Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 17


__ADS_3

Mobil melaju kencang dan “Ckiiiit....” sleding di depan gerbang benteng. Tidak ada yang menjaga sebab semua sibuk melawan demon demon yang menyerang dari udara. Leon, Cathy dan Rose turun,


“Animate death...” Teriak Rose.


Naga tulang besar muncul dari lingkaran sihir, tanpa menunda lagi Rose melompat ke atas naga dan duduk di punggung nya.


“Onee chan...Onii chan....ayo.”  Teriak Rose.


Leon langsung melompat sambil menggendong Cathy dan naga langsung terbang, Leon dan Cathy berdiri di punggung naga sambil memegang senjatanya. Karena banyak demon yang sudah turun dan mengamuk di dalam benteng, Leon dan Cathy melompat turun sementara Rose dan naganya mengamuk di udara menghabisi semua yang ada di udara. Di bawah, seorang ksatria sudah teduduk jatuh dan seorang demon dengan cakar besar dan sayap yang lebar sudah mengangkat cakar nya untuk menghabisinya, ksatria itu sudah pasrah dan menghalangi pandangan nya dengan kedua tangannya. “Sleeeeg.” Demon di depan nya terbelah dua, sebuah pedang nodachi berwarna emas membelah dua demon dari atas ke bawah. Ksatria yang terciprat darah demon tertegun melihat Leon yang langsung menghilang dari hadapan nya menghabisi semua demon di dalam benteng dengan ayunan pedang nya, dia menoleh dan melihat Cathy yang sedang mengayunkan kepala gadanya dengan rantai dan membunuh semua demon yang di lewati nya, sedangkan di atas ada suara naga yang lewat dan demon demon terbang yang berjatuhan.


“Lu...luar biasa....” Ujar ksatria itu sambil tertegun.


Leon dan Cathy mengamuk di dalam benteng membunuhi semua demon yang mereka lihat. Tiba tiba Rose menghubungi mereka,


“Onee chan, onii chan....kelompok dari akademi menuju menara....” Ujar Rose yang melihat nya dari atas.


“Baik...Rose terbang rendah, kita kesana....” Balas Leon.


“Ok, Sylvia dan Ria nee san juga sudah masuk benteng, mereka cukup buat menghabisi demon yang tersisa.” Balas Cathy.


Rose langsung meminta naganya terbang rendah, Leon dan Cathy melompat naik ke punggung nya.


“Skrieeeeek....”


Naga kembali terbang melesat dengan kecang menuju menara. Ria dan Sylvia melihat mereka terbang menuju menara sambil menghabisi demon yang tersisa di dalam benteng. Singkat cerita, naga sudah terbang di atas kereta kereta pengangkut yang di tinggal kan begitu saja di tepi jalan, Leon turun memeriksa salah satu kereta dan di dalam nya banyak sekali mayat para murid yang kira kira berjumlah 20 orang, Cathy juga mengatakan hal yang sama setelah melihat kereta di depan nya, tapi tidak terlihat enam orang yang datang ke kantor kepala sekolah waktu itu. Leon dan Cathy naik kembali ke naga dan meneruskan terbang ke menara. Di depan menara, terlihat teman teman mereka sedang bertahan di depan gerbang melawan lima orang demon yang bentuk nya sama seperti yang mereka lawan di cafetaria, Oscar dan Mabel juga bersama mereka, tapi wanita yang mereka lihat tidak ada bersama para demon itu.


“Wanita itu tidak ada....” Ujar Rose.


“Benar, kali ini jangan sampai terkecoh lagi...” Tambah Leon.


“Lihat di atas....” Ujar Cathy sambil menunjuk ke menara.


Mereka langsung melihat ke arah yang di tunjuk Cathy, ketiganya melihat bayangan seorang wanita demon yang sedang merayap naik ke menara dan sambil mengawasi di bawah.


“Haha....dia bisa menghilang seperti bunglon rupanya, pantas kita tidak melihat nya.” Ujar Leon.


“Tapi tidak kali ini....” Cathy melepaskan satu kepala gadanya dan melemparkan nya kearah bayangan tembus pandang itu.


