
Happy Reading.
"Aaaahggkk!!! perutku sakit," jerit Bella.
Revan yang mendengar istrinya berteriak sontak langsung membuka matanya.
"Sayang, apa sudah mau keluar baby-nya? bukan prank lagi 'kan?" seru Revan panik.
"Sakit sayang, perutku sakit, ini lebih sering dari biasanya!"
"Sabar sayang, inhale, exhale, inhale, exhale!"
"Aku udah gak kuat!! Aarrhg!!
Revan tambah panik ketika ada cairan yang keluar dari area sensitif Bella.
"I-ini kamu beneran mau lahiran, yank!"
"Iya, Revan!! Ya Allah!!
Revan langsung memakai kaos dan bokser, ya mereka masih dalam keadaan polos setelah pertempuran panas.
Revan melihat sekeliling mencari daster Bella yang tergelatak di lantai. Dia membantu Bella memakai dasternya langsung tanpa pakaian dalam.
Dia langsung membopong sang istri keluar kamar dan memanggil sopir. Selama Bella hamil, mereka memiliki asisten rumah tangga dan juga sopir pribadi.
****
"Dokter!! dokter! tolong istri saya!"
Beberapa perawat langsung datang membawa kursi roda. Revan langsung menduduk kan sang istri di atas kursi roda itu.
"Sabar ya sayang, kamu harus tahan," Revan mencium rambut istrinya.
__ADS_1
Bella meringis memegangi perutnya yang semakin terasa sering sakitnya, sama sekali tidak ada kepanikan diwajahnya, ia malah terlihat antusias dan senang akan menyambut kelahiran baby-nya.
Berbeda dengan Steven yang sudah panik setengah mati. Dokter kandungan pribadi mengatakan bahwa Bella kecil kemungkinan untuk bisa lahiran normal.
Dikarenakan ada suatu masalah yang membuatnya harus melahirkan secara sesar.
Sebenarnya Bella kekeh untuk melahirkan normal, diapun sudah berkonsultasi kepada dokter kandungan terbaik kota itu, tapi tetap akan sangat beresiko terhadap rahim Bella. Meskipun keadaan Bella dan calon Baby sangatlah sehat.
****
Bella dibawa masuk ke dalam ruang operasi, Revan dengan setia selalu berada disampingnya. Akhirnya keputusannya adalah harus di operasi sesar.
Semua keluarga besar sudah berkumpul didepan ruang operasi.
Mereka harap-harap cemas menantikan kehadiran cucu mereka.
Revan memegang tangan Bella erat, memberi kekuatan dengan bisikan cinta dan kecupan-kecupan kecil di dahinya.
Oekk, oekk, oekk ....!
Suara tangisan baby yang telah ditunggu-tunggu akhirnya terdengar juga. Perawat memperlihatkan bayi laki-laki kepada Bella dan Revan sebelum dibersihkan.
"Sayang, putra kita tampan sekali," ucap Revan terharu menitikkan air mata, sambil memberi kecupan kecil di kepala sang istri.
Meng-adzani bayi itu segera setelah mencium pipi mungilnya.
Bella hanya tersenyum sambil berurai air mata, sungguh dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya rasa bahagia yang terungkap di dalam binar matanya.
"Saya bersihkan dulu ya, pak," Revan menyerahkan putranya kepada perawat itu.
Perawat membawa baby boy untuk dibersihkan, kemudian dia menaruh Baby di box khusus untuk bayi.
Bella sudah dipindahkan ke kamar perawat, sama Mama Mira, Papa Kenzo dan juga kedua orang tua Bella sudah menjenguk bergantian.
__ADS_1
Terlihat kebahagiaan di wajah para opa-opa dan Oma-Oma itu.
"Tampannya, mirip banget sama Revan," ujar Mama Mira.
"Iya, duh gemesnya, kalian sudah memberikan nama untuk cucu kami yang tampan ini?" Mama Rosa bertanya.
"Sayang, kamu sudah memberikan nama untuk putra kita?" tanya Bella menatap sang suami.
"Sudah, seperti yang kita rembuk kemarin-kemarin itu, namanya Farel Stuart Alfredo!"
"Nama yang bagus, mudah-mudahan kebahagiaan selalu mewarnai kehidupan rumah tangga kalian, tidak ada yang berjalan mulus tetapi kalau kalian saling percaya, saling memberi semangat dan dukungan disaat salah satunya sedang dalam keadaan tidak baik, kami percaya jika rumah tangga kalian akan langgeng selamanya!" nasihat Papa Kenzo.
"Tolong jaga Bella dan Farel ya, nak, karena mereka adalah mutiara berharga untuk kami!" Papa Dion menimpali.
"Siap Pa, Revan pasti akan selalu menjadi Bella dan putra kami, doakan selalu langkah kami untuk menjalani masa depan bersama!"
Revan mencium kening Bellq kemudian berganti mencium kening sang putra, menatap istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih, sayang... terima kasih!"
Kamu telah mengganti mimpi burukku dengan mimpi indah, kekhawatiranku dengan kebahagiaan, dan ketakutanku dengan cinta.
Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya.
TAMAT
Terima kasih atas dukungannya, selalu setia menunggu kisah rumit Bella sama Revan.
Untuk kisah Farel Stuart Alfredo ada di cerita othor yang baru.
Judulnya : Gamon ( Gagal Move on )
Menceritakan kisah Farel yang sudah remaja bersama dengan Nada, gadis yang datang ke kehidupan nya tak terduga.
__ADS_1