
"Ah.... " Nando berteriak keras di dalam mobil.
"Bodoh, bagaimana bisa aku percaya jika dia bener bener bisa setiap padaku, harusnya aku tahu jika ada laki-laki lain. " Ucap Nando kesal.
Sedangkan dirumah Celline nampak merasa bosan karena sudah lebih dari 1 jam Nando meninggalkan dirinya dan tidak kembali,Adzan maghrib sudah berkumandang keras membuat Celline segera masuk kedalam rumah.
"Kemana dia, harusnya menjaga ku disini malah pergi entah kemana. " Ucap Celline duduk sembari memainkan ponsel nya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu membuat Celline merasa heran siapa yang bertemu dirum nya dan bagaimana bisa ada orang yang tau jika ada orang di dalam rumah itu, Celline mengabaikan ketukan itu.
Tok Tok Tok
Ketukan itu semakin keras membuat Celline semakin kesal karena berisik dan akhirnya gadis cantik itu berjalan mendekati pintu utama, saat itu Celline hanya mengenalkan celana pendek sepaha dan tanktop berwarna putih.
Cklek
Celline membuka pintu dan terkejut saat 3 orang pria besar bediri di depan rumah nya dengan tatapan sangar, gadis itu segera menutup pintu nya namun sebelum itu terjadi pria itu mendorong nya dengan begitu keras hingga Celline terjungkal.
"Aww.. " Pekik Celline tak kalah pantatnya menyentuh lantai dengan keras.
"Keluar kalian dari rumah ku sekarang, pergi.. " Usir Celline dengan keberanian yang menipis.
"Jangan marah marah cantik, kita datang kemari karena kita tau kamu sendiri. jadi biar kita menemani mu. " Ucap seorang pria berbadan besar.
Tidak perlu, pergi kalian semua sebelum gue teriak dan bodyguard gue dateng bunuh lo semua. "Pekik Celline berdiri dan berjalan mundur.
" Teriak lah sepuas mu, hingga pagi pun tidak akan pernah ada yang mendengar dari pada kau buang buang tenaga lebih baik jika kau mendesah saja ha ha ha. "Ucap mereka dengan diringi tawa.
Celline semakin takut berjalan mundur dan berdoa semoga Nando segera kembali sebelum mereka benar-benar melukai nya, jarak rumah Celline lumayan jauh dengan rumah penduduk dan mereka semua juga tau jika rumah itu selalu kosong.
" Tolong... "Pekik Celline melemparkan vas bunga pada pria itu yang mulai mendekati nya.
__ADS_1
Prang
Bunyi vas vas bunga mahal yang di lembar oleh Celline menimbulkan suara gaduh yang nyaring, melihat perlawanan Celline membuat seorang pria maju dan lansung menarik tangan gadis itu dengan begitu kuat.
" Kami berbicara halus nona tapi kau membuat kamu marah, kau harus merasakan akibatnya . "Ucap salah satu dari mereka.
" Lepasin tangan kotor lo dari gue.. "Pekik Celline memberontak.
PLAK
Satu tamparan mendarat mulus di pipi nya hingga menimbulkan suara yang begitu keras, sudut bibir Celline nampak mengeluarkan darah seger yang membuat nya menahan sakit yang luar biasa.
Celline mengigit keras lengan pria itu kemudian berlari menuju kamarnya mereka nampak semakin marah kemudian mengejar Celline dengan cepat, jantung nya berdebar kencang antara takut dan juga sesak.
"Nando.. gue butuh loh.. " Isak Celline bersembunyi di bawah meja di lantai dua.
"Cantik.. ayo lah sayang, jangan bermain main dengan ku.. " Ucap nyaring membuat Celline semakin ketakutan.
"Kami tau kamu ada disini.. "
Salah satu dari mereka menagkap keberadaan Celline dan langsung membalik meja itu dengan keras membuat Celline terpekik keras.
"Kemari kau ****** kecil.. " Mereka menyeret Celline begitu kejam membuat seluruh tubuh gadis itu terluka dan tak sedikit mengeluarkan darah segar.
