Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator

Isekai Overpower Triplets : The Saint, The Hero, The Sage - All Reincarnator
Chapter 8


__ADS_3

Leon, Cathy, Rose dan Sarah menunggu di depan asrama pria. Tak lama kemudian Paul dan Rex keluar, Rex sudah terlihat lebih segar dari sebelum nya, walau kantung matanya masih tebal. Sepertinya Rex takut dekat dekat dengan Cathy, mungkin karena elemen mereka berlawanan, putih dan hitam. Setelah itu, mereka langsung bergegas menuju guild petualang yang berada di sisi lain kota. Suasana kota sedikit menjadi sibuk, banyak ksatria yang keluar dan sepertinya mereka sedang bersiap siap untuk berangkat ke perbatasan. Leon, Cathy, Rose dan ketiga teman nya berjalan melewati mereka. Kota Lindwurm dekat dengan perbatasan, jadi kalau sampai perbatasan tertembus, kota inilah pertahanan berikut nya. Setelah berjalan melewati alun alun, mereka sampai di sebuah bangunan yang berada di jalan ramai, papan nama bangunan itu bertuliskan guild petualang.


“Ayo masuk...” Ajak Leon.


“Tunggu......” Teriak Cathy.


“Kenapa nee san....” Ujar Leon heran.


“Siap siap dulu......”


Cathy mengangkat tangannya dan dia mengeluarkan blessing untuk semua termasuk dirinya.


“Ok masuk....” Ujar Cathy.


“Apa ini Cathy san ?” Tanya Rex yang terlihat tidak nyaman.


“Hanya perlindungan.....sebab di dalam ada yang berkelahi.” Ujar Cathy.


“Hooo begitu rupanya.” Balas Leon.


“Kok bisa tahu onee chan ?” Tanya Rose.


“Insting aja hehehe....” Jawab Cathy, padahal dia tahu karena sudah terbiasa di perkerjaan nya dulu.


Leon membuka pintunya dan ternyata Cathy benar, seorang berbadan besar dan berkepala botak terlempar menuju ke arah mereka. Karena sudah di beri blessing, tubuh besar itu terpental kembali dan jatuh di lantai. Leon, Cathy dan Rose melihat siapa yang memukul pria besar itu sampai terpental dan mereka langsung kaget.


“Haaah Ria nee san ?” Teriak ketiganya.


Ria langsung menoleh sambil membersihkan tinju nya. Dia melihat Leon, Cathy, Rose dan teman teman nya di depan pintu dengan di selimuti sinar kuning.


“Ah kalian kesini ? kenapa kesini ?” Tanya Ria sambil menghampiri mereka.


Leon, Cathy dan Rose bercerita kepada Ria tentang tugas mereka. Wajah Ria langsung berubah, dia langsung mengajak semuanya masuk menuju counter. Leon, Cathy dan Rose menoleh melihat sekeliling, ternyata banyak sekali petualang berkumpul dengan pakaian bermacam macam, sepertinya mereka juga akan berangkat ke perbatasan, tapi kenapa pria tadi di jotos Ria mereka masih belum paham. Ketiganya lalu menanyakan nya.


“Oh dia ? dia memaksa ku ikut dengan party nya yang isinya laki laki semua, aku tidak suka wajah nya jadi  aku menolak dan dia terus memaksa. Akhirnya ya seperti yang kalian lihat hehe.” Ujar Ria.


“Nee san.....” Ujar ketiganya sambil melihat Ria dan menggelengkan kepala.


Ketika mereka sampai di counter, Ria langsung bicara dengan petugas dan menceritakan maksud kedatangan Leon, Cathy, Rose dan teman teman nya. Petugas counter langsung mengajak mereka ke atas untuk menemui guild master. Ria tidak ikut naik dan dia bilang akan menunggu di bawah, tapi karena Leon, Cathy dan Rose memaksanya, akhirnya dia ikut naik. Mereka sampai di sebuah pintu besar, petugas counter masuk dulu sebentar ke dalam. Tak lama kemudian, petugas counter keluar lagi dan membuka pintu nya, lalu dia mempersilahkan Leon, Cathy, Rose. Ria dan teman teman mereka masuk ke dalam. Di dalam seorang dragonoid sudah menunggu,


“Selamat datang, namaku Jared Herz, aku guild master di sini, ada yang bisa ku bantu ?” Tanya Jared.


Leon langsung memberikan surat dari Rodrick dan Jared membacanya, dia sedikit mengerutkan dahinya,


“Hmm ini meresahkan, siapa dari kalian yang bernama Rex ?” Tanya Jared.


“Saya pak...” Rex maju ke depan.


“Coba ceritakan semuanya. Silahkan duduk semuanya....kamu juga Ria.” Ujar Jared sambil duduk di sofa.


