ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Sepasang Kekasih


__ADS_3

Pukul 01.00 pagi dini hari Nando tiba di rumah sakit di mana Celline berada, setelah melakukan semua rencana nya Nando memilih untuk kembali pulang membersihkan dirinya.


Nando merasa terserah yang penting dia sudah membalas apa yang sudah ayahnya lakukan pada Celline, meski mungkin gadis itu adalah orang baik.


Nando berdiri di depan pintu vvip di mana Celline dirawat, ini sudah 30 jam Celline belum juga membuka matanya. Nando menatap sedih gadis yang selalu mengganggu nya itu kini hanya diam dengan mata terpejam.


"Masuk lah,jika kamu mau melihat nya. " Suara Megan membuat Nando berbalik dan menatap nya.


"Maaf buk.. " Gunam Nando menunduk.


"Tidak perlu meminta maaf, saya sudah maafkan kamu belum lagi kamu sudah melakukan apa yang saya printah kan. "


"Kasus anak Marcuse sudah masuk berita dan menjadi perbincangan hangat, saya senang dengan kerja kamu semoga Celline juga senang karena kamu sudah membalas kan apa yang membuat nya terluka. "


"Syukur jika ibu sudah memafkan saya, sebenarnya gadis itu terlihat sangat baik dan membuat saya merasa bersalah. " Gumam Nando pelan takut jika Megan akan marah.


"Jelitha Marcuse Antonius, dia sebenernya gadis yang sangat baik penutur dan murah hati. Jelitha adalah anak kesayangan Marcuse yang belum pernah ada yang berhasil mencelakai nya. " Ucap Megan tersenyum lebar.


"Dan kamu bisa memilih target yang benar Nando, saya bangga dengan mu. " Timpal Megan.


Nando hanya tersenyum singkat kemudian meminta izin untuk masuk kedalam ruangan Celline sedang kan Megan harus pergi bertemu dengan seorang.


"Celline.. " Gumam Nando memegang tangan Celline.


Mata nya begitu mengantuk hingga tak sadar tertidur dengan memegang tangan Celline yang belum terbangun.


Sinar mentari menyilaukan mata Nando yang membuat nya segera membuka mata dan meregangkan tubuh nya yang terasa sakit karena tidur dengan posisi duduk.


"Huft.. Tubuh ku terasa sakit.. " Gumam Nando yang belum juga sadar dengan situasi itu.


Seorang suster menatap Nando tak berkedip sedang kan Celline hanya diam memperhatikan laki-laki yang sudah teledor menjaga nya itu.


"Huam.. " Ucap Nando menatap Celline yang sedang duduk di bangsal nya.


"Selamat pagi Celline.. " Ucap Nando yang belum juga sadar.


Seketika Nando bangun dari duduk nya dan menatap Celline yang sudah sadar tak percaya, Nando langsung memeluk Celline begitu kencang.

__ADS_1


"Apa kau mau membunuh ku, lepaskan aku. " Ucap Celline mendorong tubuh Nando.


"Maaf, aku terlalu bahagia melihat mu bangun. " Ucap Nando.


"Ehem, kalian bener bener sepasang kekasih yang romantis. " Ucap suster itu membuat mereka saling tatap.


"Tidak.. " Ucap mereka bersama.


Suster itu tersenyum penuh arti pada mereka kemudian berlalu begitu saja meninggalkan mereka yang saling terlihat canggung.


"Aku minta maaf, jika saja aku tidak meninggalkan mu sendiri mungkin semua ini tidak akan terjadi. " Ucap Nando menunduk.


Celline hanya diam mendengar setiap ucapan maaf dari Nando untuk dirinya saat ini Celline sedang menenangkan dirinya dan berdamai dengan kejadian beberapa hari lalu.


Luka ditubuh nya mungkin bisa saja dengan mudah dia hilang kan namun luka membekas di dalam dirinya tidak akan mudah hilang, air mata Celline menetes begitu saja.


"Kau menangis?" Ucap Nando khawatir.


