Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Kelakuan Revan


__ADS_3

Happy Reading.


Mira melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi sejak pagi tadi dia tidak melihat Revan dan Bella keluar dari dalam kamar.


"Tante, apakah kamu punya tripod mini? kalau ada aku pinjam donk," ujar Jeremy yang tiba-tiba datang dari arah belakang.


"Eh, Jer, tripod ya? Tante gak punya, soalnya tante gak suka nge-vlog, coba kamu tanya sama kak Revan, siapa tahu dia punya dikamar," jawab Mira.


Jeremy sedikit ragu untuk ke kamar Revan. "Apa sejak tadi kak Revan sama Bella belum keluar dari kamar?" tanya Jeremy.


"Ehm, sepertinya iya, tadi mereka melewatkan sarapan dan sampai sekarang belum juga keluar, mau bangunin takut ganggu," ucap Mira tertawa kecil.


Jeremy menggaruk belakang kepalanya bingung, karena merasa bahwa tantenya ini aneh.


"Memangnya mereka kenapa tan? Kok kek nya ada yang ehmm ... Janggal?"


"Ya gak apa-apa, kamu anak kecil gak bakalan paham," jawab Mira.


Jeremy memutuskan duduk di samping Mira yang sedang asik menonton televisi acara gosip. Mira memang tidak memiliki kegiatan lain di rumah. Kalau suaminya tidak pergi keluar kota atau keluar negeri, Mira biasanya hanya berdiam diri di rumah.


Dulu sebelum menikah dengan Kenzo, Mira adalah seorang sekretaris yang cukup handal dan berpengalaman.Tapi semenjak dia menikah dengan Kenzo, Mira tidak di perbolehkan untuk bekerja dan hanya boleh duduk di rumah.


Dulu Mira sedikit bosan saat harus di rumah seharian tanpa bekerja seperti biasa, tapi karena Kenzo sangat melarang Mira bekerja akhirnya dia tidak memiliki kesibukan ketika mengandung Revan.


"Tante, aku sudah delapan belas tahun, di negara yang aku tinggali memiliki tradisi lebih terbuka di banding dengan Indonesia, jadi meskipun tante tidak mau bercerita, aku tetap akan tahu," jawab Jeremy masih membahas mengenai ucapan Mira tadi.

__ADS_1


Mira tersenyum lebar, memang benar apa yang dikatakan keponakannya itu, dia sejak kecil sudah hidup di luar negeri, yang terkadang membuatnya melihat banyak adegan yang tidak seharusnya ia lihat.


"Ya, ya, aku tahu, kalau begitu apakah kamu tetap akan meminjam tripod pada kak Revan?" tanya Mira menatap keponakan nya.


"Entahlah, aku takut mengganggu, nanti mereka lagi nganu, gak jadi karena aku ketok pintunya, 'kan berabe!" Mira dan Jeremy sama-sama tergelak.


Memang sejak tadi pikiran Mira tertuju pada hal tersebut, apakah rencananya berhasil membuat Revan dan Bella bisa mengabulkan keinginannya.


Membuatkan cucu untuknya dan juga sang suami, Mira yakin kalau sebenarnya Revan dan Bella memang saling mencintai tapi entah karena apa membuat mereka menjadi seperti ini, memilih pisah kamar dan menutupi semuanya dari keluarga nya.


####


Lisa mengajak Viona untuk bertemu, sepertinya wanita itu tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan Revan, hanya karena Revan sudah menikah dan mencintai istrinya, rasanya akan sangat mustahil kalau dia tidak bisa menaklukkan Revan kembali.


