Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Menuju


__ADS_3

Happy Reading.


Revan keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Bella sedang duduk termenung di pinggir ranjang, bahkan saat Revan keluar hanya memakai handuk di pinggangnya, Bella tidak menoleh ataupun menegurnya.


Biasanya Bella akan heboh sendiri kalau melihat Revan yang seperti itu, istrinya itu akan berteriak dan menyuruhnya masuk ke dalam kamar mandi lagi serta mengambilkan baju ganti untuk Revan.


Tapi lihatlah sekarang, Bella sama sekali tidak meliriknya, ada sesuatu yang salah terhadap sang istri.


"Sayang, apakah ada yang sedang kau pikirkan?"


Bella menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, dia lakukan itu hingga berulang. "Apa kamu tidak merasa curiga sama Mama? apakah Papa dan Mama tahu tentang hubungan kita seperti apa di masa lalu?" Revan mengerutkan keningnya.


"Maksudmu tahu tentang perjanjian pernikahan itu?" tanya Revan yang di balas anggukan oleh Bella.


Revan terkekeh, kemudia duduk di samping Bella yang terlihat sama sekali tidak fokus bahwa saat ini dirinya hanya memakai handuk di pinggangnya. Bella masih menatap ke arah lantai kamar dengan perasaan yang kacau.


"Dan uang 1 Triliun itu, apa mereka juga tahu?"


"Mereka tidak tahu dan kalaupun mereka tahu pasti tidak akan dipermasalahkan, karena apa? karena kamu meminta itu setelah kita resmi menjadi suami istri ya itu artinya uang itu memang hakmu, sayang," jawab Revan.


"Lalu bagaimana dengan perjanjian itu?"

__ADS_1


"Kamu tenang aja, bukankah kita sekarang sudah tidak melakukan perjanjian kontrak? tapi kita melakukan perjanjian pernikahan yang sebenarnya?" Bella menatap Revan melihat keseriusan di mata sama suami.


"Iya, kamu benar," Bella mengangguk perlahan.


"Mama dan Papa tidak akan tahu, kalau mereka curiga dengan hubungan kita, tinggal kita kasih bukti yang nyata, jadi kecurigaan Papa dan Mama akan hilang dengan sendirinya," ucap Revan tersenyum lebar.


Sedangkan Bella masih belum paham dengan maksud Revan, bukti nyata apa? apakah mereka cukup berkata jujur? Bella terlihat berpikir. "Sepertinya aku tidak akan ikut campur kalau misalkan kecurigaan Mama dan Papa mengarah kepada dirimu," ucap Bella.


Revan mengernyit mendengar ucapan istrinya. "Maksudnya apa, yank? kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu?"


Bella mengedikkan bahunya. "Tidak ada, aku hanya memberimu peringatan, bukankah dulu kamu sering jalan bareng sama kekasihmu, bahkan setelah menikah kamu masih sering mengajak pergi kekasihmu keluar negeri, mudah-mudahan papa …!"


"Tidak akan, aku sudah menghapus semua bukti, jadi Papa tidak akan tahu, apa kamu tidak paham dengan apa yang ku maksud dengan pembuktian itu, sayang?" Bella menggeleng.


"Kamu tahu kan? kalau papa dan mama ingin segera memiliki cucu?" tanya Revan dengan wajah serius membuat Bella langsung melototkan matanya.


Revan tersenyum lebar dan mendekatkan wajahnya ke arah sang istri, kini Bella bisa melihat bahwa Revan sedang tidak memakai baju dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Aaaakk…!!! Revan cepat pakai bajumu!!" Bella menarik tangan Revan dan menyuruhnya masuk ke kamar mandi.


Alih-alih menuruti keinginan sang istri, Revan malah menarik Bella ke dalam pelukannya. Memeluk erat tubuh mungil itu, bahkan saking eratnya Bella bisa merasakan dan mendengar detak jantung Revan yang berada di telinganya.

__ADS_1


"Bolehkah malam ini aku meminta hakku, sayang?" bisik Revan di telinga Bella.


Membuat tubuh Bella menegang seketika, hembusan napas Revan mengenai pipi Bella dan jujur hal itu langsung membuat tubuh Bella meremang, seperti ada aliran listrik yang menuju ke pusat inti. Jantungnya pun ikut berdetak kencang.


"A-aku, aku …. tunggu dulu!" Bella menahan dada Revan dan memberi jarak di antara mereka.


Bella masih merasa takut dan malu walaupun mereka sudah sering make out walau masih memakai cd saja.


"Sebenarnya itu bukan hanya keinginan ku, tapi kamu tadi dengar sendiri, kan, kalau Mama dan Papa juga ingin kita segera memiliki anak," ujar Revan masih menatap lekat wajah sang istri.


"Tapi… eeuummmhhh!!" belum sempat mengatakann apa pun Revan sudah membungkam Bibir Bella dengan Revan,


Wajah Revan benar-benar dekat, tatapan nya semakin dalam. "Aku mencintaimu, Bella! jangan pernah meragukan ku lagi, bukankah tadi kamu bilang jika sudah siap?" lirih Revan menatap sendu manik mata hitam tersebut.


"Apa kamu masih meragukan ku, sayang?"


Bella menggeleng, dia sama sekali tidak ragu, tapi masih takut karena katanya lepas perawan itu sangat sakit.


"Baiklah, aku siap!"


Bersambung.

__ADS_1


Masih nanti malam Ya 🤭🤭🤭


__ADS_2