"Apa ada yang sakit, beri tahu aku Celline aku akan panggil dokter ok.. " Ucap Nando panik hendak pergi.


Celline menahan tangan besar Nando agar tidak meninggalkan dirinya sekarang, Celline menangis membuat Nando semakin terluka. Pemuda itu langsung memeluk Celline dan membiarkan gadis itu menangis dengan keras.


"Kau bisa melampiaskan semua nya padaku, aku akan diam. " Gumam Nando.


"Cium aku.. " Gumam Celline dengan air mata yang berderai.


Nando terkejut dengan permintaan Celline namun dengan ragu Nando ******* bibir Celline dengan begitu lembut menyesap nya menghilangkan rasa sedih dihati nya, Celline nampak lebih tenang saat Nando mencium nya.


"Dia mencium ku, menyentuh ku dan aku tidak bisa menahan nya agar tidak menyentuh ku.. " Gumam Celline.


Nando langsung mencium setiap jengkal tubuh Celline di mana pria itu pernah mencium nya menyentuh setiap sentuhan yang pernah orang itu tinggalkan di tubuh Celline.


"Lihat sekarang aku yang meninggal jejak ku di sana bukan mereka, jangan berhenti berkata jika mereka yang menyentuh mu. " Gumam Nando.


"Mudah menghilang kan nya tapi tidak dengan ku Nando, aku.. aku.. "


Nando langsung memeluk Celline dengan erat menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"Aku sudah membuat pelajaran pada mereka yang menyakitkan mu dan juga orang yang menyuruh mereka. " Ucap Nando.


Tak lama pintu kamar Celline terbuka menatap gua orang yang sedang berpelukan, mata Celline menatap Aldo yang berdiri menatapnya.


Nando melepaskan pelukan nya saat tahu ada orang lain yang masuk ke dalam ruangan Celline.


"Saya harap kamu tidak telalu melewati batasan mu Nando. " Ucap Devan dengan dingin.


Nando menunduk lalu meninggalkan mereka sesuai dengan gerakan tangan Devan yang ingin dia pergi.


Kayla menghampiri Celline yang nampak sembab karena menangis, wajah gadis itu membiru dengan perban di sekujur tubuh nya.


"Kamu kenapa Celline? " Ucap. Kayla sedih.


Celline langsung memeluk Kayla dengan sedih, Devan dan Aldo mendekati gadis itu dengan tatapan nanar.


"Maaf, aku tidak ada saat kamu membutuhkan ku. " Ucap Aldo lembut.


"Lo tenang aja Celline, semua sudah gue urusan bersama bodyguard lo tadi. " Timpal Devan.


"Aku turut sedih melihat kamu seperti ini, cepat sembuh dan kembali ceria lagi. " Ucap Kayla mengenggam erat tangan Celline.


"Terima kasih sudah datang ke sini. " Ucap Celline dengan lembut.


"Sekarang istirahat lah dulu, kami akan pergi ke sebentar. " Ucapan Devan.


"Biarkan Kayla di sini.. "


"Baik lah, kau jaga Celline dengan benar. " Udap Devan sebelum pergi bersama dengan Aldo.


"Tidur lah, aku di sini menunggu mu. " Gumam Kayla lembut.


Celline tersenyum sebelum memejamkan mata nya menelusuri bunga mimpi, sedangkan Kayla berlalu ke dalam kamar mandi yang ada dalam ruangan Celline.


Kayla menatap pantulan dirinya dicermin menatap lehernya yang nampak banyak tanda merah yang tercetak di sana, untung Kayla Devan meminta nya mengganti bajunya dengan panjang milik Devan yang ada di dalam mobil sebelum masuk kemari.


"Jangan sampai ada yang melihat tanda ini, aku akan sangat malu. " Gumam Kayla.

__ADS_1


Setelah selesai Kayla kembali menemani Celline yang tertidur dengan nyenyak sisa sisa air mata masih tercetak di ujung mata gadis itu membuat Kayla merasa bener bener iba.


__ADS_2