ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
KENANGAN YANG SELALU HADIR


__ADS_3

Kayla menangisi nasip nya yang teramat buruk terjadi pada nya sepanjang jalan yang deru nafasnya yang sesenggukan menahan isakan tangis, Devan hanya diam tanpa berkata apa pun padanya.


Setelah cukup lama akhirnya mobil Devan berhenti di sebuah rumah besar yang begitu asing untuk Kayla, matanya begitu sendu setela menagis beberapa saat.


Devan keluar dari mobil dengan sedikit sepoyongan karena sebelum bertemu Kayla pemuda itu berhenti sejenak di bar milik Aldo untuk melepaskan emosinya dengan minum.


Devan mengucek matanya yang terasa sedikit pusing karena efek alkohol yang tersisa dengan terburu Devan membuka pintu mobil Kayla dan menariknya dengan keras untuk masuk kedalam rumah yang tak kalah megah dari rumah Federick.


"Devan, mau sampai kapan kamu menarik ku terus.. " Pekik Kayla yang sudah merasa jengah saat Devan tak henti menarik tangan nya.


"Masuk lah, ini rumah baru kita Kayla. Setelah perpisahan mu dengan si tua bangka itu kita kan menikah. " Gumam Devan sebelum tubuh nya ambruk menimpa Kayla.


"Ahhh.. Devan, Devan.. kamu kenapa? " Pekik Kayla yang langsung menahan tubuh kekar Devan yang tak sadarkan dirinya.


Dengan susah payahnya Kayla membawa Devan ke dalam rumah menuju sofa besar yang berada di sana, meletakkan Devan secara perlahan dan melepaskan sepatu yang dia kenakan.


"Sebenarnya untuk apa Devan membawa ku kesini dan ini rumah siapa, rumah ini masih begitu kosong. " Ucap Kayla mengedarkan pandangannya.


Kayla berdiri mengitari rumah megah yang belum berpenghuni itu dengan heran rumah itu begitu mewah dengan interior yang sangat indah, disana juga ada kolam ikan dan juga taman bunga mawar.


Rumah itu belum begitu banyak perabotan masih begitu lenggang membuat Kayla bisa berjalan dengan santai, kini Kayla berada di dapur di mana tidak ada sesuatu yang bisa dimakan atau pun diminum.


"Apa dia ingin membunuh ku, tidak ada sesuatu yang bisa dinikmati di sini. Aku begitu lapar dan sekarang dia pingsan dasar pria gila." Gumam Kayla.


Kayla membuka ponsel nya yang nampak begitu sunyi tidak ada tanda tanda jika Federick menghubungi dirinya atau pun khawatir akan keberadaan nya, Kayla duduk di depan pintu menatap diam pintu pagar yang terbuka.


Entah kah gadis itu tidak memikir bagaimana caranya melarikan diri dari Devan padahal dulu pemuda itu begitu lemah lembut dan pernah berlaku kasar padanya, tapi karena kesalahannya sendiri mengubah Devan menjadi seperti ini sekarang.

__ADS_1


Tak terasa hari kian sore sudah 3 jam lamanya Kayla duduk diam menatap pagar rumah Devan tanpa henti, bahkan saat Devan terbangun pun dia tidak menyadari nya.


"Dimana dia, apa dia melarikan diri? " Gumam Devan memijit pelipis nya.


Devan berdiru dengan menahan kepalanya yang masih sedikit pusing, matanya menatap seorang wanita yang diam duduk di teras rumah nya tanpa menyadari kehadirannya.


"Kenapa dia hanya diam di sana, jam berapa sekarang? " Ucap Devan mendekati Kayla.


Devan melirik jam tangan nya yang menunjukkan pukul 5 sore entah berapa jam dia terletak di atas sofa itu sendiri, Devan berjalan santai mendekati Kayla yang melamun.


"Kenapa kamu tidak melarikan diri? " Gumam Devan mengejutkan Kayla.


Kayla langsung berdiri dan menatap Devan yang berbicara dengan dingin padanya.


"Kapan kamu sadar, apa masih pusing? " Ucap Kayla menatap Devan.


"untuk apa aku pergi, sekarang aku sendiri lebih baik jika aku bersama dengan laki-laki yang saat ini ingin berbalas dendam padaku. "


Devan hanya diam mendegar ucapan Kayla yang nampak pasrah tentu saja dia tidak berbohong jika dia berbohong dia tidak akan berada di sana duduk diam.


"Devan aku lapar. " Ucap Kayla mengalihkan pandangan nya.


"Masuk lah aku akan membeli kan nya. " Ucap Devan datar meninggalkan Kayla.


Kayla hanya diam menatap kepergian Devan dari hadapan nya.


"Entah apa yang akan dia lakukan padaku sekarang, apa tidak ada sisa cinta mu untuk ku Devan? " Gumam Kayla sedih.

__ADS_1


Devan pergi meninggalkan Kayla menuju rumah makan yang tidak jauh dari rumah yang baru saja dia beli itu, setelah memesan makanan untuk nya dan Kayla Devan segera kembali pulang.


"Mungkin aku akan menyuruh Nando membeli semua isi rumah, bagaimana pun Kayla akan akan tinggal di sana. " Gumam Devan melajukan mobilnya.


"Aku akan membuat mu mengerti bagaimana sakit yang kau goreskan di hati ku Kayla. " Ucap Devan dengan sinis.


Kayla diam menatap taman bunga yang begitu indah di taman memperhatikan langit yang kian menyusut berubah warna, wajahnya sendu menerawang jauh tentang nasib nya sekarang.


"Seandainya semua itu terjadi mungkin, mommy masih hidup tenang tanpa beban dan penyesalan. " Gumam Kayla mengelus perut ratanya.


Kayla menghapus air matanya tak kalah mendegar deru suara mobil Devan yang baru datang, meski mereka sudah lama mengenal dan pernah saling menyayangi tapi bagi Kayla Devan yang sekarang bukan Devan yang dia cintai dulu.


Kayla merasa takut setiap berhadapan dengan Devan sifat kasar Devan benar-benar bisa membuat Kayla terdiam tatapan mata dingin dan tajam bisa membuat nya seperti dikuliti, bahkan Devan mencengkram erat pergelangan tangan nya hingga meninggalkan bekas.


"Makan lah, aku akan mandi. " Ucap Devan tiba-tiba yang menatap Kayla diam menghadap taman.


Kayla berbalik dan diam menatap bungkusan yang di letakan Devan diatas meja tamu sedang kan dirinya telah pergi berlaku meninggalkan Kayla tanpa sepata kata pun, Kayla yang sudah benar-benar merasa lapar menghampiri makan itu lalu menyantapnya dalam diam.


"Ah... " Pekik Devan menghadap kaca kamar mandi.


Devan mengacak rambut nya frustasi kemudian menyalakan shower yang langsung membasahi tubuh kekarnya yang masih lengkap dengan pakaian, menikmati dingin nya air yang menerpa nya dengan deras.


"Kayla.. Kayla.. Kayla.. Mau sampai kapan kamu bersemayam di dalam pikiran ku, enyah lah wanita murahan. " Ucap Devan memukul dinding kamar mandi.


Devan masih bingung dengan perasaan nya yang masih berdebar dan juga masih begitu peduli pada gadis yang sudah merusak kehidupan tenang nya, kenapa sulit sekali melupakan semua kenangan lama mereka.


Devan selalu menanamkan kebencian pada dirinya untuk Kayla tapi entah lah bayangan kebahagiaan yang pernah mereka jalani dulu terekam indah diingatan dan memori yang amat sulit di hilangkan.

__ADS_1


__ADS_2