Setelah semua duduk, Rex menceritakan semuanya, sama seperti dia bercerita pada Rodrick. Jared menyimak nya sambil berpikir, dia meletakkan tangan di dagunya. Setelah itu dia mencondongkan dirinya ke depan.


“Baiklah, aku mengerti, aku akan siapkan ijin untuk kalian supaya bisa masuk ke dalam Skytower. Ria kamu kan petualang rank A, bisa kamu temani mereka ? ajak Oscar dan Mabel sekalian.” Ujar Jared kepada Ria.


“Dengan senang hati, aku beritahu mereka dulu di bawah, permisi.” Ria berdiri dan langsung keluar ruangan.


Kemudian Jared menoleh mengamati Leon, Cathy dan Rose. Dia langsung menoleh lagi melihat Sarah, Paul dan Rex.


“Kalian bertiga bisa keluar sebentar, tolong antar mereka keluar dulu sebentar, nanti ku panggil lagi. Aku mau bicara kepada tiga anak kembar ini.” Ujar Jared kepada petugas counter yang masih berdiri di situ.


“Baik pak, mari silahkan....” Petuga counter mengajak Sarah, Paul dan Rex keluar.


Setelah semua keluar dan hanya tersisa Leon, Cathy dan Rose. Jared berdiri dan berpindah duduk di depan mereka bertiga.

__ADS_1


“Tunjukkan wujud asli kalian...” Ujar Jared sambil mendekatkan wajah kepada ketiganya.


Leon, Cathy, Rose langsung kaget, mereka sedikit mundur mencondongkan diri mereka kebelakang.


“Jangan khawatir, rahasia kalian aman, aku berjanji atas namaku tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi di ruangan ini.” Ujar Jared sambil tersenyum.


Akhirnya Leon, Cathy dan Rose menekan permata di gelang mereka dan rambut mereka kembali menjadi hitam dengan mata yang berubah menjadi silver. Jared langsung tersenyum melihat nya dan wajah nya terlihat lega. Leon, Cathy dan Rose jadi bingung melihat nya.


“Kenapa ossan menyuruh kita menunjukkan wujud asli kita.” Ujar Leon.


“Ah tidak, pakai kembali penyamaran kalian, bisa repot kalau ada yang lihat. Aku jelaskan setelah itu.” Ujar Jared.


Leon, Cathy dan Rose menekan lagi gelang mereka, rambut mereka kembali menjadi pirang dan mata mereka kembali menjadi hijau. Jared langsung menjelaskan kalau ramalan yang di pelajari oleh Rex itu tidak lengkap. Jared berdiri dan berjalan ke rak buku, mengambil buku dan membuka nya. Setelah menemukan halaman nya dia memperlihatkan tulisannya pada ketiganya. Ternyata ada tambahan tulisan di bawah ramalan yang di pelajari Rex dan banyak orang yang tidak mengetahuinya. Yang di katakan di sana adalah sebelum terjadi perang yang melibatkan kerajaan kerajaan di dunia, akan lahir tiga anak kembar dari keluarga bangsawan yang akan menggantikan raja Ingresia dan menyatukan seluruh kerajaan untuk melawan dewa kejahatan yang akan terbebas setelah perang berakhir. Ciri ciri anak kembar itu memiliki rambut hitam dan mata silver seperti hero yang di panggil dari dunia lain yang mengurung dewa kejahatan dan dua pendamping nya, seorang saint dan seorang sage yang datang di panggil dari dunia lain, sama seperti sang hero. Di buku itu juga di sebutkan nama hero yang di panggil dari dunia lain yaitu Haido Yuuta, nama saint yang di panggil adalah Kaname Hinako dan nama sage yang di panggil Amakura Fumie, lukisan yang di buat oleh penulis buku itu menunjukkan kalau ketiganya adalah anak sekolah yang memakai seragam sekolah nya.


“Hmm...begitu ya.” Ujar Leon.


“Leon, Rose, buku ini....menggunakan bahasa jepang.” Ujar Cathy.


“Iya benar...kok bisa ya.” Tambah Rose.


Tiba tiba ketiganya tersadar dan langsung melihat Jared yang sedang mengamati mereka bertiga. Jared langsung melontarkan pertanyaan yang ketiganya tidak bisa mengelak lagi,


“Kalian datang dari dunia yang sama dengan para pahlawan itu kan ?” Tanya Jared.


Leon, Cathy dan Rose langsung diam, rahasia mereka terbongkar oleh ossan di depan mereka ini. Akhirnya mau tidak mau mereka terpaksa mengatakan nya,


“Tolong jangan katakan kepada siapapun, termasuk Ria nee san ya ossan.” Ujar Leon.


“Seperti ku bilang tadi, pembicaraan kita di sini hanya di ruangan ini saja, tidak keluar. Kalian tenang saja.” Balas Jared sambil tersenyum.