Mereka menarik rambut nya dengan keras hingga beberapa helai rambut itu telepas dari kulit kepalanya.
"Sakit bodoh, lepasin gue.. " Pekik Celline keras.
Para pria besar menyeret nya menuruni anak tangga dengan keras hingga membuat nya terpekik, sekujur tumbuh nya penuh luka goresan dan juga terasa benar benar sakit.
Mereka mendorong tubuh mungil Celline di depan ruang tamu di mana becahan beling dari vas bunga berserakan, Celline merasakan sakit yang luar biasa. Air matanya mengalir deras merasa was was dengan yang akan dilakukan mereka padanya.
Pria itu mendekati Celline dan sekali hentakan merobek tanktop yang dikenakan oleh Celline hingga menampakkan bagian dadanya yang terekspos dengan nyata, mereka semua menatap Celline dengan buas.
__ADS_1
Celline mundur perlahan menyeret tubuh lemah nya menjauh dari mereka semua yang ingin membuat nya tersiksa, mereka mendekati Celline kemudian memegang keras kedua lengannya.
Satu diantara mereka tersenyum melihat Celline yang tidak bisa memberontak lagi pria itu mengelus pipi dan tubuh Celline dengan begitu nafsu, Celline sudah tidak bisa memberontak lagi saat itu tubuh nya benar benar lemas.
"Ku mohon jangan lakukan itu padaku, kalian mengingat kan uang aku akan berikan berapa pun itu. " Ucap Celline memohon.
"Kami hanya ditugaskan untuk menghancurkan hidup mu, karena ini semua perintah dari bos besar. Hanya dengan menghancurkan mu maka ibu mu juga ikut hancur. " Tawa mereka semakin menggelegar.
Celline hanya bisa terisak menangisi kehidupan nya setelah ini pria itu menyentuh nya dengan begitu kasar mencengkram keras rahan nya yang berdarah, Celline sudah pasrah saat tangan besar pria itu meremas keras dua gundukan berharga nya.
"Nando... " Pekik Celline dengan keras saat pria itu dengan berutal nya mencium setiap jengkal tubuh Celline yang penuh luka.
BUG
Satu pukulan keras berhasil mendarat sempurna di wajah pria itu hingga tersungkur tak berdaya, mereka yang melihat temannya tersungkur kemudian melepaskan Celline dan melawan Nando yang baru datang itu.
"Bagsat.. " Pekik Nando keras melihat mereka semua.
Setelah pulang dari rumah Dinda Nando berniat mampir di sebuah bar kasino namun perasaannya teringat akan Celline dan membuat nya segera kembali pulang.
Benar saja saat tiba dirumah Nando sudah disuguhi oleh pemandangan yang membuat darah nya berdesis, dengan amarah Nando memukul mereka semua dengan keras hingga membuat mereka tak berdaya lagi.
Nando mengalah kan mereka bertiga dan membuat mereka tidak bergerak wajah Nando pun sama babak belur nya namun tidak separah mereka yang kini sedang pingsan.
Nando menatap Celline yang mundur dan mengelamkan wajah nya diantara dua kaki nya, tubuh nya penuh luka membuat Nando benar benar menyesal telah meninggal kan gadis itu.
Nando melepaskan jas nya dan membuat Celline menatap nya dengan sendu Celline memeluk Nando begitu erat dan terisak dengan keras.
"Lo kemana aja, gue takut.. " Ucap Celline diantara isak tangis nya.
"Maaf.. " Hanya itu yang terucap di bibir Nando kemudian menutup tubuh Celline dengan jas nya dan menggendong nya segera.
"Kita harus kerumah sakit sekarang Celline, gue bener bener minta maaf. " Ucap Nando menitihian air mata menatap Celline yang mulai terpejam.
__ADS_1
Nando membaringkan Celline didalam mobil kemudian melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat di sana, hatinya begitu merasa takut dan juga menyesal.
Sedetik saja dia terlambat mungkin dia akan benar-benar merasa bersalah karena dirinya gadis itu kehilangan kehidupan nya, Nando beberapa kali menghapus air matanya yang berderai.