
Happy Reading.
"Mudah-mudahan saja Revan benar-benar sudah berubah, kalau dia memang serius dan tidak akan bermain dengan wanita lain lagi, sebaiknya kamu juga harus mau memulai membuka hati," nasihat Jesselyn yang di angguki oleh Emy.
Bella juga berpikir demikian, dia akan membuka hatinya selebar mungkin untuk Revan ketika pria itu memang benar-benar sudah berubah dan menepati janjinya.
Akhirnya ketiga wanita itu sampai di tempat acara.
Di sebuah ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi sangat cantik dengan berbagai hiasan dan bunga-bunga yang di tata rapi di setiap sudutnya, Bella masuk bersama Emy dan Jesselin.
Josh menyambut kedatangan mereka dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Sepertinya dia sudah merasa lebih baik setelah mendapatkan pesan dari Bella semalam.
"Selamat datang girls, malam ini kalian terlihat sangat cantik, Bella kamu seperti seorang putri," ucap Josh memuji.
Ketiga wanita itu hanya tersenyum menanggapi.
"Terima kasih Josh, di mana Nona Elma, aku akan menemui pengantinnya dulu dan memberikan selamat," ucap Bella.
"Ayo ke sana, Elma dan suaminya masih berbincang dengan para tamu," Josh mengajak Bella dan dua wanita tadi menemui kakaknya.
"Hai Bella, Emy dan Jesselyn, senang sekali kalian bisa hadir ke sini," Elma mencium pipi kanan dan kiri Bella kemudian beralih pada Emy dan Jesselyn.
"Kami juga sangat senang!"
"Selamat atas pernikahannya Nona Elma dan Tuan Danny, kami semua mendoakan yang terbaik untuk kalian," ucap Bella.
"Terima kasih, Bell, nikmati pesta ini ya?" Bella dan kedua temannya itu mengangguk dan tersenyum.
Emy dan Jesselyn juga menyalami pasangan pengantin tersebut.
Setelah beramah-tamah dengan pasangan pengantin akhirnya Emy mengajak kedua sahabatnya untuk mengambil makanan yang tidak jauh dari tempat tersebut.
"Aku suka banget desert yang ada di sini, kalau makan desert tuh rasanya seperti jatuh cinta kembali," ucap Emy.
"Apaan, siapa yang jatuh cinta?" tanya Jesslyn.
"Ya, akulah! jatuh cinta sama desert tapi, bukan sama cowok!" jawab Emy memasukkan desert coklat kesukaannya.
"Owh, ku kira kamu jatuh cinta, kalau aku sih udah gak percaya sama kata-kata cinta, karena cinta itu bullshit!! eh bener gak sih kata-kata ku?" Emy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jesselyn yang semakin aneh ketika diputuskan oleh Tio.
Ketiganya masih menikmati beberapa makanan yang ada di tempat itu. Terlihat beberapa tamu juga sudah berdatangan. Mereka langsung memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Emy bisa melihat betapa meriah nya acara pesta pernikahan anak walikota ini, sungguh benar-benar pesta pernikahan impian.
"Pesta pernikahan ini tidak kalah meriah dengan pesta pernikahanmu dulu bersama Revan ya, Bell?" ucap Emy.
"Iya, betul, pernikahan Bella juga sangat mewah ya karena keduanya berasal dari dua keluarga besar dan tentunya memiliki banyak uang," jawab Jessy.
"Tidak juga, keluargaku tidak begitu banyak uang buktinya Aku masih bekerja dan mengolah butik ku sendiri," ucap Bella.
'Bahkan aku minta kompensasi 1 Triliun, huh, apakah aku sudah seperti wanita matre?'
__ADS_1
Sebenarnya keluarga Bella cukup kaya, tetapi Bella memang wanita yang mandiri dan juga pekerja keras, dia juga cerdas di segala bidang, mungkin hanya satu kebodohannya yaitu soal cinta dan laki-laki.
Bella memang belum pernah merasakan jatuh cinta sejak dulu, Meskipun banyak pria yang mengejarnya tetapi wanita itu lebih suka fokus kepada pendidikan dan karirnya.
