Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 7


__ADS_3

Sebulan berlalu, Leon, Cathy dan Rose mulai terbiasa dengan kehidupan sekolah mereka. Ria sudah tidak khawatir lagi karena ketiga adiknya bisa menyesuaikan diri dan cepat belajar. Semenjak kejadian di cafetaria, tidak ada lagi murid dari akademi ksatria dan akademi sihir yang mengganggu kelas mereka. Sebenarnya kebanyakan siswa dari dua akademi itu merasa iri dengan siswa siswi di kelas khusus, terutama anak bangsawan yang berpengaruh dan dari luar kota, karena kekuatan mereka jauh di atas yang lain dan memiliki keunikan sendiri, rata rata level murid murid dua akademi itu adalah level 50 paling tinggi, dengan job yang standard seperti swordman, warrior, magician, archer dan lain sebagainya. Jadi bisa di katakan yang ada di kelas khusus sudah langsung memiliki job lanjutan dari job job standart. Tapi walau tidak di ganggu lagi, mereka tetap di jauhi dan di pandang sebelah mata. Hari itu, semua sedang berada di kelas, termasuk Leon, Cathy dan Rose. Agnes sensei masuk ke kelas, semua murid di kelas duduk dengan rapi, tapi wajah Agnes terlihat geram dan kesal, dia berdiri di belakang meja nya di depan dan menghela nafas panjang.


“Semuanya, dengarkan sensei....” Teriak nya dengan wajah geram.


Tentu saja melihat sensei berteriak seperti itu di depan kelas dengan wajah tidak enak di lihat, membuat seisi kelas diam.


“Kita akan berperang....perwakilan akademi ini adalah kalian, 18 orang yang memliki job kuning. Sebetulnya aku tidak setuju dengan keputusan ini, tapi baru saja kerajaan mendeklarasikan kalau akan berperang dengan kerajaan Ingresia yang sudah mengutus pasukan nya di perbatasan. Sensei minta kalian bersiap, kita berangkat ke perbatasan.” Ujar sensei lesu.


Seisi kelas langsung ribut, ada yang takut, ada yang senang, ada yang bingung dan macam macam. Leon, Cathy dan Rose hanya merebahkan diri mereka di meja.


“Kalian kenapa ?” Tanya Julia di sebelah mereka.


“Malas, lagi tenang begini dan mulai menikmati sekolah harus pergi perang. Ada saja yang mengganggu.” Ujar Cathy.


“Tapi kerajaan itu lagi nee san....kebangetan.” Ujar Leon.


“Oh ya, kalian datang dari sana kan ?” Tanya Vlad yang berbalik.


“Iya, kita punya masalah dengan mereka.” Jawab Leon.


“Tahu tidak alasan perang nya apa ?” Tanya Rose.


“Tidak tahu, baru kali ini mereka menyerang  setelah perjanjian damai antar dua kerajaan, sekarang kita berperang dengan kekaisaran Lenox yang berada di utara. Karena mereka mau memperluas wilayah, sejak itu hubungan kerajaan kita dengan kekaisaran Lenox tidak baik, jadi kalau yang menyerang mereka, kita tidak heran, tapi kalau kerajaan Ingresia yang menyerang cukup membuat kaget juga.”


“Hmm...begitu ya.” Gumam Leon.


Setelah itu, sensei membagi para siswa di kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah Fran (human), Evan (elf), Gerard (dragonoid), Jeremy (human), Julia (oni) dan Laurie (oni). Kelompok kedua adalah Freddy (elf), Vlad (oni), Otto (dragonoid), Maria (oni) yang memiliki job Phalanx, yaitu job yang menggunakan perisai bundar di tangan kanan dan kiri untuk bertahan dan menyerang, Celeste (human) yang memiliki job windrunner, job yang mengandalkan presisi dan kecepatan menggunakan bowgun di kedua tangan nya dan terakhir Kilua (dragonoid) dengan job shaman, job yang bisa untuk penyembuhan dan menyerang. Kelompok ketiga adalah Leon, Cathy, Rose, Sarah (elf) job  spirit dancer, job yang menyerang menggunakan senjata cakram, baik jarak dekat atau jarak jauh dengan tarian nya, Paul (oni) job trickster, job yang mengadalkan kecepatan dan critical hit dalam menyerang dan sangat mendeteksi musuh, job yang sekelas dengan assassin.


“Sensei maaf, tapi grup kami kurang 1 nih...” Ujar Cathy.


“Ah...ya...satu lagi yang bergabung dengan kelompok kalian adalah Rex, bisa tolong jemput dia di asrama nya ? dia mengurung diri di sana. Sarah, Paul, tolong antar mereka.” Ujar Agnes.


