
Di dalam kediaman marquiss Derotidus, mereka bertiga di bawa ke dalam penjara bawah tanah. Prajurit yang mengantar mereka di berikan hadiah, tapi saat dia mau menerima hadiah itu dia menoleh dan ketika ketiganya mengangguk, baru dia mengambil nya. Setelah prajurit itu pergi,
“Kita mau tunggu di sini apa samperin ke atas ?” Tanya Rose.
“Hmm....samperin ajalah, di sini ga enak, lembab.” Jawab Cathy.
“....” Leon diam saja tidak menjawab apa apa.
“Onii chan...tenang aja, ayo, jangan takut, buka jeruji nya.....” Ujar Rose.
Leon tidak bicara apa apa tapi dia langsung mencabut Haomaru dan membelah jeruji nya dengan satu ayunan.
“Sebenarnya tidak perlu pakai pedang juga kan....” Ujar Cathy.
“Um..onee chan...mending kita awasi onii chan....kalau kamu onee chan cuma pingsan, tapi kayaknya onii chan jelek nih....” Bisik Rose.
Leon memimpin di depan masuk ke dalam rumah, beberapa prajurit langsung masuk ke dalam dan menghadang nya,
“Berhen........”
Kepala prajurit terpental ketika dia sedang berbicara. Kepalanya jatuh persis di depan prajurit yang lainnya, membuat mereka gemetar dan tidak bisa bergerak.
“Leeooon...stop....kita kesini kan mau bicara....bukan membantai.” Ujar Cathy menarik lengan Leon.
“Tuh kan apa ku bilang.....” Ujar Rose sambil menarik tangan Leon sebelah nya.
Dua bayangan melesat menuju Leon, mereka langsung menyerang Leon menggunakan pedang tipis seperti ninja. Leon juga menyabetkan pedang nya dan kedua bayangan langsung terdiam. Leon, Cathy dan Rose berjalan menuju kamar marquis. Dua bayangan yang mereka lewati mematung tidak bergerak, seorang pelayan yang ketakutan menyentuh salah satu bayangan, ternyata bayangan itu langsung terpotong potong dan sebelah nya juga ternyata sama. Pelayan itu berteriak dan pingsan di tempat.
Sampai di depan kamar marquis, Leon langsung menendang pintunya sampai melayang menancap di atas tempat tidur.
“Aaaah...siapa kalian..pengawal...pengawal....” Teriak Derotidus.
Cathy langsung melompat ke tempat tidur dan menindih Derotidus, kemudian dia menjepit pipi Derotidus,
“Diam, jangan bikin suasana makin keruh, kita mau bicara.....banyak.” Ujar Cathy.
“Haik...haik...hepashan hahu.” Ujar Derotidus.
Cathy melepaskan pipinya, tapi dia tetap duduk di tubuh Derotidus sampai tidak bisa bergerak. Rose menahan Leon di luar supaya tidak mengamuk.
“Hey...Pertama, jangan pernah merongrong desa di tepi hutan itu ya. Kedua bebaskan semua budak di sini. Ketiga jadikan kita bertiga gladiator.” Ujar Cathy.
“Jangan seenaknya, mana bisa aku melakukan itu...aku juga punya tawaran.....aaaah....”
Cathy menjatuhkan satu palu nya ke tangan Derotidus dan menghancurkan tangan nya. Lalu dia menyembuhkan nya.
“Yang bilang ini negosiasi siapa ? ini perintah, paham ga ?” Ujar Cathy.
“Aku seorang marquis, kamu tidak bisa perlakukan aku seperti ini.....aaaarg.....”
Sekarang palu menghancurkan salah satu kaki dari Derotidus, setelah dia menyembuhkan nya, Cathy kembali menjepit pipi nya.
“Sudah ku bilang, ini bukan negosiasi, aku tidak perduli siapa kamu, kita bertiga bisa menghancurkan kota ini dengan mudah kalau kita mau. Paham ?” Tanya Cathy sekali lagi.
“Arrrrgh.....ba..baik...aku...aku mengerti.....”
“Ok cepat di atur, aku tunggu.....”
Cathy kemudian menghubungi Rose di luar menyuruh beberapa prajurit yang di luar masuk ke dalam kamar, setelah prajurit masuk, Derotidus langsung menyuruhnya membebaskan semua budak dan melarang prajurit nya mengganggu desa yang berada di dekat hutan. Lalu Derotidus juga minta seseorang mengirimkan surat yang akan di tulisnya kepada ratu, yang mengatakan ketiganya mau bertemu dengan ratu setelah menang di arena. Cathy yang menulis suratnya dan Derotidus yang menandatangani dan membubuhkan cap nya. Kemudian Cathy memberikan surat nya pada kurir supaya di antarkan ke ibukota. Setelah kurir pergi,
“Sampai kapan kamu mau menyandera ku seperti ini....” Ujar Derotidus.