Di saat wanita lain sedang suka berfoya-foya dan juga berpacaran, Bella lebih tertarik dengan belajar dan belajar. Mungkin karena itulah sikap Bella menjadi seperti ini, dia tidak bisa mengenal bagaimana perasaan suaminya yang sebenarnya.
Emy dan Jesselyn masih sibuk memilih makanan gratis yang disediakan di pesta itu, tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan hal yang berbau gratisan.
Tiba-tiba Emy melotot-kan matanya ketika melihat seseorang yang baru saja datang. Seorang pria tampan dengan pesona luar biasa yang mampu membuat kaum hawa meleleh seketika. Sangat pantas jika dia dijuluki sebagai international Playboy karena para wanita yang langsung tertarik hanya dengan melihat Revan berjalan di depan mereka.
"Emmh, Bell, bukankah itu Revan? Sama siapa dia? Kok datang bersama seorang wanita cantik," ucap Emy yang melihat kedatangan suami sahabatnya bersama wanita yang tidak lain adalah Lisa.
Jesselyn menyenggol lengan Emy. Bella menoleh dan melihat siapa yang datang ke tempat itu.
Deg!
Bella begitu terkejut melihat Revan bersama Lisa berjalan masuk bersama ke ballroom itu. Hati Bella bagaikan di tusuk ribuan duri tajam. Ternyata Revan pergi ke acara resepsi pernikahan kliennya yang tidak lain adalah kakak kandung Josh.
Sepertinya Revan belum menyadari bahwa Bella juga ada di tempat tersebut.
Josh juga melihat mereka berdua berjalan bersama meski tidak bergandengan tangan. Tapi mereka terlihat sangat serasi.
Lisa selalu menampilkan senyum ramahnya sedangkan Revan hanya berwajah datar.
Revan belum menyadari bahwa istrinya menatapnya dengan tatapan yang tajam.
'Ternyata dia mau ke acara sini dan bersama Lisa? Jadi karena menjemput Lisa dia menjadi terlambat. Bukankah tadi dia sudah keluar rumah lebih dulu? Revan, kenapa kamu mengingkari janjimu. Ternyata kamu memang masih mencintai Lisa. Batin Bella sakit.
"Bella!"
Bella langsung melengos mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika suaminya itu menemukan dirinya, dia merasa malas melihat suaminya yang masih saja bersama dengan wanita lain, padahal Revan sudah sering berjanji bahwa dia tidak akan jalan bersama dengan wanita lain lagi.
Namun kenyataannya sekarang Bella masih melihat hal itu, apakah dia harus sedih dan patah hati? Apakah dia harus sabar karena ternyata melihat kelakuan Revan yang masih berani membohonginya di belakangnya.
Revan akan menghampiri sang istri yang sedang pura-pura tidak melihatnya itu. Senyum mengembang kali ini diperlihatkan oleh Revan saat melihat Bella, sangat berbeda dengan raut wajahnya saat pertama kali masuk ke dalam tempat ini, Revan hanya berwajah datar tanpa ekspresi apapun.
Revan tentu saja merasa senang karena ternyata pesta yang dihadiri istrinya sama dengan pesta pernikahan kliennya.
Lisa melihat Bella sepertinya telah salah paham dengan kedatangan mereka yang bersamaan, padahal dia tadi tidak sengaja melihat Revan di depan pintu masuk.
Lisa langsung tersenyum sinis, dia akan membuat Bella semakin sakit hati karena cemburu. Wanita itu berusaha meraih lengan Revan dan memeluknya, agar Bella semakin salah paham dengannya.
Revan terkejut saat melihat tangan Lisa tiba-tiba memeluk lengannya Posesif seperti ini.
"Lisa, lepaskan!" Revan menarik tangannya dengan kasar, sedikit sulit karena Lisa memang memeluknya erat.
Bella berusaha untuk menahan sesak di dadanya, kenapa Revan selalu membuatnya jatuh ke dasar jurang setelah melambungkan dirinya tinggi ke atas awan.
Baru tadi sebelum mereka pergi suaminya itu begitu mesra dengan nya, memperlihatkan ketulusan di setiap ucapan dan perlakuannya.
Tapi kenapa sekarang Revan mengingkari semua itu dengan kembali menggandeng Lisa ke acara seperti ini.