Menurut Jared tidak ada yang bisa membaca buku itu bahkan di kerajaan Ingresia sekalipun, buku itu adalah salinan dari buku asli nya yang di simpan oleh raja kerajaan Ingresia, setiap kerajaan di berikan salinan buku itu untuk mengingatkan hal hal yang terjadi semasa ketiga pahlawan itu hidup dan membantu menterjemahkan nya. Penulis buku itu adalah Amakura Fumie, seorang sage yang di panggil dari dunia lain. Dia menuliskan semua itu karena berdasarkan pengalaman selama dia di dunia ini dan wahyu dari dewi tentang masa depan untuk ramalan nya. Sampai hari ini, para peneliti kerajaan masih berusaha menterjemahkan buku itu, makanya dia memuji Rex yang mengurung diri berbulan bulan demi menterjemahkan buku itu dan menafsirkan ramalan nya. Kenapa Jared bisa memegang buku itu, karena raja Oreano mendistribusikan buku itu di kalangan nobel dan Jared adalah seorang nobel dengan gelar baron. Leon, Cathy dan Rose tidak menyadari hal ini karena mereka sudah terbiasa membaca tulisan jepang dan inilah yang membuat Jared tahu kalau mereka bukan dari dunia ini.


“Kalian adalah orang yang berbeda dari para pahlawan dalam legenda, tapi kalian tertulis di ramalan. Jadi saat ini, dunia berharap pada kalian.” Ujar Jared.


“Tidak mau, kami mau hidup tenang dan santai....” Ujar ketiga nya dengan wajah serius.


“Hahahaha aku sudah tahu, tapi kalau kalian tidak bergerak dan dunia ini hancur kan kalian juga yang rugi.” Ujar Jared.


“Kami akan mengurusnya, tapi kami tidak mau jadi pemimpin atau apapun...itu nama nya kerja.” Balas ketiganya kompak.


“Ya ya...kalian sudah mau mengurusnya saja aku sudah sangat bersyukur, terserah kalian saja, dewi juga pasti memberkati kalian.” Balas Jared sambil tersenyum.


“Ngomong ngomong nama dewi itu siapa ya ?” Tanya Leon.


“Dewi kita hanya satu, yaitu dewi Venaris dan dewa kejahatan yang di maksud adalah Amadeus.” Jawab Jared.


“Oooo begitu....” Balas ketiganya kompak.


“Tujuan ku mengajak kalian bicara memang mau memperlihatkan buku ini dan meminta tolong pada kalian, tapi kalian sudah bilang mau mengurusnya, jadi sekarang aku menjadi tenang. Rahasia kalian aman, semua pembicaraan tidak ada yang keluar dari ruangan ini. Aku mengucapkan terima kasih.” Ujar Jared menunduk.


“Sama sama ossan, kami berjuang demi diri kami sendiri dan Ria nee san.” Jawab ketiganya kompak.


“Hahahaha...aku seperti mengajak bicara satu orang ya. Kalian benar benar kompak.” Balas Jared.


“Tentu saja, kita kembar tiga....” Balas ketiganya kompak.


***


Setelah itu, teman teman mereka kembali masuk ke dalam bersama Ria dan dua petualang yang lain nya. Jared langsung menjelaskan soal Skytower kepada semuanya, dari cara masuk sampai naik ke lantai paling atas, Skytower adalah dungeon yang ada di wilayah kota Lindwurm. Tentunya di dalam banyak monster dan ada bos nya. Setelah memberi penjelasan, Jared memberikan perintah pada petugas counter untuk di buatkan surat jalan nya dan pass nya, kemudian memberikan nya kembali pada mereka setelah surat jalan sudah selesai berserta pass nya. Ria bertugas mengantar mereka sampai tingkat teratas bersama seorang petualang berbadan besar dan kekar, lengkap dengan baju zirahnya, membawa sebuah perisai yang sangat besar dan seorang penyihir yang memakai jubah dan armor dari kulit, lengkap dengan topi lebar nya. Setelah semua sudah di jelaskan oleh Jared, semuanya keluar ruangan dan menuju lantai 1 untuk menunggu surat jalan dan pass selesai di buat. Ria dan dua petualang lainnya duduk di sebuah meja dan mengajak Leon, Cathy, Rose dan teman teman nya duduk bergabung dengan mereka.


“Oh ya, kenalkan, yang berbadan besar ini Oscar dan sebelah nya Mabel. Mereka sama seperti ku, petualang rank A dan kadang aku bertugas bersama mereka.” Ria memperkenalkan dua petualang lainnya kepada Leon, Cathy, Rose dan teman teman nya.


“Salam kenal Oscar san, Mabel san..aku Leon, dan ini dua saudari ku, Cathy nee san dan Rose. Lalu ini teman kami di akademi, yang wanita Sarah, sebelah nya Paul dan terakhir Rex.” Ujar Leon memperkenalkan semuanya.

