
Seorang pemuda berdiri didepan mobil sedan hitam milik nya sembari menghirup dalam kota jakarta yang sudah 2 tahun dia tinggalkan, memandang jejeran bangunan tinggi menghampiri langit dengan mata berbinar.
"Aku kembali Kayla, apa kamu juga akan kembali lagi padaku? " Gumam Devan melepaskan kaca mata hitam milik nya.
Yaa Devan kembali setelah menggubur dalam perpisahan yang begitu menyakitkan baginya di Singapura, pemuda itu berharap dapat melupakan semua tentang masa lalu nya yang buruk namun itu sama sekali tidak membuahkan hasil apa pun.
Hari ini Devan kembali kejakarta untuk bertemu dengan ayahnya Federick dan juga ibu tiri nya yang belum pernah ia jumpai,Devan nampak semakin dewasa dan juga semakin tampan.
Devan sekarang bukan lah Devan yang dikenal oleh Kayla bertahun tahun lalu kini pemuda itu nampak begitu angkuh dan juga dingin, Devan kini sudah benar-benar berubah semenjak cinta nya dicampakkan langsung oleh Kayla.
Semenjak di Singapura Devan memilih untuk berganti pasangan setiap harinya berkencan dengan begitu banyak wanita untuk melampiaskan kekecewaan dan juga rindu nya pada Kayla.
Meskipun dia tau jika semua itu tidak akan pernah bisa membuat Kayla kembali padanya Devan yang selalu tersenyum manis dan ramah kini nampak benar-benar bukan dirinya, minuman keras sudah mendarah daging ditubuh pemuda itu bahkan kini Devan telah membuat tato di tubuh nya yang selalu dibenci oleh Kayla.
Semua itu dia lakukan untuk membuat gadis itu tau jika dia tidak selemah itu saat dicampakkan dia berpikir mungkin memang Kayla meninggalkan dirinya karena dirinya belum lah menjadi seperti sekarang, namun kini kekayaannya melebihi kekayaan ayah nya sendiri.
Devan masuk kedalam sebuah cafe dengan tatapan dingin dan juga diringi dengan bisikan kekaguman dari beberapa gadis yang menatap nya tak berkedip, suasana di luar begitu mendung membuat Devan menepikan mobilnya disebut cafe.
Duduk sendiri sembari menunggu kopi yang dia pesan datang dulu Devan dan Kayla akan meminum kopi bersama dikala hujan akan turun, namun kini mereka memiliki hobi sendiri dari kejauhan.
"Permisi pak ini kopi nya, selamat menikmati. " Ucap seorang laki-laki pada Devan yang hanya diam.
Devan menatap ponselnya dengar malas saat beberapa kali ponsel itu berdering nyaring membuat nya sebal, siapa lagi jika bukan Kasih Dwijaya seorang gadis yang selalu mengejar cinta nya itu meski sudah ditolak selama 2 tahun oleh Devan.
Devan menyeruput kopinya dengan santai setelah mematikan ponsel nya yang tak henti berbunyi, menatap langit mendung yang tak kunjung datang nya hujan.
"Sebaiknya aku segera kembali ke rumah Daddy mungkin dia akan begitu terkejut saat melihat ku kembali. " Gumam Devan tanpa ekspresi.
Devan meninggalkan kopinya dan juga uang di bawah cangkir kopinya kemudian berjalan keluar menuju mobilnya yang terparkir.
"Liat selain tampan dia juga kaya. " Ucap seorang gadis.
"Iyaa jadi pengen kenalan deh. " Seru yang lainnya.
Devan hanya tersenyum sinis tak kalah para gadis itu dengan terang terangan memujanya.
Devan meninggalkan cafe itu berkendara menyusuri jalanan yang cukup lengan siang hari itu, mungkin karena akan turun hujan membuat mereka semua menggurungkan diri untuk keluarga.
***
__ADS_1
Ditempat lain Kayla masih asik duduk diam di sebuah bangku tampan di deket rumah Federick, dia baru tau jika ternyata tak jauh dari rumah yang dia tempat ada sebuah taman mini dimana begitu banyak mainan untuk anak anak.
Menatap diam angin yang menerpa pepohonan dan juga langit yang kian mendung seperti perasaan nya yang sedang berkabut hitam, lagi lagi wanita itu mengingat kenangan manis nya bersama Devan.
"Apa masih pantas aku mengingat mu kembali Devan?, aku begitu ingin menghubungi mu dan bertanya akaan keadaan mu. " Gumam Kayla.
Tak lama mobil sedan hitam melintas melewati Kayla yang diam dengan pemikiran nya sendiri, tanpa tahu jika pemuda yang dia harapan ada di dekat nya.
Devan memicingkan mata nya saat siluit Kayla membuat nya terpanah dan menghentikan mobilnya tak jauh dari tubuh Kayla.
"Apa itu Kayla, bagaimana bisa dia berada disini? " Gumam Devan.
Devan nampak menghubungi seseorang menyuruh nya untuk menemui dirinya ditaman deket rumah nya, sedangkan Devan masih belum percaya dengan pengelihatan nya itu adalah Kayla.
Tak lama berselang seorang pria dengan seragam satpam datang menghampiri Devan yang berdiri didepan pintu mobilnya dengan diam.
"Den Devan? " Ucap pria berseragam satpam itu.