__ADS_1
Dia memang sudah terbiasa di abaikan oleh Revan atau melihat suaminya itu bersama wanita lain, tapi entah kenapa setelah pernyataan cinta Revan waktu itu membuat Bella menjadi sangat rapuh.
'kamu bahkan terlihat biasa saja, Van!' apakah kamu sudah melupakan semua janji yang baru-baru ini kamu ucapkan!'
Sungguh hati Bella merasa sangat sakit. Padahal biasanya dia selalu kuat dan sangat tegar, tapi Bella masih berusaha bersikap biasa saja.
Josh menatap wajah Bella yang terlihat kecewa saat melihat suaminya datang bersama dengan wanita lain. Entah kenapa ada rasa egois, ingin sekali dia menyentuh pundak Bella dan memeluknya. Sungguh sikap Revan memang tidak bisa dimaafkan begitu saja. Andai saja dia bertemu dengan Bella kembali lebih cepat sebelum Bella menikah, pasti Josh memilih untuk melamar Bella lebih dulu.
Begitupun dengan Emy dan Jesselyn yang menatap tidak suka ke arah Revan dan wanita yang datang bersamanya.
Revan melepaskan tangan Lisa yang sejak tadi memeluk tangannya dengan menghentakkan kasar. Diapun langsung berjalan ke arah Bella yang acuh dengan kehadirannya.
Mungkin Revan memang belum sadar dengan apa yang telah membuat istrinya seperti ini.
"Bella sayang, kamu ada di sini juga?" tanya Revan langsung berjalan menghampiri Bella. Respon wanita itu sangat datar dan acuh, Bella kembali ke mode semula saat awal-awal mereka menikah.
Sedangkan Lisa begitu kesal karena Revan mengabaikannya hanya karena wanita seperti Bella, sungguh wanita itu bukan apa-apa dibandingkan dengan dirinya.
Josh hanya diam saja menatap ke arah orang-orang tersebut. Hanya bisa menatapnya dalam diam karena dia juga merasa tidak berhak untuk ikut campur urusan Bella dan suaminya.
Tetapi jika Revan berhasil membuat Bella menangis, Josh berjanji akan membawa Bella pergi dari sisi Revan. Dia masih menatap ekpresi Bella yang kelewat datar tanpa ekspresi itu.
"Sayang, kok diam saja, ternyata pesta klien kita sama, ya?" Revan masih tersenyum menatap sang istri yang sangat cantik ini. Bahkan Revan sebenarnya tidak rela jika melihat Bella berdandan cantik, akan banyak pria yang bisa menikmati kecantikannya.
Dan Revan tidak rela akan hal itu, dia ingin segera membawa Bella pulang dan mengurungnya di dalam kamar
"Ya, seperti yang kau lihat!" jawab Bella.
"Kalau tahu kita akan hadir di acara yang sama, tentu aku akan memaksamu ikut bersamaku," ucap Revan kemudian. Berusaha mencairkan suasana di antara mereka. Revan tahu kalau sikap Bella menjadi berubah dingin kembali, tapi dia masih belum tahu karena apa.
"Hem, aku pergi ke pesta resepsi pernikahan klienku nona Elma istri dari tuan Danny," jawab Bella masih tanpa ekspresi.
Revan melihat Bella yang seperti itu seketika paham dengan situasinya. Tidak ingin membuat istrinya salah paham dan sedih, ia kemudian memeluk pinggang Bella dari samping, tentu saja Bella sangat terkejut dengan perlakuan Revan.
Bahkan pria itu menuntun Bella ke arah kedua mempelai yang sudah menunggu kedatangannya. Bella merasa sedikit risih dengan perlakuan Revan terhadapnya
Selama ini Revan tidak pernah melakukan hal seperti itu di depan umum, dia benar-benar bingung dengan keadaan ini. Dulu Revan selalu mengabaikannya dan memilih bersama wanita lain, tapi sekarang dia masih bersama wanita lain tetapi kenapa Revan menunjukkan seakan pria itu benar-benar menyayanginya. Bella juga masih belum bisa memahami perasaan suaminya itu.
Bersambung.
Satu bab lagi hari ini ya, ditunggu jangan emosi dulu ðŸ¤ðŸ¤
*
*
*
Oh ya, aku juga ada rekomendasi karya keren dari temen ku
__ADS_1