
Happy Reading.
Bella melirik ke arah Revan yang sedang terlihat mode cemburunya. Wanita itu menghela napas, apakah Revan benar-benar cemburu dengan Jeremy? Ah, benar-benar kekanakan sekali.
Padahal Jeremy adalah sepupunya sendiri dan masih berusia tujuh belas tahun, cemburunya Revan memang benar-benar unik, apakah setiap pria yang dekat dengan Bella akan dicemburui juga?
Sedangkan Revan merasa bahwa Jeremy memang menyukai istrinya, bisa di lihat dari tatapan pria itu bahwa Jeremy memiliki perasaan lebih terhadap Bella.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Bella
"Hemm,, kenapa kamu tadi ngobrol sama si Jery!" Bella terkekeh mendengar Revan memanggil nama Jeremy dengan panggilan Jery.
"Masa cuma ngobrol aja gak boleh!"
"Gak boleh, dia tuh gak kaya yang kamu lihat!" Bella menaikkan sebelah alisnya.
"Maksudnya?" tanya Bella penasaran.
"Ya intinya aku gak suka aja kamu deket ma dia!" Bella mengulum senyum melihat tingkah suaminya itu.
'Tinggal bilang cemburu apa susahnya sih?' batin Bella tersenyum.
Semua orang sudah berkumpul untuk makan malam di kediaman Papa Kenzo. Bahkan mereka juga menikmati masakan yang di buat oleh Jeremy, semua orang mengatakan bahwa masakan Jeremy yaitu Roti isi daging panggang memang sangat enak.
"Apa kamu suka masak, Jer?" tanya Bella.
"Suka, aku memang hoby masak sejak kecil, bahkan aku mau kuliah ambil jurusan masak," jawab Jeremy tersenyum.
Membuat Revan berdecih tidak suka. Entah kenapa setiap melihat interaksi Bella dan Jeremy selalu membuatnya kesal.
"Aneh, cowok kok suka masak!" gerutu Revan.
"Memangnya kenapa kalau cowok suka masak? Kebanyakan koki itu juga cowok loh, malah terlihat keren deh, kalau lihat cowok itu lagi pake avron di dapur, gantengnya kelewat," ucap Mira yang langsung mendapatkan deheman dari sang suami.
Bella dan Jeremy tertawa, tidak dengan Revan yang hanya diam saja menunjukkan kekesalannya.
__ADS_1
"Ya, Mama kan bicara yang sebenarnya, Pa! Papa gak perlu cemburu deh, Mama gak pernah tertarik dengan cowok lain, cuma sama Papa loh Mama tertarik nya," ujar Mira melirik Kenzo yang masih terus menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Iya, Papa percaya, tapi gak usah muji-muji orang lain di depan Papa juga kan, Ma! nanti kalau Papa cemburu, Mama mau tanggung jawab?" Mira memutar kedua bola matanya malas.
"Halah, sama ponakan sendiri juga, Papa ini lebay, tapi ya sudahlah, Mama akan menghargai perasaan Papa," jawab Mira kemudian.
Suaminya itu selalu bisa membuatnya mengalah kalau berdebat.
"Revan, kapan kamu ngasih Mama dan Papa cucu, kalian udah hampir setahun menikah, kalau menurut Mama tidak ada yang perlu di tunda lagi, kalian sudah sama-sama dewasa, karir juga sukses, bahkan kalau seandainya Bella tidak bekerja, Revan masih sanggup untuk membiayai, tapi kenapa kalian sama sekali tidak ingin memiliki anak?" tanya Mira seolah menyindir putra dan menantunya itu.
Revan menoleh ke arah Bella kemudian kembali menatap sama mama. "Iya Ma, kita sedang program kehamilan, mudahan tahun depan Bella sudah bisa hamil, iya kan sayang?" Bella hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
Tidak mungkin 'kan kalau mereka mengatakan bahwa selama ini mereka memang belum pernah berhubungan suami istri.
Bisa-bisa hal itu malah akan membuat citra sang suami ikut terseret.
"I-iya, Ma. Kita udah mulai program untuk kehamilan, semoga saja bisa langsung hamil, tapi kalau misal belum di kasih, ya kita hanya bisa pasrah!" Bella merutuki ucapan nya yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Mira.
