karena kita harus melewati dungeon, kalau memutari dungeon harus melewati padang gurun.” Tambah Marvel.


“Hmm...begitu ya...” Ria berpikir keras.


“Kita lewat kekaisaran saja, Sylvia sama kita samarkan pakai gelang ini.” Ujar Rose yang memegang gelang nya dan menyodorkan nya pada Sylvia.


“Terima kasih Rose sama....” Balas Sylvia sambil mengambil gelang nya.


Sylvia memakai gelang nya dan berubah menjadi berambut biru terang dengan mata biru. Akhirnya mereka memutuskan untuk melewati kekaisaran Lenox dan menuju kerajaan sihir Xifonus. Tapi karena kota Helion sudah dekat, mereka memutuskan mampir sebentar untuk membeli perlengkapan perjalanan dan makanan. Ketika gerbang kota sudah terlihat, mereka turun dari mobil dan berjalan kaki menuju gerbang. Ketika sampai di dalam kota, mereka berpencar dan membagi tugas, Ria, Marvel dan Altea berbelanja perlengkapan, karena mereka petualang, tentu saja lebih mengerti apa saja yang di perlukan untuk perjalanan jauh. Sementara itu, Leon, Cathy dan Rose berbelanja bahan makanan bersama dengan Sylvia.


Kota Helion adalah kota pertambangan, suasana di kota sangat berbeda dengan kota Lindwurm dan ibukota. Banyak pekerja tambang berkeliaran di jalan membawa peralatan mereka, baik mereka baru kembali dari tambang atau baru mau pergi ke tambang. Mereka juga melihat banyak sekali kereta dorong berisi besi, mithril, orihalcum dan barang tambang lainnya di tepi jalan, sebab sedang mengantri untuk di nilai oleh guild penambang. Setelah sebuah kereta di nilai dan di hargai oleh guild, petugas membayar penambang yang membawanya sesuai isi keretanya dan berat muatan nya. Leon, Cathy, Rose dan Sylvia menuju distrik pasar untuk berbelanja, banyak pedagang yang menjajakan dagangan mereka di tepi jalan dan di toko mereka. Ketika mereka mampir di sebuah toko dan ingin membeli bumbu masak, Cathy mengeluarkan kantung uang nya untuk membayar, tiba tiba,


“Siiiuttt....” Sebuah bayangan hitam melesat dan langsung menyambar kantung uang yang sedang di pegang oleh Cathy.

__ADS_1


“Hei....” Teriak Cathy.


“Aku kejar nee san....” Leon langsung mengejar bayangan itu menggunakan sihir percepatan nya.


Bayangan itu bergerak sangat lincah, dia melompat, berlari, melompat lagi. Leon tidak kalah, dia terus menempel bayangan itu karena menggunakan sihir percepatan gerak nya. Leon hanya bisa melihat kalau yang mengambil dan bergerak cepat itu adalah seorang anak kecil, tapi karena dia memakai jubah dan kerudung, Leon tidak bisa melihat wajah nya. Tiba tiba anak itu berbelok ke sebuah gang sempit, Leon mengikuti nya dan ternyata gang itu adalah gang buntu, tapi anak itu tidak di temukan disana. Leon berjalan dan memperhatikan sekeliling, di ujung gang sampai dinding yang membuat gang itu buntu.


“Ah...aku kehilangan dia....” Pikir Leon dalam hati.


Dia memegang dinding nya dengan maksud bersender, tapi dia malah jatuh karena sebenarnya dinding itu hanyalah ilusi.


“Adu duh.....hmm dimana ini ?” Tanya Leon dalam hati.


Di depan Leon ada sebuah lorong yang gelap, dia berdiri dan mulai berjalan menelusuri lorong yang seperti gang tanpa ujung itu. Leon melirik ke kanan dan kiri, dia menyadari banyak yang memperhatikan dirinya dan menatap nya dari balik dinding.


“Hmmm baiklah, kalau itu mau kalian....”


Leon mencabut pedang nya, dia memegang pedang nya di depan wajah nya dan matanya terpejam.


“Luminus sword.”


Cahaya terang keluar dari pedang dan langsung menerangi seluruh lorong dengan cahaya yang menyilaukan.


“Waaaaaah......”


