Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Belah Duren


__ADS_3

Happy Reading.


Revan mencium bibir Bella dengan hasrat yang menggebu. Sekarang dia tidak akan menahannya lagi, sekian lama mendamba tubuh sang istri, meskipun dia benar-benar bisa menahannya tapi saat ini Bella sudah sangat terbuka tentang perasaan nya.


Revan tidak akan membiarkan Bella beralasan lagi kali ini. Bukan hanya dia saja yang menginginkan tetapi kedua orang tuanya juga sudah menginginkan cucu hadir diantara mereka.


Jadi Revan juga harus bisa membuat isterinya hamil.


"Euhmm... Revan, tu-tunggu sebentar!" Bella berusaha mendorong dada bidang suaminya sedikit keras, membuat Revan menghentikan aktivitas nya.


"Ada apa lagi, sayang? Bukankah kamu bilang kalau kamu sudah siap?" tanya Revan dengan tatapan sendu.


Bella bisa melihat raut kecewa dari wajah sang suami.


Bella memang mengakui bahwa sejak Revan memutuskan untuk berubah, suaminya itu benar-benar serius, bahkan cintanya pun di rasa sangat tulus.


Perlahan Bella mendekat dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami. Sedikit berjinjit dan memberi kecupan di bibir revan. "Aku akan memberikan hak-ku malam ini, suamiku," Revan tersenyum lebar, matanya berbinar ketika melihat ekspresi Bella yang sudah siap menyerahkan haknya untuk dirinya.


Perlahan Revan mencium kening Bella, sedikit lama seakan mengatakan pada Bella lewat ciuman itu bahwa dia memang benar-benar mencintai istrinya itu.


Ciuman itu turun ke hidung, beralih ke mata kanan dan kiri, kemudian kedua pipi chubby Bella juga ikut merasakan sapuan basah bibir Revan.

__ADS_1


"Malam ini aku akan membuat malam yang indah untuk kita, sayang," Revan mencium bibir Bella.


"Berjanjilah bahwa kau akan setia," ucap Bella menghentikan ciumannya.


"Tentu sayang, aku benar-benar mencintai mu, kamulah wanita yang di pilih untuk menjadi pendamping hidupku, ibu dari anak-anakku, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu, aku mencintaimu, Bella!" bisik Revan kemudian mencium kembali sang istri.


Bella benar-benar merasakan sensasi luar biasa, sentuhan sudah tidak bisa terkontrol lagi.


Bahkan dia bisa merasakan betapa kerasnya benda itu saat menyentuh pahanya. Pikiran Bella benar-benar tidak bisa fokus karena dia sudah berada di ambang kewarasannya.


Bahkan ciuman itu semakin intens dan dalam saat ini, Bella benar-benar merasa seperti tersengat aliran listrik yang langsung menjalar ke area intinya.


Revan benar-benar merasa tidak tahan, hanya dengan menjelajahi tubuh Bella yang benar-benar indah membuat nya mabuk kepayang.


Revan berbinar, hasratnya benar-benar langsung naik ketika melihat tubuh seksi sang istri. Perlahan Revan langsung membuka penutup tubuh sang istri yang masih tersisa.


Bella selalu bersamamu jika Revan menatapnya dengan tatapan seperti itu. selama ini dia memang tidak pernah berdekatan dengan laki-laki, meskipun memiliki beberapa kekasih tetapi Bella menjaga dirinya dengan baik.


"Sayang, kali ini aku tidak bisa berhenti lagi, kamu harus menyiapkan diri sekarang juga!"


"Aku siap," jawab Bella.

__ADS_1


Sungguh Bella merasa tidak kuat dengan setiap sentuhan yang di berikan oleh Revan. Bahkan sekarang jemari Revan sudah menari-nari.


Dengan sentuhan dan ciuman yang lembut membuat Bella merasa sangat dihargai.


Revan tersenyum dan langsung menarik tubuh Bella. Menatap sang istri yang masih berusaha mengumpulkan sisa tenaga nya yang terkuras karenanya.


Bahkan kaki Bella saat ini sudah merasa lemas seakan tak bertulang, Revan kembali mencium bibir istrinya itu dengan hasrat yang menggebu, hasratnya begitu besar, membuatnya semakin tidak bisa menahan diri.


Revan sudah mempersiapkan dirinya di atas sang istri, matanya sayu dan berkabut, menandakan bagaimana pria itu benar-benar menginginkan Bella.


"Aku akan mulai, sayang," ucap Revan menatap wajah cantik sang istri.


Bella hanya mengangguk pasrah, jantungnya sudah berdetak begitu kencang. Tapi rasa nikmat yang baru saja ia rasakan membuatnya menginginkan hal lebih.


Revan memulai aksinya, dengan jantung yang sama-sama berdebar, belum pernah ia merasa seperti ini karena ini juga yang pertama kalinya bercinta.


Dia tidak akan pernah membuat Bella sedih ataupun sakit hati lagi, Revan akan membuat hubungannya dengan Bella benar-benar menjadi hubungan terakhirnya.


Bella menjerit saat Revan sudah menerobos pintu masuk yang sejak tadi berusaha di robohkan. Lolos setetes air mata yang mengalir di kedua sudut mata Bella.


Kesucian yang selama ini di jaga akhirnya lepas juga, Bella tidak pernah menyesal karena dia melakukan dengan suaminya sendiri.

__ADS_1


Revan sendiri merasakan sensasi yang sangat berbeda, terharu bercampur bangga pada sang istri, Bella benar-benar istimewa, bisa di pastikan mulai sekarang dia akan mencintai dan menghormati istrinya sebagai wanita yang akan membawanya ke kehidupan yang lebih baik.


Bersambung.


__ADS_2