Agnes langsung berbalik dan mengatur grup lainnya, dia megatakan kepada kelas kalau semuanya akan berangkat 2 hari lagi, jadi dalam waktu 2 hari semua harus mengadakan persiapan untuk perjalanan dan keperluan di sana, setelah itu Agnes mempersilahkan para murid yang sudah berkelompok keluar. Kemudian 2 kelompok yang sudah terbentuk meninggalkan kelas untuk bersiap siap berangkat, yang tersisa di kelas hanya kelompok Leon, Cathy dan Rose bersama Sarah dan Paul.


“Aduh Rex ya....” Ujar Paul.


“Eh, memang dia kenapa ?” Tanya Rose.


“Dia sedikit aneh dan tertutup...lalu job nya itu loh...sedikit mengerikan. Ah benar juga, dia tidak pernah masuk kelas ya, kalian belum kenal dia.” Jawab Sarah.


“Memang apa job nya ?” Tanya Cathy.


“Dia bisa membuat tengkorak hidup dan zombie, juga menggunakan sihir hitam. Nama job nya necromancer.” Jawab Paul.


“Hmmm keren juga....” Gumam Leon.


“Apanya....seram tau, kita saja takut kok sama job dia, tapi sebenarnya dia orang nya baik sih walau sedikit unik, aku kenal dia sejak dari desa soalnya.” Balas Sarah.


“Ya sudah, biar aku yang tarik dia keluar dari kamarnya, aku dan Leon sudah biasa menarik seseorang dari kamar.” Leon menoleh kepada Rose, Cathy juga menoleh kepada Rose.


“Eh...maksudnya aku ?” Tanya Rose bingung.


“Ya....” Ujar Cathy dan Leon.


Sarah dan Paul tertawa mendengar nya, kemudian ke lima nya keluar dari kelas dan menuju asrama untuk menjemput Rex. Mereka keluar dari gedung sekolah dan langsung menuju gedung asrama di sebelah nya, karena Rex laki laki, maka yang boleh masuk ke dalam hanya Leon dan Paul. Kamar Rex terletak di paling atas lantai 5 dan dia sepertinya tinggal sendirian di sana. Leon dan Paul berdiri di depan kamarnya. Leon mengetuk pintu nya,


“Rex, ini aku Paul....bisa buka pintu nya ?” Teriak Paul.


Tidak ada jawaban dari kamar, Paul terus mengetuk pintu dari pelan sampai kencang dan dia terus memanggil Rex supaya keluar, tapi tetap tidak ada jawaban.

__ADS_1


“Paul, dia di dalam baik baik saja kan ?” Tanya Leon.


“Aku tidak tahu, biasanya dia jawab kok kalau di panggil, walau dia tidak mau keluar.” Jawab Paul.


“Boleh ku dobrak pintunya...?” Tanya Leon.


“Silahkan, aku juga sedikit khawatir...” Jawab Paul.


Langsung saja Leon menendang pintunya dan pintu langsung terbuka lebar, bau tidak sedap keluar dari kamar yang memaksa Leon dan Paul menutup hidung mereka. Di dalam gelap, Leon dan Paul masuk perlahan lahan. Paul langsung membuka tirai dan membuka jendela, sinar matahari masuk ke dalam dan menerangi ruangan. Ternyata kondisi kamar sangat berantakan, buku berserakan di mana mana, Rex terlihat sedang duduk menyender di tempat tidur sambil tidur dengan buku tebal di tangan nya.


“Astaga Rex...sudah berapa hari kamu tidak mandi....” Paul mendekati Rex yang sedang tertidur sambil duduk di tempat tidurnya.


Ketika Leon dan Paul mendekat, mereka mendengar Rex bergumam dalam tidurnya,


“Dewa kejahatan bangkit....segel terlepas....semua musnah....aku harus mencegah nya...darurat...darurat...” Gumam nya sambil terlelap.


Leon dan Paul yang mendengar gumaman nya menjadi sedikit takut, apa yang sebenarnya sedang Rex selidiki sampai dia mengingau di tidurnya. Paul langsung mengguncang guncang tubuh Rex.


“Rex...bagun Rex....hoi....Rex....” Teriak Paul.


“Pertama yang harus di lakukan adalah membuat dia mandi...ampun deh....sama kayak Rose....” Ujar Leon.


“Eh...Rose san juga sama ?” Tanya Paul.


“Sama persis....dan kondisi kamarnya...kurang lebih juga sama.” Jawab Leon.


Sementara itu, di luar asrama, Rose, Cathy dan Sarah menunggu di pintu masuk asrama pria.


