Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Morning sickness


__ADS_3

Happy Reading.


Hoekk!


Hoekk!


Bella memijat tengkuk suaminya yang sejak tadi terus muntah-muntah, setiap pagi selalu ada drama seperti ini sebelum Revan berangkat ke kantor.


Sudah sebulan lebih Revan mengalami gejala morning sickness yang dideritanya. Tapi pria itu tidak pernah mengeluh dan hanya tersenyum saat Bella membalur perut nya dengan minyak angin.


Padahal Bella sendiri tahu kalau suaminya itu tidak masuk angin melainkan mengalami gejala morning sickness karena dia sedang hamil muda.


Sungguh Bella tidak pernah menyangka jika suaminya akan mengalami hal itu. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dariĀ sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri.


"Sebaiknya kamu istirahat di rumah aja, nggak usah pergi ke kantor dulu aku nggak tega lihat kamu seperti ini sayang?"


Revan tersenyum mengelus lembut pipi sang istri, "tidak apa-apa, sayang, aku sehat kok, kamu tidak perlu khawatir, justru yang harus banyak itu kamu, lihat kondisi kamu yang sedang hamil muda," pria itu mencium pipi Bella, "aku nggak mau kalau kamu kecapean dan kurang istirahat," Bella bisa melihat wajah sang suami yang begitu pucat.


"Tapi sayang ...!"


"Sstttt, aku nggak papa percaya deh aku bahkan merasa sangat bahagia saking bahagianya aku merasa sehat-sehat saja, aku malah khawatir misalkan kamu yang mengalami morning seperti ini,"

__ADS_1


"Morning sickness," sela Bella.


"Iya itu, ya udah kalau gitu aku berangkat kerja dulu, i love you!"


"I love you too!"


****


Beberapa bulan kemudian.


Bella memandang dirinya di cermin, bibirnya mengerucut melihat penampilannya saat ini yang sedang memakai daster hamil sedikit besar.


Revan duduk bersandar disofa yang berada dikamar mereka dengan memangku laptop memeriksa pekerjaannya.


Revan memandang istrinya, kemudian dia menaruh laptop dimeja dan berjalan ke arah Bella.


"Kamu kan lagi hamil, ada Baby yang berada di dalam tubuhmu, tentu saja hal itu wajar kalau kamu sekarang jadi semakin gendut," ucap Revan memeluk istrinya dari belakang.


Mencium pundak Bella yang terekspos.


"Kalau aku gendut seperti ini apa kamu tidak malu?"

__ADS_1


"Kenapa harus malu, justru aku menjadi semakin bangga, semakin sayang dan semakin cinta karena kamu sedang membawa calon putraku, darah daging ku, kalau kamu sudah melahirkan besok pasti bisa turun lagi berat badannya, sayang" ucap Revan menenangkan Bella sambil membelai perutnya yang memang sudah membuncit.


Bella membalikan tubuhnya, menatap Revan yang masih setia memeluk pinggangnya.


"Beneran 'kan, kamu tidak akan ilfeel sama aku karena bentuk tubuhku seperti ini?" Bella masih merasa khawatir.


Takut kalau Revan akan bosan melihat tubuhnya yang sama sekali tidak terlihat seksi.


"Kamu tuh mikirin apa sih yank, mana mungkin aku akan ilfeel, justru aku malah lebih suka, semua favorit ku jadi lebih besar, lebih hot, seperti ini, ini dan ini. Semuanya jadi lebih nikmat, apalagi yang dibawah, tambah gemas karena jadi tembem kaya pipi kamu," ucap Revan menyentuh tempat yang disebutkannya.


Membelai lembut dengan memainkan jarinya, tentu saja langsung membuat Bella mengeluarkan suara yang membuat Revan berhasrat.


Bella merasa semenjak kehamilannya membesar, dirinya menjadi semakin suka apabila disentuh oleh Revan.


Tentu saja hal itu membuat Revan senang sekali, bagaikan mendapat durian runtuh.


Seperti malam ini, Bella merasa sudah tidak tahan dengan sentuhan suaminya yang sangat lihai membuatnya selalu melayang.


Revan dengan segera melepaskan daster Bella dengan sekali tarikan keatas. Memperlihat tubuh indah sang istri yang menurut Revan menjadi semakin sexy dan berisi.


Revan juga sudah polos, dengan hati-hati ia memasukan dari belakang, tidak mau membuat Bella kesakitan.

__ADS_1


Author said : Revan, Bella tidak akan kesakitan, yang ada sebaliknya. Xixixi🤭


Menuju Ending ya


__ADS_2