
Happy Reading.
Bella merasa tidak enak ketika suaminya menginginkan hak yang memang sudah harus menjadi miliknya.
Revan langsung menekuk wajahnya murung, tapi dia tahu jika mungkin ini termasuk sebagai ujian untuknya.
Bella yang melihat suaminya seperti ini merasa kasihan, dia pun mendekatkan wajahnya ke arah sang suami, semakin dekat dan semakin terasa hembusan nafas hangat yang menerpa wajah Revan.
Cup!
Bella menempelkan bibirnya sekilas di bibir Revan, kemudian dia menjauhkan wajahnya dan beralih menatap ke arah lain. Jangan ditanya bagaimana kondisi Bella saat inu, sudah pasti seperti kepiting rebua yang malu-malu kucing.
Sama halnya dengan Revan, pria itu merasakan jantungnya terasa ingin copot, berdebar-debar tidak menentu dan berasa lompat-lompat, baru kali ini dia merasakan hal yang seperti ini, jantungnya bahkan berdebar lebih kencang, dan tidak mau berhenti.
Mimpi apa dia semalam, Bella menciumnya lebih dulu? Benar-benar sebuah keajaiban.
Saat Revan ingin meneruskan ciuman mereka dengan cara mendekatkan wajahnya pada Bella, istrinya itu langsung menoleh ke arah lain.
"Aku ngantuk!" ucap Bella.
"Hah?" Revan melongo.
"Aku udah ngantuk banget, Van," lirih Bella. "Lagian aku juga masih kedatangan tamu, masih merah, jadi tahan, ya?" ucap Bella beralih menatap wajah suaminya yang sudah seperti menahan sesuatu.
Revan menghela nafas, istrinya ini benar-benar pintar dalam memainkan perasaannya. Tapi Revan tetap harus bersabar, biar bagaimanapun Bella memang benar, dia masih kedatangan tamu bulanan dan Revan harus benar-benar fit sambil menunggu tamu itu pergi agar Revan bisa segera unboxing.
"Ehm,, baiklah, aku tidur dulu, ya?"
"Iya sayang, tidurlah," jawab Revan mengelus pucuk rambut Bella.
Revan termenung sendiri sambil menatap langit-langit yang ada di dalam kamarnya. Dia masih belum bisa tidur malam ini.
Bella sudah terlelap di sampingnya setengah jam yang lalu, setelah membuat Revan panas dingin, Bella langsung tidur begitu saja tanpa berniat bertanggung jawab.
Tapi bagaimana Bella bertanggung jawab, sedangkan dirinya masih dalam keadaan haid.
"Sayang, kenapa kamu menghukum ku seperti ini!" gumam Revan sambil mengusap pipi Bella lembut.
Sebuah kecupan basah ia daratkan di bibir Bella, membuat si empunya menggeliat sedikit.
"Aku janji sama kamu, gak akan buat kamu kecewa lagi sama aku, sayang! Aku janji gak akan bikin kamu nangis lagi, aku cinta banget sama kamu, Bella!" sekali lagi Revan mengecup bibir istrinya.
Kemudian dia masuk kedalam selimut dan memeluk Bella erat, tidak lama kemudian Revan sudah ikut masuk ke dalam alam mimpi.
Keesokan harinya.
Bella membuka matanya dan merasakan perutnya terasa tertindih oleh lengan kekar, milik siapa lagi kalau bukan Revan.
__ADS_1
Dengan hati-hati Bella menyingkirkan lengan sang suami dan turun dari ranjang dengan hati-hati.
Bella memutuskan untuk langsung masuk ke dalan kamar mandi, membasuh muka dan menyikat gigi.
Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, sepertinya Bella akan masak untuk pagi ini. Hari Sabtu Bella tetap ke butik karena memang butiknya tidak ada hari libur tertentu.
Kadang biasanya hari libur mereka bergilir. Awalnya Bella hanya ingin mengurangi rasa jenuh ketika di rumah. Dia sering sendirian dan itu membuatnya bosan.
Lebih baik menggambar di butik daripada di rumah. Akhirnya Bella memutuskan untuk tidak meliburkan butiknya.
Lain dengan Revan yang sudah pasti Sabtu dan Minggu libur. Tapi meskipun libur, suaminya itu tidak pernah berdiam di rumah.
Ya, dulu Bella juga tidak akan pernah mempermasalahkan semua itu, toh dia juga tidak di rumah. Tapi entah hari ini, apakah Revan akan tetap di rumah ataukah dia pergi keluar.
Bella membuka lemari es dan melihat-lihat bahan yang masih tersisa di dalam, ternyata hanya ada kol, daun bawang dan udang kecil.
Bella memikirkan akan memasak apa, setelah membuat rice cooker dan ternyata di dalamnya masih tersisa nasi yang lumayan banyak, akhirnya Bella memutuskan untuk membuat nasi goreng.
Dengan cekatan Bella mencuci kok, daun bawang, bawang bombay dan juga udang kecil. Dia akan membuat nasi goreng udang, karena memang hanya itu bahan yang tersedia di kulkas.
