
Happy Reading.
Suasana sudah terlihat cukup sore, sepertinya Bella dan Revan harus segera pulang karena hari juga sudah mulai gelap.
"Ayo pulang, aku udah gerah banget," ucap Bella sedikit merajuk.
Sepertinya Revan sangat betah berada di tempat ini, sampai-sampai dia tidak ingin pulang dulu, tapi Bella akan ada acara, dia harus menyiapkan diri.
"Ah, baiklah, ayo sayang!" Revan pun sepertinya ingat kalau dia juga akan ada acara malam ini.
Akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang karena kegelapan juga sudah nampak di ufuk barat.
Akhirnya mereka berjalan menuju mobil sambil bergandengan tangan, Revan membukakan pintu untuk Bella, melindungi kepala istrinya dengan telapak tangan agar tidak membentur pintu bagian atas.
Memang Revan adalah tipe pria yang sangat romantis, bahkan sangat perhatian dengan wanita yang dicintainya.
Dulu dia memang pernah mencintai Lisa, cinta yang berbeda dengan Bella tentunya. Dengan Bella, Revan benar-benar ingin memiliki seutuhnya istrinya itu. Mungkin dengan Lisa dia hanya baru merasakan cinta monyet yang belum terlalu serius, yang ada hanya obsesi semata.
****
Keesokan harinya.
Revan baru saja pulang dari kantor, dia ingin segera bertemu Bella yang sudah membuatnya rindu seharian. Revan tidak bisa makan siang bersama Bella karena jadwal meeting nya yang padat.
"Ehm, kamu mau kemana?" tanya Revan ketika melihat istrinya membuka pintu kamar.
"Mau kedalam, mandi bersih-bersih dulu," jawab Bella tersenyum.
"Sini dulu, aku kangen," Revan memeluk Bella, mencium keningnya lama.
"Udah, aku mau mandi, kamu juga mandi dulu, sana!"
"Sayang, aku ingin kamar kita tidak terpisah lagi, aku ingin mulai malam ini kita bisa tidur sekamar," Revan memelas.
"Kalau masalah itu gampang, tapi kalau sekarang kan semua barang-barang, baju dan alat make up ku ada di dalam, jadi aku sekalian beres-beres," jawab Bella menenangkan.
Revan memeluk pinggang istrinya. "Baiklah, kalau gitu aku juga mandi dulu," Revan mencium bibir Bella dan sedikit melumaatnya.
"Stop Revan, nanti gak kelar-kelar," Bella mendorong tubuh sang suami.
"Tapi aku masih ingin?" Revan merajuk.
"Sana mandi dulu, bau asem!" Bella pura-pura menutup hidungnya membuat Revan tertawa sambil mengacak rambut sang istri.
"Baiklah, kamu juga kan?" Bella mengangguk.
Bella masuk ke dalam kamarnya, mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Senyuman terbit di wajahnya, mengingat bagaimana Revan mengucapkan cinta dan janji yang tulus.
Bella merasa meledak karena pesona sang suami yang sekarang benar-benar membuatnya jatuh cinta.
'Aku harap semua ini bukan mimpi, aku ingin bisa mempunyai rumah tangga yang baik dan jauh dari kata pelakor, mudah-mudahan Revan memang benar-benar sudah berubah,' batin Bella menyentuh dadanya yang berdebar ketika mengingat adegan setiap adegan yang tadi siang begitu romantis.
Akhirnya setelah banyak melamun, Bella memutuskan untuk masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri.
__ADS_1
Revan yang juga sudah selesai mandi menyisir rambutnya ke belakang, malam ini dia akan menghadiri pesta pernikahan koleganya. Awalnya tadi ia ingin mengajak Bella tetapi kalau dadakan seperti ini pasti Bella belum tentu mau, kan?
Bella menatap dirinya di pantulan cermin, dia sudah bersiap-siap menuju pesta resepsi pernikahan salah satu kliennya yang juga kakak perempuan dari Josh.
Yah, Bella sampai lupa kalau kemarin dia meninggalkan Josh di restoran. Akhirnya Bella memutuskan mengabari Josh dan mengambil ponselnya yang sedari tadi ia masukkan ke dalan tas.
Bella melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Josh dan beberapa pesan dari sahabatnya.
Akhirnya Bella memutuskan mengirimkan pesan pada Josh bahwa dia meminta maaf karena telah membuatnya khawatir.
Tok, tok, tok.
"Sayang! aku akan keluar menghadiri acara pesta salah satu klien ku," seru Revan dari luar kamar.
ceklek.
Bella membuka pintu dan menatap sang suami yang sudah terlihat sangat rapi dan tampan itu.
Revan juga takjub melihat sang istri yang sudah berdandan sangat cantik, benar-benar luar biasa karena selama ini Bella memang tidak pernah berdandan berlebihan.
Melihat kecantikan sang istri, Revan langsung menarik Bella dan merapatkan badannya ke arah sang istri.
"Kamu cantik sekali, mau kemana, sayang?" bisik Revan di telinga Bella.
"Kamu juga rapi, mau kemana?" tanya Bella.
"Aku akan menghadiri acara pesta pernikahan kolegaku, kalau kamu?"
"Aku juga ada acara pesta pernikahan klien ku," jawab Bella.