Viona berdecih, tersenyum sinis dengan wajah yang mengejek."Lo benar-benar wanita yang gak punya malu, dulu lo ninggalin Revan gitu aja dan memilih nikah sama pria lain, dan selama itu gue yang selalu ada buat Revan, gue yang bertahan selama bertahun-tahun dengannya, tapi Revan malah di jodohkan sama orang tuanya dan sampai beberapa bulan dia masih jalan sama gue, tapi akhir-akhir ini gue gak tau apa yang di lakukan istri Revan sehingga membuat dia mutusin gue dan mencampakkan gue gitu aja, bahkan gue sampe di usir dari kantor nya dengan cara yang memalukan, gue di ancam sama Revan ketika gue datengin istrinya, usaha gue semuanya sia-sia karena Revan tetep gak mau lagi sama gue, gue udah di buang seperti wanita-wanita yang dulu pernah sama dia, dan sekarang dengan tidak tahu malunya lo mau tanya tentang Revan karena lo mau dia balik sama elo?? Heh, lo salah orang!!" tunjuk Viona ke arah wajah Lisa yang terlihat memucat saat ini.


Viona langsung pergi meninggalkan Lisa yang masih mematung, dia tentu saja tidak akan pernah menyerahkan Revan pada wanita seperti Lisa, biar bagaimanapun Bella lebih pantas mendapatkan Revan di banding dengan wanita yang usianya jauh lebih tua darinya itu.


"Kalau Lisa masih seperti itu, mengganggu hubungan Revan dan Bella, aku akan memberitahu Bella dan menyuruh nya untuk waspada!" gumam Viona.


Sedangkan di sisi lain.


Bella dan Revan baru saja keluar dari dalam kamar dengan wajah yang lebih segar. Perut keduanya sudah keroncongan dan meronta sejak tadi, yah, gara-gara urusan olah raga ranjang membuat keduanya harus ketinggalan sarapan paginya.


"Ayo kita makan dulu, meskipun udah lewat tapi perut harus tetap di isi," ucap Revan menuntun sang istri ke arah dapur.

__ADS_1


Bella hanya mengangguk, sejujurnya dia merasa sangat malu karena harus keluar kamar di jam segini, jam 10 siang, ini bukanlah hal yang wajar apabila untuk seseorang yang baru bangun.


"Kamu kenapa, sih?" tanya Revan memeluk pinggang Bella sambil menuruni anak tangga.


"Gak apa-apa, cuma ngerasa gak enak sama Papa dan Mama," jawab Bella.


Revan mencium gemas pipi istrinya, Bella semakin terlihat cantik dengan pipi yang bersemu merah. Entah kenapa sekarang melihat Bella menjadi hobi barunya.Belum pernah dia melakukan hal ini terhadap wanita manapun, hanya dengan Bella hobinya sekarang menjadi tambah unik.


Daya magnet dan kecantikan Bella bagaikan heroin yang apabila di konsumsi oleh seseorang, pasti orang itu akan ketagihan dan menginginkan nya lagi.


Itulah yang dirasakan oleh Revan saat ini terhadap istrinya. Setelah mereguk manis madunya bunga perawan, rasa-rasanya tidak ada lagi yang lebih nikmat di banding kan dengan rasa dari istrinya.


Revan bahkan senyum-senyum sendiri saking bahagianya.


Mira dan Jeremy melihat kedua pasangan itu berjalan ke arah mereka, karena Revan dan Bella berniat menyapa mereka.


"Bella, Revan, kalian belum sarapan 'kan? Ehmm, sarapan dulu gih, Mama tadi udah nyuruh bik Nana beresin di meja makan, nanti Mama suruh buat nyediain lagi, ya?" ucap Mira tersenyum lebar.


Entah kenapa melihat kedua orang itu yang terlihat semakin mesra membuat Mira merasa sangat bahagia. Yang pasti keinginan nya seperti terwujud ketika melihat gelagat Revan yang sejak tadi tersenyum-senyum dengan binar bahagia."Gak usah, Ma. Biar Bella aja yang siapin, kasian nanti bik Nana, biar istirahat aja," jawab Bella.


Revan sejak tadi melihat ke arah Jeremy yang menatap Bella tanpa berkedip, dan hal itu sukses membuat Revan cemburu. Entah kenapa Revan merasa bahwa sejak awal Jeremy menatap Bella dengan tatapan yang berbeda.


"Ayo sayang, aku udah laper banget," Revan mengajak Bella dengan masih memegang pinggang rampingnya ke arah dapur, menghalangi tatapan Jeremy yang tidak biasa itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2