“Sebentar, aku belum puas hohohoh....”
Cathy memukul lagi kaki Derotidus sampai dia berteriak, kakinya terlihat memipih karena di hantam kencang oleh palu nya. Cathy menyembuhkan nya dan bentuk nya tetap memipih.
“Nah......sekarang kamu tidak bisa jalan, anggap saja ini penebusan atas dosa mu. Aku pergi.” Cathy melompat turun.
“Kalian tidak akan di maafkan, ratu pasti akan memburu kalian.” Teriak Derotidus.
“Itu terjadi kalau kami tidak memburu ratu duluan hohoho....” Balas Cathy sambil menutup pintu.
Setelah itu ketiganya duduk santai di ruang tengah dan minta kepada pelayan untuk menyiapkan makanan dan minuman. Lalu mereka juga minta di siapkan kamar mandi untuk berendam. Ketiganya langsung masuk ke dalam bak mandi,
“Hehehe enak ya onee chan....” Ujar Rose sambil berendam.
“Hohoho (tertawa villainess) iya dong...hari ini kita jadi noble....” Balas Cathy,
“Kok kita ada di bak bertiga gini ?” Tanya Leon.
__ADS_1
“Oh sudah sadar ?” Jawab Cathy.
“Ini rumah tadi onii chan....kita jadi tamu agung hehehe.” Jawab Rose.
“Bukan nya kita mau ke ibukota, arena ?” Tanya Leon.
“Besok onii chan...besok....langsung naik naga saja.....” Jawab Rose.
Tiba tiba, pintu di buka kencang, seorang pemuda masuk ke dalam, dia langsung menghampiri ketiganya.
“Apa yang kalian lakukan pada ayahku, kalian tidak tahu kita siapa ? aku adalah calon suami ratu, kalian tidak bisa......”
Belum selesai pemuda itu bicara, Cathy menjentikkan jarinya dan Kuon langsung keluar menggigit pakaian nya. Pemuda itu langsung terdiam dan pucat melihat Kuon yang besar menggigit kerah pakaian mahal nya. Kuon membawa pemuda itu mendekat kepada Cathy.
“Bicara apa ?” Tanya Cathy.
“Si..siapa kalian ?” Tanya pemuda itu.
“Dia calon suami ratu kalian....” Ujar Cathy sambil menepuk pundak Leon.
“Nee san.....” Teriak Leon sambil berdiri.
“Ratu sudah pernah bertemu kamu belum ?” Tanya Cathy lagi.
“Be..belum....” Ujar pemuda itu.
“Namamu ? Umur ?” Tanya Cathy.
“Gratus Derotidus.....18 tahun.....” Jawab pemuda itu.
“Ok Kuon, kubur yang rapih ya.....” Ujar Cathy.
“Ap..apa maksudnya....hei...aku mau di bawa kemana.....aaaaaaaa....”
Kuon langsung menggigit leher pemuda itu sampai tewas dan membawanya keluar. Kemudian Cathy menoleh kepada Leon.
“Nanti yang bertanding biar aku dan Rose saja, kamu diam menyamar jadi dia.”
“Oh aku mengerti onee chan, jadi nanti yang berhadapan dan bertemu sama ratu kita saja kan, onii chan tidak usah....” Ujar Rose.
“Benar. Hohoho.” Jawab Cathy.
Setelah itu, mereka bertiga langsung tidur di salah satu kamar yang ada di kediaman Derotidus.
***
Paginya, Ketiganya mengumpulkan semua pelayan baik pria dan wanita yang pada dasar nya adalah budak belian, setelah mengobrak ngabirk ruang kerja Derotidus untuk mencari surat kontrak budak untuk melepaskan kalung mereka. Rupanya Derotidus menyimpannya di dalam lemasi besi miliknya dan bukan hanya pelayan di rumah, tapi masih banyak surat budak lain nya.
“Mulai sekarang, kalian semua bebas...silahkan Rose.” Teriak Leon.
