
Happy Reading.
Di sisi lain.
Mira sedang berada di salah satu Mall untuk membeli beberapa perlengkapan dan juga beberapa baju untuk nya. Mira merasa banyak bajunya yang sudah tidak muat lantaran tubuhnya yang terlihat semakin berisi.
Setelah mendapatkan apa yang ia ingin, Mira memutuskan untuk pergi makan siang di salah satu restoran yang ada di Mall tersebut.
Sebenarnya dia ingin mengajak Bella untuk pergi, tapi pasti menantunya itu sangat sibuk.
Akhirnya Mira memutuskan untuk pergi sendirian bersama supir, kapan-kapan dia akan mengajak Bella dan Revan untuk jalan-jalan bersama.
Pada saat Mira sedang menunggu pesanan nya, tiba-tiba matanya melihat sosok wanita yang dulu pernah hampir membuat rumah tangganya hancur.
"Lindsay!" gumam Mira.
Wanita itu bersama dengan seorang pria yang duduk membelakangi Mira.
Mira ingat bagaimana dulu dia sempat cemburu karena Lindsay sangat dekat dengan Kenzo sang suami.
"Kenapa juga masih merasa sakit!!" Mira mengalihkan pandangannya, dia tidak ingin melihat Lindsay yang sekarang jauh terlihat lebih cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.
Tapi nyatanya Mira masih tetap merasa dejavu ketika melihat sosok dari mantan sekretaris suami nya tersebut.
Flashback.
Mira masih terlihat kesal karena Kenzo sibuk bercengkrama dengan Lindsay di telepon.
Dia meletakan sendok dan langsung berdiri. Kenzo yang melihat istrinya akan pergi itu segera menarik tangannya lembut, mendudukkan Mira di pangkuannya.
"Ada apa sayang, apa kamu sudah kenyang?" tanya Kenzo dan terus meletakan Hpnya ke atas meja.
"Iya aku kenyang sekali" jawab Mira kesal.
Kenyang karena melihat mu teleponan melulu dengan sekretaris mu itu! Batin Mira.
"Ya udah kalau gitu, aku sebentar lagi berangkat kekantor, cium dulu donk" ucap Kenzo manja.
"Kalau mau berangkat ya tinggal berangkat aja, biasanya juga gitu kan?" jawab Mira.
"Tapi mulai sekarang harus cium dulu sebelum berangkat," ucap Kenzo yang kemudian menarik tengkuk Mira dan memangut bibir istrinya itu.
Setelah itu Kenzo segera pergi ke kantor dengan sedikit terburu-buru.
tapi kemudian dia berbalik lagi dan mendekat ke arah istrinya.
Kenzo mencium wajah Mira berkali-kali hingga membuat Mira merasa risih.
"Sudah cukup Kenzo!" Seru Mira menjauhkan wajah Kenzo dari wajahnya.
"Sayang aku benar-benar gila tanpamu, ikut ke kantor ya?"
"Buat apa aku ikut ke kantormu,? apa kamu akan mempekerjakan ku?" Mira antusias. tentu saja dia akan sangat bahagia jika diperbolehkan bekerja kembali.
"Tidak, hanya menemaniku bekerja sayang,"
"Aku tidak mau kalau seperti itu, sudah sana sebaiknya kamu berangkat!"
"Iya sayangku, emuach" Kenzo mencium bibir Mira sekilas.
Setelah itu dia pergi meninggalkan pintu apartemen.
Mira menutup pintu dan menghembuskan nafas pelan.
__ADS_1
Entah kenapa dia masih kesal dengan sikap suaminya yang tadi mendapatkan telepon dari Lindsay, sekretaris Kenzo yang merupakan teman baiknya sejak dulu. Mira menghela napas perlahan, dia sudah cukup tua untuk cemburu.
Mira memutuskan berjalan ke arah dapur untuk mencuci piring kotor. Tiba-tiba terdengar suara Hp berbunyi.
Tuutt ... tuutt ....
"Eh, bukankah itu Hpnya Kenzo, dasar ceroboh kenapa dia bisa meninggalkannya disini," Mira mengambil Hp Kenzo yang sedari tadi berbunyi.
Dia melihat siapa yang menelepon suaminya itu.
"Lindsay?"
Mira hanya mendiamkan Hp Kenzo tanpa mengangkat panggilannya sampai ponsel itu berhenti berdering.
Tapi tidak lama Hp itu berbunyi lagi masih dengan nama yang sama.
"Kenapa wanita ini terus menelepon Kenzo? siapa sebenarnya Lindsay itu? kalau cuma sebatas hubungan sekretaris seharusnya tidak menelepon di waktu yang bukan saat jam kerja, apakah sahabat juga harus seperti ini!!"
Mira ingat saat masih dirumah sakit, Lindsay juga sering menelepon dimalam hari, entah apa yang dibicarakan-nya dengan Kenzo, dia juga tidak terlalu menanggapi.
"Berisik sekali sih!!" seru Mira mendengar Hp itu berdering terus.
Karena kesal akhirnya dia mengangkat panggilan itu.
"Halo Kenzo!!! kenapa tidak mengangkat teleponnya? kamu janji akan berangkat hari ini kan"
"Kenzo sudah berangkat, Hpnya tertinggal diapartemen"
"Ini Mira kah?"
"Tentu saja, memang siapa lagi yang tinggal bersama dengan Kenzo,"
"Oh, baiklah kalau begitu, akan kutunggu dia,"
"Ada apa? kenapa kamu ingin bicara padaku?apa ada masalah? apa ini tentang Kenzo?"
"Kau itu sangat cerewet, kapan kita bisa bertemu?"
