
Kayla kini sudah terbangun dari tidur nyenyak nya kemudian segera mandi dan masuk kedalam dapur untuk memasak sarapan untuk mereka.
Saat terbangun Kayla merasa aneh dan menerka nerka siapa yang membawa nya ke dalam kamar dan sudah dipastikan jika orang itu bukan lah Devan.
"Selamat pagi, Kayla.. " Ucap Aldo membuat Kayla terkejut.
"Selamat pagi, kak Aldo. "
"Kenapa, kau terkejut? "
"Emz tidak, maaf aku telalu pokus sampai gak sadar keberadaan kak Aldo dibelakang ku? "
"Dasar kamu ini, masak apa aku rasa aku begitu lapar." Ucap Aldo.
" Masak ayam rica rica kak, yuk sarapan.." Ajak Kayla dengan lembut.
" Kamu gak bangunin Devan dulu, nanti marah lagi tuh bocah." Aldo duduk di depan Kayla yang sedang menuangkan minuman di gelas Aldo.
__ADS_1
Kayla diam mengingat perlakuan Devan padanya didepan Tasya membuat nya sedikit kesal dan marah.
" Tidak perlu, aku rasa sekarang mereka sedang bersenang-senang." Ucap Kayla duduk di kursi dan menikmati sarapan nya.
Aldo menatap diam Kayla yang menikmati sarapan dengan diam dan tanpa ekpresi.
" Tasya itu hanya teman untuk Devan, kamu tidak perlu menghawatirkan apa pun." Seru Aldo dan langsung mendapatkan tatapan tak percaya dari Kayla.
" Emmmmm...enak banget, pinter masak juga anak orang.." Puji Aldo tersenyum pada Kayla yang menatapnya diam.
" Tidak ada seorang teman yang akan bertukar kenikmatan, Terima kasih masakanku memang selalu enak." Ucap Kayla membuat Aldo terkekeh.
Kayla hanya menghela nafas berat kemudian segera menghabiskan sarapannya dan mencuci piring nya meninggalkan Aldo yang masih makan dengan santai.
" Kenapa aku merasa nyaman berdekatan dengan nya, jangan sampai aku jatuh hati pada Kayla." Ucap Aldo menatap punggung Kayla yang sedang mencuci piring di wastafel.
Tak lama Devan keluar dari kamarnya dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa baju, rambut pria itu nampak basah yang menandakan jika dia baru saja selesai mandi.
__ADS_1
" Menikmati kebersamaan, hingga lupa punya istri.." Sindir Aldo saat Devan sedang meminum secangkir jus mangga milik Kayla.
Devan menatap tajam Aldo yang nampak acuh menikmati sarapan nya sedang kan Kayla masih sibuk dengan cucian piring di wastafel.
" Diem lo.." Sunggut Devan kesal meninggalkan Aldo menghampiri Kayla dengan gelas kosong di tangan nya.
Devan mengingat bagaimana Aldo menggendong tubuh Kayla masuk kedalam kamarnya semalam, membuat dadanya berdesis kesal.
Devan memeluk tubuh Kayla dari belakang dan meletakkan gelas kosong itu di dalam wastafel dan membuat tubuh Kayla menengang, deru nafas Devan menyapu lehernya yang terbuka karena rambut nya terikat tinggi.
" Menyingkirkan dari ku Devan, kak Aldo sedang makan." Gumam Kayla pelan.
" Kenapa, apa kamu tidak suka jika menyentuh mu atau kau lebih suka Aldo atau si tua bangka itu yang menyentuh tubuh mu.." Bisik Devan di telinga Kayla.
" Apa maksud mu dengan Aldo menyentuh ku, dia sama sekali tidak pernah menyentuh ku tidak seperti mu.." Balas Kayla membuat cengkraman tangan Devan di pinggang nya terasa mengerat.
" Aw..." Pekik Kayla saat Devan mengingat lehernya dengan keras dan meninggal kan bekas merah disana.
__ADS_1
Aldo hanya menatap dingin apa yang Devan lakukan pada Kayla, mau marah pun Aldo tidak berhak karena Kayla adalah milik Devan.
Devan menatap Aldo sekilas kemudian meninggalkan nya tanpa sepatah kata pun.