Bella menggeleng. "Aku naik mobil sendiri saja, di sana juga bareng sama sahabat-sahabat ku, kamu kan juga ada acara, nanti kamu terlambat kalau harus mengantarkan ku," ucap Bella.
"Gak apa-apa, siapa tahu ternyata tempat yang akan kita kunjungi sama?"
"Tapi aku udah janji mau jemput Emy sama Jessy," jawab Bella memeriksa ponselnya.
"Hemm, baiklah," Revan mencuri ciuman di bibir sang istri.
"Cepat sana berangkat," Bella mendorong tubuh Revan, entah kenapa pria itu semakin lama maunya nempel terus.
Tapi Revan malah menarik tubuh sang istri dan menekan tengkuknya untuk mencium bibir merah sang istri, rasanya tidak rela jika dia pergi tanpa Bella tapi harus bagaimana lagi, Bella juga ada acara, tentunya dia tidak akan memaksa Bella ikut dengannya bukan.
Revan memagut bibir Bella seakan buah ceri manis dan merah. Entah kenapa sekarang pria itu benar-benar kecanduan bibir Bella yang rasanya beda dengan bibir para wanita yang pernah diciumnya.
"Van, sudah, lihatlah lipstik ku berantakan!" Revan terkekeh mendengar ucapan Bella.
"Tapi aku masih belum puas mencicipi bibirmu, sayang," jawab Revan masih berusaha membujuk istrinya.
"Sudah sana pergi, aku juga akan segera berangkat," Bella mengusir Revan dari kamarnya. Dia tidak mau membuat mereka tidak jadi berangkat karena acara mereka berlanjut di atas ranjang.
Bella merinding sendiri jika membayangkan hal itu.
"Kita berangkat bersama, ya?" Revan masih berusaha membujuk istrinya.
__ADS_1
Bella menggeleng.
"Aku nanti berangkat bareng Emy dan Jessy, masa kamu mau bareng sama sahabat-sahabat ku, gak mungkinkan? Ya sudah sana! nanti kamu malah terlambat," Bella mendorong Revan keluar dari dalam kamarnya.
Akhirnya Revan mengalah dan terpaksa harus pergi sendiri, sebenarnya dia juga malas kalau harus ke pesta seorang diri, dulu dia selalu mengajak Viona kemampuan dia pergi, tapi sekarang tentu saja dia tidak mau menyakiti hati Bella dengan pergi bersama wanita lain lagi.
Akhirnya Revan berangkat ke acara pesta pernikahan koleganya itu sendiri.
Sedangkan Bella juga segera berangkat ke acara pesta resepsi pernikahan kakaknya Josh yang bernama Elma karena dia mendapatkan undangan spesial.
Tidak lupa menghampiri Emy dan Jesselyn di rumahnya, dan mereka berangkat bersama.
"Bel, aku punya berita untuk mu," ucap Emy yang saat ini duduk di samping Bella yang sedang menyetir.
"Berita apa?"
Emy melirik Jessy yang duduk di kursi belakang. "Jessy sama Tio udah putus!"
"Apa!!" seru Bella.
"Jessy di putusin Tio!" ulang Emy.
"Kok bisa?" Bella menatap Jessy lewat kaca spion depan.
"Bisa, dia udah punya wanita lain di sana, jadi ya aku diputusin," jawab Jessy mengangkat kedua bahunya. Sepertinya dia berusaha untuk move on.
"Jadi dia selingkuh?" Emy mengangguk.
Bella hanya bisa bersimpati, nyesek sih sebenarnya, tapi ya mau bagaimana lagi. Kalau sudah urusan perselingkuhan tentu saja tidak bisa di maafkan, kecuali Bella.
'Ya, mungkin hanya aku yang mau memaafkan perselingkuhan suamiku!'
"Aku heran sama kamu, Bell. Bisa-bisanya betah banget sama Revan yang jelas-jelas sudah selingkuh di hadapan kamu, tapi kenapa kamu masih bertahan dengannya?" Emy bertanya, membuat Bella menghela napas.
"Ya kalian yang paling tahu gimana kisah ku, aku harus kuat sampai kontrak itu selesai, tapi entah kenapa akhir-akhir ini sikap Revan sedikit berbeda, dia tidak ingin meneruskan pernikahan kontrak ini," ucap Bella sambil fokus ke depan.
"Lalu?"
Bella tersenyum mengingat bagaimana romantisnya Revan padanya akhir-akhir ini, tapi apakah Revan benar-benar serius dengan perkataannya?
"Dia ingin memulai semuanya dari awal dan akan berusaha memperbaiki kesalahan, Revan ingin pernikahan ini tetap berjalan tanpa adanya kontrak seperti yang dulu pernah ia katakan," jawab Bella.
"Wah, akhirnya si playboy nyerah, ya?" Emy terkikik.
"Mudah-mudahan saja Revan benar-benar sudah berubah, kalau dia memang serius dan tidak akan bermain dengan wanita lain lagi, sebaiknya kamu juga harus mau memulai membuka hati," nasihat Jesselyn yang diangguki oleh Emy.
Bersambung.
*
*
*
__ADS_1
Hai, aku ada rekomendasi karya keren dari temen ku