Terdengar teriakan banyak anak kecil di kanan dan kiri Leon yang tersenyum. Ketika dia membuka mata, dia melihat ada lima orang anak kecil di depan nya yang menggunakan jubah dan terduduk sambil menutup mata mereka karena silau. Leon melihat anak anak kecil itu masih berumur sekitar 7 sampai 10 tahun. Tapi yang paling mengejutkan Leon adalah wajah mereka semua sama, hanya saja terdiri dari 2 pria dan 3 wanita, sepertinya yang barusan mengambil kantung uang Cathy adalah bocah pria yang ada di depan nya, karena dia masih memegang kantungnya sambil menutup mata nya. Leon berjalan dan langsung jongkok di depan nya, dia mengambil kantung uang milik Cathy dari tangan anak itu,


“Tidak baik mencuri barang milik orang lain, semoga kalian bisa belajar dari kejadian ini.” Leon menasihati anak itu.


“Maaf onii chan....aku tidak bisa melihat......maaf, aku mengambil uang karena aku dan adik adik ku lapar.....”


Leon melihat sekeliling, semua anak berwajah sama itu terlihat sedih dan lusuh, tubuh mereka kurus sepertinya mereka memang jarang makan. Semuanya masih menutup mata karena silau dan ketakutan walau pasrah akan nasib yang akan menimpa mereka. Leon yang merasa iba, akhirnya membawa kelima anak itu keluar dari gang dan kembali ke tempat dia datang.


“Leeoon...” Teriak Cathy yang baru datang masuk ke dalam gang.


Sylvia juga ikut bersama keduanya. Ketika bertemu Leon, mereka bingung karena Leon membawa lima anak kecil yang menutup mata mereka.


“Maaf nee san, tapi bisa tidak menyembuhkan mereka, seperti nya jurus ku melukai mata mereka.” Ujar Leon.


Cathy maju dan memeriksa salah satu anak itu, dia membuka tangan nya dan ternyata mata mereka seperti terbakar. Cathy langsung mengangkat tangan nya.


“Area Heal..”


Lima lingkaran sihir muncul di kepala lima anak anak itu, lingkaran sihir itu menerangi mereka dan membungkus tubuh mereka dengan cahaya. Mereka mulai berhenti menangis dan membuka tangan mereka. Mereka sudah bisa membuka mata mereka kembali. Leon menceritakan kepada Cathy, Rose dan Sylvia yang bingung karena wajah ke lima nya sama persis. Cathy jongkok di depan anak laki laki yang masih tertegun dan melihat sekeliling.


“Nama mu siapa ?” Tanya Cathy.


“Nama ku Mark, di sebelah ku adik laki laki ku, Mike, di belakang dari kiri ke kanan, adik perempuan ku Marle, Monica, Meryl.”


“Wow...huruf M semua, kalian kembar ya ?” Tanya Rose.


Ke limanya mengangguk, kemudian mereka menunduk melihat perut mereka yang berbunyi.


“Ayo kita makan, maafkan aku yang melukai mata kalian.” Ajak Leon sekaligus minta maaf.


Akhir nya mereka membawa kelima anak itu ke sebuah restoran di distrik pasar. Ketika makanan datang, kelimanya langsung makan dengan lahap dan terus menambah makanan nya. Kelimanya benar benar kelaparan, melihat kelimanya makan, Leon, Cathy, Rose dan Sylvia tersenyum. Para pengunjung restoran itu melihat ke lima anak itu dengan sinis. Mereka kasak kusuk berbisik, ada yang mengatakan kalau ke lima anak itu membawa sial karena mereka kembar lima, ada juga yang mengatakan kalau mereka anak anak liar yang sebenarnya tidak layak makan di restoran. Lima anak itu makan sambil menunduk karena medengar cibiran dari para pengunjung toko. Mereka terlihat sedih walau mulut mereka tidak berhenti mengunyah makanan mereka. Akhirnya hal ini membuat Sylvia naik pitam, dia langsung berdiri dan membuka penyamaran nya.


“Sylvia ojou....” Ujar para pengunjung, pelayan dan pemilik restoran yang melihatnya.


“Kalian benar benar tidak tahu malu, lihat anak anak ini tidak salah apa apa, mereka hanya lapar dan ingin makan, kalian benar benar tidak punya hati sama sekali dengan perkataan kalian.” Teriak Sylvia sambil naik ke meja.


Para pengunjung minta maaf kepada Sylvia, tapi dia mengatakan kalau mereka harus minta maaf pada kelima anak itu.

__ADS_1


“Sylvia sama...sudah....kita jadi menarik perhatian.” Ujar Cathy.