“Buaak...” Punggung wanita itu terhantam oleh gada Cathy dan sepertinya dia kehilangan keseimbangan, kemudian jatuh. Cathy langsung melompat menyusul nya, wanita itu menembaki Cathy dengan panah dan dengan mudah di tangkis oleh ayunan gada Cathy. Tanpa ragu lagi Cathy melemparkan kembali kepala gadanya dan mengikat tubuh wanita itu dengan rantai, Cathy mendarat di atas tubuhnya yang masih setengah menghilang dan langsung memukulkan gadanya ke kepalanya. “Buum...” Cathy mendarat di tanah dengan wanita demon itu di injak oleh nya. Karena pingsan, tubuh berubah menjadi aslinya dan langsung nampak tidak menghilang lagi, Cathy membuka kerudung nya dan dugaan ketiganya benar, dialah wanita yang di belakang dan tidak berbicara itu. Leon melompat turun dari punggung naga tulang dan langsung menerjang lima demon yang masih bertarung dengan Freddy, Paul, Fran, Maria, Laurie dan Vlad. Di tengah tengah Leon menghentakkan tenaganya dan mereka terpisah, kemudian dia berdiri di depan teman teman nya menghadap kepada para demon di depan nya.


“Halo senpai apa kabar....” Tegur Leon.


“Ka..kamu....kenapa kamu ke sini ? bukan kah kamu ke benteng perbatasan ?” Tanya senpai ikemen dalam wujud demon nya yang jelek.


“Hahaha di kira senpai bisa mengelabui kami ?” Tanya Rose yang melayang mendarat di sebelah Leon.


“Masih jauh senpai kalau mau coba coba menipu kami, sejak awal kami sudah tahu kalau sasaran senpai adalah menara ini.” Tambah Cathy datang setelah mengikat wanita demon itu dengan rantai gada replika nya dan berdiri di sebelah Leon.

__ADS_1


Wajah ke lima belas teman sekelas ketiganya langsung berubah menjadi ceria melihat ketiganya berdiri di depan mereka.


“Mu..mundur.....kita harus mundur...” Teriak senpai.


Ke lima nya langsung berbalik, tapi di belakang mereka ternyata ada seekor naga tulang besar yang langsung menjulurkan kepalanya dan meraung kencang.


“Hehe maaf senpai gata, kalian tidak bisa kabur.” Ujar Rose.


“Ku..kurang ajar...serang serang mereka.....” Teriak senpai ikemen yang menjadi pemimpin itu.


Ketiganya nya langsung maju menerjang lima demon yang berlari kearah mereka untuk menyerang. Leon langsung membelah dua orang senpai dengan ayunan nodachi nya, Cathy meghantam kepala dua senpai di kanan dan kiri nya, sedangkan Rose yang melayang menembakkan panah api dengan buku nya menembus tubuh seorang senpai yang langsung terbakar. Teman teman sekelas ketiga nya langsung bersorak sorak, Leon langsung minta tolong pada Oscar untuk menahan demon wanita yang sudah di ikat oleh Cathy dan kembali ke wujud asli nya untuk di interogasi sebab dia hanya pingsan. Setelah itu ketiganya kembali naik ke atas naga dan terbang menuju benteng perbatasan.


***


Di benteng perbatasan, pasukan penjaga perbatasan sudah keluar dari benteng untuk menyerang balik pasukan dari kerajaan Ingresia yang sebagian berwujud demon. Leon, Cathy dan Rose langsung turun di depan mereka dan naga terbang langsung mengamuk di atas barisan musuh. Leon, Cathy dan Rose maju memimpin pasukan gerbang memukul mundur pasukan kerajaan Ingresia bersama Ria dan Sylvia. Pasukan musuh berhasil di pukul mundur, tapi tiba tiba sebuah pedang yang sangat besar seperti pedang milik raksasa jatuh menancap di tanah, persis di depan Leon, Cathy dan Rose yang memaksa mereka berhenti. Leon, Cathy dan Rose bersiaga sambil menghalangi para prajurit di belakang nya. Pedang di tarik dan seorang ksatria berpakaian baju zirah lengkap dengan tanduk besar di kepalanya menopang pedang itu di pundak nya. Wajah nya tidak terlihat karena tertutup helm nya, tapi seluruh tubuh nya di selimuti api berwarna biru dan naik kuda hitam yang juga berzirah lengkap. Ketiganya berpandangan dengan ksatria besar itu, tapi ksatria itu memutar balik kudanya dan berjalan menuju kembali ke pasukan nya.


“Kita kejar  ?” Tanya Cathy.


“Tidak usah....dia mengatakan perang di sudahi saja di sini.” Jawab Leon.


