
“Permisi Bang,” ucapku.
“Oh ... Masuk Ya.”
“Mama aku tadi telpon, katanya kamu mau kerja di sini gantikan penjaga kasir kita,” sambungnya.
“Iya Bang, mohon bantuannya ya Bang,” ucapku.
Ini hari pertama aku bekerja, rasanya sedikit waswas takut melakukan kesalahan.
Untungnya Bang Iyan mengajariku dengan penuh kesabaran.
“Ini apa?” Atmajaya berdiri di depanku.
“Kamu bisa kesini?”
“Ya bisa, kenapa enggak bisa. Aku bisa ke mana saja,” sahutnya.
“Iya juga sih,” sahutku.
Tiba-tiba Iyan datang menghampiriku yang tengah mengutak-atik mesin kasir, namun aku merasa aneh dengan sikapnya dia berdiri di sampingku sambil menatap ke arah Atmajaya.
‘Apa dia bisa melihat Atmajaya?’ pikirku.
Tanpa bicara apa pun Iyan pergi begitu saja.
‘Aneh banget,' gumamku.
“Loh ... Kemana dia?” ucapku yang melihat Atmajaya juga sudah pergi.
Aku melayani pelanggan yang tengah membayar di kasir, hari pertamaku bekerja ini cukup sibuk karena selalu ada yang masuk untuk membeli roti atau pun kue.
Hingga pukul 19.00 toko roti mulai ditutup, masih ada beberapa roti dan kue yang tersisa di etalase.
“Aya. Kamu bantu aku taruh semua roti dan kue di keranjang ini ya,” pinta Iyan.
__ADS_1
“Oke Bang.”
Aku melakukan apa yang Iyan suruh, bersama beberapa karyawan lain kami mengumpulkan roti serta kue ke keranjang yang sudah di sediakan lalu menaruhnya di meja.
Terlihat Iyan membagi rata semua roti dan kue itu ke dalam kantung kresek putih.
“Kalian sebelum pulang ambil masing-masing ya aku mau ke belakang dulu,” ucapnya.
Beberapa karyawan pun mengambil masing-masing satu kantung.
“Aya nih ambil,” ucap Sarah salah satu penjaga toko roti.
“Hah ini buat aku? Tapi kan ini banyak banget bisa dijual lagi kan besok?” ucapku.
Sarah menggelengkan kepalanya, “Roti sama kue di sini harus habis hari ini. Kalau enggak habis biasanya di bagikan gratis buat karyawan,” pungkasnya.
“Ohh ... Gitu. Apa enggak rugi?”
“Udah bawa aja nih,” ucap Sarah.
‘Alhamdulillah bisa buat abah sama nenek,' gumamku.
Kebetulan di daerah itu belum ada lampu jalan aku biasanya menggunakan senter yang ada di HP-ku sebagai alat penerang jalan, aku dengan perlahan menggoes melewati rimbunnya pohon serta semak-semak. Hingga aku melihat ada seseorang wanita berjalan sendirian di tengah jalan.
Karena aku tidak mengenalnya aku memilih untuk melewatinya baru beberapa meter aku lewat aku lagi-lagi melihat orang yang sama tengah berjalan di tengah jalan.
‘Bukannya aku tadi sudah melewatinya?’ batinku.
Aku melewatinya lagi, dan kembali terulang lagi aku melihat orang yang sama di depanku.
Aku menghentikan sepedaku sejenak, aku mulai merasa ini sedikit aneh. Tanpa pikir panjang aku mencoba memanggil Atmajaya.
Ini sebenarnya belum pernah aku lakukan sebelumnya, aku belum pernah memanggil makhluk apa pun . Namun ini sangat genting aku juga tidak tahu dia akan datang atau tidak.
Aku memfokuskan pikiranku dan memanggilnya dalam hati.
__ADS_1
‘Atmajaya ... Atmajaya ... Atmajaya datanglah,' batinku.
Setelahnya aku melirik ke kanan dan ke kiri namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Atmajaya.
“Aduh gimana nih,” ucapku.
“Kenapa?” terdengar suara Atmajaya dari belakangku.
Aku bernafas lega ternyata dengan cara seperti itu bisa memanggil ya datang.
“A-anu. Temani aku sampai rumah ya,” ucapku.
“Ya sudah, kamu jalan saja aku di belakangmu,” sahutnya.
Aku mulai menggoes sepedaku lagi, terlihat wanita itu masih berjalan pelan, aku melewatinya lagi dan berharap tidak bertemu dengannya lagi dan benar saja, aku bisa sampai ke rumah dengan aman.
Aku pernah mendengar kabar jika di jalan itu sering terjadi penampakan, mengingat di jalan itu masih dalam tahap pembangunan dan belum ada rumah.
“Atmajaya apa kamu lihat wanita yang tadi?” tanyaku.
“Iya. Kenapa?”
“Apa dia manusia?” tanyaku.
“Tentu saja bukan kalau dia manusia tidak mungkin bisa mengelabui mata manusia,” sahutnya.
“Jadi sebelumnya kamu sudah tahu apa yang aku alami tadi?” tanyaku.
“Iya aku tahu.”
“Sebenarnya tanpa kamu memanggilku pun aku sudah berada di belakangmu sedari tadi.”
“Jadi seharian kamu mengikutiku?” tanyaku.
“Iya.”
__ADS_1
Gaes jangan lupa dukungannya ya.
Nantikan episode selanjutnya ya.