"Baiklah kalau kamu memaksa, nanti kita ketemu di restoran xx sekalian makan siang, nanti hubungi nomerku lewat Hpmu, ya sudah sepertinya Ken akan segera datang, sampai jumpa nanti."
"Tunggu, jangan sampai Kenzo tahu kalau kita bertemu."
Tut ....
Mira meletakan Hp Kenzo dengan asal di atas meja, dia merasa agak marah dengan sikap Lindsay yang terlihat begitu dekat dengan Kenzo.
"Sebenarnya apa hubungan mereka? meskipun Randi dulu pernah menceritakan padaku tentang Kenzo dan Lindsay tapi aku tetap ingin tahu sendiri soal Lindsay," gumam Mira.
Setelah itu dia langsung meneruskan mencuci piring nya.
****
Mira telah bersiap pergi kerestoran xx untuk bertemu Lindsay, saat ini dia telah berada didalam taxi, entah kenapa dia sangat ingin mengenal wanita itu. Wanita yang sangat dekat dengan Kenzo.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai direstoran tersebut.
Mira mengedarkan pandangannya, dia melihat wanita cantik dan sexy di meja pojok dekat dengan jendela.
Mira yang sudah cukup mengenal wajah Lindsay pun tidak ragu untuk melangkah menuju meja itu.
"Hai, kamu Lindsay kan?" tanya Mira sopan.
Lindsay mendongak dari kegiatan nya yang fokus kepada Hp itu.
__ADS_1
Dia tersenyum melihat gadis cantik bertubuh mungil dan memakai kemeja besar dengan celana jeans selutut.
"Silahkan duduk, mau pesan apa?" ucap Lindsay.
"Samakan kamu saja," jawa Mira.
"Oh baiklah, pelayan ... " Lindsay memanggil seorang pelayan lalu kemudian memesan makanan.
Hening ...
Mereka sama-sama terdiam tidak ada yang membuka suara.
"Mira, maaf tidak sempat menjengukmu waktu kamu habis kecelakaan," ucap Lindsay memecah keheningan.
"Eh, tidak apa-apa, oh ya sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku, kenapa aku sampai kecelakaan. Ehm sebenarnya aku masih ada sedikit memory yang ku lupakan," Mira berpura-pura.
Dia hanya ingin tahu apa yang dikatakan Kenzo sama atau tidak dengan jawaban dari Lindsay.
"Sebenarnya waktu itu Kenzo banyak minum di bar, lalu aku menyuruh seseorang untuk menghubungi mu agar kamu menjemputnya, tapi Kenzo tidak mau pulang ke apartemen yang kalian tinggali. Dia menyuruhku untuk mengantarkannya ke apartemen satunya."
Mira masih diam menyimak cerita Lindsay.
"Akhirnya aku mengantarkannya ke apartemen dia yang satunya, dan pada sepanjang lorong dia selalu menyebut nama mu, entah apa yang membuat dia hilang kendali, dia mendorongku ke dinding dan akan menciumku sampai pada saat kamu menjatuhkan Hp mu dan yah semuanya terjadi, maaf Mira aku juga penyebab kecelakan mu waktu itu." Cerita Lindsay membuat Mira terkejut.
"Linds apa kamu menyukai Kenzo?" tanya Mira penasaran.
Lindsay melihat kearah luar jendela.
"Aku mencintai Ken sudah sejak lama, bahkan aku sudah berkali-kali mengungkapkan perasaanku terhadapnya, tapi dia tidak pernah mencintaiku, dia hanya mencintai wanita yang bernama Thalia, ehhm ... Maaf Mira aku tidak bermaksud." Ucap Lindsay merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa Linds, aku juga sudah tahu hal itu." Jawab Mira.
"Oh ya Mira, apa kamu belum mau bercinta dengan Kenzo?" tanya Lindsay.
Mira merasa malu dengan pertanyaan wanita didepan-nya itu.
"Itu kan hal pribadi, aku tidak perlu menceritakannya."
"Kuharap kamu segera bercinta dengannya Mira. Jangan sampai Ken mencari pelarian kepada wanita lain"
Deg ...
Mira terkejut dengan ucapan Lindsay.
Apa maksud ucapan Lindsay, Kenzo akan mencari wanita lain kalau aku tidak melayaninya? tapi aku belum siap. Batin Mira.
Tidak lama setelah itu makanan pesanan mereka telah datang. Lindsay segera mengajak Mira makan siang karena dia harus kembali ke kantor saat jam makan siang habis.
Mira merasa ada perasaan tidak enak saat ini, entah kenapa dia merasa ada yang tidak beres dengan keadaan rumah tangga Revan dan Bella.
Mira berharap jika rumah tangga mereka dijauhkan dari pelakor, tentu saja wanita paruh baya itu tidak ingin rumah tangga putranya seperti dirinya waktu awal-awal menikah.
****
Mira dan Kenzo menikah bukan karena cinta, persis seperti Sang putra yang terpaksa menikahi Bella karena ingin menuruti keinginan orang tuanya.
'Semoga saja tidak ada yang merusak rumah mereka, aku tahu Bella gadis yang kuat, dia persis seperti aku dulu!'
Mira menerawang mengingat saat awal mula dia dan Kenzo menikah dulu.
Setelah pertemuannya dengan Lindsay siang itu, Mira menjadi terus memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh sekretaris suaminya. Entah kenapa kata-kata Lindsay membuatnya benar-benar tidak nyaman dan gelisah.
Semua itu jadi menjadikan dia sedikit merasa sedih ketika melihat Revan dan Bella yang belum bisa saling mencintai.
__ADS_1
Bersambung.