ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Seutas Senyuman


__ADS_3

Baru saja sampai rumah Devan Kayla memiliki segera masuk dan berlari ke kamarnya untuk menenangkan dirinya, mereka hanya menatap Kayla dalam diam.


"Sudah lah ayo masuk. " Ucap Devan datar.


Celline dan Aldo mengekori Devan masuk kedalam rumah nya yang begitu mewah dan luas.


"Wah kapan lo beli ini rumah, perasaan lo gak pernah bilang kalau mau beli rumah? " Gumam Celline mengedarkan pandang nya keseluruhan rumah.


"Gue dah lama beli. " Seru Devan singkat.


"Untuk Kayla? " Ucap Celline yang membuat Devan menatap nya.


"Why, emang gitu kan? " Celline dengan santai langsung membuka kulkas yang sudah penuh dengan isi.


Sekertaris Devan sudah mengirim beberapa orang untuk mengisi bahan makanan yang diminta Devan, sedangkan beberapa barang ada yang sudah tertata rapi dan ada yang belum datang.


Jam sudah menujukan pukul 11.35 wib mereka nampak duduk santai diruang tamu sembari memakan beberapa cemilan yang ada didalam dapur Devan.


"Gue laper, lo gak mau nawarin gue makan apa? " Seru Celline menatap Devan yang menutup mata.


"Lo mau makan, nanti gue pesenin. " Seru Aldo.


"Apa aja deh, tumben lo ngomong sana gue biasanya kayak orang bisu. "


Devan membuka mata kemudian berjalan meninggalkan Aldo dan Celline yang saling berbicara singkat mengenai makan siang mereka, Devan naik ke lantai dua ingin melihat keberadaan Kayla.


Devan membuka pintu kamar Kayla dan nampak gadis itu tertidur pulas di atas sofa yang berada di kamar nya, Devan mendekati nya dengan perlahan.


Sisa sisa air mata Kayla yang mengerikan membuka Devan sadar jika gadis itu lelah menangis lalu tertidur.


"Seandainya waktu itu kamu tidak meninggalkan ku Kayla, mungkin saat ini kita adalah pasangan yang berbahagia. " Gumam Devan lirih.


Devan menghela nafas kasar mengingat kembali masa lalu nya hanya akan mengorrs luka lama yang kini mulai akan kering, Devan berbalik meninggalkan Kayla.


"Devan.. " Ucap Kayla yang masih memejamkan mata.


Devan menghentikan langkah nya kemudian terdiam mendengar suara Kayla memanggilnya.


"Aku mencintaimu dulu sampai sekarang, tapi kenapa kamu begitu cepat melupakan ku aku tau betapa sakitnya yang kamu rasakan dulu, tapi tidak ada kah sedikit ruang untuk ku. " Gumam Kayla yang masih tertidur.


"Bahkan dalam tidur mu saja masih akan membuat ku terluka dengan ucapan cinta mu Kayla. " Devan tersenyum getir kemudian berlalu pergi.


Tak lama pesenan Aldo dan Celline datang dengan semangat Celline membuka makanan nya dengan begitu ceria, Aldo hanya memandang gadis itu dalam diam.


"Emzzz enak banget.. " Gumam Celline membuat seutas senyum tipis terlukis indah di wajah Aldo.

__ADS_1


"Ehem... " Deheman Devan membuat Aldo seketika mengalihkan pandangan nya.


Devan menuruni tangga perlahan sembari menatap wajah Aldo yang berubah saat kedatangan dirinya.


"Di mana Kayla? " Ucap Aldo mengalihkan pembicaraan.


"Sedang tidur. " Gumam Devan duduk di samping Celline yang menikmati ayam penyet yang dia pesan.


"Sejak kapan lo beli rumah ini, kenapa tidak memberi tahu ku? " Ucap Aldo.


"Tidak penting, lebih baik lo pikiran perasaan lo dengan gadis bernama Anggita itu. "


Ucapan Devan seketika membuat Celline yang sedang makan tersedak.


"Uhuk.. uhuk. "


"Minum.. " Ucap Aldo menyodorkan segelas air kepada Celline.


"Makan yang bener gak bisa apa Cell.. " Gumam Devan merasa jengah dengan saudara nya itu.