"Kalau belum di kasih ya jangan pasrah, usaha donk, masa kalian gak tega sama Mama dan Papa yang ingin cepat-cepat punya cucu!" ucap Mira dengan pupy eyes-nya.
Revan menggenggam tangan Bell. "Mama tenang aja, kita pasti akan kasih Mama dan Papa cucu, jadi Mama gak perlu khawatir," ujar Revan yang langsung diangguki oleh sang istri.
"Bagus kalau begitu, Mama lega," jawab Mira tersenyum.
Kenzo hanya tersenyum menanggapi dan tidak berkomentar apapun, karena dia memang tidak tahu masalah putra dan menantunya itu, Mira belum menceritakan hal itu pada suaminya.
Dia takut kalau bercerita yang ada Kenzo akan murka dan malu pada orang tua Bella yang tinggal di luar negeri. Orang tua Bella sudah sangat mempercayakan putrinya itu kepada mereka.
Semoga saja dengan begini Revan dan Bella bisa benar-benar saling mencintai satu sama lain, dan tidak akan ada lagi kebohongan yang mereka tutup-tutupi.
Kalau sampai usahanya kali ini tidak berhasil, Mira akan turun tangan sendiri agar mereka tidak mempermainkan pernikahan lagi.
"Mama harap secepatnya, Revan! Masa kamu kalah sama Ella dan David yang langsung tekdung?" ujar Mira.
"Mama apaan sih? Bahasannya sekarang jadi seperti ini," sela Kenzo.
__ADS_1
Semuanya hanya tertawa menanggapi, kehangatan seperti ini sangat jarang terjadi karena Revan dan Bella memang jarang kumpul dirumah.
Akhirnya mereka melanjutkan makan malamnya dalam keheningan karena tidak ada yang mau mengeluarkan suaranya dan menikmati makanan masing-masing.
Setelah makan malam, Revan langsung mengajak Bella masuk kedalam kamarnya, kamar yang sebelumnya pernah mereka tempati pada waktu bermalam di rumah itu.
Ada setitik rahasia yang disembunyikan Revan, tapi Bella sudah mengetahui semuanya. Tidak ada lagi rahasia diantara mereka.
Bella memandang suaminya yang tersenyum manis.
"Apa kamu tidak lihat bagaimana tadi Mama pengen banget kita punya anak?" tanya Revan memegang bahu Bella.
Istrinya itu hanya mengangguk dan tidak menjawab. Tapi dia bisa melihat ekspresi wajah senang dari suaminya tersebut.
"Jadi.... Kapan kita akan membuatkan mereka cucu, karena setahu Mama dan Papa kita memang menundanya."
"Aku siap kapanpun!" jawab Bella tersipu.
Revan menjadi berbinar, itu artinya dia sudah boleh belah duren malam ini.
"Aku mandi dulu, sayang. Apa kamu mau mandi juga? Kalau iya kita mandi bareng," ucap Revan mengambil handuknya di dalam lemari.
Bella menggeleng. "Sebenarnya aku malas mandi, kamu duluan aja, deh!" ucap Bella yang diangguki oleh Revan.
Setelah itu Bella mendudukkan dirinya di sisi ranjang, mengamati sebuah poto yang ada di samping, tepatnya di atas nakas.
Kenapa fotonya sudah berubah? Bukan foto yang dulu yang pernah di lihat oleh Bella, melainkan foto pernikahan dia dan Revan.
Bella mendesah panjang, sepertinya foto itu memang sengaja di ganti karena ada sesuatu di balik foto yang di pajang. Bella sudah tidak peduli karena memang dia sudah melihat jelas siapa wanita yang ada di foto waktu itu.
Dan sepertinya suaminya sudah tidak mengharapkan nya lagi, karena kejadian di rumah sakit waktu itu sudah cukup membuat Bella merasa percaya bahwa Revan memang sudah benar-benar berubah.
Tapi entah bagaimana dengan wanita itu, Bella memang masih harus berhati-hati, biar bagaimanapun Lisa dan Revan pernah bersama dan saling mencintai. Bahkan terlihat bahwa Lisa masih terobsesi dengan Revan. Buktinya wanita itu berani mendatangi rumah mereka dan akhirnya membuat wanita itu kehilangan janinnya karena keegoisan nya sendiri.
'Aku tetap harus waspada!'
__ADS_1
Bersambung.
Belah durennya nanti malam ya ğŸ¤