
Federick mengerjabkan matanya perlahan sembari menahan kepalanya yang terasa begitu sakit dan pusing, Federick berbalik dan menatap rajang sebelah nya kosong.
"Di mana Kayla? " Gumam Federick menegak secangkir air putih di meja kamarnya.
Cklek
Pintu terbuka dan nampak Kayla yang berdiri dengan nampan ditangan nya.
"Pagi mas? " Sapa Kayla menutup pintu.
"Pagi sayang, emz Kayla aku ingin bebicara sesuatu padamu? " Gumam Federick dengan lembut.
"Bicara nya nanti saja mas, sekarang kamu makan setelah itu minum obat pereda nyeri agar kepala mu tidak begitu sakit. " Ucap Kayla meletakkan nampan di samping Federick.
Federick menarik tangan Kayla hingga membuat nya jatuh di atas pangkuan Federick, jarak mereka begitu dekat hingga Kayla dapat merasakan hembus nafas Federick.
"Aku minta maaf. " Ucao Federick menatap Kayla.
"Minta maaf untuk apa mas, kamu gak salah aku yang salah harus nya aku.. " Gumam Kayla terhenti saat Federick ******* bibir merah muda nya.
Federick menahan tengkuk Kayla agar lebih muda memperdalam ciuman mereka, Kayla hanya diam saat ini dia sedang tidak ingin membalas ******* penuh nafsu Federick.
Dia masih memikirkan wanita bernama Nency yang bersama dengan Federick semalam dan juga memikirkan Devan yang pergi.
"Kenapa diam saja apa kamu marah padaku? " Ucap Federick melepaskan ciuman nya saat Kayla tidak merespon ******* lembut nya.
"Aku sedang tidak ingin melakukan nya mas, sebaiknya kamu sarapan lalu mandi. " Ucap Kayla meninggalkan Federick yang diam.
Kayla keluar dari kamar meninggalkan Federick yang merasa kecewa dengan penolakan Kayla, kini wanita itu sedang duduk diam menatao menatap bunga mawar yang mekar.
Kayla memiliki menghabiskan waktu nya didalam rumah kaca di mana ada begitu banyak jenis bunga yang dia rawat,Kayla menghala nafas dengan lesu karena kehamilan nya ini membuat Federick dan Devan berselisih .
"Seandainya aku tidak memberi tahu kehamilan ku pada Devan dan Federick mungkin mereka akan tetap bersama. " Gumam Kayla lirih.
Tanpa disadari oleh nya ada sepasang mata dan telinga yang menatap dan mendegar kan ucapan nya.
Kayla mengelus lembut perut nya itu dengan penuh kasih sayang bagaimana pun bayi ini adalah anugerah Tuhan yang dititip di perut nya, anak dari Laki-laki yang dia cintai.
"Kamu tau nak, mommy begitu bahagia karena kamu hadir di dalam rahim mommy dan kamu hadir dari laki-laki yang begitu mommy cinta. "
"Siapa yang dia bicara kan? " Gumam seorang wanita yang menatap Kayla di balik bunga mawar.
"Mommy bahagia karena mommy bisa mengandung benih dari laki-laki yang begitu mommy cintai meskipun sekarang dia mungkin membenci mommy. Tapi mommy percaya dady Devan pasti akan tau keberadaan mu nanti nya. " Kayla tersenyum getir saat mengingat penolakan Devan saat dia memberi tahu kehamilan nya.
"Apa, jadi bayi itu benih Devan bukan benih dari tuan Federick.. " Ucap nya menutup mulut dengan tangan.
__ADS_1
Wanita itu tak lain adalah Andin pelayanan yang selalu dekat dengan Kayla namun entah apa yang direncanakan oleh nya dan Megan, Megan menyuruh Andin untuk selalu dekat dengan Kayla agar dia bisa mengetahui gerak gerik Kayla.
"Aku harus segera melaporkan ini semua pada bu Megan. " Gumam Andin meninggalkan Kayla.
***
📞 Hallo buk, saya ada kabar baru dari kehamilan Kayla buk.
📞 Ada apa Andin, cepat kamu beri tahu saya.
📞Kayla hamil anak Den Devan buk, saya denger langsung dari Kayla jika dia sedang mengandung benih dari den Devan.
📞Apa..
Megan berdiri dari duduk nya saat Andin memberi tahu kehamilan Kayla bukan lah anak dari Federick, wanita itu nampak tidak percaya jika Devan akan melakukan hal seperti itu pada istri ayahnya.
📞Tidak mungkin Devan melakukan itu semua, apa kamu sudah memastikan ini akurat Andin?
📞Sudah pasti buk, orang saya denger langsung dari yang bersangkutan kok. Saya juga gak percaya pertama nya buk tapi tidak mungkin dia berbohong saat berbicara sendiri, dia bilang den Devan adalah laki laki yang begitu dia cintai buk.
📞Bagaimana bisa, kalau begitu kamu awasi terus Kayla aku nyakin wanita itu pasti sudah mengoda Devan hingga Devan melakukan itu padanya.
📞Iya buk, mungkin saja. Kalau begitu saya tutup dulu buk selamat pagi.
Megan tersenyum licik saat tau kebenarannya tentang kehamilan Kayla dan hubungan gelap nya dengan keponakan nya itu, Megan punya rencana sendiri untuk mereka.
"Mama bicara sama siap? " Ucap Celline membuat Megan terkejut.
"Kamu ini ngejutin mama aja deh, mama gak bicara sama siapa siapa dah sana sarapan. " Ucap Megan mengalihkan pembicaraan.