Rose memegang surat nya dan dari tangan nya keluar api, seluruh surat itu langsung terbakar habis. “Klak.” Terdengar bunyi rantai yang terbuka. Kalung budak yang mengikat leher mereka terlepas dan status mereka bukan budak lagi. Para pelayan langsung berlutut dan menangis terharu karena mereka mendapatkan kebebasan yang mereka dambakah. Semuanya berteriak terima kasih kepada Leon, Cathy dan Rose, kemudian bersumpah setia ingin melayani mereka. Tentu saja ketiganya menolak, tapi mereka menyuruh para pelayan di depan mereka pergi ke kerajaan sihir Xifonus. Bagi yang punya keluarga, silahkan di bawa ke sana.
Tak lama kemudian, para pedagang budak datang ke kediaman Derotidus untuk protes karena semua kalung budak dagangan mereka terlepas dan menyebabkan semua budak melarikan diri. Mereka bilang, semua surat budak di pegang oleh Derotidus dan akan di serahkan kepada pemilik nya kalau sudah di beli melalui pedagang. Karena semua surat sudah di bakar oleh Rose, maka semua budak yang di jual menjadi terlepas. Ketiganya minta pelayan menjauh dari rumah dan keluar dari pagar. Leon dan Cathy mengawal mereka, kemudian Rose melayang di angkasa dan mengangkat tangan nya. Sebuah bola api besar yang sama seperti milik mamanya keluar dari tangan nya. Dia langsung menghujam rumah itu dan meledakkan nya.
Melihat itu, para pedagang bertampang licik langsung terdiam dan gemetar ketakutan, mereka lari tunggang langgang dan tidak protes lagi. Penduduk kota bersorak sorak, sementara para noble yang memiliki budak langsung melepaskan budak mereka. Leon, Cathy dan Rose berjalan keluar rumah dan menuju gerbang untuk keluar kemudian menuju ibukota kekaisaran Lenox.
***
Sementara itu, di ruang bawah tanah di bawah penginapan di desa, “Klak.” Terdengar suara rantai yang terbuka dan kalung budak berjatuhan di tanah. Seluruh orang yang tadinya terduduk lemas dan tidak punya harapan hidup, kembali berdiri dan mulai bersyukur.
“Hahaha mereka berhasil, ayo Marvel, Sylvia, Mark dan lainnya, kita harus berjalan menuju kerajaan Xifonus....” Ajak Ria.
“Hebat....hanya dalam semalam....benar benar pahlawan yang kita tunggu....” Balas Marvel.
“Ayo anak anak....kita berangkat.....” Ujar Sylvia dengan senyum yang lebar dan menggandeng Mark dan lain nya.
“Iyaaaa.....onee san.” Jawab Mark dan saudara saudaranya.
Mereka keluar dari ruang bawah tanah bersama para penduduk dan petualang yang sudah terbebas dari belenggu perbudakan. Ria, Marvel, Sylvia dan kelima anak kembar itu langsung naik kereta untuk menuju kerajaan sihir Xifonus. Seluruh penduduk desa bersorak sorai dan saling berpelukan, mereka juga mengusir para prajurit yang seenaknya di desa mereka, tentu saja prajurit prajurit itu juga tidak ada yang melakukan perlawanan lagi.
Dalam perjalanan menuju perbatasan, dari kejauhan, Ria melihat desa yang sudah terbebas di belakang nya.
“Leon, Cathy, Rose, terima kasih.....jangan lupa janji kalian ya, harus cepat menyusul kami....” Ujar Ria sambil melihat ke langit yang biru.
***
Leon, Cathy dan Rose menuju ibukota dengan menaiki mobil jeep terbuka yang merupakan salah satu koleksi Rose. Altea duduk di belakang karena di suruh berubah oleh Rose dan menjaga bagian belakang bersama Kuon. Selagi berjalan menuju ibukota, mereka melihat sebuah lembah yang panjang.
“Ah.....lembah itu...” Tiba tiba Haomaru bicara.
__ADS_1
“Kenapa lembah itu Haomaru ?” Tanya Leon.
“Lembah itu tempat Yuuta sama meninggalkan ku untuk menjaga batu segel nya.”
Leon langsung menghentikan mobil nya secara mendadak, membuat Cathy yang duduk di depan dan Rose yang duduk di belakang terpelanting.
“Aduuuh...apa sih Leon ?” Tanya Cathy kesal.
“Iya onii chan...kenapa berhenti mendadak....” Tambah Rose.
“Haomaru bilang di dalam lembah itu ada batu segel...dia di tinggalkan di sana oleh hero Yuuta....” Ujar Leon.
“Oh begitu.....kita cek saja dulu....” Balas Cathy.
“Tapi harus turun ke lembah itu ya.....naik naga saja ?” Tanya Rose.
“Ok, kita ke sana dulu....habis itu naik naga.” Ajak Leon.
