Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Salah Paham 2


__ADS_3

Happy Reading.


Emy dan Jesselyn mendekati Lisa yang tengah memasang wajah jelek penuh amarah. "Eghem, Jess, lo ngerasa di pesta ini ada kuntilanak nggak?"


Jesselyn yang biasanya biasanya sedikit telmi, kali ini langsung tanggap. "Iya, ada kuntilanak yang sedang mencari mangsa, disuruh buat ngakuin anaknya!" jawab Jessy asal.


Lisa merasa sangat tersindir dengan ocehan dua wanita yang berdiri tidak jauh darinya itu.


"Apa yang kalian ucapkan?? apa kalian menyindir ku?!" teriak Lisa menatap Emy dan Jesselyn garang.


"Eh, kenapa anda tersinggung? kami gak sedang membicarakan anda, tuh! jangan terlalu percaya diri," jawab Emy sinis.


"Lagian emang situ ngrasa kek kuntilanak?" sahut Jesselyn semakin membuat Lisa kebakaran jenggot.


Padahal saat ini dia sudah disuruh menahan amarah gara-gara Revan yang semakin lama semakin menyebalkan karena tidak bisa diperalat lagi, sekarang muncul dua orang yang sedang terang-terangan menyindirnya.


Lisa maju menarik tangan Emy dan mencengkram nya erat, sampai Lisa merasa kukunya yang lancip menusuk permukaan kulit wanita yang sedang meringis itu.


"Jangan coba-coba kalian bermain dengan ku? atau aku bisa membuat kalian hancur sehancur-hancurnya!" ancam Lisa.


Jesslyn yang melihat Emy sedang kesakitan merasa sangat marah dengan wanita ular di depannya ini.


"Lepaskan tanganmu, brengsekk!!" Jesslyn menarik tangan Lisa kemudian menghempaskan nya begitu saja.


Emy sebenarnya masih gatal ingin membalas tangannya yang sudah terlihat memerah itu pada Lisa, tapi ia urungkan ketika Jesselyn menariknya.


Sedangkan Revan sudah mengajak Bella untuk menemui sang empunya pesta, Elma dan Danny.


Revan akan mengatakan kepada semua orang jika dia adalah suaminya Bella, karena Revan yakin, Bella juga termasuk wanita yang terkenal dikalangan seperti ini.


"Selamat ya Danny dan Elma atas pernikahan kalian," Revan menyalami kedua mempelai. "Oh ya, perkenalkan ini Bella, istriku," ucap Revan kepada keduanya yang sedari tadi menatap bingung ke arah mereka.


"Oh jadi nona Bella ini istrimu, Van? kenapa aku baru tahu, untung saja nona Bella belum ku jodohkan dengan Josh," jawab Danny tergelak.


Josh berdehem mendengarkan ucapan kakak iparnya itu. Sedangkan Revan langsung menatap Josh dengan pandangan tidak suka, Kedua pria itu saling berhadapan dan menatap tajam, tatapan mereka seakan menyalakan api peperangan yang tak terlihat.


Josh dengan tekadnya yang kuat akan merebut Bella dari Revan jika pria itu masih menyakiti sahabatnya itu. "Aku juga sebenarnya akan melamar Bella kalau dia belum menikah, tapi ternyata aku keduluan oleh Tuan Revan," ucap Josh dengan nada bergurau tetapi di tanggapi dengan kesal oleh Revan.


Sedangkan semua orang tergelak mendengar ucapan Josh yang seperti gurauan, bahkan Bella sempat menyunggingkan senyumannya.


"Silahkan nikmati pestanya Tuan Revan dan Nona Bella, kami benar-benar merasa sangat tersanjung dengan kehadiran kalian disini."


"Kami juga merasa senang bisa menghadiri acara ini," jawab Revan.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami permisi dulu," keduanya berjalan menuju kursi untuk duduk


"Revan! kenapa kamu meninggalkanku!" seru Lisa berjalan kearah Revan dengan wajah yang terlihat kesal.


"Stop, jangan ikutin aku lagi dan aku juga tidak meninggalkan kamu, karena kita tadi memang ke acara ini sendiri-sendiri!"


Sedangkan Bella hanya memutar bola matanya malas melihat adegan dihadapannya saat ini.


"Ingat Lisa, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku, jangan pernah muncul di hadapan ku dengan segala modusmu!"


"Oh, maksud mu dia istri 1 Triliun mu?" Bella sedikit terkejut mendengar ucapan Lisa.


'Kenapa wanita ini juga mengetahuinya?'


Revan yang mendengar itu langsung mengajak Bella menghindar dari Lisa, dia tidak akan membuat istrinya jadi salah paham lagi dengan berbagai ucapan wanita itu. Revan merangkul pinggang Bella, tidak memperdulikan teriakan Lisa yang semakin lama membuat telinganya sakit.


Dan Josh terlihat tidak suka melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Revan pada Bella. Sepertinya Revan sedang memperkenalkan Bella kepada para kolega bisnisnya. Josh bisa melihat jika Bella hanya diam saja sesekali tersenyum menimpali.


"Kami permisi dulu ya, aku mau mengajak istriku ke suatu tempat," ucap Revan mengajak Bella pergi dari tempat itu.