__ADS_1


“Wah wah, job mu apa Leon ? kamu kelihatan kuat. Job ku Defender, senjata ku perisai ini.” Ujar Oscar.


“Aku sword saint. Kalau Mabel san apa ?” Tanya Leon.


“Aku witch....” Jawab Mabel singkat.


“Ne ne Mabel onee chan....kalau witch skill nya apa saja boleh kasih tahu aku ?” Tanya Rose yang sedikit antusias dan wajah nya mendekat kepada Mabel.


Wajah Mabel memerah dan dia sedikit menjauh, sepertinya dia sedikit risih karena wajah Rose yang mendekat padanya.


“Uh...terlalu dekat.....i..iya boleh Rose chan....Ria...adik mu.” Ujar Mabel yang merasa risih.


“Oi Rose, jangan begitu....” Ujar Ria.


“Iya Rose, tenang....” Tambah Cathy.


“Hehehe maaf.....” Balas Rose sambil kembali ke tempat duduknya.


“Kalau Ria onee san, jobnya apa ?” Tanya Sarah.


“Aku ? aku magic swordman....” Jawab Ria.


“Wah dia penyerang handal di party kita, iya ga Ria hahaha.” Ujar Oscar sambil tertawa dan menepuk punggung Ria.


“Sejak kapan aku masuk party mu, kita memang sering berkerja sama, tapi aku tidak mau terikat.” Ujar Ria.


“Ya...ya....karena kamu punya adik kan...lihat, adik mu sudah besar dan kuat begini.” Balas Oscar.


“Huh jangan bicara sembarangan bisa tidak...” Ujar Ria kesal.


“Sudah Oscar...wajah Ria jadi merah.” Tambah Mabel.


“Hahaha maaf maaf....tapi ajakan ku serius loh...” Balas Oscar.


“Iya iya di pertimbangkan....” Balas Ria.


“Um...nee san, kamu ga mau masuk party gara gara kita bertiga ?” Tanya Cathy.


“Ah tidak, memang aku tidak bisa saja, aku lebih suka bekerja sendirian.” Jawab Ria sambil menoleh melihat tajam kepada Oscar yang sedang menutup mulut nya.


Setelah itu, mereka berbincang bincang terus, tapi Leon, Cathy dan Rose terus memperhatikan Ria. Mereka melihat Ria, Oscar dan Mabel saling bercanda, mereka juga baru melihat ekspresi Ria yang lepas ketika berbicara dengan Osacar dan Mabel. Ketiganya langsung berbicara di kepala mereka.


“Apa kita menghalangi kebahagiaan nee san ya ?” Tanya Leon.


“Aku benci mengakuinya, tapi sepertinya begitu deh, lihat, aku baru pernah lihat nee san berwajah seperti itu.” Jawab Cathy.


“Jadi, kita benar benar mengganggu nee san.” Tanya Rose sedih.


“Apa kita pergi saja ya....kasihan nee san....” Ujar Leon.


“Aku tidak mau, aku baru merasakan dapat keluarga....tapi, kalau nee san memang mau meninggalkan kita, aku tidak masalah.” Balas Cathy.


“Aku juga sama. Aku tidak mau membebani nee san.” Tambah Rose.


Ria yang menyadari ketiga adik kembarnya diam saja dan dia sudah tahu kalau mereka bicara sendiri, juga mengerti apa yang mereka bicarakan karena melihat ekspresi ketiganya, langsung berdiri dan berjalan ke belakang ketiganya, karena sedang merenung ketiganya tidak menyadari nya. Ria langsung memeluk ketiganya dari belakang dan dia berbisik di antara ketiganya,


“Tenang saja, aku tidak kemana mana, aku tetap mau bersama kalian, itu pilihan ku dan jangan pernah menganggap kalian membebani ku.” Bisik nya.


“Nee san....” Ujar ketiganya menoleh dengan mata berkaca kaca.


“Hora...jangan nangis...” Ledek Ria.


“Iya nee san hahahah...” Ketiganya tertawa.

__ADS_1


Petugas counter datang dan memberikan surat jalan berikut pass nya kepada Ria. Setelah itu, mereka langsung berdiri dan berjalan keluar guild. Ria meminta Leon, Cathy, Rose mengenakan armor mereka yang di berikan oleh Rose di kereta. Ria juga minta kepada Sarah, Paul dan Rex untuk memakai perlengkapan mereka masing masing dan jangan seragam sekolah karena di Skytower nanti mereka harus bertarung dengan monster. Setelah itu, berkumpul kembali di guild, Ria mengajak Leon, Cathy dan Rose pulang untuk bersiap siap. Ke empatnya berjalan dengan ceria dan sambil bercanda.


__ADS_2