Leon langsung memutar mobil nya mengarah ke lembah yang terbuka menganga di atas padang yang luas. Dengan petunjuk dari Haomaru, mereka sampai di sisi lembah dan melihat ke bawah.
“Wuihh...dalam juga.....ok aku panggil naga, satu saja....”
Rose langsung memanggil naga tulang nya dan menyimpan mobil nya. Altea kembali menjadi tas punggung dan menempel di punggung Rose. Kemudian ketiganya turun masuk ke lembah menaiki naga tulang. Lembah itu sangat dalam seperti tidak ada dasarnya. Akhirnya setelah turun agak lama, mereka sampai di sebuah tebing yang keluar dari dinding lembah. Mereka mendarat dan melihat sebuah bangunan megah seperti biara menempel di dinding lembah.
“Hmm....di sini ya ?” Tanya Cathy.
“Benar...ini tempat ku menjaga batu segel...” Jawab Haomaru.
“Dungeon lagi kan ?” Tanya Rose.
“Benar, sama seperti yang lain, 70 lantai turun ke bawah.” Jawab Haomaru.
“Jadi hero Yuuta juga ada di dalam ?” Tanya Leon.
“Tidak, Yuuta sama ada di kerajaan Ingresia. Hanya ada aku di sini...” Jawab Haomaru.
“Hmm waktu di Skytower kita juga tidak bertemu sage Fumie kan....” Tambah Rose.
“Fumie sama menjaga batu segel di kerajaan Marina dan Kuon harusnya menjaga di kerajaan Hillbove.” Jawab Altea.
“Benar, tapi waktu itu Hinako sama minta ku temani karena dia sudah tua, lagipula Hillbove merupakan negeri di atas awan, jadi tidak masalah di tinggal. Itu sebab nya aku kembali ke Astarte.” Kuon menjelaskan.
“Aku mengerti, jadi ? kita masuk ?” Tanya Cathy.
“Tentu saja, kita harus melihat batu segel nya, ayo nee san, Rose...” Ajak Leon sambil merangkul Cathy dan Rose.
Leon, Cathy dan Rose melangkah masuk ke dalam untuk menaklukkan dungeon di kekaisaran Lenox dan memeriksa keadaan batu segel di kekaisaran itu. Begitu masuk ke dalam,
“Selamat datang di klub surga (paradise club)......”
Leon, Cathy dan Rose ternganga, rupanya di dalam ada sebuah pub dan bar dengan design yang mewah. Banyak pelayan wanita yang mengenakan kostum gadis kelinci menyambut mereka dan siap melayani apa saja.
“He..hei Haomaru, bisa jelaskan ini ?” Tanya Leon.
“Ah...ini iya.....hahaha....”
Kemudian datang para pria tampan langsung mendekati Cathy dan Rose, mereka mengenakan pakaian yang mencolok dan keren.
“Kenapa jadi seperti club host di tokyo nih....” Ujar Cathy.
“Hahaha....memang para pahlawan dulu sinting semua....hahaha...” Rose tertawa.
Akhirnya ketiganya di bawa masuk ke dalam dan di layani oleh para pelayan wanita dan pelayan pria di dalam.
“Oi Haomaru, apa semua begini ? sampai lantai 70 ?” Tanya Leon.
“Ah itu tergantung......semua ini hanya ujian hehehe.....” Jawab Haomaru.
“Mereka ini apa ?” Tanya Leon lagi.
“Um...succubus dan incubus hehehe......” Jawab Haomaru.
“Demon ?” Tanya ketiganya.
“Hehehe....iya.” Jawab Haomaru.
Ketiganya langsung berdiri dan mencabut senjata mereka, tapi Haomaru langsung mencegah nya. Kemudian dia melayang dan bicara kepada salah satu gadis kelinci supaya ketiganya di antar langsung ke lantai 59. Gadis itu membawa ke tiganya ke lift di sebelah bar dan ketiganya langsung turun sampai lantai 59. Begitu keluar dari lift mereka berdiri di depan sebuah pintu besar. Leon mendorong pintunya dan masuk ke dalam. Di dalam sudah menunggu demon raksasa dengan sayap naga berwarna hitam di punggungnya, tubuh nya kekar berkulit merah, dua buah tanduk kambing mencuat dari kepalanya dan setengah badan bagian bawah merupakan kaki kambing, taring besar mencuat dari bagian bawah mulut nya ke atas dan matanya kuning,
“Groaaaaaar......” Demon itu meraung.
__ADS_1
“Akhirnya.....” Ujar Leon, Cathy dan Rose yang mencabut senjata dan memasang kuda kuda mereka sambil tersenyum.