“Hah...mana bisa begitu, main serang saja, enak saja minta udahan.” Balas Rose.


“Tidak, resikonya besar kalau kita maju mengejarnya....ksatria itu...kuat.” Balas Leon.


“Ya...aku tahu...” Tambah Cathy.


Tiba tiba Ria menghampiri ketiganya, Ria melihat ksatria berbaju zirah hitam itu dari kejauhan. Dia langsung menutup mulutnya dengan tangan.


“Tidak mungkin....baju zirah itu...pedang itu.” Ujar nya.


“Siapa dia nee san ?” Tanya Leon.


Ria langsung menoleh melihat ketiganya, dia langsung maju sedikit dan berdiri di depan ketiganya.


“Dia....ayah kalian...Roland Heindrich....” Ujar Ria dengan nada lirih.


“A..apa ?” Tanya ketiganya bersamaan.


Leon, Cathy dan Rose langsung tersentak kaget, ketiganya langsung maju ke depan melewati Ria dan bermaksud menyusul ksatria berzirah hitam itu, mereka berlari. Tapi Ria mencegah ketiganya dengan menahan dan  merangkul nya.


“Aku...melihat ayah kalian di hukum mati waktu itu dengan cara di penggal....tidak mungkin dia masih hidup...itu bukan dia aku salah, maafkan aku.” Ujar Ria.


“Awas nee san...” Ujar Leon dengan wajah marah.


“Nee san, jangan halangi kami.” Tambah Cathy dengan wajah marah.


“Tolong nee san, minggir, kami tidak mau melukai nee san...” Tambah Rose dengan wajah marah.

__ADS_1


“Tidak....kalian tidak boleh kesana.....diam di sini bersama ku....dengar, dia bukan ayah kalian....” Teriak Ria.


“Nee san....minggir.” Ketiganya berteriak dan menghentakkan tenaga mereka bersamaan.


Ria terpental mundur dan ketiga nya kembali maju berjalan dengan tubuh di selimuti aura kuning. Sihir penyamaran mereka terlepas dan wujud asli mereka yang berambut hitam dan bermata silver muncul. Ria yang melihatnya langsung bangkit, dia melompat dan berlari mengejar ketiganya untuk menahan nya. Ria berhasil menyusul mereka dan berdiri di depan mereka sambil menahan ketiganya. Karena ketiganya sudah termakan emosi mereka dan tidak mendengar ucapan nya, akhirnya Ria mengerahkan tenaganya dan menampar ketiganya. Ketiganya tertegun, mereka berhenti melangkah dan memegang pipi mereka dengan tangan nya, dengan cepat Ria menekan ketiga gelang di tangan mereka dan menyembunyikan wujud mereka lagi supaya tidak terlihat yang lain.


“Sudah tenang....dengarkan aku, aku sama seperti kalian, hati ku juga sakit bertempur melawan kerajaan ku sendiri....tenangkan diri kalian, aku di sini. Tolong, demi diri kalian sendiri, kalau tidak bisa, mau kan kalian lakukan demi aku yang sama seperti kalian.” Ujar Ria sambil menangis.


Leon, Cathy dan Rose yang masih memegang pipi mereka yang di tampar Ria, tertegun dengan air mata mulai keluar dari mata ketiganya, kemudian ketiganya langsung memeluk Ria sambil menangis tersedu sedu. Ke empat nya terduduk di tengah medan peperangan sambil menangis histeris dan berteriak. Sylvia yang baru datang bersama para prajurit dan petualang berdiri di belakang mereka sambil menunduk diam sambil melihat ke empatnya terduduk menangis dan saling berpelukan.


***


Setelah ke empat nya tenang, mereka kembali ke benteng perbatasan. Rose menyimpan kembali naga tulang nya. Leon, Cathy, Rose, Ria dan Sylvia kembali naik ke mobil untuk pergi menuju menara. Tidak ada yang bicara sepatah kata pun selama perjalanan, tiba tiba mereka melihat ledakan di puncak menara. Leon langsung menoleh pada Cathy yang duduk di depan, dia langsung menginjak gas nya sampai mentok dan mobil melaju dengan kencang. Mereka melihat sebuah bayangan berjubah seperti penyihir terbang kencang melewati mereka dengan seperti komet dan membawa demon wanita yang di tangkap oleh Cathy sebelum nya.