Dengan tangan masih masih menggandeng erat tangan Bella, Revan berjalan meninggalkan hotel itu dan mengajak Bella berjalan menuju parkiran.


"Van, kita mau kemana?" tanya Bella yang melihat Revan membawanya ke parkiran dan menyuruh Bella masuk ke dalam mobil.


"Oke, aku akan menjelaskan, tapi tolong jangan di sela," Bella masih diam, membiarkan suaminya berbicara.


"Tadi aku tidak sengaja ketemu sama Lisa di depan pintu masuk ke ballroom, secara kebetulan dia juga mau menghadiri resepsi Danny dan Elma, dia merengek meminta masuk bersamaku. Bella, aku tahu kamu pasti tidak akan percaya, tapi ketahuilah aku benar-benar tidak ada apa-apa dengan Lisa, tolong percayalah padaku," ucap Revan dengan tatapan serius.


Dia memang berkata sejujurnya karena tadi Lisa juga berada di depan pintu sendirian. Akhirnya Revan hanya diam saja dengan Lisa yang mengikuti berjalan masuk ke acara pesta.


Bella hanya diam saja, dia sungguh bingung dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi suaminya yang memang banyak sekali wanita yang menyuaki


"Kamu percaya kan sama aku sayang, aku udah gak deket-deket sama wanita lain lagi?" Revan menatap Bella lekat.


"Hmm!" jawab Bella masih datar.


"Kamu juga percaya kalau aju tidak pernah mengatakan perihal 1triliun terhadap siapapun, ternyata selama ini Viona telah membongkar isi ponselku dan melihat chat mengenai kesepakatan kita tentang uang 1 Triliun itu," Bella menoleh menatap Revan, mencoba mencari tahu kebohongan di mata suaminya.


'Jadi Viona mengetahui perihal 1 triliun itu karena melihat isi chat Revan denganku? Apakah selama ini aku udah suudzon dengan suamiku sendiri?'


"Hmm aku percaya!"


"Terima kasih, sayang, kalau gitu lebih baik kita segera pulang," ucap Revan melajukan mobilnya.

__ADS_1


Revan memang harus segera pulang ke rumah, dia sungguh tidak ingin membuat istrinya sakit hati lagi hanya karena drama yang akan dilakukan oleh Lisa nanti.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah.


"Ayo sayang, kita masuk ke rumah, aku tahu kamu pasti sangat kelelahan," ucap Revan mengulurkan tangannya sambil tersenyum.


Bella hanya mengangguk dan keluar dari dalam mobil, melepaskan pegangan tangan Revan kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya. Bella menghentikan langkahnya ketika masuk ke dalam ruang tamu.


Dia mengingat selama 10 bulan tinggal di rumah ini banyak sekali kenangan yang menyakitkan yang sudah ditorehkan oleh Revan, meskipun dua bulan terakhir sikap suami itu jadi berubah jauh lebih baik, namun sampai sekarang masih ada ketimbangan di hati wanita itu.


Bella ingat bagaimana dia selalu bersikap dingin untuk menutupi sakit hatinya karena Revan.


Agar Revan tahu bahwa Bella adalah sosok wanita yang kuat. Dia tidak ingin dianggap lemah oleh Revan. Lalu perlahan setelah kontrak itu selesai, tiba-tiba sikap Revan perlahan berubah menjadi lebih manis. Bahkan Revan menginginkan pernikahan ini bisa di mulai dari awal kembali karena dia ingin bisa menjadikan pernikahan ini sungguhan dan bukan pura-pura lagi.


'Van. sepertinya malam ini aku akan menyerahkan mahkotaku karena aku sudah tidak tahan hidup bersamamu. Aku masih ingat Perjanjian kita di mana ketika aku meminta cerai darimu konsekuensinya adalah tubuhku ini.' Batin Bella.


Kamu memang bukan milikku, Van! aku tidak pantas bersaing dengan para wanitamu yang luar biasa itu.


Revan sendiri mulai berharap bahwa pernikahannya dengan Bella benar-benar menjadi pernikahan yang sempurna seperti kedua orang tuanya yang sampai saat ini masih juga bersikap mesra dan pernikahan mereka benar-benar langgeng.


"Sayang, ayo kita ke kamar dan segera istirahat," ucap Revan membuyarkan lamunan Bella


"Van, malam ini bolehkah aku tidur di kamarmu?" tanya Bella membuat Revan merasa sedikit terkejut.


"Apa? apa aku tidak salah dengar? Jadi kamu beneran mau tidur sama aku?" tanya Revan tidak percaya.


"Boleh gak?


"Tentu saja boleh, bukankah kita ini suami istri dan harus tidur dalam satu kamar mulai malam ini," jawab Revan


Bella mengangguk, kemudian dia masuk kedalam kamarnya terlebih dahulu sebelum tidur bersama sang suamiĀ  Dia menatap pantulan tubuhnya di cermin. Merasa bahwa dia begitu minder jika dibandingkan dengan Lisa, wanita yang selalu ada di hati susminya.


Lalu apakah tindakan bela untuk menyerahkan tubuhnya pada Revan sudah cukup benar? dengan begitu dia akan berjanji untuk segera pergi dari kehidupan Revan.


Bersambung.


*


*


*


Hai semuanya aku ada rekomendasi karya keren banget nih.

__ADS_1



__ADS_2