“Achoo....” Rose bersin.


“Bless you....” Ujar Sarah.


“Ada yang membicarakan diriku....” Balas Rose.


Paul terus mengguncang guncang Rex, bahkan dia juga menepuk nepuk pipi Rex yang masih tidur. Rex adalah seorang elf yang berambut cepak berwarna pirang seperti Leon, sebenarnya tampan, tapi karena dia sepertinya jarang tidur, ada kantung mata yang hitam di bawah matanya.


“Uhh.....selamat pagi.....” Ujar Rex yang baru bangun.


“Bukan selamat pagi kan....ayo cepat...kita harus berangkat bersiap siap.” Ujar Paul.


“Eh...Paul...kok kamu ke sini ? dan dia siapa ?” Tanya Rex melihat Leon.


“Dia Leon, dia juga teman sekelas kita, kamu sudah beberapa bulan ini tidak ke kelas, wajar kalau kamu belum kenal. Ayo siap siap, kita harus ke perbatasan, perang.” Ujar Paul.


“Eh...perang ? dengan siapa ?”  Tanya Rex.


“Ingresia, mereka sudah di perbatasan....” Ujar Paul.


“Hah...Ingresia ? bukan kekaisaran Lenox ? astaga...berarti semua benar....” Ujar Rex yang kaget dan langsung bangun.


Dia langsung lari ke meja nya dan mengacak ngacak kertas di meja nya, dia langsung membaca baca semua berkas nya sedang dia teliti. Lalu sepertinya dia menemukan nya dan lansgung berjalan kembali ke Paul dan Leon yang bingung melihat nya.


“Berarti benar...berarti benar....gawat...ini sangat gawat....” Gumam Rex.


“Hei Rex, tenang, ada apa sebenarnya....” Ujar Paul.


“Paul, Leon...kita harus ke kepala sekolah, kita harus memberitahu hal ini....” Ujar Rex sambil memegang pundak Paul dan Leon dengan wajah yang semakin pucat dari sebelum nya.


“Agh...mandi dulu...” Teriak Leon.

__ADS_1


“Apa sih yang kamu katakan...” Teriak Paul.


“Tidak ada waktu...cepat kita ke kepala sekolah.”


Rex langsung berlari keluar dari kamar, Paul dan Leon yang bingung terpaksa berlari mengikuti nya. Sampai di bawah, Sarah langsung menegur Rex dan Rex menerobos nya, akhirnya semuanya langsung masuk ke gedung sekolah dan menuju kantor kepala sekolah. Di dalam Rodrick sedang bersama Agnes dan Fran, Rex langsung masuk ke dalam tergesa gesa.


“Rodrick sensei, Agnes sensei....benar kita akan berperang dengan Ingrasia ?” Tanya Rex di depan meja.


“Uh Rex....kamu sudah berapa lama tidak keluar dari kamar ?” Tanya Agnes yang langsung mundur dan menutup hidung nya.


“Ada apa Rex, kenapa kamu kesini ?” Tanya Rodrick yang duduk tenang di mejanya.


Rex langsung menceritakan apa yang terjadi. Beberapa bulan lalu, dia mendapat penglihatan dari meditasi nya selagi dia menyelesaikan ritual sihir hitam nya, sebab Rex adalah praktisi sihir hitam dan secara tidak sengaja dia terhubung dengan kegelapan, di dalam penglihatan itu semua sudah hancur akibat perang dan dewa kejahatan kembali menguasai dunia. Karena penglihatan itu sangat nyata dan menakutkan. Rex menyelidiki ramalan yang di tulis 100 tahun setelah kerajaan Ingrasia berdiri, yang berbunyi, tepat 2000 tahun dari ramalan di buat, perang besar akan terjadi yang melibatkan seluruh kerajaan di dunia selama lima tahun, dewa kejahatan akan bangkit setelah semua terjadi dan menghancurkan dunia. Setelah mengurung diri berbulan bulan akhirnya dia berhasil mengurutkan dari tanggal ramalan di buat, yang tidak ada tanggal pembuatan persisnya sampai sekarang dan menemukan tahun terjadi nya ramalan itu, waktu terjadinya ramalan adalah tahun ini, di mulai oleh kerajaan tertua yaitu Ingresia dan kalau semuanya benar berarti dewa kejahatan dalam legenda akan bangkit 5 tahun lagi.


“Kerajaan Ingresia mulai menyerang kita, karena memang kita paling dekat dengan mereka. Dewa kejahatan dalam legenda akan bangkit 5 tahun ke depan dan sekarang semua nya baru di mulai, kita harus mencegah nya.” Rex menambahkan dengan wajah ketakutan.