“Sylvia sama tolong diam ya shuush.....” Tambah Rose.


Tak lama kemudian penjaga kota datang, sepertinya di panggil oleh salah satu pelayan yang keluar lewat belakang. Para penjaga itu bukan nya menghormati Sylvia, malah menaikkan tombak mereka dan menodongkan nya kepada Sylvia.


“Ada apa ini ?” Tanya Sylvia bingung.


“Maaf ojousama, kami dapat perintah dari atasan yang mendapat perintah langsung dari perdana menteri Gregor untuk menangkap ojousama hidup atau mati.” Jawab seorang penjaga.


Sylvia langsung kaget mendengarnya, melihat Sylvia di todong oleh tombak, kelima anak itu berdiri dan mengelilingi Sylvia.


“Haaah...sudah ku duga bakal seperti ini...” Leon berdiri.


“Sekarang sudah jelas siapa yang mengincar nyawa Sylvia dan bekerja sama dengan kerajaan Ingresia.” Cathy berdiri.


“Tidak lain dan tidak bukan, perdana menteri yang selalu berada di sebelah raja, marquis Gregor...” Rose berdiri.


“Jadi sekarang tidak perlu sungkan lagi kan...” Leon mencabut nodachi nya dari punggung nya.


Dia langsung mengibaskan nodachi besarnya dan semua penjaga langsung mundur kebelakang dengan tombak patah.


“Wow....” Gumam kelima anak itu yang melihat nya.


Para pengunjung lari tunggang langgang keluar dari restoran. Leon maju menghampiri penjaga yang tidak berani maju lagi.


“Ma..maaf kami hanya menjalankan perintah....” Ujar seorang penjaga.


“Ok, keluar sekarang....panggil seluruh pasukan disini, aku hadapi seorang diri.” Ujar Leon sambil tersenyum.


Para penjagan lari tunggang langgang keluar dari restoran. Cathy meletakkan sekantung uang di meja dan menggendong seorang anak perempuan itu. Rose dan Sylvia juga menggendong satu anak perempuan, sedangkan Leon menggendong dua anak laki laki itu. Semua nya keluar dari restoran, di depan sudah menunggu Ria, Marvel dan Altea.


“Hei, siapa anak anak itu ?” Tanya Ria.


“Mereka kembar lima...” Jawab Leon, Cathy dan Rose bersamaan.


“Astaga....” Gumam Marvel.


“Leon sama, Cathy sama, Rose sama, para prajurit kerajaan datang kesini dan sepertinya mereka bersenjata lengkap, boleh saya bantai ?” Tanya Altea.


Leon, Cathy dan Rose langsung menoleh melihat Sylvia yang terlihat kebingungan dan sedih.


“Gimana ojo ?” Tanya ketiga serempak.


“Lumpuhkan mereka tapi jangan di bunuh ya, mereka hanya menjalankan perintah.” Jawab Sylvia.


“Kamu dengar kan Altea ?” Tanya Leon.


“Siap Leon sama......”


Semua roket di tubuh Altea terbuka, dia melayang dan menghadapi pasukan yang datang bergerombol sendirian. Seluruh persenjataan nya terbuka dan dia menembaki kaki para prajurit yang langsung berjatuhan sebelum sampai pada nya. Setelah selesai, Altea kembali mendarat dan berjalan kembali ke arah Leon, Cathy, Rose, Ria, Sylvia dan Marvel yang menunggu, semua prajurit di belakangnya tidak bisa berjalan lagi karena kaki mereka tertembak oleh Altea.


“Hei Mark, mau ikut kami ?” Tanya Leon.


Ke lima anak itu saling menoleh dan melihat satu sama lain. Kelima nya mengangguk. Rose tersenyum, dia membuka tas dimensi nya dan mengeluarkan sebuah mainan mobil yang berbentuk bis. Dia meletakkan bis itu di tanah dan lingkaran sihir keluar dari bawah nya. Setelah bis menjadi besar,


“Wooow....” Gumam kelima anak itu.


“Ayo naik...Altea tolong kemudikan.” Ujar Rose.


“Affirmative Rose sama.”

__ADS_1


Altea langsung naik ke kursi pengemudi dan semuanya naik ke dalam bis, setelah mereka duduk, bis langsung berangkat keluar dari gerbang kota.


“Ke kekaisaran Lenox....” Teriak semuanya yang berada di dalam bis.


__ADS_2