"Bacot lo.. " Seru Celline yang melanjutkan makan nya dengan kesal.


"Dasar kutub Selatan, ngapain coba bawa bawa si cewek preman itu gue lagi makan juga. " Batin Celline semakin kesal pada Devan.


"Anggita cinta pertama gue, susah ngelupain dia apa lagi semua kenangan kita yang terjalin lama. Sama kek lo yang susah ngelupain Kayla. " Ucap Aldo.


"Devannnnnn... " Celline dengan kesal melempar pukulan pada paha Devan dengan begitu keras.


"Awww.. apa sih. " Pekik Devan.


"Gue tau Celline suka sama gue. " Aldo menatap Celline yang terdiam menatap nya.


"Ya ampun dah bunuh gue aja anjing, malu banget di bicarain di depan cowo yang gue suka. " Batin Celline yang malu.


"Dasar gadis bar bar, semburan di pipinya semakin membuat nya cantik dan mengemaskan. " Batin Aldo.


"Dah lah gue dah selesai makan, gue mau pulang. " Celline bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci tangan dan mulutnya.


"Celline, Aldo juga bisa aja suka sama lo. " Pekik Devan mengoda nya.


"Lo apaan sih.. " Sungut Aldo kesal.


Aldo duduk dibawa kemudian mulai memakan ayam penyet yang sama seperti Celline, sedangkan Devan nampak tersenyum menatap dua orang yang malu malu mengakui kedekatan hati mereka.


Devan duduk disamping Aldo kemudian menikmati makan siang mereka dengan sunyi sedang kan Celline merasa benar benar malu mendegar ucapan Aldo yang tahu tentang perasaannya.

__ADS_1


"Astaga malu malu malu banget. " Ucap Celline mencuci muka nya beberapa kali.


DRDRDR


Ponsel Celline bergetar membuat nya segera mengambil ponsel yang dia bawa di kantong celana nya itu.


📞Hallo ma.


📞Celline, kamu dimana sayang?


📞Celline lagi ditempat Devan ma, ada apa?


📞Bisa kamu susul mama, mama butuh bantuan kamu di surabaya sayang. Ada masalah di perusahaan kita di sana.


📞Ada masalah apa ma, kalau begitu aku akan ke sana segera.


📞Bagus lah, mama tunggu kedatangan kamu di surabaya sayang. Mama sudah menghubungi Nando dia akan menjemput mu kamu tinggal beri tahu keberadaan kamu saja.


"Nando, gak aku gak bisa bertemu dengan Nando karena kejadian kemarin aku jadi begitu canggung. " Batin Celline.


📞 Hallo sayang..


📞Ah.. iya iya maa,emz aku akan berangkat sendiri tidak perlu menyuruh Nando untuk menjemput ku.


📞Gak sayang, mama lebih percaya kamu pergi bersama dengan Nando. Bisnis kita sedang naik dan beberapa musuh mama merencanakan hal buruk sayang.


📞Maaaa...


📞Celline, mama tidak menerima penolakan dari mu paham. Segera hubungi Nando.


Megan mematikan sambungan telepon nya membuat Celline berdecak kesal dengan setiap keputusan ibunya itu yang tidak pernah bisa dibantah kan.


"Menyebalkan." Ucap Celline segera keluar dari kamar mandi.


"Devan, gue harus pergi ada masalah di perusahaan mama yang di surabaya, mama meminta gue untuk segera mengurang nya. " Ucap Celline menatap dua orang yang sedang makan itu.


"Mau gue anter? " Tawar Devan.


"Tidak perlu, gue pergi sama Nando. Dah yaaa bye.. " Celline langsung meninggalkan Devan dan Aldo yang menatapnya.


"Nando, bodyguard dan tangan kanan bu Megan? " Ucap Aldo membuat Devan merasa heran bagaimana bisa Aldo tahu.


"Dari mana ko tahu, padahal gue gak pernah ngomong tentang Nando. " Seru Devan.


"Tidak penting. " Ucap Aldo singkat.

__ADS_1


Devan merasa acuh dengan ucapan Aldo yang menurut nya Tidak lah penting mereka kembali menikmati makan siang mereka tanpa berbicara.


__ADS_2