“Apa itu ?” Tanya Cathy sambil melihat ke atas.


“Oh tidak...itu mama mereka, Irisdina Heindrich, tapi sebaik nya aku tidak bicara.” Ujar Ria di dalam hati nya.


Akhirnya mereka sampai di depan menara, mereka melihat pagar sudah hancur dan mereka juga melihat teman teman mereka sudah terkapar di depan pagar, begitu juga dengan Oscar dan Mabel. Karena khawatir, Rose memanggil naganya dan langsung terbang bersama Leon dan Cathy menuju lantai 100. Sementara Ria dan Sylvia memeriksa semua orang di bawah. Ketika Leon, Cathy dan Rose tiba di lantai 100, jendela berlubang seperti ada yang menerobos keluar dari dalam, ruangan itu dalam keadaan berantakan dan hancur, ketiganya masuk ke dalam lift untuk turun menuju lantai 70. Mereka melihat Altea tergeletak di lantai di depan altar dengan tangan dan kaki putus, mengeluarkan percikan api. Mereka melihat ke atas altar, batu segel yang tadinya berputar menjadi diam dan tidak berwarna lagi bagai batu biasa.


“Altea.....” Teriak ketiganya menghampiri Altea. Leon langsung memapah kepalanya.


“Self repairing in progrees, reboot in 59 menit.” Terdengar suara robot dari Altea yang terpejam.


Mereka melihat sekeliling dan mereka melihat dua ksatria besi milik Altea sudah hancur juga ruangan hancur bekas pertarungan yang sengit menggunakan sihir. Leon meggendong Altea, Rose mengambil tangan dan kaki nya yang terputus, mereka kembali lagi ke lantai 100. Batu segel sudah hancur, musuh berhasil menghancurkan nya.  Ketiga nya turun kembali menggunakan naga sambil membawa Altea. Setelah di bawah, Leon meletakkan Altea di dalam mobil untuk di bawa kembali ke kota. Sementara itu Cathy mendekati Ria dan Sylvia yang sedang merawat teman teman mereka dan dua petualang, Oscar dan Mabel.


“Gimana mereka nee san ? biarkan aku sembuhkan mereka.” Ujar Cathy.


“Mereka tidak apa apa, tidak ada luka yang fatal, mereka hanya pingsan.” Ujar Ria.


“Area heal.” Teriak Cathy.


Gelombang cahaya kuning keluar menerpa seluruh teman teman sekelas dan dua petualang yang pingsan. Langsung saja tubuh semuanya di selimuti oleh cahaya kuning dan luka mereka berangsur angsung sembuh.


“Ugh...” Freddy sadar lebih dulu dari yang lain.


Leon, Cathy, Rose dan Ria langsung memapahnya. Kemudian Freddy bercerita, kalau yang menyerang mereka adalah seorang penyihir wanita yang sangat kuat, dia langsung membuat semua pingsan dalam sekejap dan terbang ke atas, kemudian keluar dari lubang di atas, turun dan menyambar demon wanita itu kemudian terbang melesat lagi bagai komet ke arah perbatasan, setelah itu Freddy pingsan karena terluka. Freddy menjabarkan ciri ciri penyerang nya, dia memakai topeng putih yang menutupi seluruh wajah nya jadi tidak terlihat, tapi rambut nya yang silver terlihat jelas. Leon, Cathy dan Rose sering di ceritakan oleh Albert dan Karen mengenai ciri ciri papa dan mama nya, jadi begitu Leon mendengar ucapan Freddy yang menyerang nya berambut silver,


“Nee san...jangan jangan....” Ujar Leon sambil menoleh kepada Ria.


“Iya....mama kalian, Irisdina Heindrich. Maaf...aku sudah tahu dari di mobil tadi sebenarnya ketika dia melewati kita...sekali maaf.” Ujar Ria.


“Tidak apa apa nee san, kami mengerti, iya kan Leon, Rose..” Balas Cathy.


“Iya nee san, kami tidak apa apa....” Tambah Rose.


“Apa yang sebenarnya terjadi di kerajaan Ingresia ?” Tanya Leon.

__ADS_1


Batu segel hancur, Altea terluka parah, papa dan mama mereka ternyata masih hidup dan menjadi musuh mereka, membuat Leon, Cathy, Rose menjadi marah. Tangan mereka mengepal dan tatapan mata mereka terlihat garang.


__ADS_2