"Maaaaa.. aku denger lo mama nyebut nama Devan sama Kayla ada pa sih ma, cerita kenapa sih sama aku? " Ucap Celline mendekati Megan.
"Anak nakal jam segini baru bangun belum mandi kepo lagi hidup mu itu, sana sarapan atau mau mama teriak keluar jika anak gadis mama baru bangun jam 9 pagi dan belum mandi ha? " Ancam Megan yang membuat Celline mengerucut bibir nya sebal.
"Teriak aja sono yang keras, nanti juga mama yang malu. " Sunggut Celline berjalan pergi meninggalkan Megan.
Hubungan Megan dengan Celline bisa dibilang cukup baik dari dulu mereka selalu bersikap seperti seorang kakak dan adik, hal itu lah yang membuat Celline merasa begitu nyaman pada ibunya.
Apa pun masalah nya Celline akan berbicara pada Megan dan terkadang bersikap manja melebihi anak kecil, meski begitu Megan akan berusaha semaksimal mungkin agar putri nya bisa merasa nyaman dan percaya pada nya.
" Mama mencurigakan apa sebenernya yang sedang disembunyikan oleh nya, kenapa menyebut nama Devan dan Kayla? "Gumam Celline duduk di kursi meja makan.
Celline sarapan seorang diri di meja makan yang begitu besar itu sedangkan Megan kini sudah pergi meninggalkan nya, Celline menghela nafas kasar menatap rumah sebesar itu yang nampak begitu sunyi.
Dengan hotpants pendek dan baju oblong Celline berjalan keluar menghirup udara segar yang berasal dari pepohonan di lingkungan rumah nya.
__ADS_1
"Hoyy.. " Panggil Nando pada Celline yang termenung di depan pintu.
Celline yang merasa terganggu kemudian mencari asal suara itu dengan sebal,?matanya menangkap sosok Nando yang bersandar di pohon mangga dekat kolam berenang.
" Hay hoy aja gue punya nama. "Sunggut Celline singkat.
Hubungan Celline dan Nando sedari kecil tidak pernah akur sampai sekarang saat mereka sudah menginjak dewasa pun pertengkaran dan cekcok sudah biasa terdengar di rumah itu.
Meski hubungan mereka adalah seorang anak majikan dan bodyguard tidak membuat perbedaan diantara mereka, Megan pun tidak mempermasalahkan hubungan mereka yang selalu berdegkar.
Bagi Megan itu adalah hiburan tersendiri untuk dirinya melihat tingkah kekanakan kedua anak muda itu, bukan tanpa sebab Megan begitu peduli pada Nando. Dulu ayah Nando adalah bodyguard kepercayaan nya dan sudah menyelamatkan hidupnya.
Untuk balas budi Megan membawa bik Ayu ke rumah nya untuk bekerja bersama dengan nya memengasu Celline dan menjaga rumah jika dia tidak ada, kebutuhan mereka pun dijamin oleh Megan termaksud biasa sekolah Nando sampai kini dia lulus kuliah.
Nando lebih memilih untuk menjadi bodyguard dan tangan kanan Megan dari pada bekerja di perusahaan nya bersama dengan Celline.
"Galak amat sih hidup lo, jadi perawan tua baru tau rasa lo. " Ucap Nando menghampiri Celline yang kesal.
"Bacot." Celline duduk di dekat kolam ikan di depan rumah nya dengan dongkol mendegar ucapan Nando.
"Ha ha ha, napa lagi sih lo? Galau ditinggal pergi nyokap lo lagi? " Ucap Nando yang seperti begitu hafal dengan apa yang sedang dirasakan oleh gadis itu.
"Sok tau lo. " Gumam Celline diam.
"Biasa aja kali, galak amat dasar perawan tua.. " Ucap Nando dengan kesal mendegar jawaban galak dari Celline.
Seketika dada gadis itu naik turun menahan kesal menatap Nando yang ingin meninggalkan dirinya.
"Dasar tukang bacot lo.. " Pekik Celline hendak memukul Nando dengan sendal rumah yang dia pakai.
Namun belum lagi gadis itu memukul nya kaki mulus nya tak sengaja saling bertautan dan langsung menubruk tubuh kekar Nando membuat nya hampir mencium tanah dengan kasar, namun dengan cepat Nando menangkap tubuh nya.
Nando menatap tubuh mungil Celline dan membiarkan tubuh nya terjungkal dengan keras diatas tanah sedang kan tubuh Celline berada tepat diatas tubuh Nando, memisahkan jarak diantara mereka.
Bibir merah muda dan kenyal Celline nampak menyentuh bibir Nando dengan begitu keras, mereka nampak saling diam dan memandang dan belum menyadari posisi mereka saat ini.
"Kenapa dada gue berdebar gini sih.. " Gumam Celline yang masih menatap mata Nando.
"Yaaa ampun Non... " Pekik bik Ayu melihat anak majikan nya terjatuh.
Seketika mereka berdua kembali sadar dengan posisi mereka saat ini dan segera berdiri dengan cepat, bik Ayu mendekati Celline dan membantu gadis itu membersihkan tubuh nya.
"Apa ada yang sakit non? " Ucap bik Ayu melihat sekujur tubuh Celline.
"Engak Celline gak papa kok bik, Celline mau mandi. " Ucap Celline gugup lalu pergi.
__ADS_1
Sedangkan Nando nampak diam mencerna apa yang terjadi barusan dan membuat ibunya heran melihat anak lelaki nya yang diam mematung.