"Sepertinya aku harus belanja bulanan, biasanya sebulan sekali, tapi karena sekarang lebih banyak masak di rumah sepertinya hanya membutuhkan seminggu untuk menghabiskan bahan-bahan di kulkas," gumam Bella sambil mengiris bawang Bombay dan kol.
Setelah semuanya siap, Bella memanaskan wajan dan memberikan sedikit minyak goreng. Setelah minyak panas Bella memasukkan bawang Bombay terlebih dahulu, kemudian kol, udang, dan daun bawang.
Setelah tercium bau harum, Bella memasukkan nasi yang tadi sudah diangkat dari rice cooker. Tidak lupa garam dan penyedap juga ia bubuhkan ke atas nasi itu.
Revan yang sudah terbangun langsung mencari istrinya itu ke dapur karena dia tahu Bella selalu di dapur setiap pagi, entah itu membuat susu atau sarapan. Dulu Revan memang jarang sarapan di rumah, tapi sekarang dia lebih suka makan masakan istrinya dari pada harus beli diluar.
"Udah Mateng, belum?" Bella terkejut saat tiba-tiba Revan memeluk nya dari belakang, melingkar kan tangannya di perut.
"Ya Tuhan, Revan! Kenapa sih, suka banget bikin aku terkejut!" Revan terkekeh melihat ekspresi istrinya yang terlihat menggemaskan.
"Aku tadi nyari kamu gak ada, ternyata istriku di dapur lagi bikin sarapan," jawab Revan mencium tengkuk Bella membuka istrinya itu mendorong tubuh Revan dengan siku.
"Awas, aku nanti gosong! Revan kamu duduk aja, ganggu tau, gak!" seru Bella membalikkan nasi gorengnya.
"Iya-iya, duh istriku galak banget, sih!" Revan berlalu sambil mencolek dagu Bella.
Bella hanya bisa melotot-kan matanya melihat tingkah laku suaminya yang sekarang semakin terlihat kekanakan.
Akhirnya nasi goreng ala Bella sudah jadi, kemudian wanita itu mengambil dua piring dan meletakkan nasi goreng itu di atasnya.
Revan berbinar ketika menatap sajian yang benar-benar menggugah seleranya. Dengan tidak sabar Revan segera melahap nasi goreng yang masih panas itu.
"Auhh, panas!" Revan mengunyah sambil minum air.
"Kamu kelaparan? Kan nasi gorengnya baru diangkat dari wajan," ucap Bella menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
"Abisnya aku udah gak sabar makan masakan kamu, cacing di perutku langsung meronta-ronta," jawab Revan kembali menyendok nasi goreng itu tapi kali ini dia meniupnya terlebih dahulu.
"Masakan kamu memang paling enak dan lezat, sayang," ucap Revan di sela makannya.
Bella tersenyum lega karena suaminya mau makan masakannya bahkan memujinya. Bella ingat dulu awal-awal pernikahan, wanita itu tidak pernah melihat Revan mau menyentuh masakannya, hingga akhirnya yang Bella tidak pernah masak untuk suaminya lagi.
###
Revan mencium seluruh wajah sang istri, rasanya tidak rela jika harus berpisah dengan Bella.
"Udah, sana pulang, nanti sore jemput aku, ya?" ucap Bella mendorong wajah Revan yang masih terus berusaha mengambil ciuman di bibir pink nya.
"Dikit doank, sayang?"
"Gak Revan, banyak orang, udah sana pulang, nanti aku tidak jadi bekerja!" Revan cemberut.
"Lagian Kamu kenapa sih harus kerja? apa semua uang dariku belum cukup? bukankah kamu tidak pernah menggunakan saldo yang aku berikan, sayang?"
Bella hanya bisa berdecak lidah, "uang dari kamu di simpan aja, nanti buat masa depan anak kita," hati Revan tiba-tiba menghangat.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu sayang, hati-hati ya, jangan sampai kelelahan," Revan mencium kening Bella.
Kemudian dengan berat hati pria itu melangkah pergi meninggalkan sang istri untuk bekerja.
Setelah sampai rumah Revan memutuskan untuk rebahan dan bermalas-malasan, bibirnya sejak tadi tidak berhenti tersenyum hanya membayangkan istrinya itu.
Tiba-tiba suara bel berbunyi, siapa yang bertamu ke rumahnya saat ini? apa jangan-jangan mamanya?
Revan bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang sedang berkunjung.
"Hai!"
Revan menaikan sebelah alisnya ketika melihat siapa tamu yang berada di depan rumahnya.
"Revan, apa kabar?"
"Dari mana kamu tahu alamat ini?" tanya Revan to the poin, dia merasa tidak senang melihat wajah wanita ini.
"Itu tidak penting! yang jelas aku ingin berkunjung ke rumahmu," jawab wanita tersebut.
Revan benar-benar kesal dengan tingkah wanita itu yang benar-benar tidak tahu malu. Yah, wanita itu adalah Lisa.
Revan menutup pintu rumahnya tapi langsung ditahan oleh Lisa.
"Aku sedang hamil, apa kamu tega membiarkan aku disini!"
Bersambung.
__ADS_1