
"Selamat pagi Daddy? " Ucap Devan duduk di dekat Kayla yang sedang menikmati sarapan nya.
Federick begitu terkejut saat melihat Devan yang berada di rumah nya dan duduk bersebelahan dengan Kayla istri nya, ada rasa kecanggungan diantara mereka bertiga.
"Ah.. Same, selamat pagi nak. Kapan kamu kembali dari Singapura? " Ucap Federick merasa bingung.
"Kemarin." Gumam Devan begitu dingin.
"Kenapa tidak memberi tahu dady jika kamu akan kembali? "
Devan hanya diam menikmati sarapan nya dengan tenang rahang nya mengeras setiap teringat jika pria yang begitu dia hormati dan sayang ternyata yang sudah menghancurkan kehidupan nya.
Ruang makan itu nampak terasa lebih dingin dari biasanya hanya terdengar aduan piring dan sendok saja tanpa ada suara dari ketiga manusia yang sedang menikmati makanan nya.
"Setelah makan temui dady di ruang kerja. " Ucap Federick meninggalkan meja makan.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan diantara kita. " Ucap Devan dingin.
Federick yang baru saja berdiri dari kursi nya kemudian menatap Devan yang benar-benar berubah pada nya.
"Dia bukan Same yang dulu akan berkata lembut padaku. " Batin Federick sedih.
"Same,dady ingin menjelaskan semua ini dady tidak ingin kamu salah faham akan semua ini. "
Devan langsung berdiri meninggalkan Federick yang nampak terkejut melihat begitu besar dampak yang telah dia buat untuk anak semata wayang nya itu, tapi Federick juga tidak bisa melepaskan Kayla.
"Mas, sudah lah nanti aku yang akan menjelaskan itu semua pada Devan. " Kayla menyentuh lengan Federick menenangkan nya.
__ADS_1
"Aku merasa bersalah nya Kayla. " Federick berbalik dan memeluk Kayla dengan erat hanya gadis itu yang bisa membuat nya tenang dan merasa baik.
"Mas semua ini berawal dari ku dan aku yang akan menyelesaikan semua itu sendiri. Aku tidak ingin jika hubungan kalian berakhir dengan tidak baik, aku minta maaf telah hadir diantara kalian. " Ucap Kayla.
"Tidak sayang, semua itu bukan karena dirimu tapi aku yang tidak bertanya tentang masa lalu mu aku terlalu bahagia saat kamu menerima ku. " Federick melepaskan pelukan nya dan menatap Kayla Tidak setuju.
"Mas aku izin untuk menemui Devan, aku akan menjelaskan semuanya dan mengakhiri baik baik hubungan kami.Mas percaya kan padaku? "
"Aku percaya jika wanita yang begitu aku cintai tidak akan membuat ku kecewa, karena aku percaya suatu hari nanti kamu akan mencintai ku seperti Same. "
"Maafkan aku mas, sampai saat ini hanya Devan yang ada direlung hatiku yang paling dalam. " Batin Kayla.
"Aku pergi sebentar. " Kayla tersenyum kemudian meninggalkan Federick menuju kamar Devan.
"Langkah kaki ku begitu berat Devan, kenapa Tuhan tidak berpihak pada kita. Disaat semua itu telah berakhir dan masa lalu yang kuanggap mati kini malah kembali. " Batin Kayla begitu sesak merasakan beban dihati nya.
Beberapa bingkai foto pun ikut hancur oleh nya diantara banyak foto disana ada satu foto yang benar-benar membuka Kayla merasa bersalah, foto di mana saat pertama mereka jadian di sebuah bukit di ujung desa.
Kayla diam menatap lelaki yang sudah mencuri semua kehidupan nya kini diam menangis dalam pelukan kedua kalinya, tanpa isakan pun Kayla begitu tau bagaimana sakit yang sedang dia rasa kan saat ini.
