Istri 1 Triliun

Istri 1 Triliun
Dasar Revan


__ADS_3

Happy Reading


Bella dan Revan kembali melakukan olahraga pagi di atas ranjang. Revan benar-benar tidak melepaskan istrinya, setelah merasakan pengalaman luar biasa yang hanya ia rasakan terhadap Bella, Revan benar-benar ketagihan dan candu dengan tubuh sang istri.


Revan mempercepat tempo gerakannya saat merasakan gelombang kenikmatan yang kesekian kalinya sejak tadi malam, entah sudah berapa kali, yang jelas Revan selalu ingin lagi dan lagi.


"Aaaggrrhhhh!! Bellaaa ....!" raungan panjang Revan menandakan bahwa pria itu telah mencapai puncaknya.


Pria itu mengeluarkan benihnya ke dalam rahim sang istri, cairan hangat itu meluber hingga keluar, pagi ini dan malam tadi Revan sudah menumpahkan lava hangat nya sebanyak empat kali. Dia benar-benar merasa belum puas membuat Bella menjerit di bawahnya.


Revan memeluk istrinya dan ambruk di atas tubuh Bella, butiran keringat membasahi tubuh polos itu meskipun pendingin ruangan itu sudah menyala.


Pergulatan panas pagi itu membuat kedua sejoli itu langsung terbaring lemas. Revan merasa sangat dan sangat bahagia ketika lagi-lagi berhasil membuat Bella pasrah dibawah kunjungannya.


"Terima kasih, sayang," ucap Revan mencium kening istrinya.


"Hemmm," Bella hanya bergumam, dia merasa sangat lelah.


Revan tersenyum bahagia, membelai pipi Bella yang mulus sehalus sutra, pria itu benar-benar takluk kedalam pesona sang istri yang dulunya sangat tidak disukainya itu.


Benci dan cinta memang bedanya sangat tipis, kadang sampai tidak bisa di pastikan apakah itu perasaan benci atau cinta. Tapi setelah sekian lama, Revan benar-benar menyadari bahwa ia memang mencintai istrinya.

__ADS_1


"Ehm.. aku harus ke butik," ucap Bella berusaha duduk, tapi Revan langsung menahannya.


"Hari ini tidak usah ke butik, ya? Libur sehari gak akan bikin kamu bangkrut, sayang," bisik Revan mendusel dibelakang leher istrinya, "lagian aku juga udah ngasih ATM sama kamu buat belanja 'kan? Tapi masih utuh uangnya, bahkan semakin banyak karena aku isi terus, apa kamu gak bisa caranya ngabisin uang suami?" Bella memutar bola matanya mendengar ucapan sang suami.


"Aku 'kan masih sanksi kalau harus pakai uangmu, takut kalau suatu saat nanti kita memutuskan bercerai dan aku...!"


"Ssttttt, jangan bicara seperti itu lagi, aku gak mau ada yang bahas masalah itu dan kita sudah sepakat akan memulai semuanya dari awal, aku gak mau kehilangan kamu, sayang!" Revan mencium bibir Bella berkali-kali.


"Tapi aku harus memberitahu Jesselyn atau Emy kalau aku gak bisa masuk hari ini," ucap Bella kemudian bangkit untuk mengambil ponselnya.


Revan sendiri juga langsung duduk dan bersandar di head board sambil tersenyum menatap sang istri yang sibuk mengirimkan pesan kepada pegawainya.


Revan merasa sangat bersyukur telah menurut pada kedua orang tuanya, hingga mendapatkan bidadari surga.


"Aku merasa bersalah pada Jesselyn, aku mengatakan bahwa sedang tidak enak badan, padahal aku lagi malas-malasan di atas ranjang," ucap Bella dengan wajah cemberut.


Revan mencium bibir sang istri gemas, melihat wajah istri nya yang begitu lucu membuatnya ingin terus-menerus menciumi seluruh wajahnya.


"Kamu tuh manis banget, sih?"


"Revan, Iih!! Sakit tau!"

__ADS_1


"Habisnya, kamu gemesin banget, jadi pengen makan kamu lagi, nih...!"


Bella cuma mencibir tapi tidak bisa menyembunyikan wajah merah meronanya.


"Aku mau mandi dulu, jangan nambah lagi, ya?" Revan langsung mengangguk cepat. Kasihan juga melihat Bella yang seperti ini.


"Aku antar, ya?"


"Tidak perlu!" Sentak Bella cepat.


Dia tidak mau jika Revan mengajaknya bermain lagi dikamar mandi.


Revan tidak mendengarkan ucapan sang istri, kemudian dia langsung menggendong Bella ala bridal style membuat Bella terpekik.


"Revan!! Turunkan!!" seru Bella.


"Tidak, aku yakin kalau kamu pasti tidak akan sanggup berjalan!" Bella memalingkan wajahnya karena malu.


Sungguh dia merasa menjadi istri yang sempurna sekarang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2