"Emz pak Eko, bawak mobil saya kembali ke rumah sekarang. " Devan nampak begitu dingin membuat satpam bernama Eko itu terkejut.
"Ba.. baik den. " Ucap Eko kemudian pergi meninggalkan Devan yang diam diam berdiri dibalik pohon besar tak jauh dari Kayla.
"Itu benar benar Kayla, aku tidak mungkin salah mengenalinya. " Gumam Devan dengan berbinar.
"Devan.... aku merindukan mu. " Pekik Kayla.
"Aku juga merindukan mu Kayla, aku masih bingung kenapa kamu meninggalkan ku disaat kamu masih begitu mencintai ku. "
Devan berjalan mendekati Kayla yang nampak masih diam dan memejamkan mata nya berharap jika saat dia membuka mata maka semua ini hanya sebuah mimpi nya saja.
Devan berdiri didepan Kayla yang memejamkan mata tanpa tau kehadiran Devan begitu dekat dengan nya, Devan berlutut mengimbangi tubuh wanita yang begitu dia rindukan itu.
Tak terasa air matanya menetes begitu saja tangannya bergerak menyentuh wajah cantik Kayla dengan lembut, gadis itu nampak terkejut menerima sentuhan Devan.
"Bahkan saat angin menerpa wajahku aku merasakan jika itu adalah kamu Devan ku.. " Kayla meneteskan air mata kerinduan.
"Ini aku Kayla.. " Ucap Devan menghapus air matanya.
seketika Kayla membuat mata dengan cepet dan terkejut tak kalah yang sedang berlutut di depan nya itu benar-benar adalah Devan kekasih masa lalu nya dulu yang begitu dia rindu kan.
__ADS_1
Tubuh Kayla menegang ada rasa bahagia dan juga takut saat dia tau itu benar-benar Devan dia begitu bingung harus apa saat ini, tubuh nya begitu ingin memeluk pemuda itu namun pikiran nya menolak keras semua itu.
Kayla berdiri membuat membuat Devan terkejut menatap wanita yang dia cintai begitu terkejut melihat kehadirannya, Devan bingung dengan perubahan Kayla pada nya.
"Aku pasti sedang berkhayal sekarang, Kayla bangun.. " Gumam Kayla memukul pipinya.
"Kayla hentikan ini bukan mimpi, ini aku Devan.. " Ucap Devan menahan tangan Kayla yang memukul pipinya.
Devan langsung memeluk Kayla dengan begitu erat agar gadis itu tau jika dia benar-benar merindukan nya dan takut dia akan kembali pergi lagi, Kayla memberontak saat tubuh kekar Devan memeluk nya.
"Lepas kan aku Devan, kita sudah berakhir sekarang. " Pekik Kayla memberontak agar Devan melepaskan dirinya.
"Siapa yang berakhir Kayla, kita masih sama sampai kapan pun akan tetap sama. Jangan pernah berharap untuk bisa mencampakkan ku kembali. " Ucap Devan dengan keras.
"Aku mohon Devan lepaskan aku sekarang, aku tidak ingin melukai mu lebih dalam lagi. "
"Kenapa? "Ucap Devan menatap mata berair Kayla.
Devan melepaskan pelukannya saat tau Kayla menangis tersedu sedu hatinya begitu sakit dan pilu saat gadis itu menangis di pelukan nya, Devan mengangkat dagu Kayla agar gadis itu dapat melihat nya.
" Katakan kenapa Kay? "
"Aku.. ak.. u.. aku sudah menikah Devan. " Ucap Kayla dengan bergetar.
Seketika Devan menjauh dari Kayla dan tertawa dengan air mata yang entah sejak kapan sudah mengalir deras di pipi nya, Devan tertawa berharap jika apa yang dikatakan oleh Kayla hanya sebuah candaan.
"Iyaa ok candaan mu kali ini benar-benar tidak lucu sayang, bagaimana bisa kamu menikah dengan orang lain tapi hatimu ada padaku hemz? " Gumam Devan mendekati Kayla.
"Maaf kan aku Devan, aku meninggalkan mu karena aku menikah dengan pria lain dan kini hati dan jiwa raga ku hanya milik suami ku. " Jelas Kayla dengan berat hati.
"Dengan siapa kamu menikah Kayla? "
Kayla diam seribu bahasa lidah nya begitu kelu saat ingin mengatakan pada Devan jika dia menikah dengan ayahnya dan kini setatus mereka adalah ibu dan anak tiri.
"KATAKAN PADAKU KAYLA OCEAN.. " Bentak Devan begitu kecewa.
"FEDERICK WILSON. " Ucap Kayla meninggalkan Devan sendiri ditaman.
Devan terduduk di bangku taman tak kalah nama ayah nya sendiri disebut oleh kekasih nya, ada rasa tak percaya pada hati nya namun ingatan kembali pada saat Federick mengucapkan nama Kayla saat menghubungi nya dulu.
__ADS_1
Hujan tiba-tiba turun begitu deras menerpa tubuh Devan dengan guntur yang saling bersutan, sedangkan Kayla kini sudah berada di depan gerbang besar rumah Wilson dengan tubuh basah kuyup membuat seorang satpam langsung membuka pintu dan memayungi dirinya.
"Devan apa dia kehujanan? " Batin Kayla berbalik menatap jalanan yang kosong.