Kayla melangkah mendekati Devan yang begitu terpuruk dengan kenyataan pahit ini di depan semua orang dia akan memasang wajah dingin dan acuh, namun disaat sendiri dia akan menangis dengan diam bersembunyi diantara kedua kaki nya.
"Berhenti Kayla.. " Ucap Devan menyadari kehadiran Kayla.
"Devan, aku tau kamu marah saat ini dan aku tau betapa sakitnya yang sedang kamu rasa kan saat ini. Tapi aku mohon jangan melukai dirimu sendiri. " Ucap Kayla menahan isaknya.
"Pergi lah Kayla, aku tidak ingin lebih terluka lagi saat aku melukai mu. " Gumam Devan dingin.
__ADS_1
"Aku kesini untuk memutuskan hubungan yang mungkin belum sempat aku selesai kan, aku juga ingin mengembalikan kalung pemberian mu yang sempat begitu ingin aku miliki. " Gumam Kayla melepaskan kalung nya kemudian berjalan mendekati Devan.
Mata itu yang dulu selalu menatap nya dengan cinta menatapnya dengan kasih sayang, kini menatap nya dengan begitu terluka dengan begitu dingin menusuk hati.
"Aku kembali barang yang seharusnya kamu berikan pada kekasih mu kelak. " Deraian air matanya membuat Devan begitu ingin menghapus nya dari mata Kayla.
"Terima kasih untuk cinta yang sudah kamu berikan padaku, aku bersyukur bertemu dengan mu dan pernah menjadi wanita yang paling bahagia memiliki mu Terima kasih dan maaf hanya luka yang bisa aku berikan padamu. " Kayla memegang tangan Devan dan meletakkan kalung itu pada telapak tangan Devan yang hanya diam mematung.
"Belajar lah melupakan ku Devan dan aku akan belajar mencintai ayahmu. " Ucap Kayla membuat Devan menatap mata betair gadis itu.
Diam diam Federick mengintip di balik pintu yang tidak tertutup rapat itu teresan air mata dari kedua insan yang saling mencintai, air mata Federick luruh saat melihat betapa hancur nya anak lelaki nya itu.
"Maaf kan dady Same, tapi daddy juga mencintai gadis yang kamu cintai itu nak." Batin Federick meninggalkan mereka.
Kayla berjalan meninggalkan Devan dan menghapus air matanya dengan kasar namun belum lagi langkah nya menjauh suara Devan menghentikan langkah nya.
"Begitu muda kamu melupakan semua kenangan tentang kita, semudah itu kamu melupakan ku Kayla melupakan semua kenangan manis kita? " Devan nampak menatap kosong kearah balkon kamarnya.
"Kamu akan menemukan seseorang gadis yang lebih baik dari aku Devan, lebih beruntung yang akan memiliki mu. " Kayla meninggalkan Devan sendiri di dalam kamarnya dengan luka lama yang tertiris kembali.
Kayla menuruni tangan dengan air mata di pipi nya meninggalkan rumah menuju taman dimana rumah kaca yang kini terlihat begitu indah sekarang.
Di lain sisi Federick juga terluka dengan semua skenario yang Tuhan buat lama kehidupan nya dan juga putra nya, sedangkan di dalam kamarnya Devan juga menangis terluka dengan keputusan Kayla.
Takdir sedang mempermainkan ketiga orang yang saling terikat dan penuh kasih sayang entah apa yang sedang di rencana kan oleh sang Pencipta untuk kehidupan mereka bertiga yang penuh dengan lika liku dan juga sakit hati yang mendalam.
Entah siapa yang akan mengalah dalam kisah cinta segitiga itu entah siapa yang akan lebih terluka saat harus merelakan seseorang yang begitu dicintai nya harus bersama dan hidup bersama orang yang juga begitu dia sayangi.
__ADS_1
Iklas atau tidak semua itu sudah menjadi takdir mereka yang harus bersama dengan ikatan yang seharusnya tidak pernah ada, melupakan lerung hati yang terluka dan tergores.