“Hmm benar juga, berarti ada sesuatu yang terjadi di kerajaan itu. Aku akan melaporkan nya ke pihak kerajaan, sementara itu, aku ingin kalian ber enam melakukan sesuatu.” Ujar Rodrick.


“Apa itu sensei ?” Tanya Leon.


“Selidiki batu segel kita di menara yang berada di utara kota ini, nama menara itu Skytower.” Jawab Rodrick.


“Berarti kita tidak perlu ke perbatasan sensei ?” Tanya Cathy.


“Belum, kalian ber enam ke menara dulu dan naik ke tingkat paling atas untuk mengecek batu segel dan menjaga nya. Aku akan meminta guild petualang untuk mengantar kalian. Tunggu sebentar di luar dan aku akan memberikan surat nya, kalian boleh keluar dulu dan Rex, tolong kamu mandi dulu....” Jawab Rodrick.


“Eh....aku bau ya ?” Tanya Rex sambil mencium pakaian nya.


“Sangat....cepat mandi.” Teriak semua yang ada di ruangan.


Leon, Cathy, Rose, Paul, Sarah dan Rex keluar dari ruangan kepala sekolah. Dan menunggu di luar,


“O ya Rex, kenalkan, ini Cathy san dan sebelah nya Rose san, kalau Leon kun kamu sudah kenal kan. Kamu sudah dua bulan lebih tidak ke kelas.” Ujar Sarah.


“Salam kenal aku Rex....maaf Leon kun, kita belum resmi berkenalan.” Ujar Rex.


“Iya salam kenal.....” Ujar Cathy dan Rose bersamaan sambil menutup hidung.


“Tidak masalah Rex kun, santai saja....tapi tolong...semua orang yang lewat jadi menjauh nih.” Ujar Leon.


“Ah ya maaf, aku mandi dulu di asrama. Paul mau temani aku ?” Tanya Rex.


“Haaah...kenapa aku harus menemani mu....ya sudahlah ayo cepat....” Jawab Paul kesal.


Akhirnya keduanya langsung berjalan menuju asrama kembali, semua murid yang mereka lewati menutup hidung dan menyingkir. Paul menggerutu karena semua orang juga jadi ikut menyingkir melihat dirinya karena di anggap sama dengan Rex. Sarah yang melihat nya tertawa kencang, sementara Leon, Cathy, Rose berpikir dan berdiskusi di kepala mereka.


“Kita jadi kerja nih....mending maju perang hancurkan segalanya, lalu cari tempat tenang hidup santai.” Ujar Leon kesal.


“Iya nih, bikin kesal saja, aku sebenarnya ingin protes tadi, tapi aku mikir juga, kalau perang terus dan tidak damai damai, gimana kita bisa tenang.” Ujar Cathy.


“Nah bener nee san, jadi anggap saja kita melakukan semua ini buat diri kita sendiri.” Tambah Rose.


“Haaaah...lagi lagi....tapi ya sudah lah, ini dunia yang berbeda, hitung hitung kita jalan jalan iya ga hehe. Mau dewa kejahatan kek atau raja kek, aku tidak perduli, jika macam macam dan mengganggu ketenangan kita, libas.” Tambah Leon.


“Hehe bener...Kerajaan Ingresia ya namanya, sudah dua kali nih mengganggu ketenangan kita, harus di libas. pokok nya senang senang saja...tidak usah mikir apa apa, libas semua.” Tambah Cathy.


“Nah gitu dong, kan kita  bertiga ini.  Lagian kerajaan itu mengejar Ria nee san kan, bantai saja, biar kita ber empat kembali hidup tenang.” Tambah Rose.


“Hahaha iya, Ria nee san tidak boleh di lupakan. Setuju banget, kita jadikan perang ini alasan untuk membantai mereka sekaligus dewa kejahatan nya sekalian yang namanya saja kita tidak tahu.” Tambah Leon.

__ADS_1


“Setuju, lupakan dunia yang lalu, kita hidup di dunia ini sekarang. Pokok nya aku mau kita hidup tenang dan damai. Tidak ada yang boleh menghalangi kita. Masa bodoh mau legenda kek apa kek, menghalangi bantai.” Tambah Cathy.


Akhirnya tiga anak kembar itu memutuskan untuk menghancurkan apa saja yang menghalangi mereka hidup tenang, termasuk dewa kejahatan. Tak lama kemudian, Agnes keluar dari ruang kepala sekolah dan memberikan sepucuk surat dari Rodrick untuk guild master di guild petualang. Leon, Cathy, Rose dan Sarah langsung pergi menuju keluar dari gedung untuk ke asrama menjemput Rex dan Paul.


__ADS_2